
Atha dan Karin mendekati Sahabatnya yang sedang berfikir itu, "Oi bubu, Tumben gua liat lu mikir. Mikirin apaan lu?" Tanya Karin.
"Ah Hai, Karin Atha. Bubu lagi bingung nih"
"Kenapa kamu bu?" Tanya Atha.
Bubu berdiri, "Enggak deh enggak jadi, Itu gak terlalu penting, Yang penting sekarang Atha mau ngebalikin kunci ke leo kan?"
Atha dan Karin saling melihat, "Lu bener juga Bubu..." Jawab Karin.
"Okeee! Mari kita ke Pertempuran Sebenarnya...!", Teriak Bubu.
Kedua sahabatnya bingung dengan senyuman Bubu yang terlihat di paksakan.
❣❣❣
Pada Jam 15:15 Mereka bertiga Keluar dari kelasnya Bubu, 11 Ips 1. Mereka berlari melewati lorong lorong, Tangga, Pintu Untuk menuju ke Parkiran yang ada di sebelah Sekolahan.
Sesampainya di parkiran Mereka bertiga melihat kerumunan orang yang seperti menunggu dan melihat Pengakuan dari Atha. Setelah Atha melewati kerumunan orang itu Atha melihat Leo yang bersandar di Mobil BMW nya, Dengan tangan yang terlipat di dadanya, Dan sorot mata yang mengedar dari ujung keujung mencari Atha yang telat.
"Cepat sana, Keburu dimakan lu Tha" Karin memegang pundak Atha.
"Iya cepat Karin, Semangat yaaa!" Bubu menyemangati Atha.
"Makasih ya, Karin bubu..."
Atha berlari menuju Leo yang ada di dekat mobilnya itu dengan hembusan nafas yang terengah engah Atha memaksa berbicara, "Leo! Maaf ya Atha telat..."
Leo yang sedari tadi menunggu Atha sudah sadar bahwa kunci mobilnya menghilang. "Lo yang ngambil kunci mobil gue ya?" Tanya Leo dengan sinis.
"Eh?" Atha yang sedang ter-engah engah terkejut mendengar kata leo yang seharusnya tidak begitu.
"Atha memang ngambil tapi-"
Leo menjulurkan tangannya dan meminta Kunci Mobilnya, "Yaudah cepetan kasih gua sini, Pencuri..."
Atha hanya melihat Leo yang memanggil Atha dengan sebutan pencuri. "Kenapa? Lu mau apaan dari gua?" Tanya Leo dengan mata tajamnya.
__ADS_1
"Bu-Bukan begi-"
Leo memotong perkataan Atha, "Kalo bukan begitu, Cepetan kasih gua sini!" Leo berteriak sampai sampai kedua sahabat Atha mendengar.
"Bukan begitu..." Atha mulai tidak tahan dengan perlakuan Leo terhadap Atha
Leo yang kemarahannya sedang memuncak, Langsung terhenti setelah melihat air mata yang jatuh dari mata Atha yang cantik. Raut wajah Leo berubah menjadi sangat merasa bersalah karena sudah menangisi Atha.
Dengan raut wajah yang bersedih Atha menunduk dan merogoh kantong celananya dan mencari kunci mobilnya Leo.
"I-Ini kuncinya" Atha memberi kuncinya dengan tangan kanan, Sementara tangan kirinya terus menerus menghapus air mata yang keluar.
Leo dengan wajah yang merasa bersalah hanya bisa menerimanya, Bahkan dia belum mendengar alasan dari Atha yang sedang menangis itu. Leo sadar, Kali ini dia berlebihan.
Wanita yang sedang menangis itu berbalik dan berlari menjauhi Leo yang sedang memegang kunci mobilnya. "Woi! Keparat!" Teriak salah satu orang dari kerumunan yang sedang berkumpul melihat Atha dan Leo.
Ya benar, Dia adalah sahabat Atha yang berkacamata dengan sifat barbarnya. "Atha mengambilnya buat lu keparat! Kunci mobil lu jatuh! Dan Atha cuma mengembalikannya ke lu!" Karin mulai mendekat ke arah Leo.
"Hah?!" Leo kebingungan dengan situasi ini.
Karin yang mendengar kebingungan Leo sangat murka, "Bukanya berterimakasih! Malah ngatain sahabat gua pencuri!".
❣❣❣
Di lantai 3, Kamar mandi perempuan, Bilik ke 2 toilet, Pada jam 16:20. Atha adalah wanita yang sangat berperasaan, Dia tidak biasa di bentak atau di omeli. Atha mengunci diri di dalam bilik kamar mandi dan menangis. "Padahal Atha yang bantuin dia, Tapi Atha malah dikatain! Dasar monster leo!" Gumamnya sendiri.
Seorang wanita mengetuk pintu kamar mandi, "Atha?!, Kamu di dalem? buka pintunya?!" Suara bubu yang sudah menemukan Atha.
"Bubu?" Tanya Atha dan menghapus linangan air matanya.
"Iya ini bubu..."
Ckrek...
Bunyi pintu kamar mandi yang terbuka.
Atha memeluk Bubu yang ada di depannya, "Bubu, Atha diomelin ama Leo... Emang Atha salah ya...?" Tanya Atha dengan isak tangisan.
__ADS_1
Tangan Bubu menghapus air mata Atha yang masih mengalir dari matanya, "Enggak kok... Atha enggak salah, Dia nya aja yang ga tau terimakasih..." Jawab Bubu.
"Jangan deket deket Leo lagi ya Tha?" Tanya bubu.
Atha mengangguk angguk, "Iya Bubu... Makasih ya..."
Brakkk...!
Suara pintu yang terbuka dari luar kamar mandi.
Dengan tangan yang memegang pintu kamar mandi yang ia buka dengan keras dan sinar senja yang ada dibelakangnya, Karin sahabat Atha berlari dari lantai satu setelah di beri tahu keberadaan Atha yang ada di kamar mandi di lantai tiga oleh Bubu. "Atha?! Lu ga apa apa?!" Tanyanya dengan air mata yang mulai keluar.
"Karin..."
"Iya, Atha ga apa apa..." Jawab Atha dengan senyuman.
Karin berlari memeluk sahabatnya dengan erat, "Maafin gua ya Tha... Gua yang nyuruh lu buat berani, Tapi ga ngelakuin apa apa... Maafin gua Tha..." Air mata Karin turun dengan sendirinya, Dengan pelukan erat yang mendekap Atha.
"Karin enggak salah kok... Atha nya aja yang cengeng..." Jawab Atha menenangkan Karin yang bersalah.
"Maaf Atha...."
"Maaf..." Karin meminta maaf berulang ulang.
Atha tersenyum dan memeluk Karin dengan erat, "Dibilang bukan salah Karin"
Bubu tersenyum melihat kedua sahabatnya saling menenangkan, "Waduh waduh, Kalo kaya begini kayanya aku yang kaya Ibu dari mereka deh bukan karin..." Bubu juga memeluk kedua sahabatnya yang sedang berpelukan.
Sungguh, Persahabatan itu sangat indah. Jika kau sedang bersedih, Sahabatmu akan selalu ada disisimu dan menguatkanmu. Dan jika kau senang, Sahabatmu akan selalu mempertahankan kesenanganmu itu.
❣❣❣
Brummmmm....
Suara mobil yang sedang dikendarai oleh Leo.
Dalam perjalanan pulang Leo terus menerus mengingat isak tangisan wanita bernama Athaya, Dan mengingat kata katanya yang menuduh Athaya, yang seharusnya leo berkata Terimakasih.
__ADS_1
Rasa bersalah meliputi hati leo, Lalu batinnya berkata. "Aghhh! Makanya gua gamau berhubungan sama orang, Jadinya gaenak di hati gua**!"
BERSAMBUNG...