
"Ya aku mengingat mu sekarang,kau adalah gadis yg ingin mengakhiri hidup mu dengan terjun dari atap sekolah" ucap Arsyad
mata Bianca berkaca-kaca,dia sangat senang Arsyad masih mengingatnya.dia tidak mampu menjawab hanya menganggukan kepalanya.
"Apa kabarmu? Maaf tadi aku tidak mengenalimu" Arsyad bertanya dengan tetap menjaga pandangan ya.
"Aku baik,apa kau mau makan siang denganku?banyak hal yg ingin aku bicarakan .demi kerja sama kita yg akan terjalin please ?"Bianca menangkupkan kedua telapak tangan ya,memohon.
"Baikhlah " jawab Arsyad pada akhirnya,dia hanya menganggap Bianca rekan bisnisnya.
Mereka menuju kantin perusahaan nya.banyak karyawan perusahaan itu yg terkejut,selama ini bos mereka tidak pernah menginjakan kakinya di area itu.namun hari ini dia berjalan beriringan dengan lelaki tampan memasuki kantin.
Bianca mendahului langkah Arsyad dan memilih satu meja yg aga jauh dari keramaian.
"Kita duduk di sini aja ya,kau duduklah,aku akan memesan makanan ,nasi ayam goreng mentega tanpa bawang Bombay Selera makanan mu tidak berubah kan?" tanya Bianca mengerlingkan matanya.
Arsyad hanya tersenyum.dia merasa tidak nyaman dengan pandangan karyawan di sekitarnya,kemudian dia pun menangkap bayangan baim yg memasuki kantin.Arsyad mengambil ponselnya dan menelpon baim.
"Arah jam 4 mu,kemari lah " perintah Arsyad.baim pun mengerti dan segera menghampiri Arsyad,duduk di sebelahnya.
Bianca yg telah selesai memesan makanan pun terkejut dengan kehadiran baim.tetapi kemudian dia menutupi keterkejutannya.
"Hallo pak baim,apa anda sudah memesan makanan?" tanya Bianca berbasa basi.
"Ah ya saya lupa" baim mengangkat tangannya memanggil pramuniaga di sana untuk memesan makanan.setelah makanan datang mereka menikmati makan siang dalam diam.Bianca merasa baim telah menghancurkan rencananya untuk berduaan dengan Arsyad.
"Saya permisi harus kembali ke ruangan sebentar.meeting kita akan di lanjutkan 15 menit lagi,saya akan menunggu anda sekalian di ruang meeting.selamat siang"
setelah menyelesaikan makanan Bianca beranjak dari duduknya Dan meninggalkan Arsyad dan baim.
__ADS_1
"Kau mengenalnya bro? Aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya,makannya terasa familiar tetapi aku masih tidak ingat dimana"
baim berusaha mengingat.baim dan Arsyad adalah teman satu sekolah ,jadi saat Bianca pindah ke Indonesia ke sekolah Arsyad ,dia juga satu sekolah dengan baim ,hanya saja hubungan dia dan Arsyad hanya mereka yg tau.
Arsyad hanya mengedilkan bahu dan mulai memakan makananya.
Hari itu Arsyad ingin cepat menyelesaikan meeting dengan Bianca.Arsyad tau Bianca mempunyai perasaan khusus untuknya,hal itulah yg perlu dia hindari.walaupun dia yakin dengan pendiriannya ,tidak akan pernah mengkhianati janji sucinya dengan Atiqah,tetap saja jarak harus dia bentangkan.meeting telah selesai,Bianca menghampiri Arsyad.
"Arsyad tadi saat makan siang kita tidak sempat berbicara banyak ,mau kah kau mengganti dengan makan malam nanti?"pinta Bianca
"maaf nona ,tetapi aku harus segera pulang,istriku menungguku" Arsyad sengaja menekan kata-kata tentang istrinya ,memberitahukan secara tidak langsung bahwa dia telah di miliki perempuan lain
"hmm..jangan panggil aku seperti itu,panggil aku Bianca,aku masih Bianca yg sama saat bersama mu dulu.baiklah,untuk makan malam mungkin tidak malam ini,tetapi aku harap kau mau makan malam dengan ku di lain waktu"
Bianca sudah mengetahui bahwa Arsyad telah menikah,.tetapi ia akan terus berusaha untuk mendapatkan Arsyad. Setelah melihat istri Arsyad yg sekarang Bianca merasa sangat percaya diri bisa menyainginya.penampilan Atiqah dengan baju tertutupnya di nilai kampungan di mata Bianca.
"Maaf aku harus segera kembali ke kantor ,selamat sore."
"Apa maksudnya dengan saat bersama mu dulu? Bro,kau harus jelaskan siapa sebenarnya Bianca ini,kenapa dia sempat menyebutkan saat kalian bersama?" tanya baim
"sudah lupakanlah ,tidak terlalu penting.untuk saat ini aku hanya berhubungan sebatas profesional dalam pekerjaan,tidak lebih.cukup itu saja yg kau pahami "
Arsyad merasa Bianca adalah hanyalah sepenggal masa lalu yg tidak perlu di pikirkan .masih banyak hal penting yg harus dia pikirkan .
****
di kediaman zahra...
setelah pulang dari apatermennya Atiqah dan Arsyad wajah zahra murung . ia menyendiri di atas balkon,rasa keinginan memiliki buah hati sangat lah besar,setelah keguguran waktu itu zahra tak kunjung hamil lagi . namun apalah daya ketika sang pencipta masih belum memberikan kepercayaan kepadanya.
__ADS_1
Malam semakin mencekam adnan terlelap sedangkan zahra berdiri menikmati deru angin serta pancaran sinar rembulan dan langit yg bertaburan oleh gemerlap bintang.
"Langit aku ingin menjadi sepertimu di temani oleh ribuan bintang dan sinarnya rembulan di sana terasa tak kesepian." batinnya.
adnan menggeliat meraba ke arah sisi kiri dan kanannya mencari keberadaan istrinya,ketika dia meraba namun tak ada,adnan membuka kelopak matanya hingga terbuka sempurna.
"Kemana zahra katanya sore tadi cape dan pengen cepat tidur?" batinnya.
Adnan keluar dari kamar mandi mencari ke beradaan sang istri dia menangkap pintu balkon sedikit terbuka ,dia berjalan sangat hati-hati menuju pintu balkon benar saja zahra tengah berdiri disana. Adnan berjalan dan memeluknya dari belakang
" sayang sudah malam katanya ngantuk kenapa di sini ga baik loh udara malam" ujar adnan sembari mencium ceruk leher istrinya.
"Aku ga bisa tidur jadinya berdiri di sini!!" "sahut zahra merasa nyaman ketika di peluk oleh adnan.
"Ga biasanya sayang!! Ada masalah atau ada sesuatu yg mengganggu pikiranmu?" tanya adnan.
"Mas maaf kan zahra ya andai kan waktu itu zahra bisa menjaga kandungan ku dengan baik mungkin saat ini aku bisa memberikan mu keturunan" lirihnya.
Adnan melepaskan pelukannya lalu kembalikan tubuh ramping tersebut hingga berhadapan dan sejajar,kedua netra safir dan kecoklatan tersebut saling adu menggambarkan sebuah pengharapan serta kesedihan.
"sayang mas tidak menyalahkan mu dengar ya itu sudah takdir dari yg maha kuasa,kita boleh berencana tapi tuhanlah yg menentukan,jangan terlalu di pikirkan aku tidak menuntutmu "
"terimakasih mas sudah mengerti zahra serta tidak menuntut segala sesuatu yg tak mampu aku beri,terima kasih selalu mensuportku" sahut zahra dengan netra berkaca-kaca
"Sayang tidak ada manusia yg sempurna kita tidak bisa menuntut pasangan menjadi apa yg kita inginkan terpenting usaha dan berdoa," sahut adnan menarik istrinya ke dalam pelukan.
Dari perkataan adnan bisa menebak jika istrinya merasa bersalah ketika Atiqah sudah mengandung buah hati namun tidak di dalam pernikahannya. Waktu itu zahra pernah mengandung namun takdir berkata lain sehingga kami harus kehilangan buah hati kami.
"Sayang sekarang kita nikmati hidup kita ya jangan terlalu di pikirkan aku ga mau nantinya kamu sakit memikirkan hal yg membuat mentalmu down" jawab adnan.
__ADS_1
Zahra mengangguk merasa tenang memiliki sosok suami pengertian serta menutupi kekurangan ya . setelah di lihat zahra merasa tenang adnan mengajak istrinya masuk ke dalam kamar,keduanya berbaring saling beradu netra terpancar sebuah cinta dan kasih sayang diantara keduanya.