
"Kenapa harus minta maaf sayang ,,,ucap Nadia yang langsung membawa Athaya ke dalam pelukannya
"Kamu harus nya bukan minta maaf Aya ,tapi jelaskan ke Tante ke mana saja kamu selama ini mengapa kamu tiba-tiba menghilang tanpa jejak Aya ?"
"Maap Tante ,Aya belum siap untuk cerita ,,Aya "ucap nya tertahan karena kini air matanya sudah mengalir tak dapat ia tahan ketika mengingat masalalu nya yang begitu sulit apalagi setelah ia ingat ketika di usir secara paksa dan di ancam oleh om Anggara ia masih teringat akan hal itu yang membuat ia sedikit trauma.
"Athaya ko malah melamun sayang ,jika Aya belum siap cerita sama Tante kamu tenang aja sayang Tante gak akan memaksa Aya buat cerita ko sayang ,,"ucap Nadia yang tak mau memaksa Athaya untuk bercerita.
Arhan yang melihat Athaya tiba-tiba menangis saat mamah nya membicarakan tentang masalalu Athaya , Arhan pun di buat curiga
"Apakah mungkin kepergian Athaya ada sangkut pautnya dengan ucapan Athaya waktu itu , apakah karna laki-laki brengs*k itu yang membuat Athaya pergi meninggalkan sekolah dan pantai asuhan dulu .
aku harus mencari tahu siapa laki-laki brengs*k yang sudah menghancurkan Athaya dulu ,aku pastikan dia tak akan hidup tenang setelah ini .ucap Arhan yang tidak tahu saja bahwa dirinya lah sebenarnya laki-laki tersebut.
"Aya sekarang tinggal di mana ,dan sama siapa ?"ucap Nadia lembut
"Aya tinggal di rumah kontrakan Tante, Athaya juga tinggal sendiri di sana. !"ucap Athaya yang masih berbohong karena ia masih merahasiakan tentang keberadaan keenan.karna sungguh ia masih belum siap untuk memberitahu semua nya kepada Arhan maupun Bu Nadia karna ia juga masih takut terhadap ancaman pak Anggara dulu yang seperti nya tak pernah main main.
"Kapan-kapan bolehkah Tante bersama Arhan main ke sana sebelum Tante pulang lagi ke Jakarta"ucap nya penuh harap
"boleh Tante !!."ucap Athaya yang sebenarnya merasa kaget dengan permintaan Tante Nadia yang tiba-tiba mau main ke rumah nya, bagaimana nantinya dengan Ken apa yang harus ia jelaskan ,oh astaga mengapa Aya baru ingat sekarang.
"Apakah tidak akan ada yang marah jika saya dan Mama main ke rumah kamu "ucap Arhan yang tiba-tiba mengingat sosok laki-laki muda yang sempat ia lihat di rumah Athaya waktu itu
"Maksud kamu Ar ,,, memang nya siapa yang marah ?"ucap Sang mamah yang tak mengerti maksud dari ucapan Arhan yang langsung dapat plototan dari Athaya
"Ah ngak ko Tan ,pak Arhan ini memang suka becanda "ucap Athaya "iya kan pak !!"
bukannya menjawab Arhan mahal menyeringai menanggapi ucapan Athaya.
"Ya sudah kalo gitu ,,Ar mamah pinjem Athaya dulu ya hari ini , soalnya mamah mau minta di temenin belanja sama Aya hari ini, bolehkan ? "
ucap Nadia meminta persetujuan dari anaknya
"Mamah ini ,ya sudah tapi ingat !! jangan lupa waktu ya mah belanja nya ,Karana mamah gak boleh sampai kecapean "
__ADS_1
"Iya sayang makasih,ayo Aya kita berangkat !"
Ah ,,, iya mari Tante !"
"tunggu dulu Athaya ambil ini "ucap Arhan sembari menyodorkan kartu berwarna hitam kepada Athaya
"Apa ini pak ,"ucap Athaya saat melihat Arhan yang kini menyerahkan kartu black card kepada Athaya
"Itu kartu Athaya ,masa kamu tidak tahu "
"Iya saya tau ini kartu black card,tapi untuk apa pak "
"CK ,,,,itu untuk mama pegang lah kartu itu ,kalau mamah ingin belanja apa saja pakai lah kartu itu "
"Oh ,,, baik pak."
"Arhan kamu ini masih saja kaku saat menghadapi wanita !! , menghadapi wanita itu bukan seperti itu,kamu malah terkesan membuat nya takut jika kamu bersikap seperti itu."ucap Nadia
"Mamah ,,,,"protes Arhan ketika mamahnya yang malah terang terangan berbicara seperti itu di hadapan Athaya, Athaya yang ada di sana tentu saja dibuat bingung dengan percakapan Arhan dan Mamah nya
*MAL
"Athaya kita ke butik dulu ya sayang soal Tante mau pilih pilih baju dulu "
"Baik Tante !"
Kini Athaya sudah sampai di depan butik yang ada di dalam kawasan mall .
"Lihat deh Aya gaun itu bagus kan , tunjuk Nadia ke arah gaun yang begitu cantik , Athaya pun mengangguk setuju,tapi untuk apa Tante Nadia membeli gaun yang menurut Athaya itu sama sekali tidak cocok di gunakan oleh Tante Nadia karna gaun itu terkesan lebih cocok di gunakan oleh remaja ataupun untuk seumuran nya.
tapi Athaya juga tak mengelak mungkin saja selera Tante Nadia ini berbeda dari orang lain.atau mungkin gaun itu ia beli untuk calon menantu nya Aletta .
"Apakah kamu suka sama gaun ini Aya !"tanya Nadia
"Gaun nya cantik !!"
__ADS_1
"Cobalah gaun ini di dalam ruang ganti ,Tante akan menunggu di sini !"
"T-tapi Tante kenapa Aya harus mencobanya, bukannya ini gaun untuk Tante ? "
"Kamu ini !! masa Tante di suruh memakai gaun seperti itu sih sayang ,itu kan gaun untuk anak muda ,kamu ini ada-ada saja ,sudah sana masuk pakai gaunnya Tante mau liat kamu memakai gaun itu "Athaya pun hanya mengangguk patuh kepada Nadia .
"Mah ,,,,Aya ke mana ?"tanya Arhan yang kini sudah ada dihadapan Mamah nya sehingga Mamah nya pun sedikit kaget
"Aya di dalam lagi coba gaun pilihan mamah ,ngapain kamu ke sini Ar ?"ucap sang mamah ketika melihat Arhan yang tiba-tiba ada di hadapannya
"itu mah ,,,,,Arhan !"ucap Arhan yang langsung di sela Nadia sebelum Arhan menyelesaikan ucapannya .
"Bilang aja kalo kamu kangen kan sama Athaya hingga kamu bela-belain datang ke sini ngikutin mamah dan Aya ,kamu ini baru di tinggal sebentar aja udah kelabakan!!"ucap Nadia yang sengaja menggoda anaknya Arhan tak mampu menjawab ucapan mamah nya ia hanya bisa tersenyum dalam hati karna ucapan mamah nya tak sepenuhnya salah .
"Ya sudah kamu tunggu dulu disini , Mama mau ke toilet dulu sebentar "
Kini Athaya sudah siap dengan gaun yang ia gunakan , Nampak cantik dan elegan sangat pas di tubuh rampingnya . Athaya pun bergegas menuju ke luar untuk menunjukkan gaun yang telah ia pakai kepada Tante Nadia.
"Tante maap jika menunggu lama karena Athaya tadi kesulitan menaikkan resleting yang ada di punggung ,,,,"ucap Athaya terhenti karena bukan lah Nadia yang ia lihat di hadapannya saat ini melainkan atasannya .
"Cantik,,,"satu kata lolos dari bibir arhan ketika melihat athaya yang kini sedang memakai gaun yang begitu cocok dengan tubuh.
"Pak Arhan ngapain di sini? di mana Tante Nadia pak ?",ucap Athaya sambil melihat ke seluruh penjuru ruangan mencari keberadaan Nadia .
Bukannya menjawab pertanyaan dari Athaya kini Arhan malah mendekat , menghampiri Athaya mengikis jarak di antara mereka bahkan kini jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa Senti saja
"Pak Arhan mau ngapain ??,,,"ucap Athaya lirih ketika kini Arhan tengah mengarahkan kepalanya ke sebelah Lehernya hingga hembusan napasnya nya pun terasa di area leher Athaya saat ini , sejenak athaya pun langsung memejamkan matanya entah lah kemungkinan ia pun refleks melakukan itu saat ini .kini tangan Arhan pun Ter ulur menyentuh retseleting yang ada di pundak Athaya karna memang Arhan ingin membantu Athaya yang sempat kesusahan untuk membetulkannya tadi .
Tapi apa yang Arhan lihat saat ini ,ia malah melihat Athaya yang tengah memejamkan matanya ,dengan kejahilan nya Arhan pun menyeringai kemudian mengarah kan kembali wajahnya ke arah telinga Athaya dan berbisik
"Kenapa malah merem Ay ,,,berharap dapat ciuman ya "ucap Arhan yang spontan langsung membuat Athaya membuka matanya kemudian mendorong tubuh Arhan untuk menjauh dari tubuhnya .
__ADS_1