
Rasanya ketika di peluk oleh Aletta,Nadia ingin segera melepaskan nya sungguh ia tak suka dengan bau parfum milik Aletta yang bercampur dengan wangi parfum khas parfum laki-laki ,namun yang lebih Nadia tak suka adalah bau alkohol dari mulut Aletta yang sungguh menyengat membuat Nadia ingin m*nt*h saat itu juga ,ia sungguh tak menyangka jika Aletta yang dulu ia kenal baik karena Nadia memang mengenal Aletta dan Athaya yang memang sahabat baik dari anaknya ,namun Nadia tak menyukai Aletta yang sekarang dengan kehidupan serba bebas dan menurut Nadia pun sifat Aletta telah berubah drastis , Aletta yang dulu ia kenal baik kini sudah tiada berganti dengan Aletta yang arogan dan pemaksaan.
"Baik lah , nanti biar Tante yang bicara dengan Arhan sebaiknya kamu istirahat saja di apartemen kamu "ucap Nadia yang langsung melepaskan pelukan Aletta karna ia sungguh tak kuat lagi untuk mencium bau alkohol dari mulut Aletta yang begitu menyengat.
"Tapi Tante Janji ya harus bilangin Arhan supaya dia gak Deket-deket sama j*l*ng itu lagi ,bila perlu Tante saja yang datangin j*l*ng itu dan pecat saja dia dari kantor nya Arhan !"
"Jaga bicara kamu , Aletta jangan pernah sekali pun kamu menjelekan dia di hadapan mamah , apakah kamu juga tak mengaca dengan dirimu sendiri!"sindir Arhan
"Tuh kan Tante juga liat ,masa Arhan malah lebih belain j*l*ng itu di bandingkan aku yang tunangan nya "ucap Aletta
"Sudah lah Ar ,kamu diam dulu .!!"ucap Nadia yang terkesan membela Aletta, Arhan pun di buat kesal .Tampa banyak kata Arhan pun berlalu meninggalkan Aletta dan mamanya dengan perasaan kecewa.
"Sebaiknya kamu pulang Al ,besok kita bicara lagi, biar pak Eko yang anterin kamu pulang!!"ucap Nadia
"Gakk usah Tan , Letta bisa pulang sendiri lagian Letta bawa mobil ko kalo gitu Letta pamit Tan !!"ucap Aletta sambil berlalu meninggalkan Nadia yang masih ada di sana , bukannya pulang kini Aletta malah menjalankan mobilnya menuju ke arah club malam untuk mencari kesenangan nya karna setiap malam hanya itu lah yang selalu di lakukan Aletta .
"Ar buka pintunya mama mau bicara !"
"Di buka aja mah gak di kunci kok !"ucap Arhan yang kini sedang pura-pura sibuk dengan laptop nya tanpa mengalihkan pandangan nya walaupun Mamah kini telah mendekati nya.karna sungguh sejujurnya ia masih merasa kesal terhadap mama nya .
"Kamu marah sama mamah nak ?"tanya Nadia yang melihat jika anak nya ini sama sekali tak merespon dari tadi
"Maap Pin mamah bukannya tadi mamah tak mau membela kamu Ar ,mamah cuma mau membuat Aletta percaya kepada mamah jika mama akan memarahi kamu ,agar dia tidak melaporkan yang tidak-tidak kepada papah ,kamu tau sendiri kan bagaimana sifat Aletta yang sekarang ?"
"Maap mah karna Arhan sempat salah paham Sama mamah "
"iya sayang itu tidak apa-apa ,mamah memaklumi nya ko !! .Ar jika kamu tidak mau meneruskan pertunangan ini kamu harus mencari tahu tentang kelakuan Aletta akhir-akhir ini mamah liat Aletta makin banyak berubah Ar , apalagi setelah mengenal dunia entertainment mamah merasa jika Aletta yang sekarang bukan lah Aletta yang dulu kita kenal ,tadi saja mamah mencium aroma parfum laki-laki di tubuhnya , belum lagi aroma alkohol yang sepertinya sempat Aletta minum sebelum ia pergi ke sini.cari lah bukti-bukti sebelum kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kamu dengan Aletta agar papah tak mempersulit kamu nantinya ,apapun keputusan kamu mamah akan selalu mendukung nya Ar maapnkan Mama karna dulu terlalu mama egois dan tak pernah memikirkan perasaan kamu mamah benar-benar minta maaf,mulai sekarang mama tak akan membebani kamu lagi Ar carilah kebahagiaan kamu sendiri mamah akan selalu mendukung keputusan kamu selama itu bisa membuat kamu bahagia mamah akan melakukan itu semua Ar ,karna kebahagiaan kamu adalah segalanya bagi mamah .
"Terimakasih mah ,,,, terimakasih karna mamah mau ngertiin perasaan Arhan , makasih mah "ucap Arhan .
****
Klab malam
Suara musik berdentum keras memekik telinga bagi siap saja yang baru pertama kali masuk kedalam tempat seperti ini ,namun berbeda hal nya dengan Aletta yang kini malah meliuk-liuk kan tubuhnya menari di tengah-tengah manusia yang mempunyai hobi yang sama .
__ADS_1
"sayang kamu sudah datang !"ucap Alleta ketika melihat laki-laki yang selalu menjadi mainannya itu datang.
"Hem,,,mau sekarang ?"ucap nya sambil m*n*e*up sekilas bibir merah Alleta.
"Kamu ini sungguh tidak sabaran!!"ucap Aletta
Laki-laki yang ada di hadapannya sekarang adalah Doni , awalnya pertemuan mereka juga berawal dari sebuah rencana busuk yang sengaja di susun oleh Doni untuk mendapatkan Aletta dengan cara memberikan Aletta minuman yang telah di campur oleh obat p*r*n*s*ng,hingga mereka melakukan hubungan yang seharusnya tak mereka lakukan namun kini Aletta malah menjadi candu kepada Doni ia malah terus menerus menyuruh Doni untuk melayani dirinya, walaupun tanpa ada rasa cinta Karena cintanya hanya untuk Arhan ,namun Aletta hanya mencari kepuasaan saat ini tanpa memikirkan dampak ke depannya.
***
Keesokan harinya Athaya melakukan aktivitas seperti biasa membuat sarapan untuk Keenan sedangkan Keenan kini baru saja keluar dari kamarnya lengkap dengan seragam dan perlengkapan sekolahnya.
"Ken memangnya hari ini mau masuk sekolah?" tanya Athaya ketika melihat anaknya yang sedang memakai sepatu
"Iya Mah memangnya kenapa?"
" Ya ampun sayang tangan kamu kan pastinya masih sakit Ken sebaiknya izin dulu aja nanti biar mama yang kirim suratnya ke sekolah "!
"Nggak usah , Mamah ini ada-ada aja ken ini anak cowok mah ,jadi kalo cuma sakit segini mah nggak apa-apa ken masih kuat ko Mah "
Bakalan izinnin kamu pergi,tapi kalo semisalkan kamu merasa sakit atau gimana pas di sekolah Ken langsung hubungin Mamah aja ya sayang"
"Iya mah "
"Ya sudah sebaiknya Ken sarapan dulu ya sayang" ucap Athaya yang langsung mengambil piring dan menata menu sarapannya di piring Keenan
"Ayo dimakan sayang ,,"
"Makasih mah."
skip kantor
Athaya di kagetkan dengan sosok perempuan paruh baya yang kini sedang berjalan beriringan bersama Arhan menuju ke ruangan CEO
__ADS_1
"Selamat pagi pak Arhan ,nyonya !!"sapa Athaya ramah sambil mengangguk kan kepalanya kepada Arhan dan ibunya yang hanya di bales senyum manis oleh Bu Nadia , Athaya benar-benar tak menyangka jika buk Nadia ada di sini sekarang , Athaya dan bu Nadia dulu begitu akrab bahkan Bu Nadia selalu bersikap baik terhadap nya dulu meskipun ia berteman dengan Arhan,tapi Bu Nadia tak pernah membeda-bedakan dirinya dengan Aletta yang mempunyai segala nya .
"Ar kamu nggak lagi becanda kan ,,jangan bilang kalo sekarang kamu lebih suka nya daun muda Ar ,mamah gak nyangka loh?"ucap Nadia setelah masuk ke dalam ruang arhan
"Maksud mamah ?"
"Ar apa bener sekertaris kamu yang barusan yang duduk di depan ruangan kamu ? "
"iya mah bener ko, emangnya kenapa ?"
"Arhan kamu ini ,masa mau pacaran sama anak di bawah umur sih Ar udah kaya fedopil aja kamu ini "
"Pedofil apa maksudnya mamah coba ,apa mamah sama sekali gak kenal sama dia mah ?"ucap arhan
"Nadia pun mendekat ke arah jendela untuk mengamati Athaya yang tengah sibuk berkutat dengan laptop nya.
"Sekilas sih mamah kaya gak asing Sama wajahnya tapi mamah benar-benar lupa dia itu mirip siapa ya Ar mamah lupa "ucap Nadia tidak begitu yakin pada tebakannya
"Masuk ke ruangan saya sekarang!"titah Arhan kepada Athaya
"Baik pak !! "ucap athaya yang langsung beranjak dari duduknya menuju ke ruangan CEO
"Coba sekarang mamah amati dia dari dekat mungkin mamah akan mengenali nya"ucap Arhan yang sengaja memanggil Athaya ke ruangan nya untuk mengenal sosok Athaya kepada mamah nya.
"Permisi pak ,ada yang bisa saya bantu !"ucap Athaya ketika ia sudah sampai di ruangan Arhan ,tak lupa juga ia menunjukkan senyuman dan anggukan kepala sebagai rasa hormat kepada wanita paruh baya yang ada di hadapannya.pandangan Nadia tak lepas dari gerak-gerik tubuh athaya ia terus mengamati nya.
"Athaya ,satu kata lolos dari bibir Nadia saat ia teringat dengan sosok Athaya karna sekilas wanita yang ada di hadapannya ini mirip dengan Athaya sahabat Arhan dulu .
Athaya yang merasa dirinya di panggil pun langsung menoleh kan kepalanya ke arah suara yang barusan mendengar nya ,SE jujur nya Athaya juga merasa kangen kepada Tante Nadia namun setelah kejadian di mana papah Arhan yang mengusirnya , Athaya juga ragu ,ia takut jika Tante Nadia juga tahu tentang kejadian itu dan sama membencinya seperti om Anggara.
"Kamu Athaya kan ,temen Arhan !!"
ucap Nadia di iringi dengan senyum merekah karna ia sungguh bahagia bisa bertemu dengan gadis gembul yang sekarang sudah berubah drastis karna kini Athaya sudah berubah menjadi wanita cantik dan anggun.
"Ya Tante ini Aya ,,maap !!"ucap Athaya merasa bersalah karna ia telah salah sangka karna sempat menyamakan Tante Nadia dengan om Anggara.
__ADS_1