ATHAYA

ATHAYA
ngidam mangga muda


__ADS_3

"Sekarang kamu sedang mengandung Anaknya apakah kamu akan mencoba meminta Laki-laki bernama Arhan itu untuk bertanggung jawab?"


"Itu tidak mungkin Ra, mana mungkin aku memberitahukan ini semua kepada Arhan sedangkan Ayahnya lah yang sudah mengusir aku untuk pergi dari kota tempat tinggal aku dulu, aku takut jika Ayahnya akan mencelakai aku dan anakku ini Ra, dan aku juga takut jika saja aku sampai kembali ke sana lagi pasti orang-orang dari orang tua Arhan akan menghancurkan Pantai Asuhan yang pernah aku tinggali dulu karena aku telah mengingkari janji aku sungguh takut! ,tapi aku juga tak tahu harus apa dan bagaimana aku benar-benar takut tidak bisa membesarkan anak ini, aku takut tidak bisa memenuhi kebutuhannya "jawab Athaya lemah


Nara tersenyum dan mengelus puncak kepala sahabatnya dengan lembut


"Jangan khawatir oke kita akan membesarkan Anakmu bersama-sama, selama ada aku kamu dan anakmu akan baik-baik saja Aya"


Athaya tersenyum haru dengan apa yang dikatakan sahabat yang belum genap 3 bulannya itu, meskipun tergolong singkat waktu pertemanan mereka yang baru menginjak 3 bulan, tapi Athaya sungguh bersyukur karena bisa memiliki teman sebaik Nara. Nara bagaikan malaikat dalam hidup Athaya.


"Sudah Athaya hapuslah air matamu itu lupakanlah semua masa lalu buruk mu itu, mari mulailah semuanya dari awal bersama-sama tanpa embel-embel adanya masa lalu "ucap Nara


"Terima kasih untuk segalanya Nara, Kamu adalah sahabat terbaikku "ucap Athaya sambil memeluk Nara


"Apakah kamu mau izin kerja hari ini Aya ? "ucap Nara sambil mengurai pelukan mereka ,kondisi kamu belum pulih, sebaiknya istirahatlah terlebih dahulu nanti biar aku yang izinkan kamu ke kak Dimas "Athaya pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Nara


Sore hari __


"Athaya kamu di mana aku pulang"seru Nara


"Aya,,,,,!!"


"Aku sedang di dalam kamar Ra "jawab Athaya


"Bagaimana keadaan kamu sekarang Aya, apakah sudah merasa lebih baik ? besok-besok jika kita sudah gajian bagaimana kalau kita pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa keponakan ku ini "ucap Nara sambil mengelus lembut perut Athaya yang masih rata


"Tapi Ra ,,,,aku "


"Kamu gak usah khawatir dan gak usah takut Aya ,ada aku .Ini juga demi kebaikan Anak kamu Aya ,kita harus memeriksa keadaan nya kamu gak boleh nolak Oke "Athaya hanya bisa mengganggu pasrah karena benar juga yang dikatakan oleh Nara jika ia harus memeriksakan keadaannya untuk memastikan keadaan makhluk kecil yang sedang tumbuh di dalam rahimnya itu baik-baik saja.


***


Di sisi lain kini seorang laki-laki Tengah mengobrak-abrik kulkas untuk mencari buah yang ia mau


"CK ,,,, mana sih? kok nggak ada ya, apa mungkin bibi lupa beli "ucap Arhan


"Astaga Den Arhan lagi ngapain? kenapa isi kulkasnya di berantakin kayak gini?? "ucap Bi Inah bukanya merasa bersalah Arhan kini hanya bisa menunjukkan cengir kudanya

__ADS_1


"Itu anu Bi, Arhan lagi cari buah mangga "


"Buah mangga ?Den Arhan ini tumben-tumbenan deh mau makan buah mangga biasanya juga Den Arhan kan nggak suka sama makanan yang asem-asem "ucap Bi Inah


"Tapi sekarang Arhan lagi mau makan itu Bi buah mangga yang dikasih bumbu itu loh! "


"Rujak maksud Den Arhan?! "


"Nah itu Bi iya !!, Arhan mau makan rujak Bi tapi mangganya nggak ada ya Bi? "ucap Arhan dengan raut wajah sedikit kecewa karena ternyata buah yang diinginkannya tidak ada


"Siapa bilang gak ada Den ,ada kok kan di belakang ada pohon mangga dan buahnya lagi lebat cuma masih masam Den belum masak mangganya ,gimana kalau bibi beli aja dulu ke toko buah di depan , beli buah mangga yang masak "


"Eh nggak usah Bi , Arhan mau mangga yang ada di belakang rumah aja Bi nggak usah beli, soalnya Arhan juga mau buah mangga yang masih mengkal dan tak terlalu matang "


"Ya sudah kalau gitu biar Bibi bantu ambilkan buahnya ya "


"Eh,,gak usah Bi biar Arhan aja, kalau nggak keberatan mending sekarang Bibi bantuin Arhan buat bikin bumbu rujaknya aja gimana Bibi mau kan? "


"Ya sudah kalau gitu Bibi buatkan dulu bumbu rujaknya "Arhan pun langsung menuju ke halaman belakang rumahnya kemudian memanjat pohon mangga dan memetiknya


"Astaga Arhan kamu lagi ngapain?? pakai manjat pohon mangga segala? "ucap sang Mamah ketika melihat Anak nya sedang berada di atas pohon mangga


" Kamu ini tumben-tumbenan loh mau makan yang asem-asem kayak gitu udah kayak orang yang lagi ngidam aja "ucap Mamah Arhan asal ,sambil berlalu meninggalkan Arhan yang kini sedang mencerna ucapan mamahnya barusan.


"Ngidam??,,,apa mungkin cewek yang gue tiduri 3 bulan yang lalu sekarang lagi ngandung anak gue? nggak mungkin juga kan ? lagian gue cuma lakuin itu satu kali ,jadi dia nggak mungkin bakalan langsung hamil tapi gue bakalan terus cari keberadaan tuh cewek dan gue janji bakalan bertanggung jawab kepada tuh cewek apapun yang terjadi "ucap Arhan


"Athaya juga Loe di mana sekarang, kenapa loe malah ngilang tanpa kabar andai loe tahu sekarang gue sedang gak baik-baik aja Ay, apalagi setelah kejadian itu dan kepergian loe yang mendadak, pikiran gue jadi kacau Aya gue benar-benar butuh loe Athaya "


"Maaf kalau gue egois, gue cinta sama loe !! tapi gue nggak bisa nikahin loe nantinya karena gue harus siap buat bertanggung jawab sama cewek yang udah gue rusak masa depannya "


Setelah melamun cukup lama di atas pohon mangga Arhan pun langsung segera turun dari pohon mangga karena sudah dikerubuti oleh semut, Arhan pun menuju ke dapur menghampiri Bi Inah


"Bibi,,,, ini mangganya Arhan taruh di sini ya Bi, Arhan mau mandi dulu sebentar soalnya tubuh Arhan gatal-gatal habis dikerubuti semut di atas pohon "


"Ya ampun Den , kenapa malah naik bukannya diambil pakai galah aja, ya sudah sana gih cepetan mandi Den itu udah merah-merah gitu bekas gigitan semut nya loh Den"ucap Bi Inah yang tak tega melihat anak majikannya itu gatal-gatal


"Ya sudah kalo gitu Arhan tinggal dulu" Arhan pun langsung berlalu meninggalkan Bi Inah yang kini sedang mengupas mangga muda yang baru dipetik oleh Arhan.

__ADS_1


60 menit berlalu kini Arhan sudah kembali menuju ke dapur untuk menemui Bi Inah


"Bibi,,,, mana rujak mangga Arhan udah jadi kan Bi ?"


"Sudah Den nih udah Bibi kupas sin juga mangga nya dan Bibi potong-potong"


"Wihh makasih bi ,,,, Arhan makan ya Bi !!soalnya udah ga sabar nih rasanya air liur Arhan udah mau netes liat rujak buatan bibi "ucap Arhan sambil tersenyum mencoba menggoda Bi Inah


pembantu yang sudah Arhan anggap seperti keluarga nya sendiri.


"Ai si aden ini ,ya udah sok dimakan rujak nya ,gimana den enak ? "ucap Bi Inah


"Enak Bi, enak ."ucap Arhan sambil manggut-manggut tanpa berhenti ia terus menyuapkan potongan buah mangga yang sudah di coel di bumbu rujak kemudian memasukkan ke dalam mulutnya


"Ayo Bi temenin Arhan makan rujaknya ,masa cuma Arhan sendiri yang makan rujaknya sementara Bibi cuma nontonnin Arhan makan kan gak enak "


BI Inah pun menuruti ucapan majikannya mencoba mengambil potongan buah dan memasukkan ke dalam bumbu kemudian melahapnya


"Astaghfirullah Den Arhannnn "teriak Bi Inah sambil merem melek menahan rasa asam nya buah mangga yang ada di dalam mulutnya


"BI ,bibi kenapa"ucap Arhan kaget saat mendengar teriakan Bi Inah secara tiba-tiba


"Du Gusti ini asemm banget Aden ,jangan di makan lagi nanti sakit perut loh den mending bibi ganti sama buah apel aja ya Den jangan di makan lagi buah mangga nya Den ."


"Ada apa Bi ko teriak-teriak manggil Arhan "ucap mamah Arhan yang menghampiri Bi Inah dan Arhan yang sedang ada di dapur


"Ini loh Mah masa kata Bi Inah ,buah mangga yang Arhan makanan ini asem banget padahal menurut Arhan biasa aja ko gak begitu asem ,coba kalo gak percaya Mamah makan "


Nadia pun langsung mengambil potongan buah dan memakan nya .dan sudah bisa mereka tebak dari ekspresi wajah Nadia kala ia memakan potongan buah mangga itu


"Arhan jangan bilang kalo kamu udah nidurin cewek,dan bikin cewek itu hamil .?"ucap sang Mama dengan memasang wajah garang nya


"Ko Mamah ngomong gitu ."ucap Arhan tak sepenuhnya menyalahkan omongan Mamah yang pertama jika ia telah meniduri wanita,dan mengambil sesuatu yang berharga dari wanita tersebut,namun Arhan juga belum yakin jika wanita itu hamil karena Arhan juga masih mencari keberadaan wanita tersebut.namun Arhan juga belum bisa jujur kepada Mamah nya jika ia memang telah meniduri dan merusak wanita tersebut 3 bulan lalu.


"Ya habis nya kamu ini udah kaya orang ngidam aja Ar ,masa mangga Asem ini kamu bilang gak asem itu kan aneh Ar ,iya gak Bi "ucap Nadia sambil melirik ke arah BI Inah yang tentu nya di Jawab anggukan oleh BI Inah


"Mamah ini aneh deh ,bukan berarti ngidam juga dong Mamah .masa cuman gara-gara Arhan tiba-tiba suka yang asem-asem malah di kira ngidam kan aneh "

__ADS_1


"Becanda sayang ,lagian Mamah percaya ko sama kamu Ar ,kalo kamu itu anak yang baik jadi Mamah yakin kalo kamu itu gak bakalan lakuin sesuatu yang enggak-enggak.


__ADS_2