ATHAYA

ATHAYA
kekacauan di pesta


__ADS_3

Athaya berpikir semoga Papah dari Arhan tidak mengenalinya. Athaya yakin jika pak Anggara tak mengenalinya apalagi Athaya tak melihat gelagat aneh dari pak Anggara itu, jika saja ia mengenalinya mungkin saja sekarang dia sudah menghampiri Athaya dan kemungkinan akan melabraknya, pikir Athaya.


Apalagi saat melihat Arhan dan keluarga berpencar tak lagi di posisi yang sama


Athaya pun mencoba bersikap biasa saja seperti para karyawan lainnya berbaur dengan para sekretaris dan manajer dari perusahaan lain yang ia kenal.


Tapi Athaya salah saat ia sedang ngobrol ringan dengan mereka, tiba-tiba saja ada yang mencekam tangannya dan saat Athaya menoleh ternyata itu adalah Alleta.


***


Di sisi lain kini Keenan nyang sudah sampai di rumahnya melihat map berkas dompet dan handphone milik mamahnya tertinggal di atas meja ruangan tengah, Keenan pun segera mengambil map dompet dan handphone yang tertinggal tersebut dan berniat untuk kembali ke acara pesta untuk menyerahkan map yang tertinggal itu kepada Mamanya yang pasti sedang kebingungan karena map yang seharusnya ia bawa malah tertinggal di rumah.


***


"Hei Athaya? kamu benar-benar Athaya kan ?astaga !!"ucap Alleta yang entah mengapa seolah-olah ia baru mengenali Athaya, padahal Athaya tahu jika Alleta sudah mengenalinya saat pertemuan di restoran beberapa bulan lalu.


"Siapa yang kamu sebut Athaya? ucap seorang pria paruh baya yang suaranya pun masih sangat sangat Athaya kenal, siapa lagi jika bukan pak Anggara , Ayah dari Arhan.


Pandangannya beralih pada Athaya yang kini masih menunduk


"Ia Om dia adalah Athaya temanku dan Arhan waktu masih sekolah dulu ! "ucap Aletta yang menurut Athaya memang sengaja melakukan itu semua di hadapan pak Anggara .


Lalu papa dari Arhan itu mulai memandang lekat Athaya sedangkan Athaya yang kini sedang dipandang dekat itu terlihat gugup


"jadi kamu benar wanita murah*n itu?

__ADS_1


Athaya menarik nafas panjang Athaya masih diam lagian mana mungkin ia menjawab pertanyaan laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya itu . namun Athaya juga berpikir mau sampai kapan ia diam dan diinjak-injak seperti ini Athaya pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah pria paruh baya yang ada di hadapannya


"saya Athaya, ATHAYA Verlita Maharani .!!"ucap Athaya dengan lantang persetan dengan apa yang akan terjadi nantinya, Athaya akan pasrah mungkin sudah saatnya ia mengaku.


Dan pengakuan itu berhasil membuat pria paruh baya yang ada di hadapannya itu berubah air mukanya


"Palkk !!"satu tamparan keras membuat Athaya menjadi bahan perhatian banyak orang ,mengapa Athaya bisa mendapatkan perlakuan seperti itu bahkan Athaya sama sekali tak melakukan apapun sampai bisa mendapatkan tamparan seperti ini.


Sekilas Athaya sempat melihat ke arah Aletta yang sepertinya sangat senang saat melihat kejadian seperti ini.


"Beraninya kamu kembali di hadapan putraku "ucap Anggara dengan nada merendahkan yang membuat Athaya ingin membungkamnya.


Namun sebelum Athaya akan angkat bicara, Arhan sudah menyelanya !


" Hentikan ,pah apa yang papah lakukan?"ucap Arhan dan mamahnya yang kini baru menghampiri Athaya karena barusan Arhan dan Mamahnya sedang ada pertemuan dengan seseorang.


"Jaga ucapan kamu Aletta !" Arhan sungguh tak terima melihat Athaya yang diperlukan seperti ini dihadapan banyak orang seperti ni apalagi ini karna ulah papah nya sungguh Arhan dibuat malu kepada Athaya .


Keenan yang baru saja sampai melihat mamanya diperlukan seperti itu pun langsung berlari menghampiri mamahnya, ia tak terima melihat Mama nya yang diperlakukan seperti itu di hadapan orang banyak


"Jaga bicara Anda tuan Anda tak pantas merendahkan seorang wanita di hadapan orang banyak seperti ini, apalagi anda seorang orang tua yang harusnya mempunyai wawasan yang lebih banyak dibandingkan saya mengenai etika ,jika memang adapun kesalahan kepada anda sebaiknya anda berbicara baik-baik bukan malah berkoar-koar di sebuah acara seperti ini tuan apalagi di hadapan banyak orang ! "ucap Keenan menatap benci ke hadapan laki-laki paruh baya yang tadi sempat merendahkan mamah nya .


"Ken ,,"ucap Athaya yang tak percaya jika anaknya bisa ada di sini dan yang lebih parahnya lagi Ken melihat dirinya yang di perlukan seperti itu,ya tuhan apa yang harus Athaya jelaskan nantinya kepada keenan jika Ken menanyakan kembali tentang ke jadi ini di rumah nanti .


"Diam kamu bocah ingusan ,jadi laki-laki simpan saja bangga !"ucap Alleta menatap rendah kepada keenan .

__ADS_1


"Anda yang seharusnya diam ,jika anda tak tahu apa-apa anda jangan asal bicara !"


"Diam kamu ,kamu tak seharusnya ikut campur dengan urusan kami "ucap Anggara tak suka dengan kehadiran pria muda yang seolah ingin menjadi pahlawan itu .


"Apa hak anda melarang saya yang ingin membela mamah saya , sebagai seorang anak saya tak terima jika melihat Mama saya diperlakukan seperti ini di hadapan semua orang ,kalian dengar baik-baik! sekali Saya melihat kalian menyakiti ibu saya maka saya tidak akan segan menyakiti kalian tak peduli sekalipun kau adalah seorang pria tua "ujar Keenan tak kenal ampun ia bahkan memperingati pria tua itu dengan menunjuk tepat di hadapan wajah nya ,Keenan juga menatap benci ke hadapan semua orang yang ada di sana.


Aletta jelas murka, tapi tidak dengan tuan Anggara yang masih memproses setiap kata yang diucapkan pemuda itu dan seolah menemukan jawaban ia menelan Slavina kasar lalu tatapannya berubah teduh menatap Keenan penuh teliti.


Menatapnya dengan tatapan ingin tahu ,ya iya bisa melihat wajah Arhan anaknya Di wajah Keenan yang kini sedang memandangnya penuh amarah


"Ayo Mah sebaiknya kita pergi dari sini " ucap keenan yang langsung menggandeng tangan Mamahnya untuk meninggalkan pesta yang menurutnya sangat memuakkan ini


"Ken tunggu sebentar , Saya ingin bicara saya benar-benar minta maaf atas Kejadian ini! "ucap Arhan yang merasa bersalah kepada Keenan dan Athaya atas apa yang telah Papah nya lakukan.


"Dan untuk Om saya harap mulai sekarang Om jauhi Mama saya besok saya pastikan Mama saya akan mengajukan surat pengunduran diri dari perusahaan anda "ucap ken yang membuat Arhan maupun Athaya dibuat melotot tak percaya dengan keputusan yang dibuat anaknya itu.


Sedangkan anggara malah di buah syok dengan perkataan pemuda yang umurnya kisaran 17-18 tahun tadi, bagaimana ia tidak syok ketika mendengar pemuda tersebut memanggil Athaya dengan sebutan Mama.


Apakah mungkin setelah kejadian 18 tahun yang lalu wanita itu melahirkan seorang anak dan pemuda tersebut itu adalah cucunya , apalagi setelah Anggara meneliti memang pemuda tersebut memiliki kemiripan yang mencolok dengan Arhan anak semata wayangnya itu..


Arhan yang kecewa dengan kelakuan papah nya tanpa pamitan langsung meninggalkan acara pesta tersebut, Arhan sungguh tak peduli jika acaranya akan hancur dan membuat perusahaannya bangkrut pun sungguh dirinya tak peduli ,yang ia pedulikan sekarang hanyalah anaknya dan wanita yang ia cintai yang kini malah pergi meninggalkan nya .


"Mama kecewa kepada papa kenapa papa bisa bersikap ceroboh itu pah, papa bener-bener bukan Papah yang dulu Mamah kenal "ucap Nadia yang langsung berlalu meninggalkan suaminya dengan raut wajah kecewa ia lebih memilih untuk menyusul anaknya yang sudah pergi terlebih dahulu meninggal pesta .


"Om bagaimana ini "ucap Alleta yang malah membuat Anggara makin pusing .

__ADS_1


"Sebaik nya kamu pulang saja Aletta karna om akan menyusul Arhan dan mamah nya ."


ucap Anggara tegas.


__ADS_2