
Ada-ada saja, di saat dirinya ingin menjauh dari Arhan namun mengapa takdir seolah malah mempermainkannya yang malah berbuat sebaliknya.
"Kenapa selama 4 hari ini nomor kamu sama sekali tidak aktif Athaya ?" tanya Arhan
" Maaf pak saya tak mengaktifkan handphone saya karena saya ingin istirahat, Saya tak ingin diganggu lagian bapak juga kan sudah mengizinkan saya untuk libur kemarin jadi saya pikir fine-fine aja jika saya tak mengaktifkan nomor telepon saya juga! "ucap Athaya
"Apakah sudah selesai, maaf pak saya harus segera kembali ke ruangan saya untuk mengerjakan pekerjaan saya yang menumpuk karena sudah 4 hari saya tidak masuk kerja" ucap Athaya yang langsung berdiri berbalik menuju ke arah luar.
Namun langkahnya terhenti kala Arhan kembali bersuara
"Apakah sama sekali tak ada kesempatan untuk saya, saya mohon kepada kamu Athaya untuk mempertimbangkan permintaan saya tempo hari yang lalu saat di rumah sakit "
"Ayolah pak, kita sudah sama-sama dewasa, saya sudah bilang kepada pak Arhan jika saya tidak ingin memiliki hubungan dengan bapak apalagi bapak ini sudah memiliki tunangan dan kemungkinan akan segera menikah jadi saya mohon pada bapak agar tidak mempersulit saya apalagi saya tidak mau jika harus berurusan dengan Aletta yang kemungkinan akan semakin membenci saya kalau bapak terus bersikap seperti ini ." setelah puas berbicara dan mengeluarkan unek-unek nya Athaya pun langsung keluar dari ruangan Arhan.
SEKOLAH
"Senyum mulu, lagi di endorse produk pasta gigi lo ? "tanya Jenny ketika melihat sahabatnya itu malah senyum-senyum sendiri.
Nayara melirik jenny yang ada di sampingnya yang kini sedang menatap dirinya dengan raut heran menatap ke arahnya
"Gue lagi bahagia tahu nggak Jen "ucap Nayara
"Ya gak tau lah orang loe nya aja gak cerita ke gue !!! loe ini suka aneh deh kalo Nanya !!"
"Ish ,,,,loe ini "kesal Nayara kepada Jenny
"Emangnya loe bahagia kenapa sih Nayara? ucap Jenny bukannya menjawab Nayara malah senyum-senyum sendiri sambil mengingat momen pertemuannya 3 hari yang lalu dengan Keenan di kantin rumah sakit.
" Wah temen gue bener-bener udah gila deh kayaknya "ucap Jenny sambil geleng-geleng kepala saat melihat tingkah sahabatnya
"Ish ,,, lo ini kalau ngomong , Lo tau nggak kalau gue beberapa hari yang lalu ketemu ka Keenan di kantin rumah sakit waktu gue berobat di rumah sakit
__ADS_1
"Gila ,,,,terus dia tahu dong kalau lo sekarang lagi sakit?"
"Ya enggaklah ,ya kali kalau dia tahu gue penyakitan malah tambah ilfil deh kayaknya ka Keenan ke gue! "ucap Nayara lemah
"Ra gue penasaran deh sama lo, lo sadar nggak sih kalau kak Keenan tuh nggak suka sama lo, gue saranin ke elo sebaiknya lo lupain aja ka Keenan dan cari cowok yang benar-benar cinta dan tulus ke elo, karena gue nggak tega kalau harus lihat loe ngejar-ngejar cowok yang sama sekali nggak pernah merespon sama perasaan loe "ucap Jenny yang kasihan ketika melihat Nayara yang selalu ditolak oleh Keenan n
"Ia tahu, ka Keenan emang gak suka sama gue, tapi gue yakin kok sebentar lagi juga dia bakalan luluh, gue nggak mau cowok lain Jenny yang gue mau cuma kak Keenan, jadi stop lo larang-larang gue buat jauhi kak Keenan karena mau sampai kapanpun kak Keenan tetap nomor satu di hati gue"kekeh nayara
Jenny menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan perasaan sahabatnya itu "Dasar ngejar elit jadian sulit "cibir Jenny
Nayara menoleh cepat pada Jenny
"Dasar jomblo elit punya pacar sulit" balasnya sambil memanyunkan bibirnya
" Asem lo,malah nyidir diri sendiri yang sama-sama jomblo ."ucap jenny kepada Nayara ,namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat pemandangan di depannya
"Heh,,,," ucap Jenny sambil menyikut lengan Nayara cukup kencang
"Itu bukannya kak Keenan ya, kok dia sama cewek? udah punya pacar kali Nay"
Nayara langsung menoleh ke arah Keenan yang kini sedang berduaan dengan seorang wanita,kini Nayara semakin memanas saat melihat wanita tersebut terus saja mendekati Keenan, namun yang ia lihat Keenan sama sekali tak merespon wanita tersebut Nayara pun langsung menghampiri mereka
"Eh lo mau ke mana Nay" ucap Jenny ketika melihat temannya itu malah meninggalkannya dan menuju ke arah Keenan dan wanita tersebut.
"Hai kak Kenan" ucap Nayara yang kini sudah ada di hadapan Keenan dan wanita yang Athaya tahu sebagai kakak kelasnya
"CK siapa sih lo, ganggu aja tahu nggak,sana loe pergi " ucap wanita itu sambil melirik Nayara tajam setelah itu ia kembali beralih menatap Keenan lagi
"Gimana Ken mau kan kalau nanti sore kita jalan "ucap Tasya dengan raut wajah yang dibuat semanis mungkin dihadapan Keenan yang malah membuat Nayara serasa ingin muntah saat melihatnya.
"Sorry gue sibuk, dan nggak ada waktu "ucap Keenan
__ADS_1
"Tuh kan Keenan nya juga nggak mau, jadi kakak jangan maksa dong kak" ucap Nayara menimpali ucapan Keenan n barusan
" Loe ,,, jangan ikut campur ya cewek barbar "ucap Tasya sambil mendorong tubuh Nayara dengan kasar hingga membuat sang empu nya sedikit terhuyung ke belakang
"Dih kok malah ngatain aku sih mana pakai dorong-dorong segala lagi, kakak terima kenyataan aja lah kalau kak Keenan nya emang gak mau terima ajakan kakak, seharusnya kakak jadi cewek itu jangan suka maksa dong kak "! ucap Nayara dengan berani padahal ia juga tak berpikir jika dirinya juga sebenarnya mempunyai sifat yang sama dengan wanita tersebut karena sama-sama suka memaksa kepada Keenan.
"Sialan dasar cewek barbar ngeselin "ucap Tasya yang langsung menarik rambut Nayara , Nayara yang tak terima diperlakukan seperti itu pun langsung melawan dan membalas apa yang Tasya lakukan kepadanya.
sedangkan kini Keenan malah dibuat pusing dengan tingkah kedua wanita yang ada di hadapannya yang malah bertengkar seperti ini.tak lama setelah kejadian itu mereka bertiga pun akhirnya berakhir di ruang kepala sekolah.dan yang lebih parahnya lagi kepala sekolah malah memanggil orang tua wali mereka bertiga.
KANTOR
Athaya yang sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba dikagetkan dengan panggilan telepon, yang ternyata panggilan tersebut dari pihak sekolah anaknya yang kini malah membuat Athaya cemas, Athaya pun langsung segera mengangkat nya Karena takut terjadi sesuatu kepada anaknya karena tak biasanya pihak sekolah meneleponnya seperti ini.
"Hallo "Athaya mendengarkan suara seorang di seberang sana
"iya itu saya sendiri," jawab Athaya ketika seorang laki-laki menanyakan tentang ibu dari KEENAN NARENDRA PUTRA PUTRA
"Apakah anda bisa datang ke sekolah sekarang? ada masalah yang harus dibicarakan dengan wali murid" dan keterangan itu membuat Athaya semakin cemas karena takut jika sesuatu terjadi kepada Keenan
"sekarang pak? memangnya anak saya melakukan kesalahan apa ya pak? "
"Begini Bu nakenan di sini membuat dua garis bertengahan hari ini hingga melakukan perkelahian "ujar pria itu membuat Athaya kalang kabut menelan ludahnya yang terasa kasar ,
Athaya berpikir mengapa anaknya bisa terlibat dengan kasus seperti itu Athaya berpikir apa mungkin jika anaknya itu diam-diam memacari dua wanita dan ketahuan mendua sehingga membuat kedua wanita itu menjadi bertengkar?
"Baik pak saya akan segera ke sekolah sekarang!" Athaya pun bergegas mengambil tas dan handphonenya meninggalkan kantor Untung saja sekarang waktunya istirahat jadi ia tak perlu susah-susah mencari alasan untuk meminta izin dulu kepada bosnya .
Pakaian formal Athaya saat ini terlihat rapi tapi penampilan Athaya terlihat mencolok dibandingkan dengan para guru wanita yang ada di sekolah Keenan ,sepatu heels yang mengetuk lantai di sepanjang lorong sekolah membuat jalannya begitu anggun bak model papan atas rambutnya yang terurai panjang menambah kesan cantik yang membuat Athaya tak akan dipandang sebagai ibu dari salah satu siswa di sekolah sana.
Sedangkan di kelas beberapa murid kini menjadi geger dikarenakan seorang siswa datang dan membawa kabar kalau ada guru baru yang cantik abis, tentu saja karena sebelumnya ia melihat Athaya yang memakai baju formal yaitu berjalan menuju ke ruang kepala sekolah.
__ADS_1