Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
sebuah keajaiban


__ADS_3

tiba-tiba monitor nya telah berubah menjadi garis lurus ,seperti tidak ada harapan lagi untuk hidup Atiqah.


tubuh Arsyad luruh begitu saja saat mendengar pernyataan dokter kalau Atiqah sudah tidak ada harapan lagi untuk bangun.


"tidak,tidak mungkin!"Arsyad menangis histeris tidak terima atas perkataan dokter.


"kita harus terima dan ikhlas syad" ucap ifah sambil terisak


"tidak kak Atiqah masih bisa hidup" tegas Arsyad dengan derai air mata yg membasahi wajah tampannya.


"ikhlas kan syad biar Atiqah tenang" ucap rizky sambil merangkul adiknya yg sedang rapuh.


"aku harus melihatnya sendiri" tutur Arsyad penuh tekad.


"kamu mau kemana syad?" tanya rizky mencoba menahan Arsyad yg ingin masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Atiqah masih hidup kak!"


rizky membiarkan masuk ke dalam ruangan tersebut .


"istriku masih hidup jangan pernah melepaskan apapun dari tubuhnya!"


tutur Arsyad saat melihat dokter ingin mengambil oksigen di hidung atiqah.


"anda siapa?" tanya salah seorang dokter yg terkejut melihat kedatangan Arsyad ke ruangan tersebut.


"saya suaminya! saya berhak untuk melihat istri saya "ucap Arsyad dengan terisak.


Arsyad pun menghampiri Atiqah


"ayo sayang kamu harus bangun,jangan tinggalkan aku sendirian" teriak Arsyad tak terima


"maaf tuan tolong anda keluar terlebih dulu dari sini"ucap salah satu dokter tersebut.


"tidak. biarkan aku di sini,apa aku harus cabut dulu saham rumah sakit di sini hah!?"


para tim dokter saling melemparkan pandangannya,,sarahpun menganggu kan kepalanya membiarkan Arsyad untuk tetap di sini.


Arsyad tidak menyangka kalau istrinya itu akan berada pada posisi seperti ini ,melihat sendiri bagaimana istrinya berjuang antara hidup dan mati.


"nyonya atiqah telah kembali dok" ucap salah satu dokter di ruangan itu saat melihat monitor menunjukan gelombang kehidupan.

__ADS_1


"masyaallah sungguh luar biasa atas keajaiban dari -NYA." ucap salah satu dokter .


seketika tubuh Arsyad luruh begitu saja,ia seperti kehilangan separuh nyawanya.akhirnya istri tercintanya kembali .


Arsyad melangkah gontai meninggalkan kamar Atiqah .rizky dan ifah segera menyambut kehadiran Arsyad.


"Atiqah berhasil dalam memperjuangkan hidupnya kak"


"alhamdulillah"


rizky dan ifah menghembuskan nafasnya lega,atiqah bisa melewati masa kritisnya dengan baik .dan Arsyad tidak bisa membayangkan bagaimana kalau ia benar-benar kehilangan Atiqah.


****


waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari.Arsyad masih menunggu atiqah di ruang rawatnya.sembari menunggu atiqah,Arsyad memutuskan untuk menunaikan shalat tahajud nya.ia berharap allah akan memberikan kesembuhan untuk istri tercintanya.


seusai melaksanakan shalat tahajud Arsyad membuka mushafnya,terdengan suara lantunan ayat suci Al-Quran yg sangat merdu yg di tunjukan untuk kesembuhan atiqah.


Atiqah yg terbaring di ranjangnya,samar-samar pendengaran ya menangkap sebuah suara yg sangat merdu.suara itu bisa membuat hatinya menghangat,apalagi lantunan ayat suci Al-Quran yg seakan menyihirnya.


dengan perlahan atiqah mulai menggerakkan kelopak matanya,mencoba membuka matanya untuk melihat siapa yg membaca ayat suci Al-Quran dengan begitu indahnya.


"sangat merdu dan menentramkan hati"bisik nya dalam hati dengan jari-jari tangan yg mulai


matanya pun mulai terbuka,samar-samar ia mendengar suara sosok pria yg ia kenali, seorang pria yg duduk bersila di atas sajadah dengan kedua tangan ya yg memegang mushaf dan bibir yg terus melantunkan ayat-ayat allah tanpa berhenti,ya itu adalah Arsyad.


.


"mas Arsyad"gumamnya dalam hati saat bisa mengenali suara itu .sosok yg entah kenapa sangat ia rindukan.


"ma_ma_mas" panggil atiqah mencoba mengeluarkan suaranya untuk memanggil Arsyad meskipun masih terbata dan terdengar lemah


Arsyad yg mendengar seseorang memanggilnya,memberhentikan bacaaanya.mengalihkan perhatian ya pada sosok wanita cantik yg terbaring di ranjang dengan tangan yg mulai perlahan terangkat seakan ingin menggapai dirinya.


"ma_mas" ucap atiqah sekali lagi


Arsyad yg benar-benar tersadar kalau itu suara atiqah segera bangkit dari sajadah nya dan menghampiri atiqah dengan tatapan terkejut.


"sayang" seru arsyad melihat atiqah telah membuka kembali matanya bahkan senyuman manis tersungging dari bibir pucat istrinya.


"sayang"panggil arsyad sekli lagi seakan tidk percaya kalau atiqah telah membuka matanya ,senyuman manis yg tersungging di bibirnya mulai berkedut antara senyuman tulus atau isak tangis yg perlahan terdengar.

__ADS_1


"iya mas" jawab atiqah lemah


"ya allah terimakasih "ucap Arsyad menangis haru sambil memeluk tubuh istrinya penuh kerinduan.


Arsyad yg masih belum percaya sepenuhnya memberikan kecupan di seluruh wajah sang istri,sambil berkali-kali mengucap rasa syukur atas kembalinya atiqah.


"mas menangis?" tanya atiqah .


"mas menangis bahagia sayang.mas bahagia sekali kamu kembali." tutur arsyad tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas kembalinya atiqah .


"sebentar sayang mas panggil dokter dulu ya" kata Arsyad mengusap air matanya dan bergegas memanggil dokter untuk memeriksa keadanya.


"iya mas" jawab Atiqah menganggu kan kepalanya lemah dan membiarkan Arsyad memanggil dokter.


tak berapa lama dokter pun datang bersama suster menuju kamar Atiqah ,dokter itu mulai memeriksa keadaan atiqah yg kembali tersadar dari masa keritisnya.


dokter itu pun kembali menyunggikan senyumnya ia merasa ini seperti keajaiban orang yg pernah mengalami cidera otak dua kali dan juga mengalami vegatatif dua kali ,dan menjalankan operasi mata ia pun bisa kembali bangun dengan keadaan normal.


"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arsyad tidak sabar untuk mendengar kabar baik tentang Atiqah.


"ini adalah mukjizat dari allah,nyonya Atiqah bisa meeleewati masa kritisnya dan kembali dalam keadaan stabil.jadi untuk sementara nyonya atiqah harus banyak istirahat,nanti pukul 08.00 pagi kita akan melakukan pengecekan kembali secara menyeluruh pada tubuh nyonya Atiqah" jelas dokter itu turut bahagia atas kembalinya nyonya Atiqah.


"baik dok,terima kasih" ucap Arsyad menyunggingkan senyum bahagianya.


"sekarang nyonya Atiqah sebaiknya istirahat dulu,jangan terlalu banyak di ajak komunikasi karna kondisinya masih cukup lemah" saran dokter itu


" baik dok" jawab Arsyad.


"kalau begitu saya pamit dulu ya dan selamat untuk nyonya Atiqah." ucap dokter itu seraya meninggalkan kamar Atiqah.


Arsyad pun segera mengambil tempat duduk di samping Atiqah ,tangan ya membelai lembut tangan Atiqah yg masih di pasang infus .Arsyad merasa bahagia akhirnya penantianya terwujud ,ia bisa melihat atiqah kembali dari tidur panjangnya.


"mas" panggil Atiqah dengan suara lemahnya.


"iya sayang kenapa ? apa yg kamu rasain?"tanya Arsyad menampilkan rasa cemas nya saat mendengar panggilan lirih Atiqah.


"apa yg terjadi selama ini mas?"


"sekarang kamu tidur dulu ya" kata Arsyad mengingat pesan dokter tadi pada Atiqah ,yg meminta Atiqah untuk banyak istirahat.


"nanti mas ceritain sekarang tidur ya"

__ADS_1


"mas janji?" tanya Atiqah pada Arsyad memastikan kalau Arsyad akan menempati janjinya untuk menceritakan semua kejadian yg ia alami.


"mas janji sayang,mas akan ceritakan semuanya yg ingin kamu tau" tutur Arsyad memberikan kecupan di kening Atiqah.


__ADS_2