ATHAYA

ATHAYA
usaha Arhan


__ADS_3

"Saya pergi dulu Nanti kamu kirim saja alamatnya di WhatsApp "ucap Raihan tanpa menunggu persetujuan dari Athaya ia pun langsung pergi meninggalkan Athaya begitu saja karena ia tidak mau mendengar penolakan yang kedua kalinya, seperti saat Tadi ia mengajak Athaya untuk makan malam yang langsung ditolak.


_


_


_


Tepat pada pukul 15.00 kini ini Arhan sudah berada di cafe tempat anaknya bekerja ,bahkan Arhan yang tak mau membuat anaknya itu menunggu dirinya pun menyempatkan diri untuk datang ke kafe tersebut lebih awal sebelum waktu yang pagi tadi ditentukan oleh Keenan.


Dan kini Arhan Hanya duduk sambil menunggu putranya selesai bekerja di sip pertama istirahat , setelah beberapa menit menung pada pukul 15.45 kini, Keenan pun terlihat muncul dari arah pintu belakang di mana tempat semua para pelayan di cafe ini berkumpul.


Sebenarnya dari tadi Arhan bisa saja meminta kepada manajer restoran ini untuk mengistirahatkan anaknya terlebih dahulu agar bisa mengobrol lama dengan dirinya ,namun ia tak mau melakukan itu semua karena ia yakin jika anaknya itu pasti nantinya akan marah terhadapnya karena dirinya sudah bersikap lancang seperti itu dan pastinya, nantinya akan sulit mendapatkan hati putranya lagi Jika saja ia melakukan satu kesalahan yang membuat anaknya itu kesal.


"Maaf saya telat 15 menit dengan waktu yang saya janjikan!" ucap pemuda tampan yang kini ada di hadapannya itu.


Arhan hanya kini hanya membalas ucapan anak nya dengan senyuman nya , apalagi tadi setelah ia mendengar kata maaf yang terucap dari Keenan

__ADS_1


"Duduklah terlebih dahulu Ken !" Keenan pun langsung menurut terhadap ucapan Papahnya menarik kursi yang ada di hadapan Arhan kemudian mendudukinya dan setelah itu pun pandangan Keenan kini kembali tertuju pada arahan yang sekarang sedang menata putranya dengan lekat.


"Apakah kamu ingin memesan sesuatu ?"ucap Arhan


"Oh tidak perlu "jawab Keenan begitu tegas terlihat acuh tapi sebenarnya ia menyembunyikan sesuatu


"Saya di sini itu untuk mendengarkan hal apa yang ingin anda bicarakan?" lanjutkan Keenan kemudian Arhan pun mengangguk, tapi meskipun begitu ia tetap memesankan makanan dan minuman untuk putranya karena ia yakin putranya itu belum makan sebab ia tahu setelah pulang sekolah Kenan pun langsung datang ke cafe ini untuk bekerja.


"Apakah saya mengganggu waktu istirahat kamu ken?" ucap Arhan mencoba untuk lebih dekat dengan pemuda yang ada di hadapannya ini pemuda yang seharusnya memanggilnya papa, pemuda yang seharusnya juga menghormati dirinya, bukan malah seperti ini yang bahkan terlihat sebagai orang asing


"Apakah anda tidak bisa mengatakan langsung Apa tujuan Anda sekarang ?ujar Keenan yang kini balik bertanya kepada Arhan .


"Ken apakah boleh jika saya ingin memperbaiki hubungan diantara kita?" tanya Arhan to the point namun ia juga bersikap begitu hati-hati


"Maaf? hubungan Apa yang Anda maksud? apakah kita pernah punya hubungan sehingga anda ingin memperbaikinya?".


Ya dan benar saja lagi-lagi kini Kenan menjawab pertanyaan arhan dengan sebuah pertanyaan yang membuat arahan kini tak berkutik

__ADS_1


"Ya kamu benar nak, Dan ini semua salah saya, tapi setidaknya izinkan saya untuk memulainya dari kamu dulu saya tak pernah berharap kamu memanggil saya dengan sebutan Ayah ataupun papa Jika kamu keberatan na, tapi saya mohon kepada kamu saya hanya ingin memperbaiki hubungan di antara kita agar kita tidak seperti orang asing seperti ini! "terang Arhan.


Kenan pun terdiam sesaat kemudian menyandarkan punggungnya di kursi, sembari menghembuskan nafas panjangnya sepertinya ia nampak berpikir sepertinya hal seperti ini memang akan terjadi dan membuatnya ikut pusing dengan masa lalu sang ibu.


"Bukankah kita memang orang asing? "tanya Kenan lagi yang kini masih ingin mencoba untuk menguji kesabaran laki-laki yang ada di hadapannya ini


 Tapi ucapannya kali ini tak langsung dijawab oleh Arhan Karena kini seorang pelayan Tengah menghampiri mereka berdua dan memberikan makanan dan minuman yang tadi sempat arahan pesan untuk dirinya dan Kenan. tak lupa juga arahan mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut.


"Makanlah terlebih dahulu Ken saya tahu jika kamu pasti belum makan!" ucap Arhan


"Tidak perlu .Dan saya harap Anda tak perlu repot-repot memesankan makanan seperti ini untuk saya !"jelas hal tersebut membuat Arhan agak kecewa ia seperti ditolak dan penolakan itu berasal dari putranya sendiri namun .


Kemudian ia sadar, Arhan menghembuskan napasnya pasrah lalu memberi semangat kepada dirinya sendiri di dalam hatinya


"Harusnya lo tahu Ar, ini nggak akan mudah


bagi mereka lo seharusnya berjuang lebih keras lagi jangan menyerah Hanya karena satu penolakan! "batin Arhan menyemangati

__ADS_1


Sebenarnya Keenan pun tak tega melihat laki-laki yang ada di hadapannya ini hanya diam menunduk dan terlihat kecewa atas penolakannya barusan, namun keenan tak mau dulu meluluhkan hatinya begitu saja untuk mengasihani Papahnya ini karena ia ingin terlebih dahulu melihat seberapa besar perjuangan Papahnya untuk mendapatkan hati mamahnya dan dirinya. karena bukan cuma Keenan saja di sini yang membutuhkan kepastian dari papanya ini melainkan juga mamahnya yang Keenan tahu sampai sekarang pun Mamanya itu masih sangat mencintai laki-laki yang ada di hadapannya ini.


__ADS_2