
"Leih baik kamu mati saja Athaya, daripada kamu menjadi penghalang untuk kebahagiaan di hidupku "ucap Aletta yang kini langsung mengarahkan pisau tersebut ke arah tubuh Athaya .
Namun rencana Alleta untuk mengakhiri hidup Athaya ternyata gagal atau lebih tepatnya pis*u yang ia tusuk*n itu sama sekali tak mengenai tubuh Athaya, Karena kini Arhan sudah menghadangnya menggunakan tubuh nya dan otomatis pis*u yang tadinya Aletta arahkan kepada tubuh Athaya pun kini malah menusuk di tubuh Arhan.
Athaya yang melihat itu pun langsung berteriak histeris, Apalagi saat dirinya melihat darah yang kini mengalir dari tusukan pisau di tubuh Arhan
"Ar,,,,"ucap Athaya yang tak menyangka jika kini Arhan malah menolongnya. dan membuat dirinya sendiri terluka.
Arhan yang sebelumnya samar-samar sadar pun langsung tersenyum menetap ke arah Athaya saat tadi dirinya sempat melihat Athaya yang begitu mencemaskan nya , sebelum akhirnya memejamkan matanya karena Arhan kini sudah kehilangan kesadarannya "
"Bangun Ar ,Jangan tutup mata kamu Ar bangun! "ucap Athaya yang kini sedang memangku kepala Arhan yang sekarang sedang ditidurkan di paha nya .
"Nggak ,,,,,itu gak mungkin. ! aku bukan pembunuh, aku nggak bermaksud buat mencelakakan Arhan, enggak,,,,,,," teriak Aletta yang tak menyangka jika Arhan lah yang kini malah menjadi korban nya ,tergeletak bersimbah darah atas kelakuan gilanya itu
"Kenn cepat panggilkan ambulans kita harus segera bawa papa kamu ke rumah sakit sekarang Ken Sebelum terlambat! "ucap Athaya sambil terisak yang langsung dijawab anggukan oleh Keenan yang kini pun tak kalah panik saat melihat keadaan Papahnya yang terlihat tidak baik-baik saja.
"Aletta yang kini sudah merasa kalut pun langsung menjatuhkan pisau yang ia pegang kemudian berbalik berniat untuk kabur dari sana karena Aletta takut nantinya ia akan tersangkut hukum jika saja ia masih di sini dan tidak kabur "
Keenan yang melihat gerakan gerik Alleta yang akan melarikan diri pun langsung berteriak.
"Jangan kabur kamu wanita jahat, dasar pembunuh! "ucap kanan ketika melihat Aletta yang akan melarikan diri, Keenan pun akan mencoba untuk menghentikan wanita itu agar tak kabur, karena ia akan menjebloskan wanita jahat itu ke dalam penjara atas apa yang telah ia lakukan terhadap Papahnya
"Sudah Ken itu tidak penting yang terpenting sekarang kita harus segera membawa Papah kamu ke rumah sakit Ken ,karena Mama nggak mau kalau sampai terjadi apa-apa sama papah kamu Ken Mama nggak akan pernah bisa maafin diri Mama sendiri jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada papa kamu Ken hiks "ucap Athaya diiringi dengan
Akhirnya Keenan pun menuruti ucapan mamahnya, mengurungkan niatnya untuk mengejar wanita jahat itu yang sudah kabur.
***
_
__ADS_1
_
Sesampainya di rumah sakit dengan kondisi panik Keenan pun langsung berteriak memanggil tim medis yang ada di sana untuk segera menangani Papahnya yang kini sudah tak sadarkan diri
"Suster ,,,, dokter tolong Papah saya .!"ujar Keenan.
Kini Arhan pun langsung di bawa ke ruangan IGD menggunakan belangkar oleh perawat.
"Maaf Ibu dan adik sebaiknya menunggu di luar saja, agar dokter langsung segera memberikan tindakannya!" ucap seorang suster menghadang Athaya yang ingin masuk menyusul belangkar Arhan
"Tapi Sus" tolak Athaya karena ia sungguh ingin menemani Arhan dan ingin tahu keadaannya .
"Mohon kerjasamanya ya Bu!" ucap suster tersebut sembari menutup pintu ruangan tersebut.
"Hiks aku benar-benar minta maaf Ar gara-gara aku kamu malah jadi celaka seperti ini! "ucap Athaya yang kini sudah luluh ke lantai Karena ia merasa tak kuasa kala melihat keadaan Arhan yang kini tak sadarkan diri dan tidak baik-baik saja.
"Yang sabar mah, kita doakan saja papa .Supaya papa tak kenapa-napa dan cepat sadar!" ucap Kenan mencoba untuk menenangkan mamahnya
"Ia Ken sebaiknya kita beritahu orang tua papamu, tapi mama bingung harus menghubungi mereka lewat apa, karena mama sama sekali telah memiliki kontak mereka ! "ucap Athaya
" Biarkan yang cari nomor orang tua papa di kontak HP papa, kebetulan Ken sedang memegang handphone papah sekarang! "
Setelah mendapatkan persetujuan dari mamanya Keenan pun langsung menghubungi nomor kontak yang bertuliskan Mama di handphone milik papa nya , setelah telpon nya tersambung Keenan pun langsung mengabarkan tentang keadaan Papahnya saat ini kepada wanita yang baru saja mengangkat teleponnya yang Keenan,yakini jika wanita tersebut adalah neneknya Ibu dari papanya.
Seorang suster dan dokter pun terlihat keluar dari ruangan yang tadi ditempati oleh Arhan
"Bagaimana dengan keadaan pasien dok? apa dia baik-baik saja?" tanya Athaya cemas
"Apakah anda dari keluarga pasien penusukan yang ada di dalam? "tanya dokter Namun karena bingung bukannya menjawab pertanyaan dari dokter Athaya kini hanya diam karena ia juga tak mungkin mengaku-ngaku sebagai istri dari Arhan padahal ia bukan siapa-siapa nya Arhan.
__ADS_1
"Saya putranya dok!" jawab Kenan .
"Baiklah pasien mengalami luka cukup parah di bagian perut, akibat tusukan benda tajam. kami akan melakukan tindakan operasi tapi kemungkinan hasilnya itu hanya 70% saja dan ada efek lain yang ditimbulkan setelah pasca operasi, jika pihak keluarga menyetujui silahkan untuk melakukan tanda tangan dan segera mengurus semua biaya administrasinya! "jelas Dokter
Keenan dan Athaya kini saling berpandangan, karena keduanya begitu syok atas apa yang baru saja mereka dengar dari dokter yang mengatakan jika Arhan sekarang sedang tidak baik-baik saja. "bagaimana ibu dan masnya, apa pihak keluarga setuju untuk melakukan tindakan operasi?" tanya suster sekali lagi memastikan
"Baiklah Dok lakukan yang terbaik untuk kesembuhan papa saya Dokter!" putus Kenan ia berharap operasi papanya itu bisa berjalan dengan lancar.
Setelah mengurus semua administrasi. perawat pun langsung memindahkan arahan ke ruang operasi ini keenan dan Athaya pun sedang menunggu di depan ruangan operasi dengan perasaan cemas,
Lampu operasi masih menyala namun seorang ,suster kini terlihat keluar dari dalam ruang operasi tersebut "mohon maaf Ibu, kami membutuhkan satu kantong darah lagi untuk golongan darah AB, karena pasien kehilangan banyak darah dan kebetulan stok darah di rumah sakit ujar super tersebut
"Ambil darah saya saja sus , kebetulan golongan darah saya juga sama dengan golongan darah papa saya golongan darah AB ."
"Baik lah mari masnya ikut dengan saya, agar kita bisa melakukan transfusinya sekarang!"ucap suster tersebut .
Kenan pun kini langsung berdiri dari duduknya untuk mengikuti suster tersebut
"Mah Keenan tinggal dulu sebentar ya! "izin Kenan kepada mamahnya sebelum ia pergi.
"Ya Keen ! "jawab Athaya
Sepeninggalan Keenan Athaya kini hanya duduk diam di depan ruangan operasi ,tak lupa ia juga melafalkan doa doa di dalam hatinya untuk kesembuhan Arhan yang kini sedang bertaruh nyawa di ruang operasi .
"Aya bagai mana ke adaan Arhan hiks !"ucap seorang wanita paruh baya yang kini sudah ada di hadapannya
"Tante ,,,,Arhan di dalam Tan hiks !aku takut Tan ,aku takut Arhan kenapa-napa hiks "ucap Athaya lirih.
"Kita doakan saja , semoga Arhan baik-baik saja Athaya .karna mamah yakin kalo dia itu anak yang kuat "ucap Nadia yang kini langsung memeluk Athaya mencoba untuk menangkan Athaya ,padahal jauh di lubuk hatinya , keadaan sekarang sungguh-sungguh merasa hancur apalagi setelah mendengar anaknya yang kini sedang ada di ruang operasi .
__ADS_1
"Athaya ,,,,!"ucap Anggara yang kini sudah ada di hadapan Athaya dan istrinya.
Athaya yang merasa namanya di panggil pun langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah sumber suara .dan ternyata yang memanggil nya itu adalah Anggara papah dari Arhan ,Atau lebih tepatnya laki-laki yang dulu pernah mengusir nya tanpa perasaan .