Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
pertemuan yg menyakitkan part2


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Arsyad bicara panjang lebar,ia mencurahkan segala isi hatinya pada Atiqah satu-satunya orang yg dapat Arsyad percaya.


Bagaimana dengan kakak nya,rizki? Apa Arsyad tidak mempercayainya? Sebenarnya Arsyad percaya sama rizky ,hanya saja rizky sibuk sampai tidak ada waktu untuk mendengarkan segala keluh kesah Arsyad .


padahal Arsyad butuh teman berbagi dimana dirinya sedang rapuh.


Seketika tangisan atiqah pecah.kain cadarnya sudah basah karena air matanya yg terus berderaian.


"Hiks.maaf ,maafkan aku ,kak" ucap nya di sela-sela tangisnya .


"menikahlah dengan ku dek" ucap Arsyad dengan tatapan kosong.


"tidak bisa" ucap seseorang


Orang itu berjalan mendekat ke arah Atiqah dan juga Arsyad yg sudah ikutan berdiri.dalam hatinya ia bertanya-tanya siapa pria yg ada di hadapan dirinya ini .


" siapa kau?" tanya Arsyad dengan dingin ya .


pria itu tersenyum kecil ,lalu menatap Atiqah sekejap sebelum menjawab pertanyaan dari Arsyad.


" perkenalkan nama saya mirza calon suaminya Atiqah .dan kau sendiri? Ucap mirza tegasnya sambil mengulurkan tanganya.


DEg


Arsyad diam sejenak ia menatap mirza dengan tatapan tidak suka dengan malasnya Arsyad mengulurkan tanganya .


"Arsyad .jodohnya Atiqah yg sudah tertulis di lauhal mahfudz" jawab Arsyad


" ya allah bagaimana ini" batin Atiqah


mereka berdua saling melepaskan jabatan tanganya masing-masing .


" sepertinya kamu orang percaya diri sekali" ucap mirza dengan tersenyum.


"Tentu karna emang seperti itu faktanya.lagi pula itu semua akan menjadi kenyataan".

__ADS_1


Mirza tahu maksud ucapan Arsyad itu,tapi ia berusaha untuk menahan emosinya.mirza menghembuskan nafas beratnya yg terasa sesak .


"aku mohon kak jangan bicara seperti itu .lagi pula aku dan mas mirza akan segera menikah " ucap Atiqah


"tidak ku sangka kau mengingkari janji itu dek" ucap Arsyad sendu


Atiqah semakin menundukan kepalanya ia menahan isak tangisnya .


"mengingkari apa maksudnya?" tanya mirza


"Sebelum aku berangkat ke amerika 4 tahun yg lalu,aku dan Atiqah membuat perjanjian.Atiqah sudah berjanji akan menungguku pulang jadi bisa di katakan setelah pulang aku akan menikah dengan ya."


" Atiqah apakah itu benar? Tanya mirza.


mirza sedikit terkejut mengetahui kebenaran ini, tidak menyangka kalau Atiqah akan menyembunyikan hal ini darinya. Bukanya,harus saling terbuka? Apalagi sebentar lagi dirinya dan Atiqah akan menikah?


" itu benar.maaf kan aku mas ,sebelumnya aku tidak jujur padamu" ucap Atiqah


" lebih baik kamu lupakan saja sebentar lagi kami akan menikah" ucap mirza


"tapi saya akan pastikan kamu bisa"


mirza kembali menatap Atiqah yg kini sedang menunduk.mirza tersenyum kembali pada Atiqah,dirinya sadar bahwa ia sedang cemburu tapi sebisa mungkin mirza akan kendalikan.


"Atiqah ayo ikut mas .umi ingin bicara soal baju pernikahan kita".


"Dek. aku baru datang kesini apakah kau tidak merindukanku?" ucap Arsyad dengan sendu.


Atiqah semakin bingung ,ia menundukan kepala nya bahwa hatinya sedang tidak baik-baik saja.


Atiqah akui bahwa dirinya juga sangat merindukan Arsyad selama ini dirinya hanya bisa menyebut namanya dalam doa.


"Jujur saja aku sangat merindukanmu kak .tapi aku bingung sekarang harus milih siapa .mas mirza sebentar lagi dia akan menjadi suamiku,ya allah sekarang hamba merasa sangat serba salah" batin Atiqah


"ayo Atiqah umi mintanya sekarang orang dari butik sebentar lagi akan sampai"

__ADS_1


Kini Atiqah pun menyetujui permintaan calon suaminya ,ia berjalan mengikuti dari belakang dan mengabaikan Arsyad ,. Ia tak mau mengecewakan yg kedua kalinya yg kini sebentar lagi mirza akan jadi suaminya.


" aku kecewa padamu dek ,kau mengingkari janji itu" teriak Arsyad menahan tangis nya yg menatap kepergian Atiqah .


" menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagi ku dari pada mengungkapkanya ,menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskanya Maaf kan aku kak ,aku telah mengecewakan mu hiks. Batin Atiqah


"sampai detik ini setidaknya aku tau bagaimana rasanya mencintai dalam diam,memendam perasaan rindu sendirian.hujan tak pernah tau ia membasahi apa,tapi air mata ku tahu ia jatuh untuk siapa"


"air mata akan berbicara ketika mulut tak lagi mampu menjelaskan akan rasa sakit hati dan


aku sangat cemburu pada ustaz mirza lihatlah penampilan ya sangat taqwa membuat Atiqah cocok dengan ya" batin Arsyad lalu ia beranjak pergi dari rumah Atiqah dengan membawa rasa sakit yg mendalam.


***


sekarang hati mirza merasa sakit ia terus memikirkan ucapan Arsyad yg tadi mengajak Atiqah untuk menikah dengan ya apalagi mereka berdua sudah berjanji


"Mas " ucap Atiqah merasa canggung


" Atiqah.mas takut kehilangan dirimu,kau tau tidak hati mas merasa sangat sesak saat ini"


mirza memegangi dadanya,memang ini sangat sakit dan terasa sangat sesak mirza takut Atiqah akan meninggalkan ya.


"Mas tidak usah merasa takut kehilangan aku,sebentar lagikan aku jadi istrinya mas" ucap Atiqah


" yaa allah aku terpaksa harus membohongi perasaan ku sendiri .aku melakukan semua ini hanya untuk kebahagian danDan kesembuhan mas mirza,aku sangat takut dia kenapa-napa .apalagi soal penyakitnya itu membuatku tak tega untuk berjauhan dengan ya" batin Atiqah


tanpa terasa kini mereka berdua telah sampai di depan rumah pak kiayi hasan.di sana sudah ada umi dan dua orang wanita dari butik .


" assalamualaikum" ucap nya bersamaan "


" waalaikumussalam .nak ayo masuk ke dalam mereka sudah menunggu dari tadi "


"iya umi" ucap mirza .


Atiqah, mirza serta umi bilqis pun masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


mereka langsung saja pada intinya. Membicarakan tentang gaun pengantin dan dekorasi untuk acara pernikahan nanti .


__ADS_2