ATHAYA

ATHAYA
ungkapan hati Arhan


__ADS_3

"Mas mau makan,kalo semisalkan kamu yang nyuapin mas Ay ,!!"ucap Arhan yang kini sedang merengek kepada Athaya .


"Idih mas Arhan ini kan udah gede ,jadi mas Arhan seharusnya bisa makan sendiri dong ,gak perlu di suapin kaya anak kecil ."


"Ya udah kalo kamu gak mau nyuapin ,mas bakalan mogok makan deh ,"ucap Arhan yang langsung bersedekap dada tak lupa ia juga menampilkan wajah cemberutnya,yang tentunya saja membuat Athaya kini tersenyum gemas saat melihat tingkah mengemaskan laki-laki tampan yang ada di hadapannya ini .


Bukannya menurut dan langsung menyuapi Arhan untuk segera makan , Athaya dengan sengaja malah menggoda Arhan .


"Kalo mas Arhan mogok makan ,emang nya mas mau apa kalo mas harus lebih lama lagi tinggal di sini ,karna kembali sakit ?" ucap Athaya yang langsung membuat Arhan seketika langsung diam sejenak ,mencerna ucapan perempuan yang dicintainya itu.


"Gak papa lah kalo semisalkan mas sakit lagi ,dan harus lebih lama tinggal disini ,asalkan tiap harinya mas terus di temenin bidadari cantik yang satu ini mas gak bakal nolak."ucap Arhan sambil menoel pelan hidup mancung Athaya.


"Idih mas Arhan ini ,jangan sembarang kalo ngomong ucapan itu adalah doa loh mas hati-hati loh sama ucapan nya ,,,,lagian mas ini lagi sakit juga masih bisa bisanya gombal coba !"ucap Athaya sambil tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya saat mendengar gombal dari Arhan


"Ya udah aku suap pin mas Arhan ,tapi mas harus janji ya kalo makan nya mau aku suapin. masnya harus habisin makan nya ,awas aja kalo semisalkan makan nya gak di abisin aku gak bakalan mau lagi loh nanti kalo di suruh nyuapin mas Arhan ."


"Oke siap Ibu bos, Mas janji bakalan abisin deh semua nasinya walaupun Mas tahu masakan rumah sakit gak pernah enak! "ucap Arhan


"Ya sudah ayo buka mulutnya Mas ,,,aaa "ucap Athaya yang kini tengah menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk pauk kepada Arhan, dengan sigap Arhan pun langsung menyambut tangan Athaya yang sedang memegangi sendok berisi nasi dan lauk pauk untuk menyuapinya.


"Khmm ,,,,,"Keenan yang tiba-tiba berdehem singkat saat melihat Mama nya yang kini sedang menyuapi Papah nya dengan telaten .


Athaya yang kini sedang menyuapi Arhan pun seketika langsung kaget saat melihat putranya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya .


"Ken ,,,,!!"ucap Athaya


"Di lanjut aja mah ,,,, maap kalo Ken ganggu ,!!"ucap Keenan sembari tersenyum senang saat melihat Mamah nya yang kini mulai mendekat lagi dengan papah nya .


"Hah ,,, nggak kok sayang kamu sama sekali gak ganggu loh ,ini nih papah kamu Ken liat deh manja banget ,masa udah tua kaya gini masih minta di suapin !"ucap Athaya yang kini terlihat salah tinggi ketika kepergok sedang menyuapi Arhan .

__ADS_1


"Ya gak papa lah mah lagian kan papah lagi sakit ,jadi wajar kalo papah manja-manja ke Mama kaya gini !"ucap Keenan yang kali ini mencoba membela Papah nya .


"Tuh kan Ay ,kata putra kita juga apa , jadi kamu gak boleh nolak kalo semisalkan mas mau minta di suapin lagi !"Arhan merasa menang kali ini karna putranya lebih berpihak kepadanya .


"Iya,,,,, iya , ayo cepetan mas makanan nya di makan lagi .biar mas nya cepat sembuh kalo mas banyak makan nya "


"Ken izin ke luar dulu ya mah Pah ,mau cari makanan , sekali Ken juga mau cari makanan buat mamah, kayaknya mamah juga belum makan ? "ucap keenan yang langsung beranjak dari duduknya untuk meninggalkan ruangan inap papah nya .


"Ken tunggu dulu nak ,,,ucap Arhan yang kini memanggil putranya kembali


"Ambil ini nak gunakan untuk keperluan kamu dan mama kamu "ucap Arhan yang kini menyenangkan kartu black card kepada putranya .


"Pah ,,,maap , Keenan gak bisa menerima ini !"ucap Keenan yang kembali menyodorkan kartu tersebut kepada Papah .


"Ambilah ini nak ,,,, Anggap saja kartu ini sebagai tanggung jawab papah kepada kamu selama beberapa tahun ke belakang karna sudah melalaikan kamu dan mamah kamu dulu ,papah tahu jika kartu ini sama sekali tak akan pernah mengganti apapun .tapi papah mohon kepada kamu kali ini untuk menerima pemberian papah nak !"ucap Arhan


Kini Keenan pun langsung melirik ke arah Mamah nya meminta persetujuan , jujur saja sebenarnya Keenan enggan menerima kartu tersebut dari Papah ,namun Ken juga harus bisa menjaga perasaan Papah nya ,jika saja ia sampai menolak permintaan Papah Ken takut membuat Papah nya terlalu karna penolakan nya .


"Apanya yang berlebihan Athaya , justru itu Sama sekali tiada ada apa-apanya di bandingkan pengorbanan kamu yang dari dulu bahkan membesarkan putra kita sendirian , sedang aku ,aku bahkan Sama sekali tak mengetahui kenyataan bahwa aku memiliki seorang putra hingga putra kita berumur 18 tahun .Aku mohon Aya izinkan lah Ken menerima kartu itu sebagai bentuk tanggung jawab aku kepada putra ku !"seru Arhan.


Athaya pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan dari Arhan .


"Baiklah pak ,Ken akan menerima kartu ini dan insya Allah akan mengunakan kartu ini sebaik mungkin untuk keperluan mamah dan Keenan ! terimakasih karna papah sudah memberikan kartu ini kepada Keenan "ucap Ken


Arhan pun langsung tersenyum senang saat mendengar perkataan Putranya yang kini telah menerima kartu pemberian nya .


"Kalo gitu Ken tinggal dulu keluar ya mah Pah !"


"Iya nak "ucap Arhan dan Athaya secara bersamaan .

__ADS_1


Arhan yang melihat putranya nya sudah pergi meninggalkan kamar inap nya pun langsung kembali membuka suara dan mencoba untuk bertanya lagi kepada Athaya baik-baik mengenai hubungan mereka berdua.


"Athaya ,,,,"


"iya mas ada apa ?"ucap Athaya yang kini langsung menoleh ke arah laki-laki yang kini masih bertengger di posisi puncak dalam hatinya .tanpa bisa tergantikan.


"Apakah mas boleh bertanya sesuatu?"ucap Arhan sedikit ragu-ragu .


"Boleh mas ! Memang nya mas Arhan mau tanya apa ?"ucap Athaya yang kini tengah menatap lembut manik mata elang milik Arahan


"Aya ,maap sebelumnya jika mas terkesan egois dan terus mendesak kamu ,jujur saja mas sama sekali tak bisa membohongi perasaan mas sendiri Athaya .dari dulu sampai sekarang perasaan mas hanya tak pernah berubah,hanya ada kamu yang mengisi posisi itu .Maap sekali lagi jika mas berbicara lancang seperti ini ,jika boleh mengajukan permintaan mas mau menikah kamu secepatnya Athaya ,mas mau menjadikan kamu sebagai wanita yang menjadi pendamping hidup mas sampai mas tua kelak ,dan tentunya menjadi ibu dari anak-anak kita ."


"Mas jujur saja , sebenarnya aku juga masih memiliki perasaan yang sama seperti mas Arhan selama ini !tapi setidaknya kita juga harus meminta persetujuan dari putra kita mas ,karna aku takut membuat keenan kecewa Dengan keputusan kita jika kita tidak meminta persetujuan terlebih dahulu dari keenan mas ."


"Baik lah kamu tak perlu khawatir mas yang akan meminta restu dari putra kita , supaya mas bisa segera menikah wanita yang mas cinta ini ,tapi kamu juga harus janji Ay jika Keenan mau merestui hubungan kita kamu tidak boleh menolak jika mas akan langsung mengajak kamu untuk segera menikahi kamu secepatnya "


"Baik mas aku setuju "ucap Athaya yang langsung di jawab anggukan senang oleh Arhan karna sebentar lagi ia akan segera mempersunting wanita yang di cintai nya jika saja ia sudah menerima restu dari Putranya.


_


_


Keenan yang sudah ada di kantin rumasakit pun langsung memesan makanan untu dirinya dan Mamah nya ,di sela waktu menunggu makanan yang di pesan ,Keenan mencoba untuk menghubungi Nayara karna dirinya merasa khawatir dengan keadaan wanita itu , apalagi setelah tadi ia melihat mamah Nayara yang begitu marah kepada Nayara saat tahu jika tadi dirinya lah yang mengatakan Nayara pulang ke rumah nya .


"CK ,,,kenapa no nya gak aktif ya ?"tanya Keenan kepada dirinya sendiri , sungguh Keenan merasa gelisah ,saat tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nayara .


Keenan tidak tahu saja jika handphone milik Nayara kini tengah di sita oleh mamahnya .


"Hiks ,,,,,mamah jahat ,mamah jahat sama Nayara ,kenapa mamah harus lakuin ini semua sama Nayara mah ,kenapa ? "Isak Nayara yang kini sedang menangis sambil terduduk lemas bersandar di pintu yang telah di kunci dari luar oleh mamah nya .

__ADS_1


"Diam kamu Nayara ,ini belum seberapa ,jika mamah masih melihat kamu yang masih dekat dengan laki-laki miskin itu ,kamu lihat saja ,bukan hanya kurungan saja yang akan mamah lakukan kepada kamu Nayara , yang jelas akan semakin mengerikan dari ini jika kamu sampai berani melanggar perkataan mamah !"ucap Marina berteriak di balik pintu kamar putrinya ,kemudian pergi meninggalkan kamar Nayara yang memang telah sengaja ia kunci dari luar .


__ADS_2