
Kini Athaya dan Keenan sudah sampai di rumah keduanya pun masih saling diam namun beberapa menit kemudian angkat bicara.
"Jadi Mama masih ingin menyembunyikan sesuatu kepada Keenan?" ucap keenan memulai pembicaraannya yang serius dengan mamahnya kali ini.
"Ayolah mah ,,,,Keenan ini sudah besar sekarang ,apa Mamah masih belum siap untuk memberitahukan Ayah Ken?" Athaya mendongak menatap sang putra yang kini juga menatapnya lekat, ia tak pernah menyangka jika pertanyaan itu akan muncul dari putranya ia pikir selama ini putranya tak pernah peduli akan hal ini, karena ia tak pernah mendengar putranya bertanya mengenai sang ayah, Keenan sama sekali tak pernah menanyakan keberadaan sang ayah bahkan ketika masa kecil pun Keenan sama sekali tak menanyakan di mana ayahnya. tapi sekarang kenapa ia menanyakannya, apa mungkin setelah kejadian tadi Keenan menjadi curiga terhadap nya.
"Ken,,, apakah kamu tanya soal ayah kamu ?
"Apakah Mama berpikir selama ini Keenan diam karena Keenan tidak peduli ? Keenan diam karena Keen takut akan membuat Mamah sedih lanjut Keenan yang masih menatap mamahnya yang malah kelihatan bingung .
"Tapi jika Mamah belum siap nggak usah dipikirkan Ken nggak akan memaksa Mama untuk menjelaskan semuanya. tapi jika Mama bersedia untuk menjelaskannya Ken akan mendengarkan apapun itu, Ken akan percaya kalau yang Mama lakukan pasti memang yang terbaik!
"Lanjutkan yang masih takut jika ia membuat Mamahnya bersedih. ucapan panjang dari Keenan sama sekali dijawab oleh Mamahnya yang kini malah terdiam sambil menatap kosong ke arah depan.
"Mamah,,,,maafkan Ken apakah Mamah marah dan kecewa atas kelancangan Ken yang berbicara seperti ini! "ucap Keenan merasa bersalah terhadap Mama nya
"Kamu tidak salah Nak kamu sama sekali tidak salah dalam hal apapun, di sini Mama yang salah karena tak bisa jujur lebih awal dan terus terang terhadap kamu Nak maafkan Mama! "ucap Athaya diiringi dengan isakan
"Pria paruh baya yang tadi memarahi Mama itu adalah Kakek kamu Ken dia adalah Ayah dari Papah kamu!"
Ken sedikit terguncang dengan kenyataan yang Baru saja ia dengar dari Mamahnya ,jika laki-laki paruh baya tadi adalah kakeknya kemungkinan Laki-laki yang di sebut Om selama ini adalah ayahnya,Ken tak percaya jika Om Arhan itu ternyata adalah Ayahnya.
"Tapi mengapa dia malah bersikap seperti itu kepada Mama? "
" Dia sama sekali tak pernah suka dengan kehadiran Mama yang hanya seorang anak yatim piatu .yang tak mempunyai apa-apa jika dibandingkan dengan mereka yang mempunyai segalanya bahkan dialah alasan Mama dulu meninggalkan panti dan tempat kelahiran Mama hanya untuk memenuhi keinginannya agar Mama bisa menjauhi Putra nya "ucap Athaya ia begitu sakit ketika mengingat akan hal itu
Sedangkan Keenan yang sejak tadi mendengar kalimat itu hanya bisa mengusap pundak sang ibu mencoba untuk menguatkan Mamahnya
Sungguh ken tak menyangka jika Mamahnya sudah menderita bahkan sebelum ia lahir ke dunia
"Maafkan Mama Ken bukannya Mamah tak mau memberitahukan semua ini kepada kamu tapi mereka sendiri yang telah"
"Cukup Mah! Ken nggak masalah !"kali ini Keenan beranjak dari duduknya untuk memeluk ibunya yang seakan kembali dipaksa untuk mengingat masa lalunya
__ADS_1
"Nggak usah cerita apa-apa jika itu membuat Mamah kembali terluka, Ken sudah cukup dengan adanya Mamah yang selalu menyayangi Ken dengan segala kelebihan dan ke kurangan yang Mama punya" ujar Ken begitu bijak dan pengertian hingga membuat Athaya semakin menangis sesenggukan
"Mah ,,,maap karna Ken tadi telah membuat Mamah malu di hadapan semua orang ,dan maap Ken telah membuat keputusan secara sepihak tanpa menunggu persetujuan dari mamah saat Ken berbicara kepada bos mamah jika Mamah akan keluar dari pekerjaan Mamah .Ken minta maaf Mah!"
"Tidak nak kamu sama sekali tidak salah ! Mamah sama sekali tak keberatan dengan itu semua hanya saja mamah cukup bingung jika mamah tak bekerja lagi di sana , bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan Kita sehari-hari Ken ,mamah bingung !"
"Mamah tak perlu memikirkan itu semua Mah , mulai sekarang biar Ken yang akan tanggung jawab dengan semua kebutuhan Kita , walaupun Ken tak mendapatkan uang tak sebanyak yang Mamah terima dari perusahaan tempat Mamah kerja ,tapi Ken yakin Ken akan berusaha untuk bertanggung jawab untuk kebutuhan Kita sehari-hari.
"Apa maksudnya kamu Ken ?"
"Maap Mah selama ini Ken selalu curi-curi waktu untuk bekerja part time tanpa sepengetahuan mamah , tolong mamah jangan marah kepada Ken ,Ken janji sebisa mungkin Ken akan membagi waktu antara kerja dan sekolah."Athaya bukan ingin marah ketika mendengar perkataan anaknya yang sudah tumbuh dewasa ini ,yang ada ia malah sedih karna tak bisa membahagiakan anak nya , seharusnya anak seusia Ken itu sibuk belajar bukan nya bekerja seperti itu.
"Maap kan Mamah jika Mamah belum bisa membahagiakan kamu ken !!"ucap Athaya yang merasa bersalah terhadap anaknya bahkan anak nya kini rela kerja part time tanpa sepengetahuan nya hanya untuk membantu dirinya.
"Mamah jangan berkata seperti itu Mah !mau bagaimanapun mamah itu tetap Mamah yang luar biasa bagi Keenan!"
***
"Agrh,,,,sial ,kenapa papah bisa melakukan semua itu kepada Athaya !"teriak Arhan sambil membanting lampu tidur yang ada di kamar nya
Nadia yang mendengar kegaduhan di kamar anaknya pun langsung panik dan menggedor pintu kamar Arhan
Tok tok tok
"Ar buka pintunya Mamah ingin bicara!"ucap Nadia yang kini ada di depan pintu kamar anaknya yang terkunci dari dalam .
"Ar Mamah mohon buka pintu nya Nak jangan seperti ini !"ucap Nadia sambil terus mengetuk pintu kamar Anaknya dari luar ,namun Arhan sama sekali tak menanggapi ucapan Mamah.
"Mah ,,,ambil saja kunci cadangan dari laci di nakas sana untuk membuka pintu kamar Arhan "ucap Anggara yang kini sudah ada di hadapan nya ,Nadia yang teramat kesal terhadap suami nya itu sama sekali tak menghiraukan panggilan dari suaminya.ia pun langsung segera mengambil kunci cadangan kamar Arhan dan membuka nya .
Nadia sungguh terkejut ketika melihat kamar Anaknya yang kini terlihat seperti kapal pecah , pandangan Nadia pun langsung tertuju ke arah Arhan yang kini sedang ter duduk di teras kamar nya sambil bersandar di pinggiran kasur nya .
"Apa apaan kamu ini Ar !"ucap Anggara yang tak suka melihat Arhan yang membuat kekacauan seperti ini.
__ADS_1
Arhan yang Mendengar suara dari Papah nya itu semakin di buat muak ,jika saja ia tak ingat jika laki-laki yang ada di hadapannya itu adalah ayahnya ,Arhan yakin dari tadi ia sudah menghabisi nya .
"Untuk apa ada datang ke sini tuan Anggara NARENDRA PUTRA yang terhormat ,belum puas kan tadi anda mempermalukan Athaya di hadapan umum?"
"Jaga ucapan kamu ,saya tak pernah mendidik kamu untuk berbicara seperti itu kepada orang tua sendiri Arhan apalagi kamu berbuat seperti itu hanya karena ingin membela wanita murah*n seperti dia !"
"Cukup pah , papah tak berhak mengatai Athaya seperti itu ,asal papah tahu di sini bukan lah Athaya yang murahan ,tapi Arhan lah yang brengsek Hingga dulu membuat Athaya harus mengandung anak Arhan ."
"Jadi ,,, Keenan itu putra kamu Ar ?"tanya mamah Nadia sambil menatap ke kepada Arhan
"Ya mah Keenan itu anak Arhan "
"Tahu dari mana kamu semua itu Ken ?"ucap Anggara menatap tak percaya pada putra semata wayangnya yang sudah mengetahui tentang rahasia itu
"Athaya yang memberi tahu Ken pah !"ucap Ken yakin
"Jangan ngaco kamu Ar ,dia itu wanita murah*n mana mungkin dia bisa hamil anak kamu , kemungkinan dia itu hamil anak orang lain dan mengaku-ngaku jika pemuda itu adalah anak kamu ,kamu jangan mau di bodohi wanita seperti dia ,karna dia itu cuma menginginkan hartamu saja "menampik semua ucapan Arhan , padahal dirinya pun tadi sempat yakin ketika melihat Keenan yang memang mirip dengan anaknya.tapi karna keegoisan nya ia Sama sekali tak mau menerima itu semua.
"Terserah papah,Kenan tak peduli .mah tolong ijinkan Keenan untuk bertanggung jawab kepada Athaya Arhan ingin menikahi Athaya "
ucap Arhan yang langsung di jawab anggukan setuju dari Mamahnya .
"Jangan mimpi kamu Ken sampai kapanpun Papah tak akan pernah mengijinkan kamu untuk menikah wanita seperti Athaya "
"Dari kapan papah tak menyetujui hubungan Arhan dan Aya ?"ucap Ken sengaja menyelok Ayah
"Dari dulu sampai sekarang pun papah tak akan pernah mengijinkan kamu untuk menikah perempuan yang tak jelas asal-usulnya seperti dia "Arhan pun langsung memicing kan matanya ke arah Papah .
"Jangan bilang kalo dulu yang terjadi pada Athaya adalah ulah papah?"tanya Arhan penuh selidik
Sedangkan anggara kini malah di buat gelagapan atas pertanyaan yang di layangkan oleh putranya itu "kamu ,,kenapa ! kamu malah menuduh papah hanya karna wanita seperti itu Ar ,papah sama sekali tak pernah mengusir wanita tersebut dari panti itu semuanya itu karena kemauannya sendiri"
"Di sini tidak ada yang membahas tentang Athaya yang di usir dari tempat tinggal nya ,pah tapi Papah ! Seolah-olah Papah yang malah mengakui jika memang benar Papah lah yang telah mengusir Athaya saat itu ,dan jangan bilang jika Papah juga yang telah menghilangkan jejak cctv yang ada di apartemen milik Arhan pah ,jika saja itu ada sangkut pautnya dengan papah lihat saja pah Ken tak akan pernah memaafkan Papah untuk semua itu.
__ADS_1