
Keenan pun hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan dari Athaya tanpa mau banyak protes, karena ia takut jika nantinya ia akan membuat mamahnya itu marah terhadap dirinya karena terlalu banyak bertanya.
Setelah melihat kepergian mamahnya yang akan membuka pintu Keenan pun langsung menyusul mamahnya ke depan, karena ia masih penasaran dengan siapa Mamanya itu akan pergi jika bukan dengan papanya, apakah mungkin mamahnya itu diam-diam telah memiliki laki-laki yang lain di dalam hatinya selain papanya tebak Keenan yang mencoba menerka-nerka, namun ia juga sama sekali tak mau menyimpulkan sendiri sebelum ia memastikan tebakannya itu benar ataupun salah..
Kini Keenan pun melihat dari balik tirai jendela yang memang sengaja ia buka sedikit, untuk melihat sosok laki-laki yang kini sedang menjemput mamahnya.
"Siapa dia ?apakah dia kekasih Mamah? "tanya Keenan kepada dirinya sendiri yang merasa penasaran pada hubungan mamahnya dengan laki-laki tersebut , apalagi barusan setelah keenan melihat laki-laki tersebut begitu perhatian kepada mamahnya .Sampai-sampai laki-laki itu pun membukakan pintu untuk mamahnya, tepatnya seperti seorang kekasih yang sedang membukakan pintu mobilnya untuk wanita yang dicintainya.
_
_
_
"Ayo masuk ke mobil Aya "ucap Reyhan yang kini sudah membukakan pintu untuk Athaya .
"Terima kasih Kak padahal kakak tak perlu repot-repot membukakan aku pintu mobilnya seperti ini, aku bisa bukain sendiri kok Kak!" ucap Athaya yang merasa tak enak kepada laki-laki yang ada di hadapannya ini .
"Tidak apa-apa Aya, kamu tidak perlu sungkan kalo lagi sama saya "ucap Reyhan di iringi dengan senyuman manisnya.
"Ya sudah,,,,kita langsung jalan ya sekarang soalnya takut kemalaman!"seru Reyhan
"Iya kak "jawab Athaya .
__ADS_1
"Ayo Aya kita langsung masuk ke dalam saja!" ujar Reyhan yang memang sudah memilih tempat duduk yang ada di dalam restoran tersebut
"Ah,,,, iya baik Kak ! "ucap Athaya yang langsung bergegas turun dari mobil kemudian mengikuti langkah kaki Reyhan yang ada di hadapannya untuk menuju ke arah meja yang memang sebelumnya sudah di pesan oleh Reyhan .
Setelah sampai di meja yang telah dipesan oleh Reyhan ,kini Reyhan pun langsung menarik kursi untuk Athaya duduki
"Kak tidak perlu repot-repot seperti ini! "ucap Athaya"
"Tidak apa-apa Aya ,kamu ini kan seorang wanita, jadi sebagai seorang laki-laki aku harus memperlakukan kamu dengan baik! "
"Terima kasih sebelumnya Kak" ucap Athaya yang kini malah merasa canggung terhadap Reyhan yang terus bersikap seperti itu.
"Jadi kamu mau makan apa Aya biar Saya pesankan!" ucap Raihan
"Tidak kita tidak perlu menunggu dia Athaya, karena tadi sebelum saya pergi ke sini dia sempat mengabari saya jika dia akan membatalkan pertemuan hari ini, karena tiba-tiba dia sedang berhalangan untuk hadir karna akan berangkat ke luar kota."ucap Reyhan yang kini coba untuk meyakinkan Athaya .
Karena jujur saja sebenarnya di sini itu sama sekali tidak akan ada pertemuan di antara dirinya dan rekan bisnisnya ,Rehan hanya berbicara seperti itu kepada Athaya ,karena ia ingin mengajak Athaya untuk makan malam Jika saja ia tidak berbicara seperti itu kepada Athaya, kemungkinan besar Athaya akan menolak ajakan makanan malam nya jika saja ia tidak melibatkan tentang pekerjaan .
"Kenapa kak Reyhan tidak bilang dari awal Kak, kalau pertemuannya dibatalkan? "ucap Athaya yang kirim malah merasa heran terhadap laki-laki yang ada di hadapannya ini.
"Begini Athaya, maaf sebelumnya Jika saya tidak langsung mengabari kamu jika pertemuannya dibatalkan, dan jujur saja, maksud kedatangan saya ke sini dan mengajak kamu, karena saya juga ingin membahas sesuatu dengan kamu "ucap Reyhan yang kini tengah menatap Athaya
"Lantas apa yang mau ka Reyhan bicarakan?" ucap Athaya tanpa basa-basi langsung bertanya kepada Reyhan.
__ADS_1
Sebenarnya Athaya merasa cukup kesal terhadap laki-laki yang ada di hadapannya ini yang terkesan sudah membohongi nya ,namun ia masih bersikap sebiasa Mungkin di hadapan Reyhan tanpa memperlihatkan ke kesalahannya.
"Sebenernya,,,,, sebenarnya maksud saya mengajak kamu ke sini itu karena saya ingin! "ucap Raihan tertahan kalah seorang ini memanggilnya
"Pak Reyhan!" ucap seorang laki-laki yang kini terdengar menyapa Raihan dan otomatis panggilan tersebut pun langsung menghentikan ucapan Reyhan yang akan mengungkapkan perasaannya terhadap Athaya.
Reyhan yang merasa jika namanya dipanggil pun langsung menoleh kemudian melihat ke arah sumber suara
"Pak Arhan? sedang apa anda di sini pak?" ucap Reyhan yang kini terlihat begitu kesal terhadap Arhan yang kini ada di hadapannya, karena barusan arahan telah mengacaukan momen yang seharusnya begitu indah karena ia akan mengungkapkan isi hatinya kepada si wanita pujaan hatinya yang tak lain adalah Athaya.
Namun gara-gara kedatangan Arhan seketika momen tersebut pun menjadi hancur karena harus terhenti namun meskipun kini Reyhan terlihat kesal dengan kedatangan Arhan yang tiba-tiba dan menggagalkan rencananya tapi Rehan masih bersikap senormal mungkin dihadapan arahan tanpa mau memperlihatkan kemarahannya itu karena mau bagaimanapun Arhan itu adalah investor terbesar di perusahaannya. jelas saja Rehan tak mau kehilangan itu semua.
"Saya kebetulan mau makan di sini pak Raihan, cuma saya sedang mencari kursi untuk saya duduki Karena semua kursi di sini sudah terisi penuh! "ucap Arhan .
Kemudian Rehan pun langsung melirik satu kursi yang memang masih kosong yang ada di sebelah Athaya yang memang tadinya sempat Raihan siapkan di sana untuk membuat Athaya yakin jika dirinya sekarang memang sedang berjanji dengan seorang rekan bisnisnya, padahal sebenarnya Raihan sama sekali tak mengundang rekan bisnisnya ke sini untuk makan malam seperti apa yang ia ceritakan kepada tadi pagi saat di toko kue Athaya.
"Bolehkah saya duduk bersama kalian, kebetulan saya lihat kursi di sini masih kosong dan belum ada yang memiliki "ujar Arhan yang kini langsung duduk di bangku tersebut tanpa menunggu persetujuan dari Athaya ataupun Raihan kedua pemilik kursi yang ada di hadapan dan di sebelah arahan pun kini hanya diam tanpa menjawab ucapan dari Arhan Kini Arhan pun hanya bisa menebalkan wajahnya di hadapan Athaya ataupun Reyhan persetan dengan anggapan Raihan ataupun Athaya yang mungkin akan menganggapnya kurang sopan ataupun lancang Karena kini sudah duduk di kursi yang ada di hadapan mereka berdua .
Farhan sama sekali tak peduli karena sekarang yang ia pikirkan hanyalah bagaimana caranya supaya Athaya Dan Reyhan kini tidak bisa duduk bersama lagi seperti tadi .karena Arhan yakin jika Rehan itu pastinya sudah merencanakan sesuatu untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Athaya apalagi arhan tadi sempat melihat Raihan yang tadi sedang berbincang dengan staf restoran mengenai acara lamaran yang akan ia lakukan kepada
"Maaf jika saya lancang duduk di sini dan mengganggu kencan kalian sehingga membuat kalian tak nyaman !"ucap arhan tanpa merasa bersalah sama sekali sedangkan di sini Reyhan sudah merasa muak dengan tingkah laki-laki yang ada di hadapannya ini yang menurutnya begitu lancang.
"Tidak, kami tidak sedang kencan kok! "ucap Athaya yang mencoba untuk memberikan penjelasan kepada arahan yang menurunnya salah paham dan mengira dirinya dan Raihan ini sedang berkencan
__ADS_1
"Kami itu di sini sedang menunggu klien Pak Reyhan untuk membahas acara lusa tentang peresmian launching produk terbaru di perusahaan Kak Raihan dan di sini saya bertindak sebagai pemegang catering dan karehan pun tadinya akan memperoleh saya kepada kliennya cuma kata Kak Raihan kliennya tiba-tiba nggak bisa datang karena mendadak dia ada acara di luar kota.