ATHAYA

ATHAYA
titik terang


__ADS_3

"Lepaskan tangan kamu dari tangan saya Jangan pernah lancang kamu Aletta, selama ini saya menghormati kamu karena kita adalah teman dulunya, tapi jika saja kamu tetap bersikap lancang seperti ini Jangan pernah salahkan saya jika saya juga akan bersikap kasar nantinya kepada kamu "ucap Arhan sambil menatap tajam ke arah Aletta ,yang membuat nyali Aletta pun menciut ,apalagi setelah melihat kemarahan Arhan kali ini yang memang berbeda dari sebelum-sebelumnya , karena Alleta melihat ada kilat amarah besar di mata Arhan kali ini.


Setelah kepergian Aletta kini Arhan tengah menunggu Athaya yang sedang mengganti pakaiannya di dalam toilet


"Kenapa Anda masih di sini pak?" tanya Athaya ketika melihat Arhan yang masih berdiri mematung di depan pintu toilet yang sempat dimasuki Athaya barusan


"Di mana Tante Nadia? "ucap Athaya lagi


"Mama sudah pulang duluan diantar sopir rumah,, katanya tadi Mamah lelah"


"Ayo biar saya antar kamu pulang sekarang Athaya"


"Tidak usah pak saya mau pulang sendiri saja!!," karena Athaya takut jika nanti kejadian tadi akan terulang lagi apalagi kalau sampai Aletta melihat Arhan yang mengantarnya pulang pasti dia akan semakin menggila dan menuduh nya yang tidak-tidak


"Saya tidak menerima penolakan Athaya dengarkanlah dan patuhilah perintah saya kali ini"


"Atas dasar apa saya harus mematuhi perintah anda pak? saya tidak mau lagi berurusan dengan Aletta lagi nantinya sudah cukup tadi Dia mempermalukan saya di hadapan Semua orang saya tidak mau kejadian itu terulang lagi apalagi dengan sikap bapak yang seperti ini kepada saya yang akan membuat Aletta itu semakin curiga dan menuduh saya yang tidak tidak nantinya.


Kini Arhan malah tertawa melihat keangkuhan Athaya


"Sudah cukup bicaranya? tanya Arhan yang baru saja bicara" untuk jawaban yang pertama kamu bertanya kepada saya atas dasar apa kamu harus menuruti perintah saya? kamu sama sekali tidak sadar jika kamu itu adalah bahwa saya ???yang dimanan artinya kamu itu harus mematuhi setiap perkataan saya karena saya itu adalah atasan kamu dan yang kedua Kamu tidak usah khawatir tentang Aletta karena dia akan menjadi urusan saya.


Athaya tidak tahan lagi dengan keegoisan laki-laki yang ada di hadapannya , Athaya pun hanya menurut seperti sapi yang di cocok hidungnya, tanpa mau memperpanjang perdebatan di antara mereka yang pastinya tak akan ada ujungnya.


****


"Mamah kenapa ,,,,? mukanya kayak bete gitu? lagi berantem ya sama si bosnya? "ucap Keenan


"Tau ah Ken, kayaknya akhir-akhir ini Mamah makin benci deh sama bos nyebelin, pemaksa dan egois kayak dia itu!! "ucap Athaya sambil memperlihatkan ekspresi jengah nya itu.


"Awas loh mah !! kalau terlalu benci nanti bisa berbalik jadi cinta loh! "ucap Keenan.


"Kamu ini kalau ngomong suka ngawur tau nggak "kesal Athaya terhadap anaknya

__ADS_1


"Ngak papa mah lagian si om bos nya ganteng kok cocok deh kalau jadi papanya Ken nanti nya "ucap Ken asal


"Kamu nggak tahu aja Ken kalau sebenarnya dia itu memang papa kandung kamu" gumam Athaya di dalam hatinya


"Tuh kan bener!! "


"Benar apanya ??"tanya Athaya kepada Keenan


"Mamah suka kan sama si Bos galak itu buktinya Mama nggak nolak tuh!"


"Dasar kamu ini anak nakal ya !! main jodoh-jodohin Mama gitu aja, Mama nggak terima ya "ucap Athaya sambil cemberut


"Bercanda mah !!!Ken cuma bercanda ko jadi Mama jangan ngambek ya "ucapan yang merasa bersalah kepada Mama nya


"Nggak ko sayang mama nggak ngambek cuma kesel aja "ucap Athaya


Di sisi lain kini Arhan merasa senang karena baru saja ia mendapat kabar jika sudah ada titik terang mengenai wanita yang dulu pernah ia rusak sekitar 18 tahun yang lalu namun juga ada perasaan sedih karena ia akan bertanggung jawab kepada perempuan itu yang otomatis akan membuat dirinya benar-benar menjauh dari Athaya mulai sekarang. Arhan pun bersiap untuk menemui seseorang OB apartemen yang sempat dulu iya tempati 18 tahun yang lalu yang akan memberikan titik terang untuk kejadian dulu.


"Maaf saya sedikit terlambat!! " ucap Arhan , Arhan pun langsung memandang ke arah laki-laki yang tak ia kenal yang kemungkinan dialah orang yang akan memberitahukan semua kejadian 18 tahun lalu kepadanya


"kenalkan tuan ini pak Agus dia adalah mantan OB yang dulu pernah bekerja di apartemen yang pernah bapak Arhan tempati "ucap Teddy orang kepercayaan arhan Arhan pun mengangguk dan memperkenalkan dirinya kepada laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya.


"Perkenalkan pak nama saya Arhan" ucap Arhan sopan kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya


"Maafkan saya pak Arhan karena saya baru sempat menemui pak Arhan "ucapnya sungkan


"Jangan panggil saya seperti itu pak panggil saja nama saya tanpa embel-embel pak !"


"Ah baik ,,,,Nak Arhan Saya ingin memberikan ini kepada nak Arhan mungkin ini bisa menjadi titik terang untuk Nak Arhan nantinya" ucapan Agus yang langsung menyerahkan sebuah kalung liontin yang sempat ia temukan dulu di kamar apartemen Arhan yang pernah ia bersihkan setelah kejadian 18 tahun yang lalu.


"Maaf Nak Arhan jika bapak baru memberikan kalung ini kepada nak Arhan sekarang, karena bapak dulu sangat takut untuk berkata jujur karena ada seseorang yang terus mengancam bapak, hingga bapak pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan bapak karena bapak takut celaka"ucap nya dengan nada yang bergetar.


"Mengancam bagaimana maksud bapak ?dan siapa yang berani melakukan itu?" ucap Arhan penasaran

__ADS_1


"Saya juga tidak tahu dia siapa pak tapi saya yakin jika dia adalah seorang yang berkuasa bahkan mereka pun pernah mengancam saya jika saya buka mulut tentang kejadian malam itu, mereka akan membuat hidup saya dan keluarga saya hancur"


"Sekarang bapak tidak perlu takut saya pastikan jika saya akan melindungi bapak dan keluarga bapak . terima kasih karena bapak telah memberikan titik terang kepada saya tentang kejadian 18 tahun yang lalu


"Tedi ,,,"panggil Arhan kepada orang kepercayaan nya


Tedi yang sudah mengerti pun langsung memberikan amplop berisi uang itu kepada Arhan


"Pak ini uang untuk bapak tolong diterima saya benar-benar berterima kasih kepada bapak karena bapak telah membantu saya dengan berkata jujur, saya tahu uang ini tas sebanding dengan pengorbanan yang telah bapak lakukan kepada saya ,karna bapak rela mempertaruhkan keluarga bapak demi memberitahu kebenaran ini kepada saya ,saya berjanji akan melindungi keluarga bapak kedepannya pak sekali lagi terimakasih pak atas bantuannya ambilah ini pak sebagai ucapan terimakasih saya kepada bapak!"ucap Arhan sambil menyodorkan uang tersebut kepada laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya..


"Nak Arhan ,,,bagai mana ini saya tidak bisa menerima uang sebanyak ini ,"ucap pak Agus gemetar ketika melihat jumlah uang nya yang tidak sedikit di dalam amplop


"Tidak apa pak ,bapak pantas mendapatkan itu , ambilah uang itu pak saya ikhlas ,anggap saja uang ini sebagai ucapan terimakasih saya ke pada bapak !!"


"Baiklah nak Arhan bapak akan ambil uang ini untuk biaya sekolah anak bapak , terimakasih sebelumnya karna nak Arhan sudah berbaik hati kepada bapak "


"iya pak sama-sama !!"ucap Arhan tulus


****


Setelah pertemuan tadi kini Arhan sedang berada di kamar nya sambil memandangi kalung liontin berinisial A yang ada di hadapannya, Arhan dulu pernah melihat kalung liontin seperti ini yang menurut nya tidak asing namun di mana ia pun lupa . Arhan pun mencoba meneliti kalung liontin tersebut yang sepertinya kalung tersebut itu dapat di buka ,dan benar saja jika liontin tersebut dapat di buka Namun setelah itu Arhan langsung kaget dengan Apa yang dia lihat apa di dalam


Liontin kalung tersebut


"Athaya !!"ucap Arhan ketika melihat kalung tersebut yang memang di dalam nya terdapat Poto Athaya


Arhan pun mengingat kembali !!! ya benar kalau kalung liontin ini milik Athaya karna dulu Arhan pun sering melihat jika Athaya sering memakai kalung liontin ini ke mana pun dia pergi.


"Bodoh kamu Ar ,kenapa kamu Sama sekali gak ingat dengan ke jadian waktu itu kalo wanita itu adalah Athaya,,,,,,Agrhh dasar bodoh loe Ar maafkan aku Athaya,,,,aku benar-benar laki-laki brengsek seperti apa yang kamu katakan waktu itu apalagi aku telah m*lec*hkan kamu untuk yang ke dua kalinya waktu itu "ucap Arhan frustrasi dan yang marah kepada dirinya sendiri .


Arhan pun langsung segera menghubungi Athaya ia akan menanyakan kejadian itu kepada Athaya, mengapa juga dulu Athaya tak jujur kepadanya tentang kejadian itu Apa Sebegitu buruknya ia di hadapan Athaya sehingga ia tak mau meminta pertanggung jawaban kepadanya.


Namun no Athaya sama sekali tak Aktif kemungkinan juga sekarang Athaya sudah tertidur, Arhan pun mematikan panggilan nya ia tak ingin menganggu Athaya yang sedang istirahat biarlah besok pagi-pagi ia langsung pergi saja ke rumah Athaya untuk menemui nya .

__ADS_1


__ADS_2