Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
perawatan


__ADS_3

Ifah mengajak Atiqah mengunjungi salon milik temannya yang biasa dia kunjungi.


"Hai ifah,long time no see.aku pikir kau siapa,penampilan mu sangat cantik semenjak hamil,bagaimana kabarmu?" tanya teman ifah yg bernama resti .


resti adalah teman ifah sedari mereka masih duduk di bangku saat di kampus . ifah itu sering sekali mengunjungi salon nya.


"Alhamdulillah kabar ku baik-baik saja .sepertinya kau makin sukses saja ,aku kemaren melihat cabang salonmu di daerah A "


"ya mudah-mudahan ,aku mencoba untuk membuka cabang ketiga di sana"


"res ,seingatku kau mempunyai ruangan khusus untuk wanita bukan?" tanya ifah memastikan


"of course,aku memang menyediakan ruangan khusus wanita untuk para pelanggan ku yg tidak ingin di lihat oleh laki-laki.walaupun sebenarnya aku bingung untuk apa mereka menyembunyikan anugrah keindahan wanita yang di berikan Tuhan. Dan setelah aku melihatnya beberapa dari mereka memang tidak semuanya indah ,bahkan ada yang dari mereka sengaja memakai hijab hanya untuk tren atau sekedar menutupi rambutnya yang rusak. ehh...sorry "Resti menutup mulutnya baru menyadari bahwa ifah datang bersama perempuan dengan pakaian yang sangat tertutup,bukan hanya rambutnya ,tetapi wajahnya juga tertutup.ifah yang menyadari suasana canggung yang terjadi pun berusaha mencairkan suasana.


"Oh ya kenalin ini Atiqah adik iparku.Atiqah ini resti temanku yang mempunyai salon ini" ifah mengenalkan Atiqah hepada temannya.


"Hallo..aku resti,jadi ini istrinya Arsyad ya?" tanya resti memperhatikan penampilan Atiqah yang tertutup.resti juga mengenal Arsyad,.Dia tidak menyangka bahwa istri Arsyad saat ini adalah perempuan dengan penampilan yang sangat tertutup.


"Atiqah" Atiqah mengangguk memperkenalkan dirinya.


"Jadi kalian ingin melakukan treatment apa hari ini?" ucap resti mengalihkan pandangannya dari Atiqah ke arah ifah.


"Aku ingin creambath dan facial,sepertinya komedo di hidungku sudah mulai menumpuk.kau jadi memotong rambut mu Atiqah?" tanya ifah


"sepertinya tidak kak,aku sudah meminta izin suamiku dan dia tidak mengijinkannya.aku hanya akan melakukan perawatan masker rambut saja.


"Baiklah ayo ikuti aku"


mereka menuju ruangan khusus wanita. Saat memasuki ruangan itu hanya ada sedikit pelanggan yang sedang melakukan treatment di ruangan itu,padahal saat mereka di ruangan depan terlihat sangat ramai pelanggan yang melakukan bermacam-macam perawatan.


"Kalian duduklah di sini"


resti menunjukan 2 kursi berdampingan di hadapannya terdapat cermin besar.Dia memanggil 2 karyawatinya.


"Nona ini ingin melakukan creambath dan masker rambut.kalian layani ya" perintah resti kepada kedua karyawatinya.


Atiqah melihat ke sekeliling ruangan,memastikan bahwa memang tidak ada satupun laki-laki di sana.setelah dirinya yakin,dia mulai melepas niqab dan hijabnya. Resti yang masih di sana pun menganga tak percaya dengan apa yang di lihatnya.bukan hanya resti ,semua perempuan yang ada di sana melihat Atiqah dengan pandangan takjub.

__ADS_1


semenjak memasuki ruangan itu Atiqah memang menjadi pusat perhatian karena penampilan tertutupnya dengan memakai niqab,wajar saja jika mereka memang menunggu Atiqah melepas niqabnya,Ingin tau seperti apa wajah yang di tutpnya itu.Atiqah yang menjadi pusat perhatian pun menjadi sangat tidak nyaman.


"Abaikan saja Atiqah...sudah sangat wajar orang yang pertama kali melihat wajahmu pasti akan bereaksi sama denganku" bisik ifah menahan tawanya.


"O...M..G wajahmu sangat glowing dan cantik sekali "


resti mendekati Atiqah,dia berdiri di belakang kursi yang Atiqah duduki.resti menatap wajah Atiqah melalui cermin di hadapannya.


"Apa kau melakukan perawatan wajah? Kau memakai cream dari dokter mana? Wajahmu sangat mulus tanpa cela.bahkan tidak ada komedo atau pun jerawat kecil di wajahmu"


Atiqah menggeleng menjawab pertanyaan resti.


"Hmm...aku tidak melakukan perawatan apa pun"


"kau pasti bercanda,tidak mungkin kalau wajah seperti ini bukan hasil dari tangan seorang ahli kulit".


"Aku tidak bercanda,ada yang jauh lebih ahli dari seorang ahli kulit dan wajahku adalah murni hasil dari-Nya" jawab Atiqah.


"Oh ya? Siapa namanya? Aku pastikan akan menemuinya"


"Aku tau maksudmu pasti dia seorang ahli kulit dari luar negri? Dia pasti sangat sibuk dan sangat mahal bukan? Ini sangat gila,bahkan aku sulit memalingkan mataku dari wajahmu"


Atiqah tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Wajahku adalah hasil dari Allah,murni tanpa campur tangan manusia di sana"


resti membulatkan matanya ,dia tidak percaya Atiqah tidak melakukan perawatan apa pun dengan wajahnya.


"Apa kau memakai sabun wajah?" Atiqah menggeleng


"berarti kau memakai bedak/foundation yang sangat mahal sehingga sangat terlihat natural" Atiqah menggeleng kembali.


"Lalu?"


"aku hanya rajin membasuh wajahku,minimal 5x dalam sehari "


yang dimaksud oleh Atiqah adalah berwudhu .namun resti mungkin tidak mengerti dengan maksud Atiqah.

__ADS_1


"Untuk apa kau sering membasuh wajah?" tanya resti bingung .


"untuk menjalankan kewajiban agamaku,yaitu melakukan shalat 5 waktu.".


"Ooo...jawaban Atiqah membuat resti terdiam.dugaan ya salah besar.saat tadi pertama kali melihat Atiqah,dia menilai Atiqah adalah perempuan kampungan yang menutupi wajah jeleknya dengan cadar.


Tiba-tiba ponsel resti berdering . ada sepupunya datang menunggunya di meja depan.


"Oke aku akan segera keluar" jawabnya pada seseorang di telepon


"soryy aku tinggal dulu ya,ada sepupuku datang" resti pun undur diri keluar dari ruangan itu,karena ada sepupunya datang.


"Kenapa mukamu pucat seperti baru melihat hantu saja?" tanya saudara sepupunya.


"aku bukan baru melihat hantu,tapi aku baru melihat bidadari.ternyata bidadari itu memang nyata" ucap resti.


"Dimana?" ucap saudaranya menengok ke sana kemari.


"Ada di dalam sana ,dia adalah istri dari pembisnis muda terkenal.aah bukankah kau bekerja di salah satu perusahaan muhammad Arsyad? Tanya resti.


"Ya ,apa hubungannya dengan bidadari?"


tanya sepupu resti yang bernama risa .Dia adalah salah seorang karyawati di perusahaan Arsyad.


"Istri bosmu itu lah bidadari.wajahnya sangat sempurna,glowing ,mulus,aku sampai syok melihatnya"


"serius? Istri pak arsyad? Yang mengenakan cadar itu? Aku pernah bertemu dengannya saat dia datang ke kantor.apakah dia secantik itu? Dia selalu menutupi wajahnya,bahkan bajunya juga sangat longgar,tidak tau seperti apa bentuknya"


"aku jamin kau juga akan terkejut jika melihatnya"


"aku jadi penasaran ingin melihatnya juga"


"masuklah ke dalam ruangan itu ,hmm..kau bisa berpura-pura ingin melakukan treatment"


resti dan risa pun melangkah masuk.benar yang di katakan resti,risa juga terpana melihat wajah Atiqah.Diam-diam risa memotret Atiqah yang baru saja selesai di keramas dan menggunakan handuk melilit di rambutnya.


"Ini akan menjadi gosip yang sangat seru. Siapa yang menyangka aku mempunyai foto wajah istri pak Arsyad yang selalu di tutupi dengan cadarnya.cantiknya memang sangat keterlaluan" batin risa memandang foto Atiqah di ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2