Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
cemburu


__ADS_3

sementara itu di kamar pengantin Arsyad sudah mulai membantu Atiqah membuka baju pengantin ya,baju itu sedikit susah untuk di buka .harus membuka ikatan deni ikatan yg berada di belakang gaunya ,begitu juga dengan hijabnya,ada begitu banyak jarum pentul yg di gunakan MUA tadi untuk mempercantik hijabnya.


satu persatu dilepaskan oleh Arsyad membuat jantung Atiqah mulai tak terkendali .


"apa mas boleh membuka cadar nya?" tanya Arsyad


" bo-boleh mas" jawab Atiqah dengan gugup


kini Arsyad telah berhasil melepas hijab dan cadar nya,melihat rambut Atiqah .


" cantik" satu kata keluar dari mulutnya mengagumi sosok yg ada di hadapan ya.


Arsyad membuka ikat rambut Atiqah,membiarkan rambut Atiqah yg hitam terurai.


wajah cantik dengan rambut hitam yg lurus dan sedikit bergelombang karna bekas ikatan tadi sungguh menggetarkan hatinya .


senyuman yg begitu manis terukir di wajah Arsyad lalu ia mengelus pucuk kepala Atiqah dengan lembut ,sebuah kecupan merasa mendarat di kening Atiqah.


"cupp!"


Arsyad menatap mata Atiqah dengan sangat dalam "tidurlah pasti kamu capek"


"iya mas" ucap Atiqah


merekapun tertidur lalu malampun berganti ,kini adzan subuh berkumandang dengan syahdu tanda bahwa shalat subuh telah tiba.


rambut Arsyad terlihat basah ,lelaki itu baru saja mengambil air wudhu dari dalam kamar mandi.sedangkan Atiqah yg masih setia dalam tidurnya.


di hampirinya istrinya yg masih terlelap ,di pandangi Atiqah dengan penuh sayang.


Arsyad mendekatkan wajahnya dengan wajah Atiqah yg masih nyaman berada dalam mimpi ,sebuah senyuman lagi-lagi terukir di wajah Arsyad.


dengan sedekat ini membuat Arsyad terlena dalam kenyamanan.


air wudhu dari rambut Arsyad menetes,tetesan air itu mengenai mata Atiqah yg masih tertutup.


menerima air yg membasahi matanya ,Atiqah terbangun.di saat ini matanya yg terbuka sontak membuat Arsyad terdiam kaku.


sorot mata Atiqah sangat indah meski baru saja mata itu terbangun dari tidurnya.mata itu dilengkapi dengan bulu mata yg lentik sehingga menambah keistimewaan nya semakin terpancar.


Atiqah terkejut saat suaminya berada di dekatnya.jantungnya berdebar tak karuan dengan nafas yg sudah tidak beraturan.


suara iqomat membuat Arsyad tersadar ia menjauhkan wajahnya dari Atiqah.


Arsyad berdiri ia merapihkan pakaian ya dengan gusar.

__ADS_1


"mari kita shalat berjamaah dek" ucap Arsyad


"iya mas" jawab Atiqah


selepas shalat subuh Arsyad dan Atiqah berkemas mempersiapkan barang-barang yg harus di bawa.satu koper besar telah siap.


setelah itu Meraka makan bersama lalu pamit dan minta doa restu pada makam kedua orang tuanya Atiqah,Atiqah menangis tersendu.


Arsyad tau bagi istrinya ini berat .tapi mau bagaimana lagi sekarang ini Atiqah tanggung jawabnya.


pulang dari pemakaman Atiqah pamit pada keluarga kiayi hasan dan umi bilqis ,dengan di temani suami tentunya.tapi sayang mirza pria itu tidak ada di rumah,lagi keluar ada urusan dulu katanya.


sampai di rumah Atiqah langsung duduk termenung ,rasa bersalah bersemayam begitu saja .mirza pria itu kenapa? apa mirza menghilang darinya?apa mirza membenci dirinya? semua berkecamuk di pikiran ya.Atiqah berharap mirza akan sembuh dan menemukan kebahagiaan nya.


Arsyad duduk di sebelah Atiqah,seoalah-oalah tau apa yg di pikiran ya, Arsyad berkata.


"ustadz mirza sudah ikhlas dek !katanya dia sangat bahagia atas pernikahan kita ,semalam dia kirim pesan ke mas".


ya walaupun bilang begitu Arsyad tau,pasti mirza tidak baik-baik saja.


Atiqah memberenggut,dengan hati-hati dirinya bertanya.


"mas,apa mas mirza baik-baik saja?"


lihatlah wajah khawatir itu ,Atiqah mengkhawatirkan pria lain .tidak,Arsyad tidak boleh cemburu karna hal seperti ini. wajar saja istrinya itu khawatir ,mereka pernah dekat dan hampir menikah ,apalagi mirza memiliki penyakit kanker darah.


"istriku tidak boleh memanggil ustadz mirza dengan sebutan mas,panggilan itu hanya unttuku !aku suaminya" mode posesif on


"doakan saja semoga ustadz mirza selalu ada dalam lindungan allah swt" jawabnya sedikit ketus.


Atiqah menyadari suaminya yg berubah ketus langsung mengerti


" maaf " ucap nya dengan lirih


Arsyad yg tipikal orang tidak suka berbasa basi dan bertele-tele ,suka langsung ke inti! langsung berkata


"dek mas ga suka ya kalau kamu masih manggil ustadz mirza dengan sebutan mas ! "ucapnya memburu tak beraturan.


"mas cemburu dek" ucapnya kembali


"maaf ya mas " ucap Atiqah dengan menunduk


" iya sayang gapap asal jangan kamu ulangi lagi hmm"


"iya mas" jawab Atiqah dengan tersenyum

__ADS_1


Arsyad sangat terpesona ,senyuman Atiqah selalu membuatnya jatuh cinta .


"sayang ,kamu tau apa yg mas takuti di dunia ini?"


" semua orang pasti takut semua ibadahnya ternyata tidak di terima oleh tuhan,ya kan mas?"


Arsyad memicingkan matanya.


" selain itu bidadariku "


gurat wajah Atiqah terlihat berpikir keras ,ia memikirkan apa yg di takuti suaminya ini sehingga begitu mengkhawatirkanya sampai seperti itu .


ekspresi Atiqah membuat Arsyad gemas ,saking tak kuasa menahan kegemasanya Arsyad menangkup pipi istrinya dengan kedua tangan ya .


" dengarkan dengan baik-baik" titah Arsyad


"aku selalu mengkhawatirkan mu dari setiap kesedihan yg akan mencuri senyummu " ucap Arsyad,suaranya berhasil membuat Atiqah bergetar merasakan cinta.


sebuah ukiran senyum yg sangat manis terpancar di bibir Atiqah .ia merasakan hatinya berbunga-bunga karna perkataan suaminya itu.


" secandu itukah senyumku untukmu mas?"


Arsyad semakin memperkecil jarak dengan istrinya ,ia membuat hidungan dengan hidung Atiqah bersentuhan.


"bahkan aku sangat takut jika senyummu hilang sayang"


"kenapa bisa seperti itu mas?"


sungguh Arsyad sangat gemas ,ia ingin memakan istrinya jika ia tak tahan.saking gelasnya Arsyad menarik napasnya dengan berat lalu ia membuangnya dengan lega.


"huuuhh"


di tatap nya kembali Atiqah dengan sorot matanya yg tajam.Arsyad memegang kedua bahu istrinya dengan kedua tangan ya ,agar Atiqah hanya fokus kepadanya.


"nanti mas bakalan galau setengah mati ,karna harta yg paling berharga aku miliki adalah kamu "


gaya bahasa ,ekspresi dan suara Arsyad selalu berhasil meluluh lantahkan perasaan Atiqah.perempuan itu selalu gugup di saat mendengar kata-kata dari suami sah nya .


"cie kenapa tuh ko wajahnya merah kaya gitu?" goda Arsyad setelah mengatakan itu ia berjalan dengan santai menuju kamar mandi.


Atiqah menyentuh pipinya ,kemudian ia tersenyum sendiri sambil menahan salah tingkahnya.


"kenapa sih jadi merah kaya gini,kan aku jadi malu" protes Atiqah pada dirinya sendiri.


"itu tandanya kamu salting ,iya kan?"

__ADS_1


tiba-tiba suara Arsyad terdengar cukup keras .hal itu membuat Atiqah menutup wajahnya dengan tangan ya.


__ADS_2