ATHAYA

ATHAYA
mana yang kamu suka


__ADS_3

Sedangkan di kelas, beberapa murid ini menjadi geger dikarenakan seorang siswa datang dan membawa kabar kalau ada guru baru yang cantik habis ,tentu saja karena sebelumnya ia melihat Athaya yang memakai baju formalnya itu berjalan menuju ke ruang kepala sekolah.


***


Kini Athaya sudah berada di depan pintu ruangan kepala sekolah ,Athaya pun segera mengetuk pintu dan mengucapkan salam .setelah salamnya dijawab Athaya pun langsung masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.


"dengan siapa ?dan mau bertemu dengan siapa ya dek?" tanya kepala sekolah ketika tiba-tiba melihat gadis muda cantik yang datang bertamu ke ruangannya, ia tak tahu saja jika Athaya ini adalah ibu dari KEENAN NARENDRA PUTRA anak didik di sekolah nya .


"Saya orang tua wali dari KEENAN NARENDRA PUTRA pak maaf jika saya datang sedikit terlambat" ucap Athaya saat melihat ke ruangan tersebut sudah ada orang tua dari kedua wanita yang tadi sempat pak kepala sekolah sebutkan bertengkar gara-gara anaknya.


Semua yang ada di sana melotot tak percaya dengan ucapan Athaya yang mengaku sebagai ibu dari Keenan, karena mereka sangka jika wanita muda tersebut bukanlah ibu dari Keenan ,karna jika di lihat Athaya lebih cocok menjadi kakaknya.


Setengah jam lamanya berdiskusi akhirnya semua selesai Athaya pun bisa bernapas lega karena anaknya maupun kedua anak wanita yang bertengkar tidak mendapatkan skorsing ,mereka hanya diberikan peringatan saja agar tidak melakukan hal seperti itu lagi kini Athaya dan Keenan keluar dari ruangan guru


"Mama kalau sibuk nggak perlu datang ke sini juga nggak apa-apa Mah!" ujar Keenan yang meng sejajarkan langkahnya dengan sang ibu yang tadi keluar terlebih dahulu


"Kasih tahu Mama diantara kedua cewek tadi mana sih yang sebenarnya kamu suka Ken?" ucap Athaya bertanya kepada anaknya.


"Astaga Mah Keenan sama sekali nggak suka siapapun diantara mereka mah, lagian kan Mama juga tahu Ken ini nggak mau pacaran dulu karena Ken mau fokus sekolah "jawabnya


"Tapi kalau Mama lihat cewek yang kecil-kecil itu imut loh Ken, siapa sih namanya mama lupa ? Emm ,,,kayaknya dia juga baik, tadi juga Mama lihat dia juga kayaknya lirik-lirik terus kamu loh Ken, seperti nya dia emang suka deh sama kamu


" Dih nggak mau ya Mah lagian ya Mama nggak tahu aja tingkah Nayara kayak apa yang sebenarnya.! "ucap Kenan


"Oh jadi Nayara ya namanya nya ,memangnya kenapa ?ucap Athaya sambil melirik anaknya


"Dia itu nyebelin Mah !!"ucapkan singkat


" Awas loh Ken yang awalnya benci itu nantinya bisa berubah jadi cinta loh "goda Athaya

__ADS_1


"Dih amit-amit mah! "ucapkan asal ceplos


"Hus jangan ngomong kayak gitu dong sayang mau bagaimanapun dia itu kan cewek, Mama nggak mau ya kalau nantinya dengar kamu nyakitin hati cewek ,jika kamu belum siap pacaran pun kamu seharusnya kamu beri pengertian kepada dia jangan bersikap seenaknya apalagi sampai menyakiti nya ."


"Iya Mah Ken ngerti, udah ah Jangan bahas dia mulu mah Ken males"


"Oh jadi berarti kamu lebih suka cewek yang satunya lagi ya Ken ? "


"Ngak juga mamah Keenan sama sekali gak suka dua-duanya!!"jawabannya .


Hah ,,anak bujangnya ini memang susah kalo di ajak becanda , ya sudah kalau gitu mah tinggal dulu ya sayang karena mama harus kembali lagi ke kantor mamah Ken soalnya takut nanti pak Bos marah kalau mama kelamaan di sini


"Ya udah iya mah makasih sebelumnya karena mama udah datang ke sini, hati-hati di jalan!"


"Ya sayang "


Kenan menoleh ke arah Revan teman sekelasnya yang kini ikut menatap kepergian Athaya sedangkan Ken hanya menatap Revan datar tanpa ingin menjawab perkataan teman sekelasnya itu.


Keenan pun langsung kembali ke kelasnya tanpa menghiraukan ucapan Revan yang terus memanggil nya dan menanyakan tentang Mama nya terus menerus .


****


Athaya kembali ke kantor, saat bos nya sudah ada di ruangannya dia asal duduk saja dan kembali bekerja dengan tenang.


"Dari mana saja kamu Athaya?"ucap Arhan yang tiba-tiba, bahkan Athaya tah tahu kapan bosnya itu keluar dari ruangannya. yang tak tahunya kini sudah nongol saja di hadapannya.


"Ah ,,,maaf pak jika saya tak izin kepada bapak , tadi saya keluar duluan cari makan bersama Ani "bohong Athaya


"Lain kali jika ingin makan di luar izin lah dulu kepada saya agar saya tidak menunggu,saya harap kamu tak boleh seenaknya seperti itu pergi tanpa memberitahu saya" ucap Arhan yang membuat Athaya bisa bernafas lega saat Arhan mempercayainya, jadi ia tak perlu sulit untuk membuat Alasan kepada bosnya itu

__ADS_1


"Baik pak "


Athaya merasa lega saat tiba-tiba melihat Arhan yang kini sudah kembali ke ruangannya tanpa banyak protes.


Namun beberapa menit berikutnya Athaya melihat Arhan yang kembali keluar ruangannya dengan berkas yang ada di tangannya.


"Athaya bawa berkas ini kita akan meeting di luar!" Arhan mengarahkan sebuah map yang belum sempat ia buka isinya, Arhan lebih dahulu menginstruksinya agar Athaya bergerak cepat.


Athaya sempat berpikir mengapa ia tidak tahu sama sekali jika sekarang tiba-tiba ada meeting dadakan seperti ini, Athaya yang tak mau mengecewakan atasannya pun langsung bergegas mengikuti Arhan yang kini sudah terlebih dahulu berjalan di depan dirinya.


Athaya yang tak masuk beberapa hari hanya asal mengikuti bosnya, dan siapa yang mengira kalau ternyata Arhan memang membawa Athaya pergi bukan untuk bertemu dengan klien, melainkan untuk membuat waktu agar ia bisa berduaan dengan Athaya sekaligus untuk makan siang.


Karena tadi Arhan tak sempat makan siang soalnya dari tadi ia malah kepikiran terhadap Athaya yang tiba-tiba pergi tanpa berpamitan.


"Bapak serius mau meeting? ini bukannya laporan dari tim pelaksana mengenai rencana bulan depan pak ?" dan Athaya yang sedang ada di dalam mobil mulai curiga kepada Arhan ketika ia sudah melihat laporan tersebut.


"Ah,,, mungkin saya salah ambil map "


"Apa sebaiknya kita kembali lagi ke kantor pak? tanya Athaya heran ketika melihat Arhan yang sama sekali tidak kesal karena berkas yang seharusnya dibawa untuk meeting malah ketinggalan, namun anehnya kini dengan santai ia malah terus melanjutkan mobilnya tanpa banyak protes seperti biasanya jika saja ada sesuatu yang tertinggal.


"Tidak usah , sebaiknya kita ke restoran dulu saya mau makan siang karena tadi makan siang saya terlewatkan! "..


"Kalau begitu biar saya saja yang ke kantor untuk mengambil berkas yang tertinggal pak! "


"Nggak perlu meeting nya masih nanti jadi lebih baik kamu temani saya makan karena saya sudah lapar!" ucap Arhan


" Tapi saya sudah makan pak "bohong Athaya pada hal dirinya juga belum sempat makan siang karena tadi saat waktunya makan siang ya malah disibukkan dengan rundingan di ruang kepala sekolah anaknya.


"saya akan menyuruh kamu untuk menemani, bukan menyuruh kamu untuk makan! dan arahan terus bersikukuh untuk membuat Athaya bersedia untuk menemaninya makan sekalipun harus membuat ibu dari anaknya itu terus berdecak kesal menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2