
Gak ,,,aku gak mau !"ucap Athaya,
Saat melihat Arhan sedang lengah Athaya mencoba kabur, berlari menuju ke arah pintu dan mencoba membuka nya namun nihil pintunya benar-benar susah di buka karna Arhan telah menguncinya.
Arhan yang melihat Athaya yang sedang memaksa membuka pintu pun langsung mendekat ke arah Athaya kemudian menggendong tubuh Athaya secara paksa dan menjatuhkan nya di atas kasur king size nya.
"Lepasin aku Ar ,aku mohon !!"ucap Athaya yang terus memberontak, dalam dada sudah berdebar tak karuan takut jika Arhan akan melakukan hal gila seperti dulu yang kedua kalinya, itulah isi benak kepala Athaya sekarang ,Athaya yang terus memberontak semakin membuat Arhan menggila ,bukannya berhenti kini Arhan malah terus mem3ng3cupi wajah Athaya sesaat kemudian terasa tangan besar mulai meraba, lengannya terus merayap hingga akhirnya berhenti di a**t k3ny4l milik Athaya arhan terus m3r3m4snya mmmnya , yang awalnya kasar dan menuntut namun lama kelamaan berubah menjadi lembut
"Ughhh ,,,,, lenguhan Athaya akhirnya lolos , Athaya yang kembali merasakan sentuhan ke dua dari Arhan, hanya bisa pasrah karena dari tadi ia sudah lelah berontak di awal karena ia kalah tenaga dari Arhan.
Sentuhan demi sentuhan terus di lakukan oleh Arhan di setiap titik s3ns1t1p tubuh Athaya yang membuat Athaya ingin mengeluarkan suara suara menjijikkan namun sebisa mungkin Athaya tahan Athaya memejamkan matanya sambil mengigit bibir bawah nya agar suara laknat nya itu tak keluar.
Arhan yang melihat Athaya sengaja menahan desahannya pun tak tinggal diam ia langsung merobek baju yang di kenakan Athaya secara paksa hingga membuat dua kancing kemeja atas nya berhamburan
"Ar ,,sadar ini salah ,kamu gak boleh gini Ar ,,,sadar!"ucap Athaya , bukan mendapatkan jawaban kini Arhan malah membungkam mulut Athaya dengan bibir nya .
Setelah puas dengan b***r Athaya yang menurut Arhan seperti candu , Arhan pun melanjutkan aksi nya membuka kain yang tersisa di tubuh Athaya dan dirinya hingga kini keduanya pun sama-sama polos .
Saat ini Athaya sudah tak bisa berpikir apa pun setiap rangsangan yang diberikan oleh Arhan kali ini sudah benar-benar merenggut kewarasan nya .
__ADS_1
***
kejadian yang harus nya tak terjadi pun kini telah terjadi ,dan yang lebih parahnya lagi bukan hanya sekali Arhan melakukan p*******n nya , melainkan hingga beberapa kali . sungguh Athaya tak tau berapa kali Arhan melakukan itu kepadanya karna Athaya sempat pingsan di karna kelelahan.
***
Athaya mulai membuka mata , kelopak matanya pelan pelan mulai terbuka hingga bulu mata lentik athaya ikut mengibas , seiring dengan mata nya yang berkali-kali mengerjap guna menetralkan cahaya yang ada di ruangan itu .
Ingatan Athaya kembali di tarik mundur ke belakang tentang kejadian tadi , athaya ingat betul bagai mana Arhan m********n Athaya tadi bahkan ini pun yang ke dua kalinya setelah ke jadian 18 yang lalu .
Air matanya kembali menetes membasahi wajahnya cantik nya ,saat Athaya ingat dengan kejadian itu yang membuat Athaya merasa sungguh sesak di dadanya, rasanya sekarang Athaya ingin berteriak sekencang mungkin untuk menguak kan sakit di dadanya ,namun tubuhnya benar-benar lemas.
Athaya melihat ke arah jam dinding yang terpasang didepan nya ,ia melihat waktu menunjukan pukul 15:20 sore hari.Athaya menatap ke arah samping di mana Arhan yang kini sedang terlelap sambil memeluk nya ., sejenak Athaya menatap Arhan dengan tatapan yang tak dapat di artikan , sejak Athaya merasa benci namun tidak dapat di pungkiri di dalam hati Athaya juga masih ada rasa cinta dan sayang kepada Arhan dari dulu sampai sekarang pun masih sama tidak ada yang berubah.
"Ya tuhan jika saja dia adalah takdir terbaik untuk ku tolong lah selalu dekat kan kami , tetap jika dia bukan lah takdir terbaik untuk diriku segera jauh kan lah dia dari hidupku !"ucap Athaya yang kini tengah berdoa dan berharap sambil menatap Arhan yang masih terlelap,.
Athaya pun Bagun dari tidurnya memijakkan kaki nya di atas lantai yang terasa dingin ,untuk memungut bajunya yang berserakan Karana di lempar asal oleh Arhan .untung saja bajunya masih bisa ia pakai walaupun ada kancing yang copot sekali pun , Athaya berjalan tertatih menuju ke toilet guna mempersingkat waktu untuk memakai pakaian dan setelah itu ia akan meninggalkan tempat ini .
Athaya yang kini sudah lengkap memakai pakaian nya pun langsung keluar dari toilet dan menutup pintu toilet sepelan mungkin agar Arhan yang sedang terlelap tak terbangun , percobaan pertama berhasil Athaya pun langsung melanjutkan langkah nya ke arah pintu kamar.namun siapa sangka justru kini Arhan telah terbangun
__ADS_1
"Mau ke mana kamu ?"ucap Arhan ketika melihat Athaya yang akan membuka kan pintu ke luar
"Ambilah cek ini sebagai bayaran kamu hari ini karna telah menemani saya !"ucap Arhan yang membuat Athaya merasa kan sakit , sakit yang teramat sakit oleh perkataan Arhan yang seolah olah merendahkan nya .
Maksud kamu apa ?"
"Bukan jika setelah memakai ,pelanggan harus membayar ??, tidak usah sok polos itu tip untuk kamu jika masih kurang kamu bisa minta lagi."
Sungguh tak berperasaan arhan kini benar-benar telah melukai hati Athaya benar-benar dalam kali ini .
"Tidak usah melakukan tangisan buaya mu di hadapan saya ,saya tidak menyangka ternyata Athaya yang saya kenal dulu telah berubah, jujur saja saya lebih suka dengan Athaya yang dulu , Athaya yang apa adanya.percuma saja cantik tapi kelakuan mu sekarang malah bertolak belakang dengan kelakuan kamu yang dulu Athaya.
"Laki-laki mana yang pertama kali mengambil nya Athaya katakan ?? apakah b3r0nd0ng yang tinggal seatap dengan kamu yang telah m******t ke s**Ian mu ?"ucap Arhan dengan amarah yang membuncah.
"Maksud kamu apa ? "
"Pasti dia kan yang telah mengambil ke h0rm4t4nmu ?iya kan ?,,, sungguh menjijikkan."ucap Arhan yang tidak percaya jika kini Athaya nya sudah tidak v****n lagi , walaupun rasanya masih terasa sempit namun Arhan sama sekali tak melihat bercak noda di seprei nya , padahal di CV Athaya sama sekali tak tertulis jika athaya kini telah menikah,namun tidak menyangka jika sekarang athaya sudah tidak s**i lagi .apa sebegitu bebasnya hubungan athaya dengan berondong itu . pikiran Arhan
"Jijik,,,,,,"ucap Athaya lirih sambil tersenyum sinis ke arah Arhan.
__ADS_1
"Anda bilang jijik ,,,,, sungguh lucu "ucap nya sambil tergeletak , bahkan anda mengulangi nya hingga beberapa kali ,jika anda merasa jijik mengapa anda tidak mengakhiri nya dari awal saja ,tapi yang saya lihat bukan nya jijik tapi anda malah terlihat seperti menikmati nya apakah itu yang di namakan jijik ."skakmat
Arhan tidak mampu membalasnya ucapan athaya karena ucapan athaya memang sepenuhnya benar .