
Hari ini telah tiba waktu keberangkatan Arsyad,atiqah dan kedua kakak nya akan berangkat menuju kota ke pondok pesantren.saat memasuki gerbang pesantren ,mobil yg mereka kendarai itu otomatis mendapatkan perhatian dari para santri yg ada di sana.
Atiqah dan lainya turun dari mobil.Atiqah sangat di sambut oleh para santri,mereka berteriak senang memanggil nama guru mengaji kesayangan mereka.mereka pun mendatangi Atiqah berebut untuk bersalaman.para santri merasa senang Atiqah mengunjungi pesantren,karena mereka sangat kehilangan guru yg selama ini dengan sabar mengajari mereka mengaji.
bahkan mereka juga merindukan suara tilawah Atiqah yg sangat menenangkan dan membuat merinding siapapun yg mendengar karna kemerduanya.
"Assalamualaikum habibatiku,bagaimana kabar anak-anak ku tersayang ini?"tanya Atiqah kepada para santri.
"waalaikumsalam ustadzah ,alhamdulillah kami baik dan kami sangat merindukanmu ..kapan kau mulai lagi mengajari kami?" tanya salah seorang santri.
"Insyaallah jika memang ada kesempatan .Apakah abi hasan dan umi bilqis ada ?kalian menjaga mereka menggantikan ku bukan? ".
"Abi hasan dan umi bilqis ada di rumahnya,insyaallah kamu menjaga mereka seperti menjaga orang tua kami sendiri"
"terimakasih kalau begitu,,ustadzah pamit ke dalam dulu ya assalamualaikum "
"baik ustadzah waalaikumsalam"
Atiqah pun memasuki rumah orang tua angkatnya ,karna umi bilqis sudah menganggap Atiqah sebagai anak angkatnya setelah kepergian mirza.
Jika harus jujur,Atiqah lebih merasa nyaman tinggal di rumah itu,walau tak semewah rumah Arsyad yg saat ini dia tinggali,bagi Atiqah kenyamanan tidak di ukur dengan kemewahan.
namun salah satu kewajiban seorang istri adalah mengabdi kepada suaminya dan Atiqah akan senantiasa melakukan kewajiban itu dengan penuh keikhlasan .
"assalamualaikum abi umi"
"Waalaikumsalam wr.wb" abi hasan dan umi bilqis serentak menyahut salam,umi bilqis sangat hapal suara anak angkat tersayang nya,dia yg tengah memasak pun langsung mematikan kompor dan berjalan cepat kearah sumber suara.
"Atiqah.. kau datang nak?"
atiqah mencium tangan umi bilqis dan memeluknya .umi bilqis sangat merindukan Atiqah.
"Apa kabar abi..umi...?
Arsyad mencium tangan ke dua orang tua nya al-marhum ustadz mirza.
"alhamdulillah abi baik,bagaimana kabarmu?"
__ADS_1
"alhamdulillah abi ,kami juga baik berkat doa abi dan umi".
Atiqah pun menuju dapur membantu uminya membuatkan minum untuk keluarga suaminya.
"apa kau bahagia dengan pernikahanmu nak?"
umi bilqis melihat ke dalam mata Atiqah.Atiqah pun tersenyum dan memegangi tangan umi bilqis.
"insyaallah aku bahagia umi,mas mirza tidak salah memilihkan suami untuk Atiqah,kak Arsyad sangat baik dan memperlakukan Atiqah dengan penuh kasih sayang,keluarganya pun demikian"
"alhamdulillah kalau begitu umi lega" ucap umi bilqis tersenyum bahagia.
***
Atiqah menginap satu malam di pesantren milik ki ayi hasan .ini pertama kalinya mereka memasuki kamar ustadz mirza.
"Mas mau aku buatkan minum?" tanya Atiqah saat sudah berada di kamar.
"Sepertinya memang aku butuh yg manis-manis" Arsyad mengerlingkan menatap istrinya .
kemudian Arsyad mendekati Atiqah dan mengecup bibir Atiqah .Atiqah terkejut dengan aksi tiba-tiba Arsyad ,tapi hanya sekejap selanjutnya dia menyambut kecupan dari sang suami.
Arsyad yg sudah menahan berminggu-minggu pun sudah tidak tahan untuk berbuka puasa.
"Apa boleh aku memberikan hak batin kepadamu?" tanya Arsyad.
Atiqah mengangguk dengan muka tersipunya .ekspresi wajah Atiqah seperti sekarang ini sangat di sukai arsyad.tapi rasanya semua ekspresi yg di tunjukan oleh wajah Atiqah,dia sangat menyukainya.
"Kita sholat dulu"
mereka pun melaksanakan shalat sunah bersama terlebih dahulu .malam itu Arsyad kembali melakukan kewajibannya memberikan nafkah batin kepada Atiqah.
****
Hari ini Arsyad mulai bekerja lagi di kantornya.acara penyambutan telah di persiapkan.
"Selamat datang kembali pak" semua management office berkumpul di lobby .
__ADS_1
"terimakasih untuk penyambutannya" Arsyad bicara di hadapan para karyawannya dengan senyum di bibirnya.Arsyad tersenyum hangat dan inilah untuk pertama kalinya mereka melihat bos mereka tersenyum.sebelum peristiwa kecelakaan istrinya itu terjadi Arsyad selalu memasang muka serius.dia adalah bos yg sangat dingin .bahkan mereka akan menundukkan kepala jika berbicara dengan Arsyad ,tidak ada yg berani menatap wajah tampannya.
Karena dari sorot matanya saja mereka sudah merasa takut.namun di hari pertama itu para karyawan di buat meleleh dengan senyuman hangat Arsyad.dengan di dampingi malik ,Arsyad menuju lift khusus.lift yg langsung menuju ke lantai 18,yaitu lantai yg di peruntukan untuk di rektur perusahaan itu .
para karyawan pun tercengang dengan raut muka Arsyad yg sangat berbeda dengan Arsyad yg mereka kenal kemaren.
"itu benar pak Arsyad?"dia benar-benar berubah,senyuman ya itu lho..ya ampun tampanya."ucap salah satu karyawan kepada teman di sebelahnya.
"iya aku pun sampai merinding .baru pertama aku melihat tatapannya begitu hangat .atau mungkin sebenarnya itu kembaran ya pak Arsyad yg selama ini terpisah,rasanya aku masih tidak percaya melihat monster tampan itu tersenyum" ucap karyawan lainya.
"Hush...kebanyakan nonton sinetron ikan terbang kamu ini.tidak mungkin pak Arsyad punya kembaran.almarhum tuan wiliam hanya mempunyai dua anak saja .pak Arsyad dan pak rizky " teman yg lain ikut berkomentar.
"Coba saja sedari dulu sikapnya seperti itu,pasti aku akan jatuh cinta dengannya ,tampan,baik,kaya raya,ugghhh benar-benar suami idaman ku"
"jangan mimpi kamu ,kau pikir orang se sempurna itu mau denganmu?"
"aih kau ini mengganggu mimpiku saja,mimpi itu salah satu hak asasi manusia,jadi bebas donk mau setinggi apapun"
"sudah..sudah..ayo kita lanjutkan pekerjaan kita".
Arsyad keluar dari lift dan menuju ruangannya.dia berhenti sejenak dan melihat ke sekeliling,kemudian dia meneruskan langkahnya menuju pintu ruangan dan menemukan sekertaris nya berdiri di sisi pintu ruangan nya .
"selamat pagi pak Arsyad selamat datang" lidia menganggukkan kepala dengan hormat .
" selamat pagi lidia ,bagaimana kabarmu?" Arsyad menyapa lidia skertarisnya.bukanya menjawab lidia justru malah terbengong meliha wajah Arsyad.
"Lidia are you oke?" malik memanggilnya karna perempuan di depanya tidak juga menjawab sapaan bosnya.
"Eh maaf pak,iyah pak selamat pagi,kabar saya baik" jawab lidia tergagap.
"alhamdulillah ,lidia tolong 30 menit lagi kamu ke ruangan saya dan bawa berkas-berkas laporan 3 bulan terakhir dari semua DIVISI.masing-masing kepada divisi sudah memberikanya kepadamu seperti yg saya minta kemaren?" tanya Arsyad yg lagi-lagi membuat lidia tercengang .malik berdehem agar bisa menyadarkan lidia dari keterkejutannya.
"Ehh maaf,baik pak sudah saya siapkan dokumen yg kemaren bapak minta"jawab lidia.
" oke terimakasih "
Arsyad melangkah meninggalkan lidia yg masih menganga tak percaya dengan apa yg dia dengar.'alhamdulillah ?tolong? Terimakasih? Apa aku tidak salah dengar? Dia tidak pernah mengatakan 3 kata itu' lidia menepuk keras pipinya,lalu memekik,karna merasakan sakit ,yang itu artinya dia sedang tidak bermimpi' hari ini adalah hari yg bersejarah karna seorang monster telah berubah menjadi pangeran ,aku akan menandai di kalenderku .dia pun menepuk keningnya dan bergeleng tak percaya.
__ADS_1