
Namun nomor Athaya sama sekali tidak aktif kemungkinan juga sekarang ia sudah tertidur, Arhan pun mematikan panggilannya karena ia tidak mau mengganggu Athaya yang sedang istirahat, biarlah besok pagi-pagi iya akan langsung pergi saja ke rumah Athaya untuk menemuinya.
Siapa yang tak suka dengan tangan merah ? bagi Athaya Tengah merah adalah sebuah anugerah di mana ia tidak perlu bangun terlalu pagi untuk menyiapkan sarapan, apalagi Athaya cukup senang karena hari ini ia bisa terbebas dari bos rese yang selalu cari masalah terus dengannya itu .
Saat Athaya keluar kamar, masih dengan baju tidurnya kini ia melihat Keenan yang sudah terlihat rapi dengan gayanya yang cool, Athaya mengakui itu, kalau Keenan memang tak jauh berbeda dari ayahnya waktu masih muda dulu, Arhan memang setampan dan sekeren itu hingga membuat dirinya tergila-gila pada Arhan waktu itu.
"Mamah kenapa liatin Ken kayak gitu?"
" Enggak, cuma heran aja pagi-pagi kamu udah rapi begini? mau ke mana kencan ya?"goda Athaya
"Aku ada urusan sama temen mah, bukan mau kencan! "
" Terus kapan kencan nya kalau urusannya sama temen mulu? "ucap Athaya yang sengaja terus menggoda anaknya
"Mama mulai deh Keenan itu masih sekolah mah jadi nggak boleh pacar-pacaran dulu!!" ucapnya
"Baiklah"
"Apanya yang baiklah? ucap keen bertanya kepada Mamanya
" Ya Mama nggak akan ungkit-ungkit soal pacar-pacaran lagi "ujar Athaya
Dan keenan hanya menghembuskan napasnya panjang Ah Mamah ini.
"Ngak sarapan dulu sayang?"
"Nanti di luar aja Mah" sahut Keenan
hari ini keenan memang sengaja melakukan sedikit kebohongan kepada mamanya iya sedikit ia memang berniat untuk bekerja lembur hari ini tanpa sepengetahuan mamanya.
Di sisi lain kini Arhan sudah sampai di depan rumah Athaya karena ia berniat untuk menemui Athaya dan akan meminta penjelasan tentang kejadian 18 tahun yang lalu namun hatinya dibuat memanas kala melihat adegan mesra yang Athaya yang lakukan dengan berond*ng itu .
"Ingat jangan pulang terlalu sore ya Ken!"
"Ya Mah ken pamit dulu ucapnya sambil mencium pipi Athaya"
Tanpa aba-aba Arhan pun langsung menarik tubuh Keenan yang ada di dekat Athaya hingga Keenan sedikit terhuyung karena tak siap dengan perlakuan tiba-tiba yang dilakukan Arhan
"Apa-apaan sih pak kenapa anda berbuat kasar seperti itu? ujar Athaya yang langsung menarik tangan anaknya menjauh karena ia tak ingin Keenan tahu banyak hal tentang pria itu.
__ADS_1
tapi belum sempat Athaya pergi pergelangan tangannya kini telah dicekal begitu kencang sampai-sampai Athaya meringis kesakitan
"lepas pak sakit "ringis Athaya namun Arhan yang sudah terbakar api cemburu bukannya melepaskan Athaya kini ia malah mempererat pergelangan tangan nya tak mau jika Athaya nya itu pergi lagi apalagi jika ia lebih memilih laki-laki muda yang ada di hadapannya ini sungguh Arhan tak akan rela melepaskannya.
Keenan yang tak tega melihat mamahnya kesakitan pun langsung menarik tangan Arhan yang mencekal pergelangan tangan mamahnya dan satu tujuan pun mendarat pasti wajah Arhan
"Lepaskan Dia, atau Anda berhadapan dengan saya!" ucap Keenan lantang tanpa rasa takut sedikitpun
Athaya terus saja dibuat gelagapan melihat pertengkaran ini jangan sampai terjadi baku hantam di antara ayah dan anak yang saling tak mengenal ini.
Arhan yang tersulut emosi, karena laki-laki muda yang ada di hadapannya ini malah meninjunya ia pun berniat untuk membalasnya
"Dasar anak ingusan!" terlihat kalau Arhan hendak membalas pulan Keenan tentu saja Athaya langsung berdiri di hadapan sang putra berniat mencegah Arhan yang akan memukuli putranya tapi apalah daya pukulan itu mengenai wajah Athaya yang langsung membuat Athaya terhuyung tak berdaya
"Kau"ucap ken yang langsung melayangkan pukulan lagi usai menyumpah serapah Bos mamahnya itu.
Namun Arhan sama sekali tak berniat untuk membalasnya "Athaya!" ia lebih merasa bersalah saat melihat Athaya yang terluka karena pukulannya.
Keenan pun langsung mendekat ke hadapan mama nya yang malah pingsan, dan membuat Keenan berteriak panik
"Mah! Mamah! Mamah bangun dong jangan buat Kenan khawatir" ucap Keenan panik ia pun langsung membopong tubuh mamahnya pergi meninggalkan Arhan yang menatap kepergian mereka dengan wajah yang tak bisa diartikan
Terbangun dari tidurnya di belakang rumah sakit Athaya terlihat menahan sakit di kepalanya sampai meringis kemudian ia pun beralih menatap anaknya yang duduk khawatir di sampingnya.
"Ken ! "seru Athaya yang langsung membuat Keenan mendekat kan tubuhnya untuk membantu sang ibu untuk duduk
"Mama baik-baik saja? apakah Ken perlu memanggil kan dokter?" ucap Keenan yang tampak khawatir melihat keadaan Athaya yang terus memegangi kepalanya
"Kepala Mamah pusing banget !!" ujar Athaya yang melihat Ken langsung keluar dari ruangan tempat mamanya dirawat
Tapi baru saja ia membuka pintu ia sudah melihat seseorang pria yang berdiri lemah menetap pintu yang ia buka ,tentu saja Keenan sama sekali tak peduli ia langsung menghubungi suster dan segera kembali ke ruangan mamahnya dengan rasa kesal saat melihat Bos mamahnya itu yang telah menyebabkan mamahnya menjadi seperti ini.
***
Setelah setengah hari dirawat ,pening di kepala Athaya mulai memudar
"Mah,,, apa sekarang masih terasa pusing? "ucap Keenan khawatir dengan keadaan mamahnya
"Nggak kok sayang ,sekarang mamah udah lebih baik"
__ADS_1
"Syukurlah,,,,,mah !! Mamah tahu nggak kalau bosnya Mama itu dari tadi nungguin Mama di luar sampai sekarang ?
"Masa sih Ken ?"
"Mah sepertinya laki-laki itu menyukai Mama kan? terus kenapa Mama juga nggak bilang kalau Keenan ini anak mamah? dan malah buat dia salah paham ke mamah yang mengira jika ken ini pacar Mama? "
"Kamu ini suka ngaco kalau bicara Ken dia itu Bos Mamah dan sudah bertunangan jadi nggak mungkin lah kalau dia suka Mama"
"Mama yakin kalau dia bukan pria yang suka sama mama?"tanya Ken sekali lagi
"iya yakinlah sayang orang dianya juga udah punya tunangan ,mungkin aja dia nungguin Mama di sini sampai sekarang itu karena merasa bersalah sama mama Karena dia tadi nggak sengaja udah ninju mama! "
"Atau mungkin mamah yang suka sama dia?"
"Astaga anak ini bisa nggak kalo Ken gak bahas dulu soal itu sekarang sayang mama malah tambah pusing deh kayaknya kalau harus dengerin itu semua!"
" iya ,,,iya mah Ken minta maaf mah "
Keduanya dikejutkan oleh seseorang yang kini membuka pintu dari luar yang ternyata adalah Arhan yang tiba-tiba muncul dihadapan Keenan dan Athaya
"Athaya" lirih Arhan tenang seperti orang yang sedang merasa bersalah
"Mau apalagi anda ke sini?" ucap Keenan yang tak suka dengan kehadiran Arhan yang telah membuat mamahnya seperti ini
"Ken ,,,,,!!" ucap Athaya yang tak suka melihat Keenan berbicara seperti itu kepada Arhan karena mau bagaimanapun juga Arhan itu adalah ayahnya.
Keenan yang mengerti jika mamahnya memang perlu waktu untuk bicara dengan bosnya pun langsung berpamitan kepada mamanya
"Mah Keenan keluar dulu kalau gitu soalnya ken m mau cari makan dulu "ucap Kenan yang langsung pergi tanpa menyapa laki-laki yang ada di hadapannya karena Keenan masih terlalu kesal terhadapnya.
sepeninggalan Keenan arhan pun kini mendekatkan tubuhnya untuk duduk di kursi yang ada di sebelah blanker Athaya
"Aya saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan kepada kamu tadi !! Sungguh saya benar-benar tidak sengaja"
"Bapak tidak perlu meminta maap ,pak karna saya juga baik-baik saja ,!"ucap athaya sambil tertawa memecah ke canggung di antara mereka berdua karna sungguh Athaya di buat canggung dengan tingkah laku Arhan yang menurut nya berbeda dari sebelumnya yang terkesan lebih lembut di banding hari sebelum-sebelumnya.
"Memang nya bapak mau apa ke rumah saya pagi-pagi pak tumben , biasanya juga kalau mau nyuruh saya lembur kan suka telpon, tidak usah repot-repot datang ke rumah saya "
"Maap Kan saya karna telah membuat ke kacauan di rumah kamu Aya , sebenarnya saya ke rumah kamu ingin menanyakan sesuatu kepada kamu Athaya! Jujur saja semalam saya tidak bisa tidur karna terus kepikiran.jadi pagi-pagi sekali saya langsung datang ke rumah kamu , untuk bertanya tentang jawaban nya !"
__ADS_1