
Sepanjang perjalanan dari pesantren ke rumah firman mereka banyak diam.firman duduk di depan bersama sopirnya,sedangkan fatma dan laila duduk di belakang,mereka bersebelahan namun tidak saling bersuara.
Malam itu laila sampai di rumah keluarga firman,menurut suaminya,yg tinggal di rumah itu adalah ibu fatma yg merupakan ibunda firman,sahrul yakni adik firman dan fauziah adik perempuan fatma yang merupakan tante dari firman.mereka pun turun dari mobil itu.
"Laila ,kita hanya akan mengantarkan umi,kamu pindah lah ke bangku depan " ucap firman meminta laila pindah ke bangku depan,dan dia juga meminta kunci pengemudi kepada sopirnya
"kamu mau kemana firman?" tanya umi fatma karena mendengar firman hanya akan mengantarkannya.
"Maaf umi aku sudah memesan kamar penginapan untukku dan istriku,jadi selama 2 malam ini kami akan tinggal di sana,hal ini aku lakukan demi kenyamanan bersama" umi fatma mendengus sebal dengan keputusan firman.
"Tapi beberapa hari lagi kamu akan kembali ke kairo.apa kamu tidak ingin menghabis Waktu dengan ibumu?belum genap sehari kamu menikahi perempuan ini,tetapi kamu sudah mulai mendahulukan nya dibandingkan ibu yang telah melahirkan mu"
laila pun merasa tidak enak mendengar perkataan umi fatma
"aku tidak keberatan kak jika kita menginap di rumah ini " ucap laila
"kita hanya akan berada di sana cuman 3 hari 2 malam,singkatnya pertemuan kita membuat ku ingin mengenalmu lebih jauh.masih ada sisa waktu beberapa hari untuk kita berada di rumah ini" ucap firman memandang laila dengan lembut .laila hanya mengangguk mengiyakan perkataan firman.
"Kami pergi dulu umi" firman menyalami ibunya.umi fatma terlihat tidak senang dengan kepergian mereka.namun dia juga tidak bisa melarang firman.firman adalah seorang yg tegas jika menurutnya apa yg akan di lakukan adalah hal baik,maka tidak ada yg bisa merubahnya.saat laila akan mendekat hendak menyalaminya,umi fatma membuang muka dan pergi meninggalkan laila.firman yg melihat hal itu pun akan memanggil umi nya namun bahunya di pegang laila dan menggelengkan kepala kepada firman.firman mengerti maksud sang istri ,dia pun mengurungkan niatnya untuk menegur umi fatma
" assalamualaikum umi "
firman setengah berteriak memberi salam kepada uminya karena sudah melangkah memasuki rumah.
"waalaikumsalam" umi fatma menjawab salam firman dengan nada ketus.firman hanya bisa menghembus nafas panjang melihat sikap ibunya.
Firman mengajak laila menginap di penginapan villa yg berada di kota yg sama dimana dia tinggal.mobil yg mereka miliki mulai memasuki perkarangan villa. Hari itu sudah mulai gelap ,jadi laila tidak terlalu paham dengan lingkungan villa itu,hanya terdengar deburan ombak,yg artinya villa itu terletak tidak jauh dari bibir pantai.firman menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"Nah kita sudah sampai,ayo kita masuk" ajak firman .laila mengangguk kemudian dia pun membuka pintu mobil dan turun akan menuju ke bagasi untuk mengambil tas kopernya.
"biar aku saja yg membawanya" ucap firman kemudian mengambil alih koper yg sudah di tangan laila.
"Terima kasih" ucap laila. mereka sampai di depan pintu masuk villa.
Firman menempelkan kartu akses untuk membuka pintu itu,kemudian dia mempersilahkan laila untuk masuk
"masuklah" ucap firman lembut laila memasuki villa yg sudah di pesan firman.
Laila melihat ke arah sekitar,gelap hanya ada cahaya dari barisan lilin yg membentuk sebuah jalan.laila melihat ke arah firman .firman hanya mengangguk.Mengisyaratkan laila untuk mengikuti arah lilin.laila jalan perlahan suasana di villa itu sangatlah gelap,namun ada aroma mawar yg menguar di ruangan itu,barisan lilin sampai ke sebuah meja dimana terdapat beberapa makanan terhidang ,firman menarik kursi untuk laila.laila melihat ke arah suaminya.
"Duduklah" laila hanya diam dan menuruti firman untuk duduk.
Tiba-tiba lampu menyala,laila harus mengerjakan matanya agar dapat menyesuaikan perubahan cahaya yg tiba-tiba.kemudian laila terbelalak takjub melihat sekitar.villa itu di dekorasi dengan banyak sekli bunga mawar.di lantai ,jendela,bahkan di tempat tidur mereka di penuhi dengan bunga mawar.laila melihat ke piring yg ada di depannya,di atas piring putih itu terdapat sebuah kotak beludru berwarna merah dan setangkai bunga mawar merah.laila lagi-lagi melihat ke arah firman dengan tatapan bertanya.
''Bukalah " firman tersenyum.
' ***Teruntuk kau yang telah menjadi istriku.
Pertemuan pertama,kamu adalah makhluk terindah yang pernah aku lihat.
Pertemuan kedua,kamu membuat jantungku berdetak lebih cepat.
Pertemuan ketiga ,kamu membuatku kagum dengan ke jujuran mu .
pertemuan ke empat ,kamu membuatku ingin selalu memperjuangkan mu
__ADS_1
pertemuan kelima ,kamu membuatku tidak berhenti tersenyum karena teringat wajahmu .
pertemuan ke enam ,kamu lah cinta pertama dan semoga menjadi cinta terakhir dalam hidupku.
Hanya dalam 6 pertemuan singkat,kamu telah menorehkan sejarah besar dalam hidupku .
Terima kasih telah hadir dalam duniaku.Akhirnya aku mengerti indahnya cinta,semua karena mu.
Jika cinta kepada Allah adalah puncaknya,maka lembah nya adalah cinta untuk mu istriku.
Jika surga adalah setangkai bunga mawar,aku akan memetiknya hanya untukmu,Jika surga adalah seeokor kupu-kupu aku akan menangkapnya dan memberikannya untukmu.
Jika surga adalah hatiku ,maka sudah pasti kau lah pemiliknya. Namun surga adalah hanya sebuah tempat yg belum pernah aku datangi Maka aku akan selalu menggenggam tanganmu untuk menuju surga Allah***.,.
Laila menyeka air mata yang tanpa dia sadari telah mengalir di pipinya.sungguh hatinya terharu karena sepucuk surat cinta dari firman yg kini dia telah menjadi suaminya.laila melihat ke arah firman yg tengah tersenyum melihat ke arahnya.laila berdiri menghampiri suaminya.
"aku tidak bisa berkata-kata manis sepertimu,namun satu hal yg pasti,aku akan selalu menjadi seorang istri yang selalu kamu selipkan namanya di setiap ucapan syukur mu saat kamu bersimpuh dengan doa-doa mu.terima kasih" laila memeluk firman.
Firman terkejut dengan pelukan laila yg tiba-tiba ,tubuhnya menegang ,ini adalah kali pertamanya dia di sentuh bahkan di peluk oleh lawan jenis ,namun dia pun tersadar ,wanita yg tengah memeluknya adalah istrinya,perempuan yg Allah ridhoi untuk di sentuh olehnya.perlahan firman membalas pelukan laila dan mengusap bahunya.
"Maaf" laila melepaskan pelukannya,dia tersipu malu dengan sikap beraninya.
"Aku kelepasan karna begitu bahagia membaca suratmu " mereka berdua pun tertawa.
"Kamu belum makan bukan? Hmm..Aku tidak tau apa makanan ke sukaanmu,jadi aku memesan semua menu utama di restoran villa ini"
Laila membelalakkan matanya dan mengalihkan pandangannya ke meja yg tadi ada di hadapannya.benar saja,berbagai macam makanan terhidang di sana.dan dia hanya bisa tertawa mengetahui kelakuan suaminya.
__ADS_1
"Baikalah,mari kita mulai proses penggemukan badan" ajak firman.
kemudian dia duduk di kursi yg ada di hadapan kursi laila.laila pun menggelengkan kepala sembari tertawa. Malam itu laila sangat bahagia,firman benar-benar memperlakukannya sebagai seorang wanita dengan penuh cinta.