
Tiga hari telah berlalu semenjak terjadinya keram perut yg ku alami mas arsyad sama sekali tidak ingin meninggalkanku walau hanya sedetik saja,ia tak ingin terjadi sesuatu kepadaku dan calon anak kita.
mas arsyad sibuk bekerja sejak pagi hingga siang ini ia tetap berada di depan laptop ,kacamata menjadi pelengkap ketampananya,aku menatap suamiku dari jauh tak bisa ku pungkiri bahwa suamiku ini memang tampan.seoalah tersadar di perhatikan mas arsyad menatapku dengan tersenyum namun aku tak kunjung menyadari itu,bahkan pada saat mas arsyad berjalan ke arahku saja aku tak menyadarinya.
"ada apa hm? Apa kau mengagumi wajah tampan suami mu ini sayang?tanya mas arsyad dengan menggoda.
aku terkejap dan mengerjapkan mata berkali-kali ,hembusan nafas mas arsyad yg tepat di wajahku membuatku terkejut.aku segera mengalihkan wajah ke arah lain,sungguh aku malu kedapatan mencuri-curi padang pada suamiku sendiri.
"Ghmmm!! Ti_tidak,ti_ta_tadi itu,emm..anu "jawabku terbata-bata.
mas arsyad tertawa terbahak-bahak lalu menangku kedua pipiku ,ia mencubitnya gemas lalu mendaratkan kecupan di seluruh wajahku.
"haha,,haha,,apa kau malu sayang?bahkan kau bisa menikmati segala apa yg ada pada suami mu ini ?" ujar mas arsyad dengan menaik turunkan alisnya.
aku yg gemas segera mencubit pinggangnya hingga mas arsyad meringis ke sakitan.
"aduuuhh duuh duhh..sakit saayang,sakit..ampun sayang,ampun!!" aku tertawa terbahak-bahak.
"gantian sayang hahahah,,hahaha"
kami berdua saling tertawa bersama,mas arsyad menggendongku membawaku kedepan meja kerjanya ia mendudukan ku diatas pangkuanya dan mas arsyad melanjutkan pekerjaanya. Aku dengan setia menunggunya meski sesekali aku merasa khawatir berat badan ku terlalu berat hingga membuatnya kelelahan .
"sayang apa tidak masalah seperti ini?" tanyaku hati-hati.
mas arsyad memelukku lalu mencium gemas pipiku
"tidak masalah sayang ,mas justru menyukainya .tetaplah diam dan menurutlah " jawab mas arsyad .
aku pun mengangguk dan berdiam diri sambil sesekali mencomot cemilan yg ada di meja kerja mas arsyad,hingga aku merasa Mataku berat dan menyandarkan kepalaku ke ceruk leher mas arsyad. Mas arsyad merasakan dadanya berat ia pun menoleh untuk melihatku
"lah,tidur? Istriku memang putri tidur hahahah"
mas arsyad mengangkatku lalu merebahkan ku ke kasur ,ia lalu menciumku dan kembali ke meja kerjanya .beberapa menit tertidur aku pun terbangun,tiba-tiba saja ,aku merasa begitu merindukan suamiku padahal seharian ini dia berada di depanku.
"hubby "panggilku ke pada mas arsyad.
mas arsyad mendongak lalu menatapku
"hmm" jawabnya berdehem .
__ADS_1
aku memegang perutku dan memasang pupy eyes
"aku dan anak kita laparr" ujarku lagi.
mas arsyad tersenyum lalu berjalan ke arahku
"makan di kamar?" tanya mas arsyad.
Aku menggeleng
"di dapur "jawabku singkat .
mas arsyad mengulurkan tanganya namun aku menggeleng dan memasang wajah cemberut ,mas arsyad mengangkat sebelah alisnya
"ada apa sayang,hmm?".
"Gendong!!" jawabku sedikit ketus .mas arsyad terkekeh pelan lalu ia menggendongku ala koala,aku pun dengan senang hati melingkarkan tangan ke leher suami tampan ku ini.
Mas arsyad menggendong ku hingga ke dapur ,beberapa maid yg ada di sana segera meninggalkan dapur saat mendapatkan kode dari mas arsyad.
"Tuan putri ingin apa?" tanya mas arsyad.
Mas arsyad mengecup keningku
"hanya kali ini sayang"
aku mengangguk cepat dan mas arsyad berjalan ke lemari pendingin mengambil mie sedap goreng kesukaanku.mas arsyad memasaknya dengan memasukan satu telur,saat masak aromanya menguar menusuk penciumanku aku yg sejak tadi lapar tergiur ingin segera mencicipinya.
"silahkan di makan tuan putriku"
aku pun mengambil mie goreng tersebut dan melahapnya hingga tandas ,mas arsyad yg menungguku sejak tadi hanya bisa menggeleng pelan ,ia sungguh gemas dengan sikap istrinya saat inu.
"alhamdulillah ya allah.." ucapku bersyukur
"ke kamar?" tanya mas arsyad tiba-tiba.
"No!! Aku ingin ke taman,aku ingin bertanya sesuatu ke hubby,boleh?" tanyaku kepada mas arsyad .
mas arsyad Mengangguk lalu berdiri,aku sontak merentangkan tangan meminta untuk di gendong kembali,dan suamiku dengan senang hati menggendongku. Mas arsyad menurunkan ku dan mendudukan ku di sebuah ayunan bambu,mas arsyad merebahkan kepalaku ke pahanya dan mengelus pipiku lembut.
__ADS_1
"sayang jika salah satu kelak di antara kita pergi meninggalkan dunia ,apa hubby akan mencari pengganti?" tanyaku tiba-tiba.
Deg!
Jantung mas arsyad seperti berhenti berdetak,netranya menatap mataku dalam ia mengerutkan kening lalu menggeleng.mas arsyad segera membangunkanku dan membawaku ke atas pangkuanya dan memeluku dengan erat.
"jangan mengatakan hal itu lagi sayang,mas mohon ,mas mohon ,jangan mengatakanya lagi,mas tidak bisa tanpamu!" jawab mas arsyad dengan tangan bergetar.
aku mengelus rambut mas arsyad lembut entah kenapa aku merasa hidupku takan akan lama.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya demikian sayang?" tanya mas arsyad.
Aku menggeleng lalu memeluk suamiku .
"mas tidak akan pernah mencari penggantimu sampai kapan pun kita akan hidup bersama selamanya sampai maut memisahkan kita!itu janji mas !" lanjut mas arsyad dengan suara tegas.
aku mengangguk dalam dekapanya ,aku menangis namun berusaha ku tahan isak tangis ku agar tak terdengar olehnya.namun yg membuatku terkejut adalah isakan tangis yg luruh dari bibir mas arsyad. Aku menatapnya lekat dan menciumnya sayang.
" jangan menagis sayang,sekarang aku bertanya hakikat kita hidup di dunia itu untuk apa?" mas arsyad menghapus air matanya lalu memelukku.
"Hakikat manusia hidup di dunia semata-mata untuk allah sayang,ia di hidupkan ke dunia untuk menjalankan tugas dari allah .tak ada manusia yg hidup semata-mata hanya untuk mengejar persoalan dunia,tetapi hakikat mereka hidup adalah untuk meraih tujuan yg sudah allah tetapkan..tujuan kita hidup hanya satu beribadah kepada allah swt ,kebahagian dunia hanyalah ujian yg melalaikan.Karna kebahagian yg sebenarnya adalah akhirat saat kita tergolong sebagai umat dan hamba allah yg baik.dan syurga adalah kebahagiaan yg nyata" jawab mas arsyad
aku tersenyum lalu mengangguk.
"yg hubby katakan benar,tapi jangan melupakan hakikat hidup kita yg sebenarnya juga ,bahwa kita hidup hanya sementara.semua akan kembali menghadapi penciptanya,memikirkan kematian bukanlah perkara yg salah namun itu bisa meningkatkan semangat ibadah kita untuk bertemu sang maha cipta" ujarku lembut
"jadi sayang?" lanjutku .mas arsyad menatapku lalu mengulas senyuman
"jadi hakikat kita hidup adalah untuk beribadah kepada allah dan kembali hanya kepada allah" jawab mas arsyad tegas .
aku tersenyum lebar lalu memeluk suamiku erat mas arsyad pun memeluku lalu membawaku masuk ke dalam kamar sebab hari mulai sore,aku memutuskan membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu melaksanakan ibadah shalat wajib.
selepas shalat aku bertadarus al-qur'an yg di pimpin suami sholehku. Sungguh ,aku begitu mendamba kehidupan yg di penuhi dengan cinta kepada allah dan rasulnya.
Aku berharap anak-anakku bisa menjadi hafiz dan hafidzhoh kelak.aku berharap bisa menciptakan keluarga rabbani,keluarga yg cinta akan islam,cinta akan syariat dan cinta akan segala tentang perjuangan nabi dan rasulnya.
.
.
__ADS_1
folow ig:@masrifah0312