ATHAYA

ATHAYA
salah paham


__ADS_3

Seharusnya apa Pak? seharusnya senang diperlakukan seperti itu oleh bapak Karena saya ini adalah wanita mu*r*an yang selalu melayani laki-laki hidung b*l*ng di luar sana itu kan maksud Bapak hah !!"ucap Athaya yang kini sudah tak dapat lagi membendung air matanya yang kini telah membasahi pipi mulusnya.


"Bukan itu maksud saya Athaya dengarkan penjelasan saya dulu "ucap Arhan namun sama sekali tak di hiraukan oleh Athaya,


Athaya pun kinin terus melangkah meninggalkan Arahan untuk menuju ke lobi.


Sesampainya di lobby hujan deras pun turun seperti tahu jika Athaya kini sedang terluka ,alam pun ikut berduka


"Biar saya yang antar kamu pulang ini sudah malam apa lagi sekarang sedang hujan deras ,jadi saya yakin tidak akan ada taxi yang lewat ke sini "


"Ayo masuk "ucap Arhan yang kini sudah membuka kan pintu mobil untuk Athaya


"Tidak usah saya bisa pulang sendiri "ucap Athaya sedikit mengikis jarak dari Arhan yang sedang ada di hadapannya.


"CK ,,,,, benar-benar menyusahkan "ucap Arhan yang kini mendekati Athaya kemudian menggendong Athaya ala bridal style untuk memasukkan Athaya ke dalam mobil miliknya.


"Lepasin saya Pak saya tidak mau "ucap Athaya yang kini sedang berontak di pangkuan Arhan meminta untuk di turunkan.


"Diam lah jangan banyak protes Athaya Verlita Maharani "ucap Arhan tegas sehingga membuat nyali Athaya menjadi menciut setelah mendengar ucapan Arhan barusan.


Di dalam mobil


Kini hanya keheningan yang tercipta di antara keduanya,suara sahutan kendaraan dan suara hujan lah yang menemani perjalanan Mereka berdua tanpa adanya obrolan.


Suara nada dering telepon Athaya terdengar nyaring di dalam tas nya menandakan ada panggilan masuk, Athaya sempat melirik ke arah Arhan untuk memastikan ,namun arhan sama sekali tak merespon dirinya kini hanya pokus berkendara tanpa suara

__ADS_1


"Hallo ,,,, waalaikumsalam sayang"jawab Athaya


"Maap tadi lembur ,jadi belum sempat telpon kamu sayang, sebentar lagi pulang ko jadi kamu gak usah khawatir ya ."ucap Athaya kemudian mematikan sambungan teleponnya


"Siapa ?"ucap Arhan tiba-tiba.


"Hah ,,,,?"jawab Athaya


"Saya tanya telpon dari siapa ?


malah hah !"ucap Arhan yang tak puas dengan jawaban Athaya


"Emm itu Pak !"Athaya di buat gelagapan karena belum menemukan jawaban yang tepat karna Athaya tidak mungkin mengatakan jika telpon barusan itu dari Keenan anaknya.


"Eh ,,,bukan itu !"


"Ya sudah lah lagian itu tidak penting bagi saya "ucap Arhan yang kembali pokus pada kemudinya , namun sesungguhnya kini Arhan


merasa sangat kesal dan terganggu dengan adanya telpon tadi kepada Athaya sehingga membuat dirinya kembali di Landa cemburu entah lah rasa bencinya kepada athaya seolah hilang apalagi setelah melihat atau pun mendengar athaya bermesraan dengan laki-laki lain sungguh membuat arhan menjadi tak karuan.


"Bapak kenapa ?"merasa heran dengan tingkah laku Arhan


"Untuk kali ini tolong lah jangan panggil saya Bapak ,kita ini seumuran Athaya panggil saja saya dengan sebutan nama ,itu lebih baik "ucap Arhan yang entah kenapa di buat kesal setelah mendengar Athaya menyebut nya dengan sebutan Bapak sedangkan pada laki-laki lain ia memanggil dengan sebutan sayang .


"Saya tidak mau pak , Bapak itu kan atasan saya jadi saya harus bersikap sopan terhadap Bapak "ucap Athaya

__ADS_1


"Ya setidaknya jika sedang berdua panggil saja namaku tanpa adanya embel-embel Pak ,tapi jika di kantor kamu boleh memanggilku Bapak atau apalah itu . "ucap Arhan dengan nada kesal nya .


"Baiklah ,,,jika itu keinginan Bapak eh maksud aku kamu Ar "canggung Athaya tak kala memanggil Arhan seperti dulu tanpa adanya embel-embel pak.


"Ayo sebaiknya kita pulang sekarang saya sudah ngantuk mau istirahat ,karna besok saya harus menyiapkan stamina lagi untuk bekerja "


ucap Athaya yang di jawab anggukan oleh Arhan .


Sesampainya di rumah Athaya


"Terimakasih pak , maksud saya Ar karna sudah mau repot-repot mengantarkan saya pulang !"ucap Athaya kemudian berbalik arah karena Athaya akan segera masuk kedalam rumah ,namun langkah nya terhenti kala arhan kembali bersuara


"Apakah kamu tak ingin meminta ku masuk ke rumah mu terlebih dahulu?"ucap Arhan


Ya gila saja mana mungkin ia membiarkan Arhan masuk sedang kan di dalam kan ada Keenan ,apa yang harus ia jelaskan kepada Arhan nantinya tak mungkin ia bilang jika Keenan adalah anaknya yang ada nanti Arhan akan mencari tahu tentang asal usul Keenan nantinya ,ia tak mau jika nantinya Keenan akan celaka apalagi jika pak Anggara tahu .


"Mm,,,,itu pak lain kali saja lah , soalnya saya sudah ngantuk mau langsung tidur "ucap Athaya terburu-buru ,


lalu pamit dan segera berbalik untuk masuk ke rumah .


Arhan yang ingin tahu tentang kehidupan Athaya selama ini hanya bisa memandang Athaya yang menjauh darinya, tapi. satu hal yang membuat Arhan sontak terkejut ketika melihat seorang pemuda yang pernah ia lihat di lobby kantornya , pemuda yang menjemput Athaya waktu itu, kini muncul di balik pintu rumah Athaya.


"Jadi Karena Dia Kamu tak mengizinkan aku masuk? "batin Arhan merasa kesal


Lengkap sudah semuanya Athaya berhasil membuat Arhan semakin menganggapnya yang bukan bukan mengenai hubungannya dengan Keenan apalagi setelah tadi Athaya yakin jika Arhan melihat Keenan yang sedang membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


__ADS_2