ATHAYA

ATHAYA
Raja Es.


__ADS_3

Namanya adalah Arza Leocadio, Dia sangat dingin dengan wajah yang sangat tampan berambut hitam dengan kacamata yang ia kenakan menaikkan ketampanan yang terpapar di wajahnya. Sudah setengah tahun berlalu Leo melewati 1 semesternya dan mendapatkan julukan Raja Es, Karena banyak artis papan atas dari sekolahannya yang dia tolak mentah mentah. Dia tidak mempercayai siapapun dan tidak tertarik menjalani hubungan hubungan dengan manusia yang lain selama tidak ada untungnya.


Pada sekitar jam 7.45 di hari senin, Awal mula semester baru.


Crinkkk !!


Saat leo baru keluar dari mobilnya, Suara bel sekolah yang terdengar oleh leo sampai ke parkiran di sebelah sekolah tempat dimana anak sekolahan Trijayakarta memakirkan motor dan mobilnya. Dia menghembuskan nafas panjang "Telat lagi gua.". Leo berjalan dengan santainya dari parkiran menuju ke gerbang sekolah yang ingin ditutup, Saat sudah sampai di gerbang sekolah dia bertemu dengan satpam yang bernama Pak Roni dan guru killer yang bernama Bu santi.


Pak roni menunjuk leo dan memulai ceramah paginya Pak Roni "Woy leo kau telat upacara, Disetrap sekarang juga, Seperti biasa tulis perjanjian untuk tidak telat 2 lembar !!"


Bu Santi hanya bisa menghela nafas dan menggeleng geleng atas perilaku Leo.


"Iya pak.." Leo hanya bisa menurut dan berjalan menuju tempat duduk yang berada didekatnya untuk melaksanakan hukuman dari pak roni.


❣❣❣


Setelah setengah jam upacara dimulai dan Leo menjalani hukumannya, Seorang wanita mulai berteriak di depan gerbang ke satpam yang menjaganya. "PAK RONII !!! MAAF SAYA TELAT PAK !! BUKA GERBANGNYA PAKKK !!" wanita itu berteriak dengan nafas yang hampir habis karena dia berlari.


Leo melihat arah suara yang berasal dari luar gerbang dan melihat ada perempuan, dan berkata dalam hati "Bodoh sekali dia" Leo melihatnya sebentar dan melanjutkan hukumannnya.


Pak Roni berjalan menuju gerbang untuk membukanya, "Hei Athaya ! kebiasaan kamu ya telatnya kebangetan !!" Omel omel pak roni.


"Ya abisnya pak, saya ketiduran gara gara syuting pak.." Balasnya


"Banyak alasan kamu, Sudah kau jalani hukuman seperti biasa" Pak roni membiarkan masuk Athaya.


"Iya pak.."


Athaya berjalan menuju tempat duduk untuk menjalankan hukumannya. Dia melihat hanya ada lelaki yang duduk di tempat duduk hukuman, dan Athaya mulai menyapa dan mengajak ngobrol Leo.


"Hai, cuma kamu doang yang disini ?" Mulai menyapa lelaki yang fokus kepada tulisan di kertasnya.


Leo melihat wanita yang mengajaknya berbicara dan tanpa sepatah katapun leo melanjutkan tulisannya.


"Eh?! padahal aku ajak ngomong tapi diem.." Batinnya berkata.

__ADS_1


"A-Aku duduk disini ya" Athaya meminta ijin, Tetapi Leo hanya diam dan menulis.


Athaya terpaksa duduk di samping leo dikarenakan tidak ada lagi tempat duduk yang bisa untuk menulis hukuman dari pak Roni. Suasananya sangat hening, sampai Athaya memutuskan untuk mulai mengajak ngobrol leo lagi. "Nama kamu siapa ? kita sama sama telat ya hehehe" Athaya mengajak ngobrol agar suasana yang hening ini mencair.


"Nama gua Leo, Jangan banyak bicara dan kerjakan hukuman lo" Jawab Leo dengan dingin dan tangan yang masih menulis, Ia menjawab tanpa melihat athaya.


Athaya terkejut, Karena baru kali ini Athaya di perlakukan dengan dingin. Karena athaya sudah dianggap sangat special bagi orang orang terdekatnya, maka dari itu ia jarang diperlakukan seperti itu. Tanpa berbicara Athaya menulis dan duduk di samping leo.


Setelah 15 menit mereka berdiam tanpa sepatah katapun Upacara sudah selesai.


"Upacara telah selesai" Suara protokol yang terdengar sampai ke tempat duduk Leo dan Athaya.


Hukuman Leo telah selesai dan leo berdiri dan berjalan menuju Pak Roni untuk menyerahkan kertas berisi perjanjian untuk tidak mengulangi telat setelah itu ia ke kelas untuk melanjutkan pelajaran. Saat leo berdiri Athaya melihatnya dan berkata dalam hati "Aduh, harus cepet cepet juga nih supaya selesai.." Athaya langsung fokus ke kertas yang ia gunakan untuk menulis perjanjian untuk tidak telat.


Saat Athaya sedang fokus menulis, Athaya melihat kunci mobil yang terjatuh di tempat Leo duduk. Dia mengambil kuncinya "Ini punya Leo kali ya ? Nanti aku kembalikan ke orangnya de.....h" Athaya ragu, karena tadi dia sangat dingin kepadanya, mungkin dia membenci athaya. Athaya akhirnya memutuskan untuk menitipkannya ke Pak Roni dikarenakan Athaya takut dengan leo.


Akhirnya Athaya menyelesaikan hukumannya dari pak roni dan berjalan untuk menyerahkan kertas keterlambatannya. "Pak, ini saya sudah selesai"


"Ah oke taruh saja disitu, Bapak lagi sibuk sekarang.." Jawabnya dengan tangan yang memegang handphone dan bermain game.


Athaya berbicara lagi "Ini pak kun-" lagi lagi pak roni memotong pembicaraan "Kenapa masih disina athaya? Mau minta hukuman lagi? "


"E-Enggak pak" Athaya tidak jadi memberi tahunya.


Akhirnya Athaya menyerah untuk memberi tahu soal kuncinya karena kesal dengan Pak Roni yang memotong pembicaraannya terus menerus. "Dasar Roni satpam botak, Coba bukan guru udah Atha abisin tuh Hmpft.." Gumamnya.


❣❣❣


TRINGGGG !!


Bel sekolah berbunyi menandakan jam 9.30, istirahat pertama yang dimiliki oleh Trijayakarta.


Leo melihat ke arah jendela yang ada di sampingnya yang menampilkan lapangan sekolahannya, Mulai banyak siswa Trijayakarta yang akan makan siang di pinggir lapangan yang terdapat pohon rimbun dan disediakan tempat duduk untuk makan.


"Kantin lah gua, Laper**" Batin leo.

__ADS_1


Leo berdiri dan berjalan menuju pintu untuk keluar dan pergi ke kantin. Saat berjalan menyusuri lorong yang panjang, Banyak macam kata dan kalimat yang leo dengar di kedua kupingnya.


"Kyaa !! Raja es tuh ganteng banget" Bisik dua wanita yang sedang mengobrol.


"Dasar so ganteng" Bisik tiga lelaki yang sedang bersandar di dekat kaca.


Tetapi Leo sama sekali tidak memperdulikannya. Karena ia juga tak ingin berhubungan dengan siapapun.


"Leo!!" Teriakan wanita yang tak terdengar olehnya.


"Leooo !!!" wanita itu memanggil lagi.


Panggilan kali ini berbeda. Wanita itu memegang pundak leo "Leooo !! Tunggu dulu" Wanita itu berteriak.


Leo menoleh ke belakang tempat perempuan itu memegangnya. Wanita itu adalah Athaya, Perempuan tercantik di sekolah Trijaya dan artis papan atas yang masih bersekolah.


Kening leo mengkerut dan melihat tangan yang memegang pundak leo "Apaan?" sinisnya.


"Woahhh !! Maafin aku.." Melepas tangan Atha dari Pundaknya leo


Leo berbalik badan menghadap Atha yang berukuran 160 cm dan ia melihat kebawah, tempat atha berdiri "Ada urusan apa ama gua?"


Dimata Atha Leo sangatlah menakutkan, Di keadaan seperti itu Leo seperti akan menerkam hidup hidup Atha. Atha bergemetar ketakutan. "PULANG SEKOLAH NANTI AKU TUNGGU DI PARKIRAN !!" Teriak Athaya seolah olah ingin menembak Leo. Semua yang ada di lorong terdiam dan menyimak perkataanya.


"Oi Atha pengen nembak Leo tuh" Bicara mereka.


"Bro besok gua mau bunuh diri ya bro, Karena udah gaada harapan lagi aku hidup" Seorang lelaki berbicara.


"Serius ? aku mau nangis lah !!" Kata seorang wanita*


Leo hanya melihat Atha yang menghadap ke bawah dan Leo mulai berbicara "Ah begitu? Yaudah" Jawabnya dan mulai meninggalkan kerumunan yang mulai berteriak.


❣❣❣


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2