ATHAYA

ATHAYA
Kebimbangan.


__ADS_3

Satu hari telah berlalu, Semenjak kejadian di parkiran.


Tringg...!


Wali kelas memasuki kelas 10 Ipa 2, "Ya, Anak anak. Duduk ditempatnya masing masing. Ibu akan absen"


"Andi Kunandar"


Andi mengangkat tangannya, "Saya bu"


"Arza Leocadio"


Mata demi mata siswa yang ada dikelas menuju ke belakang tempat duduk Leo. "Sepertinya Arza absen ya... Ada yang tau Arza kemana?" Tanya guru yang sedang absen.


Satu kelas hanya diam dan tidak tahu kemana leo sang Raja Es itu. "Oke... Berarti Arza absen ya... Ibu lanjutin absennya.."


Sementara diwaktu yang sama di Bogor, Tepatnya dicianjur. Ada sebuah rumah yang sederhana dengan tiga kolam ikan yang dipakai untuk menternakan ikan nila dan ikan lele. Hidup seorang kakek pemilik semua tanah yang ada disana.


Ting nung...!


Bunyi Bel yang ditekan.


"Iyaa... Sebentar..." Jawab kakek menjawab tamu yang ada di depan pintu.


Tap...Tap...Tap... Cklek!


Kakek kakek berumur 60 tahunan itu membuka pintunya, "Wah wah, Tebak siapa yang datang"


Lelaki itu tersenyum kepada kakeknya. "Assallamualaikum, Kek..."


"Waalaikumsalam, Leo..."


Kakek yang tinggal di cianjur itu bernama Charles Vin. Kakek Charles itu adalah ayahnya Ibu leo, atau bisa disebut sebagai kakek leo juga. Kakek Leo adalah keturunan eropa, Sejak menikah dengan nenek leo yang berkebangsaan indonesia Kakek Leo memutuskan untuk menjalani hidupnya bersama nenek Leo, Dan mereka berdua menetap di Bogor. Mereka berdua mempunyai Tiga anak perempuan, dan ibu leo adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Sayangnya Nenek Leo meninggal saat melahirkan anak ketiganya.

__ADS_1


❣❣❣


Kakek Charles membuka lebar pintu masuknya, "Sini masuk Leo... Udah lama kamu enggak kesini"


"Iya kek..." Lalu leo masuk ke dalam rumahnya.


Leo duduk di ruang tamu bersama dengan kakeknya, Waktu demi waktu mereka habiskan untuk perbincangan antara cucu dan kakek. Mereka berbicara tentang sekolahnya leo, Ternak ikannya kakek charles, bahkan kakek charles kembali menceritakan pertemuan dengan istrinya yang sudah wafat.


Bagi Leo hanya dengan bertukar kata saja dengan kakeknya adalah momen yang sangat berharga, Karena Leo tidak percaya dengan siapapun itu termasuk orang tuanya sendiri kecuali Kakeknya. Leo sangat mempercayai kakeknya lebih dari siapapun. Dia membuang semua perasaan dingin dan cueknya hanya saat bersama kakeknya, Karena bagi Leo kakeknya adalah pahlawan yang menyelamatkan dia dan terus berada di sisi leo.


Tidak terasa 2 jam sudah mereka habiskan untuk sekedar berbincang dan meminum teh hangat dan kopi, "Jadi Leo? Kamu mau nginep?" Tanya kakek Charles.


Leo mengangguk, "Iya kek, Leo nginep..."


"Sudah ijin sama orang tua kamu...?"


Dengan memasang wajah yang bersedih dan suara nafasnya yang memberat, Leo mengambil cangkir teh hangat yang ada didepannya itu dan meminumnya, Dia tidak menjawab pertanyaan dari kakeknya dan hanya mengabaikan pertanyaan dari kakeknya itu. Matanya hanya melihat ke cangkir teh hangat yang dia minum.


Leo hanya mengangguk.


Kakek charles berdiri dan memegang pundak Leo, "Yaudah lupain masalah kamu leo... Mumpung disini mari kita seneng seneng hahahaha...!!"


"Iya kek, Terimakasih..."


❣❣❣


Setiap Leo ada masalah pasti ia akan melakukan hobinya, Yaitu memancing. Memakai topi yang bundar, membawa tempat duduk jongkok, membawa ember, dan tentunya pancingan, Itu adalah leo ketika menjalankan hobinya. Pada sekitar jam tiga di sore hari, ia pergi memancing di salah satu satu kolam ikan milik kakeknya.


Ia hanya mancing seorang diri, Saat sedang menunggu umpannya dimakan, Leo memikirkan betapa bodohnya dia saat kemarin. "******...!! Kenapa gua kaya gitu...!!" Gumamnya.


Disaat leo sedang memikirkan itu datang kakeknya dari belakang dan menyapa Leo, "Oi Leo, Kakek bawa tambahan cacing nih. Kakek juga mancing disini ya...?"


Leo berdiri dari tempat duduk jongkoknya dan mempersilahkan kakeknya duduk disebelahnya. "Ah.. iya kek sini samping leo..."

__ADS_1


"Makasih leo..."


"Omong omong, Leo lagi kenapa?"


Leo terkejut mendengar perkataan kakeknya, "Ke-Kenapa apanya kek?" Leo tersenyum berusaha menipu kakeknya.


Mata kakeknya fokus terhadap pancingan yang dipegangnya, "Yah... Soalnya kan kamu kalo ada masalah ke rumah kakek buat nenangin diri kamu... Seperti saat itu..."


Leo berusaha mengelak, "E-Enggak kok kek, Leo ga kenapa kenapa, Leo kesini cuma kangen kakek..."


Kakeknya tersenyum, "Kalo begitu ya bagus..."


"Tapi Leo jika Leo ada masalah, Leo bisa cerita ke kakek kok... Cuma kakek bukan yang bisa Leo ajak bicara seperti ini? Sejak kejadian itu Leo terus tidak percaya dengan semua orang termasuk orang tua Leo sendiri..." Lanjut kakeknya.


"Yah... Itu juga jika Leo mau sih kakek gak maksa, Tapi inget satu hal ya Leo... Jangan berusaha nanggung semuanya sendirian... Kalo semua orang di bumi benci leo, Kakek akan selalu di sisi Leo." Kakek Leo menatap kedua bola mata Leo yang sedang melihat ke arah kakeknya.


"Sebenarnya kek..." Leo menceritakan apa yang terjadi dengan Athaya kepada kakek Charles.


Setelah mendengar semua yang diceritakan oleh leo, Kakek Charles tersenyum. "Wah wah sejak kapan cucu kakek ini peduli sama orang? Apalagi perempuan lagi..." Ledeknya.


"Leo enggak terlalu peduli kek, Tapi leo ngerasa bersalah sama anak cewe yang namanya Atha itu..."


"Dengar ya Leo, Minta maaflah dengan tulus ke Perempuan yang bernama Atha itu. Dia melakukan hal yang baik, Jika Leo minta maaf dengan kepadanya pasti dimaafkan."


Leo hanya terdiam dan mendengarkan kakeknya.


"Terus juga, Jangan lupa berterimakasih leo... Bilang besok saat sekolah ya. Sebaiknya leo pulang selagi belum gelap, Menginap bisa kapan saja..."


Seperti keajaiban sang Leo Raja es tersenyum dengan hangat, "Terimakasih kek..."


Setelah berbincang dengan kakeknya dan mendapatkan sedikit nasihat, Leo memutuskan untuk tidak jadi menginap dan pulang dari bogor ke rumahnya untuk persiapan besok sekolah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2