ATHAYA

ATHAYA
cemburu 2


__ADS_3

"Tidak pak saya sama sekali tidak merasa keberatan, karena memang itu makanan kesukaan saya. Jujur saja saya tidak makan makanan seafood Pak Raihan karena saya memiliki alergi terhadap makanan tersebut "ucap Arhan sambil menetap ke arah Athaya yang kini masih menundukkan kepalanya.


Namun Arhan tau jika Athaya kini masih menghawatirkan nya seperti dulu , buktinya barusan Athaya pun dengan tegas menolak pendapat Reyhan yang menawarkan untuk memakan makanan berbahan seafood.karan kemungkinan besar jika sekarang Athaya masih perduli kepadanya karna Athaya tahu jika dirinya itu memang alergi terhadap segala makanan berbahan seafood jadi ia pun menolak tawaran dari Reyhan.


"Baiklah ,jika Pak Arham juga setuju kalau begitu Saya pesankan dulu makanannya"ucap Reyhan yang kini langsung memanggil pelayan di restoran tersebut.


***


"Mm ,,,, Athaya kamu suka makan ayam goreng nggak? "ucap Reyhan yang kini sedang tersenyum manis sambil menatap ke arah Athaya.Menunggu jawaban dari Athaya.


"Suka kak, kalau aku pribadi suka semua jenis olahan ayam "ucap Athaya menjawab apa adanya , sambil membalas senyuman Reyhan dengan senyuman nya yang tak kalah manis itu.


Dengan sigap Reyhan pun kini langsung menyendok ayam goreng yang ada di piring yang tersaji di atas meja dan memberikan ayam goreng tersebut ke piring milik Athaya.


"Terimakasih kak , padahal Kak Reyhan tak perlu repot-repot mengambilkan aku makan kaya gini loh kak ,aku bisa ambil sendiri kok kak !"ucap Athaya yang merasa cukup sungkan


"Gak papa Ay ,ayo di makan !"ucap Reyhan. Athaya pun hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan Reyhan.


Keakraban yang keduanya itu ciptakan membuat Arhan yang kini ada di hadapan Athaya merasa terganggu."Ekhem."entah untuk alasan apa kini Arhan berdehem padahal tenggorokannya sama sekali tidak gatal.


ketiga orang yang ada di sana pun sontak langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arhan.


"Kenapa pak?" tanya Raihan kepada Arhan saat tadi dirinya tiba-tiba mendengar Arhan yang berdehem secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Oh tidak ,maaf sebelumnya jika saya barusan mengganggu.Karena tiba-tiba saja tenggorokan saya terasa gatal "ucap Arhan berbohong padahal saat ini tenggorokannya sama sekali tidak gatal.


"Ini Pak Arhan diminum dulu minumannya supaya tenggorokan Anda tak merasa gatal lagi" ucap Nara yang kini langsung menyodorkan segelas air putih kepada Arhan.


Kini Arhan pun langsung menerima minuman yang di berikan Nara kepada nya dan langsung meminum nya,tak lupa Arhan juga mengucapkan terimakasih kepada Nara .


Pandangan Nara dari tadi sama sekali tak lepas dari wajah Arhan bukan tanpa sebab Nara dari tadi memandang Arhan yang duduk di seberang kursi dirinya dan Athaya, namun kini Nara sedang meneliti wajah Arhan yang menurutnya itu mirip dengan seseorang yang ia kenal namun Nara juga dibuat lupa siapa orang yang ia kenal yang mempunyai kemiripan dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Nara tak tahu saja jika wajah Arhan itu sebenarnya memang mirip dengan wajah Keenan keponakan nya, karena memang Arhan itu adalah Ayah kandung dari Keenan Narendra putra .


***


Sepasang iris Arhan terus memperhatikan Athaya yang kini tengah makan .Athaya yang merasa risih terus ditatap seperti itu pun langsung angkat bicara .karna rasanya Athaya ingin segera pergi dari sini untuk meninggalkan Arhan yang kini masih menatap nya .


"Apa mau aku antar Ay ?"tanya Nara mengajukan pertanyaan kepada Athaya.


"Gak usah Ra ,aku sendiri aja ,kamu lanjutin aja makan nya !"ucap Athaya


"Ya sudah kalo gitu ,jangan lama-lama ay !"ucap Nara yang langsung dijawab anggukan oleh Athaya.


****


Namun setelah kepergian Athaya , Kini Arhan pun berdiri dari duduknya karena tiba-tiba saja ada panggilan masuk ke handphonenya.sungguh kali ini Arhan merasa jika keberuntungan nya kali ini memang sedang berpihak kepadanya, pikir Arhan .

__ADS_1


"Maaf Pak Reyhan, Nara saya tinggal dulu karena saya harus mengangkat telepon terlebih dahulu kalian lanjutkan saja makanya, saya permisi dulu "ucap Arhan yang kini langsung berdiri kemudian pergi meninggalkan meja tersebut.


Bukan nya mengangkat telepon, kini Arhan malah mengikuti Athaya yang sedang pergi ke toilet. Arhan pun berinisiatif menunggu Athaya di depan bilik toilet kamar mandi wanita.


"Arhan ,,,!"ucap Athaya kaget saat melihat Arhan yang tiba-tiba kini sudah ada di hadapannya.


"Athaya,,,"ucap Arhan, Arhan pun kini langsung mendekat ke arah Athaya ,mencoba mengikis jarak di antara dirinya dengan Athaya.


"Tolong jangan halangi jalan saya!!" ucap Athaya berkata tegas dan dingin, pandangan nya pun terlihat lurus ke depan sama sekali tak menatap ke arah Arhan, yang bahkan kini sedang ada di hadapannya.


"kita harus bicara dulu Ay" ucap Arhan yang tiba-tiba langsung mengangkat tubuh Athaya membawa tubuh Athaya yang ada di gendong nya menuju ke arah mobil miliknya yang memnag terparkir di halaman depan cafe yang baru ia datangi . setelah sampai di mobilnya pun Arhan langsung memasukkan Athaya ke dalam mobilnya,kemudian Arhan mengunci mobil tersebut ,agar athaya tak bisa kabur dari nya .


Arhan pun sedikit berlari mengitari mobil miliknya untuk segera masuk ke bangku kemudi .Setelah masuk ke dalam mobil Arhan pun langsung menjalankan mobilnya karena tidak mungkin Jika ia harus terus berada di sini ,yang kemungkinan Reyhan pun akan menyusul dan mencari keberadaan dirinya dan Athaya.


"Turunkan saya Ar!!" kali ini Athaya berteriak tapi Athaya sama sekali tak menghentikan niat Arhan untuk tetap mengajukan mobilnya.


"Arhan turunin aku sekarang tolong berhenti Ar" Athaya menekan nada bicaranya, tidak keras tapi sangat menegaskan maksudnya


" Aku mohon sama kamu Athaya, aku cuma ingin bicara sama kamu ! "mohon Arhan sambil menetap sendu ke arah Athaya.


"Ya sudah jika kamu ingin bicara ,bicara lah sekarang Ar Karan aku ingin kembali lagi ke cafe ,Nara pasti akan mencari ku jika aku tak segera kembali ke sana !"ucap Athaya .


"Kenapa dulu kamu nggak bilang sama aku Aya kalo perempuan yang dulu sempat aku ambil kesuci*n nya itu adalah kamu, seharusnya kamu bicara dan datengin aku waktu itu Ay agar aku bisa mempertanggung jawabkan perbuatan aku kepada kamu ,bukan malah pergi nurutin permintaan papah! "

__ADS_1


"Kamu gak tau aja gimana kronologi nya dulu Ar ,kamu juga gak tahu jika dulu aku juga sempat punya pikiran untuk meminta pertanggung jawaban kepada kamu ,tapi papah kamu ,papah kamu dengan teganya malah mengancam aku jika saja aku sampai berani buka suara soal kejadian malam itu ke kamu Ar ,dia akan menghancurkan panti asuhan tempat aku di besarkan."


__ADS_2