
Di rumah besar keluarga wiliam
rizky duduk bersandar di kursi sedangkan ifah rebahan di atas paha suaminya.
"mas aku ga setuju!!"
"ga setuju kenapa?"
"aku ga setuju kalau atiqah ikut Arsyad! lagi pula kasian dia mas disana pasti bakal sering di tinggal sendiri oleh Arsyad"
"dia itu muslimah bercadar ,aku pernah dengar isu ada wanita muslimah yg sedang di siksa.apalagi Atiqah bercadar ,gimana kalau dia di anggap penjahat?" imbuh ifah kembali
rizky berpikir sejenak,kemudian menatap ifah kembali.
"iya,ya aku juga takut! kalau kejadian yg sama menimpa Atiqah .kalau dia diapartermen terus pasti bosen .apalagi sekarang Arsyad S2 pasti sibuk banget".
ifah duduk tegak seraya merapihkan dres berwarna biru .
" nah itu kamu tau.udah ah,Atiqah mah jangan ikut! aku takut dia kenapa-kenapa .dia tinggal di sini aja,lagian aku sekarang udah ga kerja."
rizky mengangguk setuju
"kalau gitu sekarang kita ke rumah Atiqah ,mungpung ada waktu buat jelasin ke Arsyad .mana dia keras kepala banget pasti susah di kasih tau".
"ya makanya,harus ekstra sabar! aku juga bakalan ngomong sama Atiqah.dia pasti ngerti,aku percaya sama dia kalau Arsyad susah di bilangin pasti Atiqah akan bertindak".
rizky beranjak dari tempat duduk
"ya udah ,ayo!"
" kemana?"
"kepasar ya ke rumah Atiqah lah ,kamu ini gimana sih katanya ga setuju Atiqah ikut!"gerutu rizky
ifah tersenyum dengan menunjukan deretan gigi putihnya.
"hehe aku kira kita akan ke kamar "ucapnya seraya menutup wajahnya malu
"nanti deh mainnya ya" ucap rizky dengan mengerlingkan matanya.
"ifah tersipu malu ,lalu mengedipkan sebelah matanya berniat menggoda suaminya.
"astagfirullah kamu tuh ya, " ucap rizky
"haha..dasar kamu lemah iman,kbuuurr " ledek ifah sambil melangkah pergi keluar rumahnya
rizky menggeleng-gelengkan kepalanya .
"mantan model go internasional .tapi kelakuan ya ?? punya bini kelakuan ya gini amat". batin rizky
setelah sampai di rumah Atiqah langsung menceritakan pendapat dan ke khawatiran ifah pada Atiqah.Arsyad dengan tegas menolak keras ,katanya ga mau berpisah takut rindu.
Arsyad mendengus kesal
" enggak .aku pengen istriku ikut!!"
"ga,ga boleh aku khawatir sama Atiqah kalau dia ikut kamu!" bantah ifah mulai emosi
__ADS_1
"dia istriku,dia harus ikut denganku,aku berhak untuk itu"
"ya,ya aku tau itu tapi aku khawatir .kamu juga disana kan pasti sibuk ,kalau di apatermen terus pasti bosan .lagian kamu di sana cuman satu tahun lagi!"
Arsyad mengacak rambutnya prustasi .
"baru aja udah bersama harus berpisah lagi " gerutu Arsyad
"ciih menyebalkan" ucap rizky
"anggap aja ini ujian rumah tangga kalian.ayolah ,ini demi istrimu "
Arsyad mulai berpikir kembali rasanya sangat berat untuk kembali berjauhan dengan seorang wanita yg di cintainya.tapi ada bener juga kata kakak ifar nya itu ,disana kurang aman untuk wanita muslimah.
Arsyad mengambil nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya.
" gimana dek?" tanya Arsyad dengan tatapan teduhnya
" aku mau nya ikut mas,tapi gimana mas aja"
Arsyad memejamkan kedua matanya sekejap ,lalu menatap jam tangan yg melilit di tangan kiri nya.waktu keberangkatan pesawat menuju amerika tinggal empat puluh menit lagi.
"ya udah aku berangkat sendiri,aku titip istriku di rumah ya kak.aku ga mau dia sendirian di sini" ucap Arsyad pasrah
"untuk ke sekian kali nya jarak lah yg memisahkan kita . dulu aku selalu berjuang dari rasa ingin bertemu yg menggebu -gebu ,dan sekarang rasa itu akan kembali terasa ,dibalik langit malam yg gelap aku menahan rasa rindu yg menyiksa" batin Arsyad dalam hati
ifah tersenyum senang begitu pula dengan suaminya.
"syukurlah ,ya udah Atiqah mulai sekarang kamu tinggal bersama kami" ucap ifah bahagia
" kamu tenang aja ,Atiqah akan aman bersama kami"ucap rizky
" dek kamu ga apa kan mas tinggal duli,mas janji akan ngasih kabar terus sama kamu"
Arsyad menarik Atiqah pada pelukan ya .memeluk istrinya dengan erat seolah tak mau terpisah walau sedetik saja.
Atiqah terdiam seraya menahan air matanya agar tidak jatuh
"sepertinya kita harus berangkat sekarang "ucap rizky
setelah mengemas kembali barang-barang Atiqah untuk di bawa ke rumah ke diaman keluarga Arsyad ,semuanya langsung menaiki mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Atiqah.
****
di sepanjang perjalanan menuju bandara tidak ada yg berbicara .Arsyad yg duduk berdua di belakang bersama Atiqah sedari tadi terus memeluk istrinya .dari samping sekali-kali Arsyad mengecup kepala Atiqah dengan sayang.
di bandara yg cukup ramai dengan orang-orang yg berlalu-lalang .Arsyad memeluk istrinya sangat erat ,Atiqah yg sudah tak bisa membendung air matanya mulai terisak di dekapan suaminya .
rizky dan ifah hanya diam,memandangi keduanya.
"sayang"
" iya mas?"
" waupun jarak memisahkan kita,tapi kamu selalu ada di hatiku dek"
Atiqah tersenyum
__ADS_1
" jaga diri mas dengan baik ,jangan lupa shalat lima waktunya ,jaga kesehatannya dan makan yg teratur aku takut kamu kenapa-kenapa disana mas" nasihatnya dengan mata yg berkaca-kaca
Arsyad tersenyum manis lalu mengecup ke dua mata istrinya.
cup
cup
" udah ya sayang jangan nangis ,kalau kamu nangis terus nanti aku ga bisa pergi-pergi "
orang-orang yg tidak sengaja melihat langsung tersenyum gemas melihat kemesraan pasangan ke dua sejoli itu.
mereka tak malu menunjukan kemesraan di depan umum.
"belajar yg giat ya mas, kamu harus fokus sama kuliahmu"
" ga bisa,mas suka fokus nya ke kamu aja sayang" ucapnya tersenyum manis
Atiqah sudah merah merona
" mas ihhh,malu tau sama kak rizky dan kak ifah"
Arsyad menoleh pada kakaknya yg sedang menahan tawanya.
cup
Arsyad mengecup kening istrinya.
"pasutri koplak itu dek,udah biarin aja hahaha" ucap Arsyad dengan gelak tawanya.
"sialan " ucap rizky
" ga boleh gitu mas" ucap Atiqah tak suka.
" iya,iya maaf sayang "
"iya mas "
" kak aku titip istriku ya,aku ga mau dia kenapa-kenapa " ucap Arsyad yg langsung di angguki oleh rizky
" tenang,Atiqah pasti aman kalau sama kita mah iya ga mas?" ucap ifah
" iya,kaya sama siapa aja sihh kita kan keluarga sudah seharusnya saling menjaga.cepat berangkat sana tuh udah ada pemberitahuan"
Arsyad kembali menatap Atiqah.
" sayang ,jaga dirimu baik-baik ya.ingat ya dek kamu udah punya suami,dan mas udah punya kamu jadi kita harus saling menjaga kepercayaan dan harus saling setia.jarak mungkin memisahkan kita sekarang,tapi nanti ada waktunya aku mengikis jarak dan menyatukan cinta kita" ucap Arsyad seraya menggenggam kedua tangan Atiqah.
Atiqah mengangguk
"kepulanganmu akan selalu aku tunggu mas" ucapnya dengan lirih
" jaga dirimu dengan baik dek,kalau gitu mas pamit ya "
Atiqah mencium punggung tangan Arsyad ,lalu Arsyad mencium kening Atiqah.
" assalamualaikum sayang"
__ADS_1
"waalaikumsalam mas"
seiringnya Arsyad melangkah mundur,jarak dari keduanya semakin jauh dan hilang tak terjangkau.