ATHAYA

ATHAYA
kembali mual


__ADS_3

"Becanda sayang, lagian mamah percaya ko sama kamu Ar ,kamu gak bakalan mungkin lakuin hal yang gak seharusnya kamu lakuin."


***


Jam 06.00 pagi, Athaya membangunkan Nara yang masih terlelap


"Nara bangun, sudah siang Kita kan harus berangkat kerja" Athaya menepuk-nepuk dan menggoyangkan lengan Nara


"Hoamm,,,,Aya ! emangnya kamu udah sembuh? "ucap Nara yang kini sudah membuka mata


"Apa Kamu sudah siap untuk bekerja hari ini, apakah kamu tidak mual-mual lagi hari ini Ay?"tanya Nara


"Aku sehat Ra, aku sudah baikan bagaimanapun aku harus tetap bekerja karena sebentar lagi kebutuhanku pasti akan lebih banyak karena aku harus siap-siap untuk menabung biaya persalinan ku nanti "


Nara yang mendengar perkataan Athaya barusan sungguh merasa iba sekaligus terharu, sungguh malang nasib sahabat nya itu . orang tua kandung membuang Athaya saat Athaya masih bayi dan tak cukup di situ setelah dewasa Aya juga harus mengalami peleceh*n ,hingga sekarang Athaya pun tengah berbadan dua dan mengakibatkan nya harus pergi dari Panti ,namun untuk saat ini Nara sama sekali tak melihat wajah putus asa dari Athaya , yang sekarang Nara lihat hanya lah pancaran semangat dari wajah Athaya. Nara menatap bangga kepada sahabat yang ada di hadapannya ini.


"Baiklah ayo semangat bekerja untuk Keponakanku ini tunggu aku siap-siap dulu Aya"ucap Nara sambil mengusap lembut perut Athaya kemudian berlalu menuju ke kamar mandi.


***


Athaya bagaimana keadaanmu mengapa sudah masuk kerja? jika kamu masih sakit tidak usah masuk dulu, istirahatlah di kosan saja "ucap Dimas


" Tidak kak Athaya tidak apa-apa kemarin cuma sakit biasa sekarang aya sudah sehat ko ,kak Dimas bisa lihat sendiri kan jika Aya sudah sehat dan sudah sembuh "ucap Athaya sambil menunjukkan jika dirinya baik-baik saja dan sehat


"Baiklah jika Aya merasa lelah istirahatlah terlebih dahulu jangan terlalu memaksakan pekerjaannya, ya sudah kalau gitu kak Dimas tinggal dulu soalnya mau ada meeting di luar dengan costumer"


"Baik kak"


"Aya bagaimana sekarang apakah kamu baik-baik saja tak merasa mual ataupun pusing? "ucap Nara yang baru saja kembali dari toilet dan menghampiri Athaya lagi


"Nggak Ra aku sama sekali nggak mual kok "


Ketika Nara dan Athaya akan masuk ke dalam mereka berdua malah dihadang oleh senior mereka


"Eh si cup* sama si gento*g udah masuk kerja lagi" ucap seseorang karyawan senior wanita yang selalu merundung Nara dan Athaya

__ADS_1


"Athaya dan Nara hanya bisa bungkam tak bisa berkata apa-apa karena mereka sungguh takut dengan Kakak senior yang ada di hadapannya ini . namun lama-kelamaan Athaya yang merasa kesal dengan wanita yang ada di hadapannya itu yang terus menghalangi jalannya pun langsung angkat bicara


"Maaf kak tolong jangan halangi jalan kami kami mau masuk untuk bekerja "ucap Nara pelan


"Siapa lo yang berani nyuruh-nyuruh gue hah sok-sokan loe bergaya kayak bos, Adik kandung Pak Dimas juga bukan loe,tapi belagunya minta ampun "ucap wanita tersebut menatap tak suka pada Athaya yang selalu mendapat perhatian dari Dimas


"Maaf kak saya harus masuk, Saya mau ke toilet "ucap Athaya yang sudah tidak kuat menahan mualnya karena tadi ia sempat menghirup bau parfum wanita yang ada di hadapannya ini sungguh-sungguh menyengat dan membuat Athaya kembali mual


Athaya pun langsung mendorong tubuh wanita yang ada di hadapannya untuk menyingkir dan kemudian Athaya pun langsung berlari menuju ke toilet


***


"Uwekkk ,,,,,uuwekkk ,kenapa mual lagi sih baby padahal tadi pagi kamu udah baik-baik aja "ucap Athaya sambil mengelus pelan perut nya dengan lembut .


"Heh cup* mana si gend*t, kenapa dia malah lari ,biar gue kasih pelajaran sama si cewek gend*t kurang ajar itu ? "ucap wanita yang ada di hadapan Nara dengan nada tinggi dan kesal mungkin karena kejadian tadi.


"Kak jangan, tolong jangan sakiti Aya "ucap Nara yang melihat senior nya seperti kesetanan


Brakkk ,,,brakkk ,,,brakkk


"Ya Allah apalagi ini "ucap Athaya yang tak tahan dengan suara bising yang ada di luar , malah semakin membuat athaya tambah pusing saja .


"Nara ,,,ucap athaya yang tiba-tiba teringat dengan Nara yang pastinya sedang ada di luar menunggu nya .


Athaya pun langsung segera keluar dari toilet karena tak sanggup membiarkan Nara sendirian di luar apalagi jika harus berhadapan dengan tari wanita yang selalu mem bully Nara dan Athaya.


"Ada apa Kak maaf tadi aku nggak sengaja dorong Ka Tari soalnya tadi aku tiba-tiba mual pas hirup aroma parfum Kak Tari "ucap Athaya polos Nara yang mendengar itu pun langsung melotot kan matanya ia sungguh tak menyangka jika Athaya akan berbicara seperti itu kepada Tari, Nara takut jika Tari akan mengetahui rahasia tentang kehamilan Athaya, dengan kecerobohan yang tidak di sadari Athaya


"Sialan loe bilang parfum gue bau hah, asal loe tau ini parfum mahal !! loe pun nggak bakal bisa beli ini parfum meskipun nunggu gajian loe sampai 5 kali" ucap Tari sambil mendorong tubuh Athaya yang masih lemah ,Athaya yang tak siap pun langsung terjatuh terjerembab ke lantai cukup keras.


"Athaya ,,,,,,, teriak Nara kaget ketika melihat Athaya yang di dorong oleh Tari dan terjatuh cukup keras


"Auh ,,,,sakittt Ra ,agh ,,,,perut aku Ra "ucap Athaya sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakti.


"Darah ,,,,,"ucap Nara ketika melihat darah di sela kaki Athaya

__ADS_1


"Tolong siapa aja tolong bantu Athaya ,aku mohon tolong bantu Athaya bawa ke mobil kita harus ke rumah sakit "ucap Nara sambil menangis dan teriak histeris .namun di antara semua karyawan yang ada di sana sama sekali tak ada yang berniat untuk membantu


"Ada apa ini kenapa kalian malah berkerumun di sini bukan nya kerja "ucap Willy asisten Dimas


"Kak tolong Athaya Kak , tolong bantu saya untuk membawa Athaya ke rumah sakit Kak saya mohon "ucap Nara terisak sambil memegangi tubuh Athaya yang masih tergeletak di lantai


"Baiklah ayo biar saya bantu antar ke rumah sakit , kalian semua bubar dan bekerja , bukan malah berkerumun di sini "ucap Willy menatap satu persatu karyawan yang malah menonton di sana . kemudian mengangkat tubuh Athaya menuju ke mobil nya


"Darah ,,,kenapa si gento*g bisa pendarahan pas jatuh tadi ya? , jangan-jangan dia hamil? "ucap Tari bukannya takut atas kesalahan yang baru saja ia buat, Tari malah menyeringai karena sudah bisa mendapatkan berita hot untuk disebarkan


*Rumah sakit*


"Bertahan Aya kamu dan anak mu pasti akan baik-baik saja , kalian pasti kuat "ucap Nara dengan air mata yang terus mengalir tak mampu dibendung ketika melihat keadaan Athaya yang lemah


"Bagaimana keadaan teman saya Dok? apakah mereka baik-baik saja? ucap Nara harap-harap cemas menunggu jawaban dokter


"Alhamdulillah ibu dan bayinya selamat Mbak Untung saja Mbak langsung membawa pasien ke rumah sakit dengan sigap jika saja telat sedikit bukan hanya bayinya saja yang tak akan selamat melainkan juga ibunya. baiklah kalau begitu saya permisi dulu "ucap sang Dokter


"Baik Dok terima kasih"


"Bagaimana keadaan Athaya Ra ? ucap Willy yang baru saja datang setelah selesai mengurus administrasi


"Aya baik-baik saja Kak ,terima kasih karena kakak sudah mau membantu saya untuk membawa Athaya ke rumah sakit "


"Iya sama-sama Ra saya ikhlas ko membantu Athaya dan kamu , bagaimana kejadian ini bisa terjadi Nara ? mengapa Aya bisa sampai pendarahan seperti itu ? apa penyebab nya dan kenapa Aya bisa sampai pendarahan apa Aya sedang mengandung? "ucap Willy menatap curiga kepada Nara yang terlihat gugup


"saya ,,,MMM ,Aya tidak "ucap Nara gugup


"Jujur lah kepada saya ,jika kamu tidak jujur dan saya malah mendengar dari orang lain yang memberitahu kan tentang keadaan Athaya yang sekarang kepada saya ,saya pasti akan benar benar kecewa kepada kamu , karena kamu telah membohongi saya ."ucap Willy tegas


"Saya mohon Kak , Kakak bisa jaga rahasia ini ,saya juga takut Athaya akan marah pada saya jika Kak Willy tau , Athaya memang sedang mengandung Kak , sekarang kandungan Athaya sudah menginjak 3 bulan . sebelum Athaya tinggal di sini Athaya di pernah lecehkan oleh seseorang dan mengakibatkan Athaya Hamil , Nara pun menjelaskan semua cerita hidup Athaya sedetail mungkin kepada Willy agar Willy tidak beranggapan buruk terhadap Athaya nantinya.


"Huh"helaan nafas panjang terdengar dari mulut Willy, sungguh Willy tak menyangka jika kisah hidup Athaya bisa setragis itu Willy puna hanya bisa menatap iba ke arah Athaya yang masih terlelap belum sadar kan diri"


"Ra ,,,,apakah Dimas tahu tentang ini ? "ucap Willy menunggu jawaban Nara ,Nara pun hanya bisa menjawab ucapan Willy dengan gelengan kepala tanpa mau melihat wajah atasannya itu.

__ADS_1


"Aku di mana ,,,,?"ucap Athaya yang langsung mengalihkan pandangan Willy dan Nara ke Arah Athaya


__ADS_2