
"Ugh ,,,"terdengar Arhan yang kini melenguh pelan berusaha menutupi cahaya yang menyilaukan matanya dengan telapak tangannya ,pandangan Arhan terasa mengabur, namun sedetik kemudian Arhan melihat bahwa ada Athaya yang kini sedang tertidur di kursi yang ada di sampingnya terlihat juga putranya Keenan yang kini sedang tertidur di sofa yang ada di ruangan ini.
Arhan sempat bertanya-tanya sendiri di manakah ia berada sekarang ,apakah ia sedang berada di alam mimpi karena bisa melihat wanita yang dicintainya itu bahkan berada begitu dekat dengan dirinya sekarang, begitupun juga dengan putranya.
Arhan pun mencoba mengingat kembali kejadian terakhir yang menimpa dirinya, setelah beberapa saat mengingat ,Arhan pun langsung diingatkan kembali dengan sebuah kejadian di mana Aletta yang dengan sengaja akan menikam Athaya,Namun dengan sikap ia menghadangnya sehingga membuat dirinya tertusuk oleh pisau yang diarahkan Aletta kepada Athaya, dan sampai di situ Arhan benar-benar dibuat lupa dan blank dengan situasi selanjutnya.
Arhan yang masih merasa jika semua yang ada di hadapannya ini hanyalah sebuah alam mimpi pun langsung mengangkat tangannya untuk memastikan, Jika ia bermimpi atau bukan ia mengusap lembut pipi Athaya dan tentu saja sekarang Arhan benar-benar merasakan ini semua terasa begitu nyata karena memang ia bukan sedang berada di alam mimpi melainkan sedang berada di alam nyata .
Athaya yang merasakan ada pergerakan di wajahnya pun langsung membuka matanya perlahan, sungguh Athaya begitu terkejut dan tentunya merasa senang saat ini ketika ia melihat Arhan yang sudah sadar dari koma nya
" Kamu sudah bangun Ar ? "ucap Athaya yang kini langsung tersenyum ketika melihat arahan yang sudah siuman." Ken Papah kamu sudah sadar nak! "ucap Athaya yang langsung membuat Keenan yang ang tadinya sedang terlelap pun menjadi terjaga dari tidurnya
" Oh terima kasih Tuhan "ucap keenan yang kini langsung mengucap syukur
" Biar Ken panggilkan dokter dulu Mah sebentar,Mamah tunggu saja di sini jagain papa! "ucap Keenan yang langsung dijawab anggukan oleh Athaya
Tak lama kemudian datang seorang laki-laki memakai seragam putih dan 2 orang wanita di belakangnya yang juga memakai pakaian putih dipastikan dia adalah dokter yang dipanggil oleh putranya dan dua orang yang ada di belakangnya itu pastinya adalah seorang perawat .
Dokter itu pun mendekati Arhan, memeriksa dan mengatakan satu dua kalimat sebelum akhirnya melangkah keluar
"Aku senang saat melihat keluarga kecil yang aku impikan dulu kini benar-benar berada tepat di hadapanku"gumam Arahan dalam hati nya .
__ADS_1
Apakah masih ada yang terasa sakit Ar? "ucap Athaya sambil menyeka ujung matanya
Arhan menggelengkan kepalanya di hadapan Athaya, berusaha bersikap tegar agar ia tak membuat Athaya khawatir dengan keadaannya sekarang .Padahal keadaannya itu jauh dari kata baik, bahkan sekarang Arhan merasa jika sekujur tubuhnya itu terasa begitu ngilu apalagi di bagian perut yang begitu terasa sakit dan perih Arhan tahu mungkin itu memang efek luka dari tusukan pisau yang dilakukan oleh Aletta terhadapnya
"Sudah berapa lama aku di sini Ay?" tanya Arhan lemah .
"Kamu sudah 3 hari gak sadarkan diri Ar, aku benar-benar takut kalau kamu kenapa-napa Ar, maafkan aku, aku benar-benar merasa bersalah sama kamu Ar, karena gara-gara aku kamu malah terluka seperti ini! "ucap Athaya air matanya benar-benar menetes kali ini.
"Sssttt ,,,,,! kamu nggak usah nyalahin diri kamu seperti itu aya, lagi pula aku ikhlas nolongin kamu, jadi kamu nggak perlu ngerasa bersalah seperti itu oke "ucap Arhan sambil mengusap pelan pipi Athaya mencoba untuk menyeka air mata yang kini keluar dari pelupuk mata wanita yang kini sedang terlihat merasa bersalah kepada dirinya .
"Kemari lah Ken ! "ucap Arhan ketika melihat putranya yang kini hanya diam sambil menyaksikan pembicaraannya dengan Athaya .
Keenan yang mendengar panggilan dari Papahnya pun langsung berjalan mendekat ke arah Mamah dan papanya.
Ia sungguh-sungguh merasa gagal menjadi seorang anak yang sama sekali tak bisa melindungi mamanya sendiri.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah, papa bangga kepada kamu nak karena kamu adalah putra terbaik yang papa punya! "ucap Arhan yang kini langsung memeluk putranya.
"Maafkan Ken ,Pah karena Keenan sama sekali tak bisa menjaga Mama dengan baik dan malah membuat papa celaka tanda serut tanda ketik ujar Keenan yang masih tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri
" Sudahlah semuanya sudah berlalu, Jadi kamu jangan merasa bersalah seperti itu kan "ucap Arhan yang langsung dijawab anggukan kepala oleh.
__ADS_1
"**
"Kak Keenan ke mana ya Jen? udah 3 hari loh dia gak masuk sekolah ko perasaan gue tiba-tiba jadi gak enak kayak gini ya!" ucap Nayara yang kini tengah duduk berhadapan dengan sahabatnya Jenny di kantin sekolah
"Cielah yang katanya mau move on tapi 3 hari gak kelihatan batang hidungnya udah ditanyain aja, niat move on nggak sih lo Ra? "ucap Jenny menatap sebal kepada sahabatnya
"Iya niat sih niat Jen , tapi gue juga takut kalau semisalkan ada apa-apa sama dia! "ucap Nayara
"Udah lo mendingan positif thinking aja ingat lo juga harus belajar lupain dia Naya, lo nggak mau kan terus-terusan sakit hati kalau lo masih menaruh harapan besar sama dia? "
"Iya iya gue ingat! "ucap Nayara sambil mengerucutkan bibirnya
"Hai boleh ikutan gabung? "ucap seorang laki-laki yang kini sedang membawa nampan berisikan makanan
"Sorry sebelumnya kalau gue ganggu kalian ,kebetulan bangku di kantin semuanya penuh jadi gue mau numpang duduk di bangku kosong yang ada di sini "
"Iya boleh kok kak ,,,silahkan duduk.!"ucap Jenny yang kini langsung merespon permintaan laki-laki yang ada di hadapannya itu tanpa meminta persetujuan dulu kepada Nayara, laki-laki itu pun kini langsung duduk di sebelah Nayara .
"CK menyebalkan ,,,"gumam Nayara dalam hatinya .
Sebenarnya ia memang tak suka kepada laki-laki yang ada di hadapannya ini, namun mengingatkan Jenny sahabatnya itu menyukai laki-laki tersebut pun kini lahir sama sekali tak mau membuat gara-gara atau membuat keributan di hadapan orang banyak Jika saja ia sampai menolak laki-laki itu yang ingin duduk di sebelahnya. Athaya pun langsung melanjutkan makannya Bahkan ia tak peduli kepada sahabatnya yang kini sedang berceloteh dengan laki-laki tersebut .
__ADS_1
Ya dia adalah Arjuna laki-laki yang menjabat sebagai wakil OSIS di sekolahnya, Nayara tahu jika kini Arjuna sedang memperhatikannya, Nayara yang memang begitu cepat-ceplos pun langsung angkat bicara karna ketidak sukaan nya terhadap Arjuna yang kini masih menatap nya seperti itu .
"Kenapa kak Juna ?,apa di wajahku ada sesuatu yang aneh sehingga Kakak harus memperhatikan aku seperti itu?" ucap Nayara yang begitu tak nyaman dengan tetapan laki-laki itu bukannya Nayara bersikap sombong atau apa, melainkan nayara memang sudah tahu sifat asli laki-laki ini