ATHAYA

ATHAYA
Cegatan di tengah jalan


__ADS_3

Kenapa Papah melakukan itu semua Pah, kenapa Papah berubah menjadi orang egois seperti ini .Mama benar-benar kecewa terhadap Papah yang seperti ini "ucap Nadia yang kecewa dengan sikap suaminya apalagi setelah mendengar perkataan Arhan barusan jika suaminya itu terlibat dengan kepergian Athaya 18 tahun yang lalu, ia pun langsung pergi meninggalkan suaminya yang ada di sana dengan wajah penuh kecewa.


****


"Ken ayo sarapan dulu, Mamah udah buatin Ken nasi goreng loh!" ucap Athaya ketika melihat anak bujangnya itu baru keluar dari kamarnya lengkap dengan seragam sekolahnya.


"Wih enak tuh kayaknya Mah!!" ucap Keenan yang langsung duduk dan mengambil nasi goreng tersebut ke dalam piring miliknya yang memang sudah disiapkan oleh Mamahnya.


"Ya sudah makan yang banyak ya sayang supaya kamu semangat buat belajarnya di sekolahnya nanti "


"Iya Mah makasih" sekilas Ken mencuri-curi tatap ke arah Mamahnya Ken berniat untuk bertanya sesuatu kepada Mamah nya .Namun iya tidak mau membuat Mamahnya bersedih, karena pertanyaan tersebut memang menjurus kepada kejadian kemarin.


Athaya yang melihat gelagat aneh dari Anaknya pun langsung segera bertanya


"Kenapa Ken? apa ya ada sesuatu yang mau Ken tanyakan kepada Mama?" ucap Athaya sambil menatap ke arah Keenan yang kini masih menundukkan kepalanya


Dengan ragu-ragu keenan pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan dari Mamahnya


"Apakah Mama benar-benar akan mulai berhenti bekerja hari ini? maaf Mah ini semua karena kelancangan Keenan kemarin,Ken hanya tak mau jika nantinya akan terus melihat Mamah diperlakukan seperti itu mah Keenan tak rela jika seseorang merendahkan Mama seperti itu.


"Mamah tidak apa-apa kok sayang, kamu tak perlu khawatir lagian pekerjaan juga masih bisa dicarikan, jadi Keenan tak usah khawatir dengan Mama .Sebelumnya Mama mau mengucapkan terima kasih kepada kamu sayang, karena kemarin Keenan telah membantu Mama di sana jika saja tidak ada kamu entahlah kemarin jadinya akan seperti apa! "


"Iya Mah sama-sama ,itu sudah kewajiban Kenan untuk untuk melindungi Mamah selama Keenan masih ada sebisa mungkin Ken akan melindungi Mama seperti Mama yang dulu selalu melindungi Keenan saat Keenan n masih kecil! " ucap nya tulus


***


Kini arhan yang sudah sampai di kantornya terlebih dahulu bahkan sebelum waktunya jam kantor dibuka Arhan kini sudah ada di dalam ruangannya, ia berniat untuk menjelaskan semuanya kepada Athaya dan berniat untuk meminta maaf atas kejadian kemarin .Namun setelah 1 jam lebih Arhan menunggu kedatangan Athaya di ruangannya , namun yang ditunggunya sama sekali tak datang


"Perasaan Arhan menjadi gusar karena sampai sekarang Athaya belum juga sampai apa lagi setelah mendengar kata-kata Keenan kemarin jika Mamanya akan mengajukan surat pengunduran diri, Arhan semakin di buat tak karuan .


Arhan yang berniat untuk menemui Athaya ke rumahnya sekarang, namun tiba-tiba kepergian nya harus tertunda karna ada meeting mendadak yang mengharuskan Arhan untuk menghadiri meeting itu tanpa bisa diwakilkan ti. Arhan pun mau tak mau akhirnya menghadiri meeting terlebih dahulu sebelum ke rumah Athaya.Arhan berpikir jika nanti saja selesai meeting ia akan langsung menemui Athaya ke rumahnya.


****


"Stop !"

__ADS_1


Nayara merentangkan kedua tangannya dan menghadang jalan sebuah motor yang akan melaju keluar dari parkiran.


Dia hanya me nyengir membuat si pemilik motor langsung mematikan mesin motornya dan membuka kaca helm dengan raut wajah yang kesal , sedang Nayara malah biasa saja ia sama sekali tidak merasa bersalah ,berbeda dengan pemilik motor yang kini sudah nampak kesal


"Minggir lo!" serunya sambil menatap Nayara dengan tajam.


"Senyum dulu dong ka Keenan ke aku, tapi yang paling manis! "


"Gila loe ,,,,, nggak ngapain juga gue tiba-tiba harus senyum ke elo, nggak penting tau gak !!"ucap keenan jengah


Nayara sedikit cemberut "Tapi aku pengen lihat ka Keenan senyum ke aku, buruan kak abis itu aku janji deh bakalan langsung minggir ,gak bakalan halangi jalan Kaka !!"


"Enggak! "seru Keenan Dia kemudian menyalakan lagi mesin motornya hingga membuat menyali nayara pun sedikit menciut, dia berkali-kali meneguk ludahnya susah payah


"Minggir gak, atau gue tabrak juga lo!!"


Kedua tangan nayara turun


"Jadi masih nggak mau juga senyum ke aku nih?" ucap Nayara.


Keenan makin menetap Nayara tajam dengan gas motor yang terus dimainkan, beruntung keadaan sekolah sudah sepi hingga dia tidak akan mendapat masalah dengan guru kali ini .


"Buruan minggir" Nayara menghela nafasnya kemudian bergerak minggir dari hadapan motor Keenan hingga motor itu bisa melaju keluar gerbang sekolah . Nayara pun hanya bisa melambai singkat sambil mengucapkan


"Hati-hati kak" dengan nada lemah mengapa begitu sulit untuk sekedar meminta senyumannya pun Nayara sama sekali tak mampu membuat Arhan mewujudkan itu,apa disisa hidupnya ini ia harus benar-benar menyerah untuk mendapatkan Keenan , laki-laki cinta pertama itu.


Keenan yang sudah melaju meninggalkan pekarangan sekolah kembali dibuat berpikir Keenan merasa dirinya terlalu bersikap kasar terhadap Nayara, tapi jika iya tidak bisa bersikap tegas terhadap wanita itu pastinya Nayara akan selalu berbuat seenaknya apalagi Keenan jika tahu wanita itu sama sekali pantang menyerah dalam melakukan hal apapun termasuk dalam mengejar-ngejar dirinya.


***


"Assalamualaikum Mah Ken pulang !!"


"Waalaikumsalam Sayang "


"Wah Mama lagi buat apa tuh , Keenan boleh cobain gak ?"tanya Keenan yang kini sedang menatap berbagai macam kue yang sepertinya baru saja selesai di buat oleh Mamah nya.

__ADS_1


"Boleh dong Sayang ,ayo di cobain sekalian Mamah mau minta pendapat sama Keenan kue buatan Mamah ini enak atau enggak ?"ucap Athaya sambil menyodorkan kue tersebut ke arah Keenan, Keenan pun langsung mengambil kue tersebut dan mencicipi nya


"Gimana sayang enka nggak ?"


"Wih enak mah ,ini enak banget loh ,,,Keenan suka mah sama kue nya ."


"Ya Alhamdulillah kalo Kue nya enak ,dan Keenan suka , Mama seneng denger nya . Sayang"


Ketika keduanya sedang asik mengobrol dan bercanda , keduanya tiba-tiba di kagetkan dengan ketukan pintu dari arah luar , menandakan jika ada tamu yang datang


Kini Keenan dan Athaya pun saling memandang


"Biar Ken aja yang bukain pintu ke depan Mah !!"tawar Keenan


"Nggak usah Ken tunggu saja di sini, biar Mama saja yang membuka pintu ke depan " ucap Athaya yang tak tega melihat Keenan yang kini sedang memakan kue malah terganggu dengan kedatangan tamu yang tiba-tiba dan entah siapa.


Athaya pun langsung bergegas menuju ke arah pintu depan, dan langsung membukakan pintu tersebut ,Athaya di buat terkejut kala membuka pintu ternyata tamu yang datang ke rumah nya itu adalah Arhan.


"Ada urusan apa anda ke sini lagi pak , urusan kita sudah selesai saya mohon kepada anda untuk tidak menggangu lagi saya dan anak saya !"


Arhan yang kini ada dihadapan Athaya secara tiba-tiba langsung berlutut di hadapan Athaya ,Athaya yang kini sedang berdiri pun di buat sungkan sendiri.


"Apa yang anda lakukan pak ? Anda tak seharusnya melakukan ini , pulang lah pak saya mohon kepada anda untuk tidak menggangu saya lagi!!"


"Aya aku mohon kepada kamu untuk saat ini tolong maafkan aku bila perlu ,caci maki saja aku Ay , atau pun tampar lah aku sebagai laki-laki yang bodoh tak berguna ini "ucap Arhan lirih penuh sesal


Athaya yang tak tega pun langsung memegang pundak Arhan yang sedang berlutut dan menuntun nya untuk kembali berdiri


"Apa lagi yang bapak inginkan dari saya pak ?mengapa anda harus melakukan semua ini pak !!"ucap Athaya tertahan menahan sesak di dadannya namun ia berubah untuk tetap mengeras kan hatinya.


"Apakah aku pantas menginginkan sesuatu darimu?" Arhan kemudian menggeleng keras


"Jika kamu masih berbaik hati Saya hanya ingin belas kasihanmu Athaya "ucap Arhan dengan tatapan penuh sesal yang terlihat menyakitkan


Athaya masih diam tak menjawab, membiarkan Arhan mengeluarkan apa yang ingin ia katakan entah itu pembelaan ataupun penyesalan.

__ADS_1


"Maafkan aku Athaya, karena dari dulu sampai sekarang Aku bahkan tak bisa melindungi kamu bahkan putra kita dari perbuatan Papah! "ujar Arhan dengan mata berkaca-kaca


Athaya kini malah menunduk karena hanya itu yang membuat Arhan juga melakukan hal yang sama namun Athaya masih belum memberikan jawaban.


__ADS_2