Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
pernikahan 1


__ADS_3

*"Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat."*


muhammad Arsyad✍🏻


pagi pun tiba,usai melaksanakan shlat shubuh Atiqah langsung di dandani oleh tukang salon ternama.tentunya itu kemauan dari ifah.dari mulai gaun pernikahan hingga rias merias sumua ifah yg atur.


" jangan menor ya mbk yg natural aja "


" iya mbk,ini mah udah cantik alami di poles dikit aja ,mbk nya udah bakalan cantik banget". Komentar wanita berambut pendek ,dengan tangan yg sibuk memakaikan bedak pada permukaan wajah Atiqah.


***


rizky dan Arsyad baru saja tiba di kediaman kiayi hasan tentunya dengan perasaan tegang,takut rencana mirza akan di bantah habis-habisan oleh kiayi hasan.


Setelah memarkirkan mobil ,rizky langsung menyusul Arsyad yg turun duluan ,karna mirza telah menunggu di depan rumah.


" syukur kalian udah dateng mari masuk ke dalem" rizky dan Arsyad saling melirik apa mirza serius dengan keputusannya


" ustadz mirza serius?" tanya Arsyad takut nanti mirza malah mempermainkan ya.mana hapalan ijab qobul membuat Arsyad susah untuk tidur karena terus menghafal.


"tentu ,ayo masuk"


"baikhlah" sahut rizky sambil menarik tangan Arsyad


kiayi hasan yg memakai sorban di bantu dengan umi bilqis langsung menoleh pada sosok pria jangkung yg baginya sudah tidak asing lagi


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"rupanya ada tamu apa mereka temanmu nak?" tanya umi bilqis


" iya umi"


kiayi hasan mendekat ke arah rizky dan Arsyad


"apa kalian pemuda yg waktu itu di pemakaman sahabat saya?" tanyanya


rizky dan Arsyad langsung salam mencium tangan ki ayi hasan


" iya saya rizky dan ini adik saya Arsyad"

__ADS_1


"abi aku ingin bicara serius ,maaf mungkin akan membuat kalian kecewa" ucap mirza tiba-tiba


umi bilqis mendekat seraya menatap putra sulungnya semakin lekat.


" ada apa nak kamu ga akan ngecewain umi dan abimu kan?"


" yg akan menikahi Atiqah bukan aku,tapi Arsyad yg akan menikahinya "tegas mirza yg menunjuk kepada Arsyad.


" astagfirullah al'adzim kamu bicara apa mirza" ucap ki ayi hasan terkejut


umi bilqis langsung memegang tangan mirza dan menatap lekat tak percaya.


"nak kamu ini bicara apa? tentu saja yg akan menikahi Atiqah itu kamu" ucapnya dengan suara parau menahan nangis.


mirza menatap umi dan abisnya secara bergantian,menghembuskan nafasnya secara kasar .tapi mau bagaimana lagi cepat atau lambat semuanya akan ketahuan.


"maafkan putra mu ini umi,hari ini aku ingin melihat langsung Arsyad menikah dengan Atiqah di hadapanku,anggap saja ini permintaan terakhirku"


"bicara apa kamu nak?"bentak umi bilqis


"permintaan terakhir apa nak?hari ini kamu akan menikah! kamu bicara apa mirza ,umi sendiri yg akan membantumu untuk bersiap,ayo nak kita bersiap-siaplah sekarang" sambungnya dengan beruraian air mata


mirza memegang kedua tangan wanita nya yg paling berharga dalam hidupnya.


Deg


tidak,tidak mungkin kamu punya penyakit seperti itu!! kamu berbohong kan nak? hikss hikss sangkalnya dengan berlinang air mata


mirza memejamkan kedua matanya,mau tidak mau ia harus menceritakan semuanya.


"iya aku mempunyai penyakit kanker darah ,ini sudah lama terjadi umi tapi tak apa aku baik-baik aja ko"


"tidak mungkin!!" teriak laila sang adik yg sedang berdiri di ambang pintu sepertinya sudah mendengarkanya dari tadi langsung berlari memeluk erat sang kakak


seketika itu uminya menangis histeris ,mirza mendekap tubuh uminya dengan erat ,rasanya sangat sakit melihat sosok ibu yg telah melahirkan kita menangis pilu seperti ini .seperti hati yg menghantam sayatan belati tajam yg menusuk ,ini sangat sakit.


"mirza kamu sedang tidak berbohong kan nak?" tanya ki ayi hasan yg sedari tadi diam menyimak.


mirza menggeleng seraya memeluk uminya .mirza menceritakan dari awal dirinya mengetahui punya penyakit kanker darah,menjalani kemoterapi dan pengobatan yg selama ini dirinya jalani.


"kenapa kamu menyembunyikan ini semua dari kami?"ucap ki ayi hasan seraya mendekati mirza .memeluk putra sulungnya yg selama ini terlihat sangat baik-baik saja.mirza memilih diam dan menahan rasa sakit itu sendirian.

__ADS_1


"maaf " lirihnya


haru biru yg menyisakan kesedihan tentang sebuah kebenaran harus di terima dengan ikhlas dan sabar .ini sudah terjadi musibah tidak ada yg tau begitu pula dengan mirza.dirinya pula tidak akan menyangka akan di ponis mempunyai penyakit kanker darah.


Rizki dan Arsyad yg menyaksikan kesedihan yg keluarga itu rasakan ikut hanyut dan merasa sedih.tak tega juga dengan mirza selama ini dirinya jalani hidup sendirian sungguh luar biasa.


laila ikut memeluk mirza ,tidak menyangka juga sang kakak yg terlihat sehat ternyata sakit parah


peluk memeluk sudah terlepas berakhir dengan rencana ki ayi hasan akan membawa berobat ke singapura.umi bilqis masih setia menangis beruraian air mata dengan deras ,lama-lama mirza makin tak tega.


" umi jangan menangis" ucapnya seraya menyeka air mata umi bilqis


"kamu sakit nak,umi tak tau maafkan umi" ucap umi bilqis di sela isak tangis


mereka semua duduk di ruang tamu membicarakan tentang pernikahan.awalnya kedua orang tua mirza tidak setuju,namun segala bujuk rayu akhirnya mereka luluh.


"tapi bagaimana dengan Atiqah?" tanya ki ayi hasan


" dia belum tau ,tapi kak ifah yg akan menjelaskan semuanya"


" nak Arsyad kami titip Atiqah,jaga dia dengan baik,bimbing dia agar menjadi wanita dan istri Sholihah ,saya yakin Atiqah akan bahagia bersamamu" ucap ki ayi hasan


"insyaall saya akan menjaga dan membingbing dia dengan baik "tegas Arsyad dengan tersenyum yakin


" sekarang bersiaplah Arsyad,waktu ijab kobul akan segera di mulai. saya akan menjadi aslinya Atiqah ,karna sebelumnya alm zaidan sempat mengamanahkanya kepada saya.ucap ki ayi hasan dengan tersenyum hangat.


" Atiqah percayalah aku sangat mencintaimu ! tapi maaf bukannya aku tidak bertanggung jawab atas pernikahan ini .tapi,aky tak mau kau menangisiku sekarang aku hanya bisa paasrah dan menyerahkan ya kepada sang khalik" batin mirza


***


setelah mendengarkan penjelasan dari ifah prihal mirza dan Arsyad ,Atiqah terkejut bukan main.rasanya sangat tidak mungkin,Atiqah menangis dengan tersendu-sendu.


"jangan nangis nanti make up nya luntur " ucap ifah menenangkan Atiqah


" tapi kak?"


"sudah jangan nangis,doakan saja semoga allah mengangkat penyakitnya ustadz mirza dan bisa sembuh seperti biasanya ya "


"aamiin" ucap nya dengan beruraian air mata


" sudah jangan menangis,nanti make up nya luntur,,mbk tolong perbaiki lagi riasanya ya "

__ADS_1


" baik mbk "


setelah itu...


__ADS_2