
Sore itu mas Arsyad pulang dari kantor dan menemukan keluarganya tengah berkumpul di ruangan keluarga.
"Assalamualaikum"
"waaalaikumsallam"
semua orang di ruangan itu menjawab salam Arsyad. Atiqah yg melihat Arsyad pun langsung menghampiri suaminya.
Mas Arsyad hanya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju kamar.dia duduk di sisi ranjang sembari mengendurkan dasinya .Atiqah melepas noqabnya,berjalan anggun menghampiri Arsyad dn berdiri di depannya.
"mas apa kau lelah? Bahkan kau tak menyapa kakak kita? Apa ada masalah?"
Arsyad memijat keningnya ,hari ini adalah hari yg cukup berat baginya.
"Maafkan aku,aku hanya sedang sedikit pusing dan ya hari ini ada sedikit masalah di kantor"
Arsyad memeluk pinggang Atiqah dan mencium perutnya .
"hai ,bagaimana kabarmu di dalam nak? Apa kau menjaga bundamu hari ini?" tanya Arsyad mengajak bicara perut Atiqah yg masih rata.
Atiqah tertawa mendengar Arsyad berbicara dengan janin yg ada di perutnya.
"iya ayah hari ini aku tidak rewel dan tidak membuat bunda mual,aku sangat pintar bukan?"Jawab Atiqah dengan tawanya.
Arsyad ikut tertawa kemudian membenamkan wajahnya ke perut Atiqah. Atiqah mengelus rambut kepala Arsyad.
"ceritakanlah padaku mas ada masalah apa di kantor tadi? Walaupun mungkin aku tidak mempunyai solusi,atau berbuat apapun untuk membantumu tetapi aku bisa jadi pendengar yg baik" ucap Atiqah
mas Arsyad tersenyum dan menengadahkan kepalanya melihat Atiqah. Pandangan mata mas Arsyad yg penuh kasih selalu saja bisa membuat jantung Atiqah berdetak lebih kencang.
"Kau sudah berbuat sangat banyak,dengan melihat wajahmu saja sudah mengobati lelahku.hari ini ada pergantian di reksi di perusahaan yg selama ini bekerja sama dengan kita,dan peraturan baru yg dia buat benar-benar membuatku sedikit kewalahan.perusahaan itu memberikan keuntungan yg tidak sedikit,jadi aku harus menuruti keinginanya."
"keinginan yg seperti apa?" tanya Atiqah.
"hmm banyak,salah satunya adalah penolakan ya saat meeting hari ini.selama ini cukup baim yg bertemu untuk meeting dengan CEO lama perusahaan itu.
Namun sejak pergantian CEO yg baru,baim di minta untuk pulang ,dia tidak mau melanjutkan kerja sama jika tidak berhubungan langsung denganku,dia merasa perusahaan kita tidak menghargainya dengan hanya mengirim orang kepercayaan ku,jadi mulai besok harus aku yg selalu bertemu membahas semua pekerjaan dengan ya.selain itu juga banyak perubahan yg mereka inginkan,mengenai kualitas produk kita yg katanya kurang memenuhi standar mereka,padahal semua orang pun tau kualitas produk kita adalah terbaik di kelasnya"terang mas Arsyad panjang lebar.
"apa mas sudah menemuinya?" tanya Atiqah .
__ADS_1
mas Arsyad hanya menjawab dengan gelengan kepala
"hari ini banyak sekali pekerjaanku,permintaan ya yg tiba-tiba tentu saja tidak bisa aku penuhi karna jadwal ku hari ini sudah sangat padat." Arsyad menghela nafas.
"anggap saja dia memang ingin yg terbaik untuk perusahaannya,selagi permintaanya masih dalan batas wajar,tidak ada salahnya mas memberikan yg dia mau.mungkin dia akan mengingatkan quantity pemesananya jika mas mengingatkan mutunya.
"Kau benar ,dia akan mengingatkan jumlah pesanan sebanyak 3x lipat jika kita bisa memberikan apa yg dia mau"
"itu sangat bagus bukan? Berusahalah mas ,aku yakin mas mampu" Atiqah menyemangati suaminya.
"Ya aku pasti akan mengusahakan yg terbaik" mas Arsyad menganggu kan kepalanya ,Atiqah benar saat ini dia memang butuh pendengar yg baik.
"Sekarang mas mandilah dulu,apa mas sudah shalat ashar?" tanya Atiqah
"sudah tadi sebelum pulang mas shalat ashar di kantor" ucap mas Arsyad sembari bangkit melepas kemejanya menuju kamar mandi.
Atiqah pun menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"aku akan menunggu mu di depan mas"
"iya sayang" Arsyad berteriak dari dalam kamar mandi.Atiqah pun keluar dari kamar
. "apa Arsyad tidak apa-apa?dia terlihat sangat lelah?" tanya rizky kepada Atiqah.
rizky menganggu kan kepalanya.
Tak berapa lama mas Arsyad pun ikut bergabung ,dia duduk di samping Atiqah
"Mas ingin aku buatkan minuman?" tanya Atiqah
"ya sayang,terima kasih" jawab mas Arsyad Atiqah pun berdiri dari duduknya dan akan beranjak ke dapur .
"Atiqah kenapa kau tidak meminta bi sumi untuk membuatkan minuman Arsyad?" tanya ifah.
"Jika kakak ingin Atiqah menjawabnya maka aku akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menikmati secangkir kopi ku" ucap Arsyad .
kak ifah hanya menggerutu kesal dengan jawaban adik ipar nya itu.
Selama ini memang Atiqah yg selalu melayani semua kebutuhan suaminya.tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pahala dalam melayani semua kebutuhan Arsyad.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Atiqah datang membawa secangkir kopi untuk Arsyad.
"Kopimu mas" Atiqah meletakan cangkir kopi di hadapan Arsyad.
"Terima kasih sayang"
mereka pun mengobrol ringan sesekali bercanda,sungguh nikmat mana lagi yg kau dustakan? Bukan kebahagiaan yg membuat kita bersyukur,tetapi dengan rasa syukur yg akan membuat hidup kita bahagia.
****
Malam harinya Arsyad sedang ada di ruang kerjanya saat Atiqah masuk.
"Apa aku mengganggu mas?" tanya Atiqah di ujung pintu ruang kerja arsyad
"tidak sayang,masuk lah .ada apa? Tanya Arsyad.
Atiqah menghampiri Arsyad.rambutnya terurai panjang,menyempurnakan wajah cantiknya.
"Kemarilah "
Arsyad meminta Atiqah duduk di pangkuan Arsyad.
"apa mas tidak lelah? Sudah malam dan mas masih saja bercengkrama dengan pekerjaan mas ini" Atiqah memberengut menunjukan laptop suaminya.
"Hahaha sebentar lagi sayang,besok aku akan bertemu dengan CEO yg tadi aku ceritakan,dan aku sedang mempelajari proposal yg akan di ajukan saat meeting besok pagi"
sekilas Atiqah melihat sebuah proposal PT yg terpampang di laptop arsyad,dia memang tidak mengerti tentang bisnis jadi dia hanya membaca sekilas saja.
"kau tunggu aku di kamar kita ya ,kurang dari 15 menit mas akan menyusulmu" ucap Arsyad mengerlingkan sebelah matanya.
"baiklah aku akan menunggu" Atiqah berdiri dari pangkuan Arsyad dengan wajah Atiqah memerah.
Arsyad ikut berdiri dan menggapai tangan Atiqah sehingga Atiqah membalikkan badannya berhadapan dengan Arsyad.
"hei humairoh ada apa dengan wajahmu? Apa yg kau pikirkan tentang suamimu ini sampai merah wajahmu?" tanya Arsyad mencolek hidung Atiqah menggodanya.
Arsyad selalu memanggil Atiqah dengan kata itu jika wajah Atiqah sedang malu-malu memerah seperti ini.
"Mas...jangan terus menggodaku" ucap Atiqah mencubit perut Arsyad.Arsyad tertawa kemudian menangkup pipi Atiqah dengan kedua tangan ya.dia mengecup lembut wajah Atiqah semuanya.
__ADS_1
"Cantikmu ini sangat keterlaluan ,membuyarkan konsentrasi ku ,sekarang aku tidak akan bisa fokus melanjutkan dengan pekerjaanku,dan ingin melakukan pekerjaan lain dengan istri cantikku ini" ucap Arsyad dengan menggodanya .
Arsyad menempelkan keningnya di kening Atiqah,menatap lewat kedua mata Atiqah dengan tatapan yg mungkin hanya mereka yg tau artinya. Atiqah pun hanya mengangguk dan tersenyum.dengan cepat Arsyad menggendong Atiqah ,lalu Atiqah mengalungkan tangannya di leher Arsyad.Arsyad membawa tubuh istrinya ke kamar mereka.