ATHAYA

ATHAYA
Amarah Arhan


__ADS_3

Ya sudah kalau gitu ken pamit ke kamar dulu mah, aunty Nara soalnya Kenan mau bersih-bersih dulu " ucap Keenan sambil menatap ke arah Athaya dan Nara secara bergantian.


***


Di sisi lain, setelah Arhan mengantar pulang keenan. Arhan pun langsung segera pergi menuju ke rumah orang tuanya yang ada di Jakarta. Karena ia akan menuntut penjelasan atas apa yang telah Papah nya lakukan kepada Athaya dulu .


Kini Arhan tengah mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan di atas rata-rata ,bahkan kini sudah banyak pengendara lain yang mengumpatnya karena kelakuannya yang sudah seperti raja jalanan ! tapi Arhan sungguh tak perduli yang ia inginkan sekarang hanyalah ingin segera sampai ke rumah orang tuanya yang ada di Jakarta.Saking cepatnya Arhan mengendarai mobil miliknya. Bahkan jarak tempuh jakarta-bandung yang biasanya terpaut waktu 3 jam , kini arhan yang mengendarai dengan kecepatan di atas rata-rata hanya membutuhkan waktu satu setengah jam saja untuk sampai di Jakarta.


Arhan yang sudah sampai di rumah orang tuanya kini langsung masuk tanpa mengucap salam terlebih dahulu seperti biasanya ketika ia berkunjung ke rumahnya orang tua nya,bahkan kini Nadia yang tengah duduk di ruangan tengah pun sampai kaget dengan kedatangan Arhan yang tiba-tiba dan mendorong pintu utama cukup keras.


"Ar ,,,, Kamu kenapa ? kapan kamu datang Sayang kok nggak bilang dulu ke Mama Nak kalau kamu mau datang ke rumah? "ucap Nadia saat melihat kedatangan Arhan yang tiba-tiba.


"Papah di mana Mah ? " bukannya menjawab ucapan dari Mamahnya, kini Arhan malah menjawab ucapan Mamahnya dengan jawaban yang lain dan Arhan malah menanyakan keberadaan Papah nya.


yang malah membuat Nadia cukup heran karena tak biasanya anak semata wayangnya itu menanyakan keberadaan Papah nya seperti sekarang.


Nadia dapat menyimpulkan jika kemungkinan ada sesuatu yang terjadi, sehingga Arhan kini mencari papah nya .

__ADS_1


"Papah ada di ruang kerja nya Ar, memang nya ada apa Ar? kenapa kamu cari Papah kamu Nak ?"ucap Nadia, Namun kini Arhan sama sekali tak menjawab ucapan Mamahnya.


dengan langkah cepat yang dipenuhi amarah Arhan pun langsung menuju ke Arah lantai atas Di mana Papah nya berada.


Nadia yang melihat anaknya yang pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa pun langsung ikut menyusul Arhan yang sudah terlebih dahulu menuju ke lantai 2 di mana ruang kerja suaminya itu berada.


Brakkk


Suara pintu yang dibuka secara kasar oleh Arhan kini terdengar menggema di ruangan lantai 2 ,bahkan Anggara yang kini sedang ada di dalam ruangan tersebut pun merasa kaget atas apa yang telah Arhan lakukan.


"Apa yang sudah Papah lakukan 18 tahun yang lalu kepada Athaya Pah?"tanya Arhan dengan wajah penuh emosi, namun kini Arhan masih mencoba untuk menahan luapan amarahnya karena ia ingin mendengar apa yang akan dilakukan oleh Papahnya apakah ia akan berbohong atau berkata jujur dan mengakui semua kesalahannya yang telah ia lakukan 18 tahun yang lalu kepada Athaya.


"Arhan,,,,! Kamu ini bicara apa sih, Papah harap kamu tahu batasan kamu ,untuk berbicara sopan kepada orang tua kamu sendiri !!" ucap Anggara yang mencoba menyangkal pertanyaan dari anaknya.


Kini Arhan hanya bisa menatap tak percaya terhadap laki-laki yang dulu selalu Arhan banggakan dan selalu Arhan jadikan panutan namun setelah Kejadian ini Arhan menjadi hilang respect dan kecewa terhadap Papahnya itu.


"Apa dulu hati Papah terbuat dari batu sampai tega menyuruh Athaya untuk pergi dari Panti Asuhan bahkan Papah juga dengan teganya dulu telah mengancam Athaya ,akan menghancurkan Panti Asuhan tempat tinggal Athaya Jika saja dulu Athaya tidak meninggalkan Arhan ? apakah itu betul Pah Arhan harap kali ini Papah tidak membohongi Arhan lagi, karena Arhan sudah cukup kecewa dengan kelakuan Papah yang memperlakukan Athaya seburuk itu."tegas Arhan

__ADS_1


"Cih ,,,, hanya demi untuk membela wanita seperti itu, kamu bahkan rela menentang seorang Ayah yang hanya ingin membuat masa depan anaknya baik, seharusnya kamu itu bersyukur Ar Karena Papah telah menjauhkan kamu dengan wanita seperti dia, dan kini Papah telah menjodohkan kamu dengan Aletta wanita yang lebih baik dari segi apapun dibandingkan dengan wanita itu.!"ucap Anggara yang masih kekeh dengan pendiriannya yang terus membenci Athaya sampai saat ini.


Sungguh kali ini Arhan di buat muak dengan sikap papah nya yang terkesan selalu memaksakan kehendaknya sendiri tanpa mau mendengar perkataan Arhan yang menurutnya selalu salah di matanya.


"Apakah wanita inikah yang Papah sebut wanita baik dari segi manapun? "ucap Arhan sambil melempar foto-foto perselingkuhan Aletta dengan laki-laki lain.


"Apakah wanita seperti itu kah yang pantas menjadi istri dan ibu dari anak-anak Arhan kelak, Arhan sungguh tak menyangka jika Papahnya hanya menilai dan membandingkan orang dari segi materi saja .


Begitupun juga dengan Nadia yang kini menetap kecewa ke arah suaminya yang menurutnya itu sangat keterlaluan. Nadia kini hanya bisa diam menatap kedua laki-laki berbeda usia itu sedang bersih tegang di hadapannya.


"Jangan mengada-ada Arhan itu pasti semua hanya lah akal-akalan kamu saja kan agar kamu bisa memutuskan pertunangan kamu dengan Alleta , Papah mengenal baik Aletta itu wanita seperti apa ,jangan bilang kamu melakukan itu semua hanya karna kamu ingin kembali bersama wanita miskin itu Ar , seharusnya kamu itu jangan bodoh karna mau saja di racuni oleh wanita seperti dia !"


Bukannya mengakui kesalahan atas apa yang telah ia lakukan, kini pria paruh baya yang ada di hadapan Arhan malah memilih menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan yang telah ia perbuat dulu.


"Bukan Arhan lah yang telah dipengaruhi oleh Athaya,,,,,, justru papah lah yang telah dipengaruhi oleh wanita sialan itu Pah. hingga Papah menjadi orang yang egois, bahkan Arhan kini sudah tak mengenal Papah karena Papah yang sekarang sungguh berbeda dengan Papah yang dulu Arhan kenal !"ujar Arhan meninggi, bahkan ucap nya terdengar tegas itu pun membuat Anggara cukup kaget dan mundur satu langkah, karena baru kali ini ia melihat kilat amarah yang begitu membara di mata Putra semata wayangnya itu.


Kini Anggara hampir menyela ucapan Arhan sebelum Arhan kembali bersuara

__ADS_1


"Dan satu lagi, apapun yang terjadi Arhan akan tetap menikahi Athaya dan Arhan ingatkan kepada Papah untuk tidak ikut campur dalam keputusan yang Arhan buat! "ucap Arhan yang langsung pergi meninggalkan papanya yang kini masih berteriak memanggil namanya.


__ADS_2