ATHAYA

ATHAYA
salah paham


__ADS_3

"Cukup Pah aku percaya Athaya!! jadi Papah nggak sepantasnya bicara seperti itu, aku yang lebih kenal Athaya seperti apa, aku akan tetap cari Athaya walaupun tanpa persetujuan Papah "ucap Arhan yang langsung berlalu meninggalkan ruangan kerja Papah nya


##Flash back of


"Maksud bapak apa ?"ucap Athaya yang tak mengerti dengan ucapan Arhan .


Athaya gemetaran kala ia merasa jika kini Arhan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Athaya, refleks Athaya pun langsung memejamkan matanya.


"Tidak disangka Athaya yang ku kenal lugu dulunya, ternyata seorang pemain , Laki-laki mana saja yang bisa kamu puaskan Athaya ?bagai mana jika kamu melayani ku , sebagai atasanmu aku juga harus melihat kelihayanmu di ranjang "bukan tanpa sebab Arhan bicara seperti itu, karena tempo hari Arhan pernah melihat Athaya yang sedang diantar laki-laki yang sepertinya masih berstatus pelajar namun dengan lancangnya mereka berdua melakukan ciuman di pipi dan berpelukan di tempat umum tanpa tahu malu dari situ Arhan pun percaya jika yang selama ini Papah nya katakan benar .


"Plakkk satu tamparan keras mengenai pipi mulus Arhan , hingga meninggal bekas di sana bukannya berhenti kini Arhan semakin menjadi-jadi .


Arhan yang sudah terbawa emosi pun langsung mendorong tubuh Athaya ke arah rak yang ada di belakang tubuh Athaya , Arhan pun memencet sebuah tombol di balik sebuah buku yang berjajar rapi di lemari, terbukalah sebuah pintu di balik lemari tersebut memperhatikan ruangan cukup besar layaknya sebuah kamar yang lengkap dengan perabotannya. Arhan melempar tubuh Athaya ke atas kasur empuk itu kasur yang berukuran king size, Athaya pun semakin takut dan menarik kakinya ke atas ranjang berusaha untuk menghindari Arhan yang kini sedang merangkak naik menuju ke arah Athaya . Arhan membuka beberapa kancing kemejanya memperhatikan sisi lain dari dirinya Karena kini Arhan sungguh-sungguh dibuat kecewa oleh Athaya hingga ia nekat berbuat seperti itu.


"Apa yang mau anda lakukan"ucap Athaya dengan nada tinggi tak percaya jika Arhan akan berbuat segila ini !! tolong lepaskan saya, anda salah paham Pak saya tak seperti apa yang Bapak pikirkan saya mohon lepaskan saya Pak " ucap Athaya gemetar air matanya yang sudah menggenang pun kini lolos membasahi pipi mulusnya, ia sungguh masih trauma dengan kejadian 18 tahun yang lalu kini kejadian itu pun teringat lagi di ingatan Athaya.


Arhan yang melihat Athaya menangis pun langsung menjauhkan dirinya dari Athaya kemudian meninju tembok dengan keras meluapkan emosinya ia sungguh tak bisa mengontrol diri nya ,iya juga sungguh tak menyangka mengapa ia bisa menjadi segila ini.Samapai saat ini perasaan Arhan masih sama ,ia masih mencintai Athaya seperti dulu namun sungguh Arhan merasa kecewa kepada Athaya saat ini .


"Keluar dari sini sebelum saya berubah pikiran, cepat keluarrrrr"teriak Arhan dengan nada tinggi Athaya yang mendengar teriakkan dari Arhan barusan pun langsung segera berlari meninggalkan ruangan tersebut dengan air mata yang masih membasahi pipinya


Ingin sekali Athaya mengatakan kepada Arhan "Bagaimana lagi yang mau dirinya sentuh bukankah malam itu dirinya yang sudah menyentuh semuanya yang ada pada diri Aya ?,ingin sekali Athaya mengadu seperti itu kepada Arhan tadi , apalagi saat Athaya melihat Arhan menatap jijik kepadanya, sungguh Athaya merasakan sakit rasanya seperti ada ribuan belati yang menusuk-nusuk nya saat melihat Arhan yang terlihat membencinya seperti tadi .


Sungguh Athaya tidak menyangka jika pak Anggara akan melakukan hal sepicik itu , hanya untuk menjauh kan Anaknya dan Athaya ,apa kurang cukup kah Pak Anggara membuat Athaya pergi dari tempat tinggal nya di pantai dulu , namun mengapa seakan belum puas ia malah membuat Athaya jelek di mata Arhan seperti ini , benar benar tak punya perasaan .

__ADS_1


Athaya pun kembali membenahi pakaiannya yang masih sedikit berantakan dan menghapus kasar air matanya yang membasahi pipinya meski kehormatannya telah terkoyak tetapi Athaya tidak mempunyai pilihan lain selain bertahan yang ia pikirkan sekarang adalah Keenan ia tak mungkin egois hanya karena sekarang Arhan membenci dirinya ia harus pergi dari pekerjaan ini tanpa memikirkan Keenan ,hanya Keenan lah saat ini yang menjadi kekuatan Athaya.


"Kamu kenapa Ay kok muka kamu sembab kayak habis nangis? ucap Ani


"Ah masa sih An ,,,,? tadi aku tuh sempet kelilipan, jadi mataku sembab kaya gini An "bohong Athaya


"Oh,,,, ya udah ayo kita ke kantin yu Aya, soalnya aku udah laper nih" ajak Ani


"Ah ,,,, iya ayo An aku juga laper nih mau makan "ucap Athaya cepat menjawab ucapan Ani karena tak mau membuat Ani curiga


***


"Aya,, kok malah bengong bukannya dimakan makanannya katanya lapar ada apa? apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirin? "ucap Ani yang merasa aneh dengan tingkah Athaya yang menurut Ani cukup aneh dari tadi pagi


"Hallo ,,,,"


"Ar ada masalah apa lagi kamu sama Aleta, kenapa dia sampai menangis dan mengadu ke rumah ,kamu apakan lagi dia? "tanya Papah Arhan di seberang sana


Sungguh Arhan muak dengan tingkah Aletta kalau saja Mamanya tidak sakit dan tidak menyuruh nya untuk bertunangan dengan Aletta, Arhan mana mau ia terpaksa menuruti keinginan Mamanya yang sedang sakit waktu itu yang menginginkan Arhan untuk segera menikah namun Arhan masih tetap menolak tapi Mamanya terus mendesak Arhan jadilah pertunangan ke keterpaksaan ini yang sama sekali tak Arhan inginkan.


"Papah urus saja dia, Arhan gak mau tahu Pah Arhan capek pekerjaan Arhan banyak, Arhan nggak ada waktu buat mikirin cewek kayak dia" ucap Arhan muak, Arhan pun langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak tak peduli Papahnya akan marah, yang sekarang ia inginkan hanyalah ketenangan arhan pun langsung menonaktifkan handphone nya agar papanya tak menghubunginya lagi


"****

__ADS_1


Setelah menelpon Arhan .Anggara pun langsung kembali ke ruang tengah untuk menghampiri istrinya dan Aletta yang kini sedang menunggunya


"Bagaimana Om, apa Arhan mau bicara sama Om? "ucap Aletta yang kini sedang berada di rumah Arhan mengadu jika Arhan melarang Aletta pergi ke Bandung untuk menyusul Arhan .


" Maaf Al nomor Arhan tidak aktif mungkin sekarang Arhan sedang sibuk "bohong papah Arhan


"Sebaiknya kamu susul saja Arhan ke Bandung ,kamu tak harus meminta persetujuannya, biar Om yang bertanggung jawab jika Arhan marah bicara saja pada Om! "ucap Anggara yang langsung membuat Aletta senang kala mendengar perkataan pak Anggara barusan .


"Terima kasih Om Tante ,,,,, kalau gitu Aletta pamit ya mau siap-siap dulu karen mau berangkat ke Bandung Aletta besok mau susul Arhan ke sana"ucap Aleta


"Ya sudah hati-hati di jalan"


"Baik Om"


setelah kepergian Aletta Mamah Arhan pun langsung memanggil suaminya


"Pah,,,,,apa Mamah salah karena telah memaksa Arhan untuk bertunangan dengan Aletta, Mamah benar-benar merasa bersalah sama Arhan pah setelah terjadi pertunangan itu. Arhan semakin menghindar bahkan Arhan sama sekali tak mau meneruskan perusahaan Papah dan malah memilih pergi ke Bandung untuk mengurus perusahaan nya sendiri "ucap Nadia , sebenarnya ia juga merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena sudah menjodohkan Arhan dengan wanita seperti Aletta , awalnya Mamah Arhan percaya jika Aletta adalah wanita yang baik namun semakin kesini Nadia melihat jika Aletta bukanlah gadis yang baik apalagi setelah ia tahu jika Aletta selalu mengadu kepada suaminya sekecil apapun kesalahan yang Arhan buat baik yang di sengaja ataupun tidak Aletta selalu mengadu ,sejak saat itu pun Arhan menjadi selalu kena marah oleh Papah nya gara-gara Aletta.


"Tidak Mah, Mamah tidak bersalah karena Arhan memang cocok dengan Aletta"


"Tapi pak akhir-akhir ini setelah Mama menjodohkan Arhan dengan Aletta , Arhan menjadi berubah Pah, Mama kasihan sama Arhan , apa mungkin Arhan tertekan karna bertunangan dengan Aletta Pah ,,,,,bagaimana kalau kita batalkan saja pertunangan mereka "ucap Mama Nadia yang merasa sedih ketika melihat anak satu-satunya itu berubah drastis


"Mama gak boleh gegabah Mah ini menyangkut nama baik keluarga kita ,,,,, Papah gak mau sampai semua orang memandang jelek keluarga kita ,Jika kita tiba-tiba membatalkan pertunangan Arhan dan Aletta secara sepihak, Mamah tak usah khawatir ini hanya perasaan Mamah,nanti Arhan pun akan kembali Mah dia pasti akan pulang dan menemui Mamah "ucap Papah Arhan yang masih dengan pendiriannya ia tak mungkin mau membatalkan pertunangan itu karena ia tahu jika Arhan saat ini masih saja mencari gadis itu.

__ADS_1


Anggara tak mau jika nantinya Arhan sampai kembali pada gadis itu ,mau di taro di mana muka Anggara kalau semua orang tahu anak semata wayangnya nya nanti menikahi gadis yang tak jelas asal-usulnya itu ,ia lebih baik memiliki menantu seperti Aletta di banding dengan Athaya si gadis miskin itu .


__ADS_2