Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
ngidam


__ADS_3

Sore telah tiba,Atiqah sudah berada di rumah ,memutuskan untuk pulang cepat karena dirinya sangat Merindukan suasana rumah.


rizky dan ifah mampir sebentar untuk mengantarkan makanan setelah itu kembali pulang .begitu pula dengan umi bilqis dan kiayi hasan mereka telah pulang kini tinggal Atiqah seorang diri.


Atiqah duduk termenung di atas kasur .


" besok aku akan menikah! Tapi kenapa aku tidak bahagia.mas mirza dimana,kenapa saat aku di rumah sakit ,mas mirza tidak menemui ku" tanya Atiqah pada dirinya sendiri.


Hening,rumahnya sekarang sangat sepi.padahal besok hari pernikahan nya dengan mirza.sosok pria sholehah yg terkenal alim dan sopan santun ya membuat para ibu-ibu yg memiliki seorang gadis ingin menjodohkanya dengan mirza ,tapi sayang pria itu selalu menolak dan memilih menikah dengan dirinya.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Atiqah,bringsut turun dari ranjang untuk membuka pintu ,siapa yg bertamu kerumahnya sore-sore begini ,bahkan hari sudah mulai gelap,mungkin sebentar lagi adzan magrib mulai berkumandang.


Atiqah membuka pintu dengan perlahan,entah mengapa saat pintu mulai terbuka angin sore yg seharusnya terasa sejuk,malah dingin yg terasa aneh menyeruak begitu saja.


" assalamualaikum " ucap mirza


"waalaikumsalam ,mas mirza" ucap Atiqah ,seolah tak percaya dengan kedatangan mirza .


pria itu malah tersenyum lebar ,pakaian ya sangat rapi! Baju koko putih dengan sorban yg tersampir di pundak ,peci hitam yg membuat wajahnya semakin tampan,sarung hijau bercorak kotak itu terlihat rapi. Atiqah menundukan pandangan ya ,tangan kanannya masih setia memegangi pintu


"gimana keadaanya udah sehat? Maaf ya mas baru bisa menemui mu"


" gak apa ko , alhamdulillah sehat ,mas kemana aja,aku tadi nungguin mas". Ucapnya dengan malu-malu.


Mirza tersenyum lembut,andai Atiqah memiliki rasa cinta yg sama dengan ya,mungkin dirinya tidak akan melepaskan Atiqah.


" tadi ada urusan,maaf udah bikin kamu nunggu,nanti janji deh ga akan buat kamu nunggu lagi"


" mas aku sayang kamu" dengan malu-malu ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Atiqah.Andai Atiqah tidak memakai cadar ,betapa merahnya pipi Atiqah menahan rasa malu,senyum manis itu terus melengkung,seolah-olah dirinya sangat senang memiliki rasa sayang pada pria yg ada di hadapan ya.


Deg


mirza refleks memegangi dadanya,senyum yg sedari tadi terlihat bertambah merekah.seperti mendapatkan kebahagiaan yg luar biasa mirza merasa mendapatkan jiwanya kembali.


Atiqah yg merasa khawatir dengan mirza yg malah diam saja membuat dirinya teringat dengan penyakit kanker darah yg mirza idap.


" mas.mas kamu kenapa? Apa ada yg sakit?" tanya nya dengan raut wajah cemas sedangkan yg di tanya malah diam saja


"mas kamu kenapa,apa kamu sakit lagi?"tanya nya kembali


"sakit? Mas ga sakit malah bahagia banget".

__ADS_1


" iya Atiqah ini skit banget,karna besok bukan mas yg akan menikahimu ,tapi Arsyad .dia lebih pantas untukmu.


Senyum lembut yg mirza tunjukan pada Atiqah hanya sekedar senyum palsu untuk menutupi luka di hatinya.tapi tak apa ini semua demi Atiqah ,wanita itu berhak bahagia .mzirza tak boleh egois .Dirinya juga ingin melihat wanita yg di cintainya bahagia.


"Beneran dadanya ga sakit?".


"Ga ko Atiqah "seraya tersenyum lembut.


"Mas,kenapa sore-sore kesini? Bentar lagi adzan magrib,seharusnya mas pergi ke mesjid bukan ke sini"


"kamu ga seneng mas mampir ke sini?" jawabnya dengan pura-pura ngambek


" eh,bukan gitu mas .aku cuman nanya ko,aku i-itu ,aku khawatir aja sama mas." ucapnya dengan menunduk malu.


"Atiqah khoirunnisa .aku sangat mencintaimu!andai tuhan tidak mentakdirkan ku sakit,mungkin saat ini aku menjadi pria yg paling bahagia! Karna sebentar lagi aku akan menghalalkan mu.menjadikanmu bidadari syurgaku,menjadikanmu perhiasan duniaku yg paling indah.tapi,itu semua adalah khayalan belaka yg tidak akan menjadi nyata."


" Atiqah terima kasih telah mengkhawatirkan ku,aku sangat senang" Atiqah menanggapi dengan senyuman.


" Atiqah"


" ya"


" percayalah jika mas tidak ada aku akan selalu mencintaimu"


" maksud mas apa?"


" memangnya, mas tidak ada ,mau kemana? mas jangan ninggalin aku" ucap Atiqah kembali .


Mirza terkekeh geli,melihat Atiqah seperti seorang bocah balita yg enggan di tinggal pergi ke warung oleh emaknya.


" kamu ini,mas kan mau ke mesjid" ucapnya dengan tertawa kecil


" mas tolong jangan buat aku takut .mas mirza jangan bicara ke gitu"


" iya..iya maaf ya kalau gitu mas pamit pulang dulu"


" bukanya mau ke mesjid?" tanya Atiqah kembali entah kenapa hari ini Atiqah merasa ada yg aneh,pria yg ada di hadapan ya ini seperti bukan mirza yg biasanya.


" iya ke mesjid kalau gitu mas pamit dulu,jaga dirimu dengan baik.assalamualaikum Atiqah" ucapnya dengan tersenyum.


Atiqah membalas senyuman itu .

__ADS_1


" walaikumsalam mas mirza " Atiqah melihat punggung mirza yg semakin jauh,rasanya ada yg aneh ,tapi entah apa .Atiqah memilih masuk ke dalam rumah. Adzan magrib telah berkumandang .rencananya umi mirza dan beberapa santri akan menginap di rumah nya malam ini.


***


jus alpukat itu dihidangkan adnan di atas meja tempat zahra menulis.ya saat ini mereka sudah menempati kamarnya setelah seharian sibuk dengan pekerjaan ya masing-masing.


keduanya begitu nyaman untuk menghabiskan waktu karna di sinilah adnan bisa menghabiskan waktu dengan istrinya.


adnan memeluk zahra yg se,dang bercermin ,ia memeluk istrinya dari belakang sambil mengecup puncak kepala zahra.


adnan juga mengecup pipinya dengan hangat" masyaallah cantiknya bumil satu ini" ujarnya karna di sini zahra sudah tidak memakai cadar nya.


adnan membuat zahra jadi menghadap nya kemudian ia berjongkok.adnan mengelus perut rata istrinya dan ia mencium perut istrinya cukup lama.


" jagoan abi sehat-sehat ya di sana"ucap adnan yg membuat zahra tersenyum manis


adnan bangun dari posisinya ia mengelus pipi istrinya.


" makasih ya sayang ,aku bener-bener bahagia saat ini"


" bahagiamu ,bahagiaku juga mas ,semoga anak kita jadi anak yg sholehah dan berbakti kepada kedua orang tuanya "


"aamiin " jawab adnan


tak henti pasangan suami istri yg di beri kepercayaan seorang anak itu terus mengucap syukur.


zahra membuat ujung jari-jari kedua tangan ya saling menyentuh satu sama lain ,ia juga menampilkan sorot mata yg paling imut di hadapan suaminya.


" sayang aku akhir-akhir ini ingin makan diluar .aku ingin nyobain menu baru di resto favorit kita" ungkap bilqis dengan pelan.ia sedikit ragu untuk mengungkapkan keinginannya .


" ya udah kamu siap-siap dulu ya ,abis sholat isya kita berangkat" ucap adnan ia membuat senyum zahra mengembang.


" siap sayang!"jawab zahra ia sangat antusias


shalat isya itu di laksanakan secara khusuk,setelah selesai melaksanakan kewajiban nya seorang muslim mereka pun bersiap-siap untuk pergi.


" ayo sayang siap-siap,aku tidak mau anak dan istriku sedih karna keinginan ya tidak terpenuhi"


" sebentar ya mas aku tinggal ganti pakaian doang" ucap zahra


hanya lima menit zahra pun sudah siap untuk berangkat .gaun panjangnya terlihat sangat manis saat di pakai istrinya ini.keduanya pun pergi menuju tempat restoran yg mereka sukai.

__ADS_1


restoran kithchen bernuansa modern ini cukup ramai.beberapa orang terlihat duduk di meja mereka dengan santai.


begitupun dengan adnan dan zahra duduk di meja mereka sambil menikmati menu restoran ini.


__ADS_2