ATHAYA

ATHAYA
tak enak badan


__ADS_3

Anda bilang jijik,,,,, sungguh lucu "ucapnya sambil tergelak, bahkan Anda mengulanginya hingga beberapa kali jika anda merasa jijik mengapa anda tidak mengakhirinya dari awal saja, tapi yang saya lihat bukannya jijik !! tapi anda malah terlihat seperti menikmatinya !! apakah itu yang dinamakan jijik?"skakmat Arhan tidak mampu membalas ucapan Athaya, karena ucapan Athaya memang sepenuhnya benar


"Dan satu lagi ,saya sama sekali tak membutuhkan ini !"ucap Athaya sambil melempar cek yang sempat di berikan oleh Arhan kepadanya .


"Dan asal Anda tahu juga, saya bukan wanita yang seperti anda tuduhkan selama ini, saya pastikan anda akan menyesal tuan ARHAN ANGGARA PUTRA karena telah berbicara seperti itu terhadap saya!! camkan itu. "ucap Athaya sambil berbalik untuk meninggalkan Arhan yang masih mencerna ucapan terakhir dari Athaya .


Athaya berbalik kembali dan berucap


"Ya,,,, dan satu lagi saya harap mulai sekarang kita bersikaplah selayaknya atasan dan bawahan dan Saya harap kedepannya Anda tidak akan mempersulit saya, anggap saja yang kita lakukan tadi itu adalah bonus untuk Anda bapak ARHAN ANGGARA PUTRA yang terhormat "ucap Athaya yang langsung berbalik meninggalkan Arhan kemudian menutup menutup pintu dengan keras.


"Brakkk ,,,,, "suara pintu yang dibanting oleh Athaya terdengar menggema di ruangan rahasia Arhan yang tidak di ketahui oleh orang lain kecuali Athaya.


"Agrhh,,,sialan ,apa maksudnya coba !!"ucap Arhan yang merasa gelisah setelah mendengar perkataan athaya barusan .


"Athaya loe,,,abis ngapain dari ruangan pak arhan ? gue liat dari tadi pagi loh loe masuk ke ruangan pak Arhan tapi ko loe baru keluar sekarang,?!"ucap nya nyinyir karena ia selalu sirik dan tak suka pada athaya dari awal athaya masuk kerja sampai sekarang.matanya tak tinggal diam ia menelisik penampilan athaya dari atas sampai bawah . wanita yang berhadapan dengan Athaya ini adalah Dewi senior sekaligus mantan sekretaris di perusahaan skyline corpotation namun posisinya tergeser oleh Athaya,yang memang pekerjaan nya lebih kompeten .


"Saya ,,,"


Mata Dewi melotot ketika melihat di leher Athaya terdapat tanda merah kebiruan yang tadi di buat oleh Arhan.


"Loe dasar cewe m****h tau gak !! Percuma kalo kerja cuma ngandelin tampang dan g******n r*****g "


"Maksud mbak Dewi apa saya gak ngerti !!"


Ucap Athaya yang memang belum tahu jika di leher nya terdapat banyak tanda merah kebiruan yang di buat oleh Arhan.


"Jangan sok polos deh loe Athaya ,jijik tau gak dasar pelakor udah tau pak Arhan itu punya tunangan masih loe embat !, jangan-jangan dulu juga loe pake cara ini deh supaya bisa geser posisi gue , menjijikkan!!"ucap nya sambil menatap sinis ke arah Athaya


"Mbak salah paham saya Sama sekali gak !!"

__ADS_1


Ucap athaya tertahan karena Dewi telah menyelanya .


.


"Sebaiknya loe pergi dari sini ,dan ngaca baik baik,dasar cewek murahan pantas saja banyak yang suka kalo asli nya suka main r*****g"ucapnya sambil menatap sinis ke arah Athaya


Athaya yang sudah tak kuat dengan ucapan Dewi pun langsung berlari menuju ke arah toilet menghadap ke arah kaca , Athaya di Buat terkejut karena di leher nya yang terdapat tanda merah kebiruan yang di buat oleh Arhan memang cukup banyak ,namun sama sekali tak athaya sadari .


"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan ya Allah kenapa masalah harus terus bermunculan seperti ini ,aku benar-benar lelah "ucap Athaya lirih


Aya kamu di dalam ??, Aya jawab ini aku Ani! "


sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi karna Ani khawatir kepada Athaya.


"Ya ampun Ay kamu kenapa ? kamu nggak papa kan? "ucap Ani kawatir saat mendengar gosip dari seluruh karyawan yang bercerita buruk tentang Athaya dan CEO baru di perusahaan nya, yang digosipkan telah melakukan hubungan t*******g. Ani sempat melihat tanda merah yang ada di leher Athaya sekilas namun Ani tak mau langsung menyimpulkan terlebih dahulu sebelum ia bertanya tentang kebenaran yang sebenarnya kepada Athaya, karena ia takut jika nanti ia akan membuat Athaya sakit hati dan kecewa.


"Pelan-pelan lah Ay jika kamu belum ingin cerita tidak apa-apa Ay, aku akan menunggu jawaban dari kamu, tapi kamu tak usah khawatir Ay karena aku percaya sama kamu Ay jadi aku tak akan menyalahkan kamu seperti yang lain , apalagi sebelum mendengarkan penjelasan dari kamu.


"hikss,,, terimakasih An. Karna kamu sudah mau mengerti aku hiks huhuhu !!"Athaya kini menangis di pelukan Ani meluapkan emosi nya .


***


Di sisi lain kini tengah terjadi perdebatan di antara orang tua Arhan "Anak tak tahu diri seharusnya dia bersyukur karena Aletta mau pergi ke sana menemaninya, tapi dia malah mengusirnya" marah Anggara setelah mendengar kabar dari Aletta yang mengadukan Arhan kepada dirinya jika Arhan telah mengusirnya.


"Mah papa akan pergi ke Bandung besok untuk menasehati anak tak tahu diri itu"


"Cukup pah, jangan bicara seperti itu lagi, mau bagaimanapun Arhan itu anak kita pah seharusnya papah gak bersikap seperti itu, cukup Mama dulu yang salah karna mamah telah memaksa arhan untuk bertunangan dengan Aletta pah mamah mohon biarkanlah arhan menentukan pilihannya sendiri Mama nggak mau pah jika arhan terus terkekang dengan hubungan ini Mamah kasihan sama arhan pah kali ini Mama mohon pada papah biar mama saja yang ke Bandung untuk menemui arhan papa di sini saja tidak usah ikut campur urusan arahan dan Aleta biar mama saja yang menyelesaikan nya "


ucapnya menyakinkan suaminya karena ia tak ingin jika sampai suaminya yang pergi maka akan dipastikan anak semata wayangnya itu akan berakhir babak belur.sungguh Nadia tak mau sampai itu terjadi lagi.

__ADS_1


"Tapi mah ,!!"


"Pah papah tak usah khawatir mama sudah sehat Mama ke sana juga nggak sendirian kan , mama bisa diantar pak Eko !"ucap Dewi yang sedang meyakinkan suami nya agar ia di berikan izin untuk menemui Arhan,karna jujur saja Dewi sudah kangen kepada anak nya itu .


"Baiklah jika itu keinginan Mama tapi papa bakalan temenin mamah ke sana "ucap Anggara


"Gak usah pah urus aja kantor di sini biar Mama saja yang menemui Arhan dan Aletta, papa tak usah ke sana! papa percayakan saja semuanya pada mama , please pah mamah mohon "


"Ya baiklah jaga diri baik-baik selama di sana Dan jangan lupa hubungi papa jika mama sudah sampai ataupun ada kendala! "


"Baik pah itu pasti "


***


Semenjak kemarin sore sepulang kerja Ken melihat mamanya cukup aneh, bukan dari penampilan saja yang nampak berantakan melainkan juga mata sebab mamahnya yang terlihat ,Ken sebenarnya ingin bertanya namun ia sama sekali tak berani ingin tahu lebih lanjut apalagi setelah mamahnya berkata jika dia baik-baik saja, Ken tahu jika mamahnya berkata seperti itu berarti mamahnya memang tidak mau ditanya lebih lanjut lagi tentang kejadian yang menimpanya.


"Mah,,, Mamah kok ngelamun! Mama sakit ?ayo Mah biar Ken ntar Mama ke rumah sakit, nanti biar Ken pinjem mobil pak Anwar tetanggal sebelah buat bawa Mamah ke rumah sakit! "


"Nggak usah sayang ,lagian Mama cuma kurang enak badan aja deh kayaknya , jadi Mama hari ini juga nggak masuk kerja mau izin saja tapi kamu gak usah khawatir mama cuma perlu istirahat nggak perlu ke dokter kok, kalau Ken mau berangkat ke sekolah Ken berangkat aja, Mama bakalan baik-baik saja kok ,apalagi setelah nanti Mama istirahat di rumah "ucap Athaya mencoba meyakinkan anaknya


"Tapi mah, Ken khawatir sama mamah, biarkan bolos sekolah aja mah soalnya kian mau jagain Mamah di sini"


" Nggak sayang, kamu nggak boleh bolos sekolah, apalagi cuma buat nemenin Mamah di rumah pokoknya mama nggak setuju! "ucap Athaya sambil menunjukkan wajah ngambeknya


"Ya sudah deh kalau gitu Ken berangkat sekolah dulu, tapi mama harus jaga diri baik-baik awas kalo ada apa-apa Mama langsung aja hubungin Ken nantinya!"ucap nya posesif.


"Iya sayang itu pasti "ucap Athaya di iringi dengan anggukan kepala .


Setelah kepergian Keenan Athaya kembali termenung ia sungguh stress, rasanya sungguh malas jika harus masuk kerja dan bertemu orang-orang nyebelin yang kemarin menghujatnya gara-gara laki-laki sialan itu.

__ADS_1


__ADS_2