
aku merasakan hidupku sangat kacau,di tambah sejak kemarin aku mengabaikan mas mirza.
hati ku bener-bener tidak berhenti memikirkan bagaimana kondisi mirza saat ini.
aku terduduk lemas dengan suara isakan tangis paling kuat yg pernah aku keluarkan.
"istigfar Atiqah! kenapa kamu seperti ini?" ucapku merutuk sendiri.
"semuanya sudah takdir yg telah di tulis jauh sebelum terjad!"
suasana yg tadinya mulai menenang kembali hancur mengingat kebaikan yg sangat luar biasa,bagaimana pun ia rela untuk Arsyad menjadi suamiku,.
"pulanglah Atiqah,semua sudah menunggumu!"
suara itu? benar ,itu suara mirza.
aku mendongak menatap wajah pria yg mengenakan baju serba putih ,dengan wajah yg lebih bersinar dan dia pun tersenyum.
"selamat menjalani kehidupan yg baru,kamu akan melihat betapa tampan ya suami mu itu" ucapnya terkekeh
aky menggeleng pelan menatapnya dengan nanar,jika bisa memohon aku ingin pria ini tetap hidup.mendapatkan kebahagiaan nya atau impian yg beluam tergapai.
__ADS_1
"kita sama-sama kembali mas" tekanku menatapnya yakin
peria itu menggeleng manis dengan senyuman yg tak pernah pudar-pudar dari wajah nya.dia berjongkok tepat di hadapanku ,kami saling menumbuk tatapan selama beberapa detik.
pria itu memutuskan terlebih dahulu untuk memutuskan kontak mata saat ada beberapa perawat ,yg membuka pintu ruang operasi ,dan membawa satu pasien yg tubuhnya sudah di tutupi sampai kepala.
aku tercekat melihatnya,jangan katakan itu Jenazahnya mirza yg memang tidak bisa di selamatkan.
tidak ingin membuang waktu,aku ingin memastikan sendiri.memastikan jika itu bukan jenazah mirza.
"ku mohon bangunlah mas,kamu harus bangun saat ini!"
"mas tidak bisa melihat mu lagi,tapi mas akan tenang jika kamu akan bahagia bersama suami mu nanti ,dan mas selalu ada di dalam dirimu".
"bangun!! ayo mas bangun bersama-sama!"
raungan ku semakin terdengar jelas di telinganya.namun apakah daya ,kami sama-sama makhluk yg di ciptakan oleh penciptanya.
suasana di depan operasi sudah semakin kacau, apalagi aku melihat umi bilqis yg beberapa kali jatuh pingsan,karna tidak sanggup melihat putra sulungnya meninggal.
dengan air mata yg terus menetes,aku menatap semuanya satu persatu.ku amati ekspresi semua orang yg ada di sini.sampai aku menemukan satu orang pria yg duduk di smpingku dengan terus beruraian air mata.
__ADS_1
"suami mu telah menunggumu Atiqah,pulanglah!jangan bikin ia khawatir,kamu sudah bersama orang yg tepat,berjanjilah untuk terus bahagia,karna mas akan selalu ada di dalam dirimu sampai kamu tutup usia"
aku pun menoleh melihat mas mirza
" sekali lagi aku titip orang-orang yg aku sayangi,jenguk lah mereka ,lalu jaga dan rawat baik-baik yg mas telah beri ,mas pamit ya ".
S
K
I
P
Di dalam ruangan para dokter telah melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa Atiqah.
alat pacu jantung mulai menempel di dada atiqah untuk membantu mengontrol ritme jantungnya yg tidak normal.
di luar ruangan seluruh keluarga nampak cemas dan khawatir.mereka tidak berhenti merapalkan doa dan berharap ada sebuah keajaiban dari sang pencipta,untuk kesembuhan atiqah.
Arsyad hanya bisa menyenderkan tubuhnya di dinding rumah sakit,ia sudah tak bisa memiliki tenaga lagi.
__ADS_1
pikiran ya mulai berkecamuk,tidak karuan.ia takut atiqah pergi meninggalkan ya.
tiba-tiba monitor nya ...