Azka Dan Rasya

Azka Dan Rasya
EPILOG


__ADS_3

Azka mematut diri didepan cermin. Kamarnya sudah mulai didekor seperti yang sudah direncanakan. Nuansa putih dengan beberapa hiasan menggantung. Terdapat beberapa sudut yang dihias dengan menggunakan melati putih untuk menambah kesan nyaman dan sakral.


”Akhirnya, sampe juga pada saat ini” Azka bergumam sendiri. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Alfan masuk dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


“Ka, ada anak-anak di depan. Mau keluar sekarang?” tanya Alfan lembut.


“Iya Mas, sebentar lagi” Azka mengangguk. Lalu berjalan mengikuti kemana Alfan pergi.


Diluar sudah terdengar riuh percakapan teman-teman mereka. Meski mereka sudah berpisah dan tinggal di kota yang berbeda-beda, mereka dengan senang hati mengambil cuti di tempat kerjaannya untuk bisa membersamai Azka melepas masa lajang.


“Azkaaaaa” teriak mereka bersamaan. Azka menatap mereka satu persatu. Ocha, Risa, Iren, Nadia, Ita, dan Fabel.


“Gilaaa, Lo cantik banget Ka. Padahal belum hari H. kenapa musti cantik-cantik begini dari sekarang sih?” ucap Risa takjub.


“Hehe, makasih loh udah mau dateng dua hari sebelum Gue nikah” ucapnya sambil mengambil tempat di samping Ocha.


“Pastinya dong, gila aja pecah telor pertama kita gak dateng!!” ucap Nadia seru.


“Eh, Fan, dari kapan Lo? beda euy Alfan maah” tanya Fabel menyikut lengan Alfan yang duduk disebelahnya.


“Dari tadi agak pagian” ucap mas Alfan.


“Udah mau nikah aja Lo ya” ucap Risa


“Wiiih mulai besok udah gak boleh ketemu doong, kan H-1” ucap Iren sambil melihat ke arah Azka, lalu ke Alfan, dan mengedar ke teman-temannya yang lain.


“Iya, tapi sama kalian mah boleh lah” ucap Azka sambil tersenyum.


“Oiya, Gue mau ambil dulu sesuatu. Tung---“


“Biar aku aja yang ambil. Dimana ditaro nya?” Alfan tau benda apa yang Azka maksud.


“Di kamar depan Mas, atau coba tanya sama Mbak. Makasih ya Mas”


Tak lama Alfan kembali dengan membawa beberapa paperbag dan menyerahkan semuanya pada Azka.


“Ini, kamu yang tau ini buat siapa aja”


“Ini, cuma bisa kasih ini ya ke kalian. Gue gak tau deh tanpa kalian, hidup masa lalu Gue akan seburuk apa. Jadi, ini ucapan terimakasih dari Gue buat kalian. Sesuai ukuran dan request masing-masing kalian” Azka menyerahkan paperbag ke masing-masing mereka yang berisi pakaian berwarna senada dengan tema pernikahannya dua hari mendatang.


“Ih, makasih banget Ka. Lo terbaik!” ucap Nadia sambil mengintip isi paperbag yang dipegangnya


“Jadi, Gue boleh bawa cewek gak nih ke sini?” tanya Fabel kemudian. “Biar keliatan kalo Gue gak jomblo lagi meen” Ita menegang mendengar ucapan Fabel.


“Si kampr*et! Gak liat itu muka Ita merah gitu” ucap Iren menepuk kepala Fabel.


“Ita tau kok Gue deket sama siapa. Jadi boleh nggak?” tanyanya lagi.


“Seraaaaah” mereka menjawab bersamaan yang diikuti toyoran dikepala Iren dan Risa yang duduk tidak jauh dari Fabel, sedangkan Azka, Ocha, dan Nadia bergerak menghindar dari gerakan tangannya.


---


Keluarga Azka sudah sibuk sejak subuh, Azka pun sudah diminta mandi dan bersiap di kamar rias sejak pukul 4.30 setelah menunaikan shalat Subuh. Ocha dan Risa yang sengaja menginap di rumah membantunya bersiap pagi ini.


“Cha, tolong ambilin ciput dong, Gue lupa masih ada di kamar Mama” pinta Azka pada Ocha yang sedang duduk dan enggan bergerak dari tempatnya.

__ADS_1


“Oke deh, bentar ya Ka, ngumpulin nyawa dulu” ucap Ocha mengucek matanya, merapihkan baju dan baru kemudian beranjak.


“Ka” panggil Risa yang baru saja masuk ke dalam kamar.


“Iya Sa?” jawabnya.


“Itu periasnya udah dateng. Disuruh masuk sekarang aja?”


“Iya Sa, suruh masuk aja” ucap Azka sambil kembali membersihkan wajahnya di depan cermin.


Lalu seorang wanita muda yang mungkin berusia sekitar 30 tahunan menghampirinya dengan dua asistennya beserta boks make up di kanan dan kirinya.


“Aduuuh si eneng cantik, udah siap?” tanya Mbak Wina yang menjadi make up artist Azka hari itu


“Udah Mba, hehe”


“Yaudah ayo kita mulai”


Azka pun dirias, dua asisten yang dibawa Mbak Wina bertugas untuk merias Mama, Mbak Tika, Mbak Novi, dan Azura, serta Ocha dan Risa.


“Ade”


“Iya Ma, waaah Mama siapa ini cantik banget?” tanya Azka menggoda.


“Mamanya Azkania dong. Hehe Ade juga cantik banget. Yang tenang ya, gausah gugup. Nanti Ade keluar kalo udah selesai ijab kabulnya.” Kata Mama sambil menggenggam tangan Azka lembut.


“Iya Ma”


“Azka!!! Astagaaaa cantik gilaaa kayak boneka!” teriak Nadia yang baru datang bersama Iren dan juga Ita yang kali ini turut serta. “Ka, maaf ya, baru dateng, abis kemarin aku piket di klinik”


“Yaudah, ayo kita semua bersiap di depan. Menyambut pihak mempelai pria datang. Ocha dan Risa yang nemenin di kamar kan?”


“Iya Tante” jawab Risa dan Ocha bersamaan. Ita, Iren, Nadia mengikuti Mama ke bagian depan rumah untuk bersiap menyambut rombongan mempelai pria.


Waktu menunjukkan pukul 07.15, rasa deg-deg an mulai menjalari tubuh Azka.


“Cha, Sa, Gue deg-deg an”


“Ya, Gue tau. Kan Lo idup Ka” ucap Ocha mencoba mencairkan suasana tegang yang sudah meliputi wajah sahabatnya itu.


“Yang tegang bukan Lo doang Ka. Gue juga, ocha juga, kita semua. Lo harus liat wajah si Alfan!” ucap Risa


“Oh iya, Gue juga liat. Kenapa dia segugup itu sih, jadi kocak ngeliatnya. Gak biasanya dia begitu”


---


Rasa gugup melanda semua orang. Seorang laki-laki berjas hitam telah duduk di hadapan Pak Hatta, Papa Azka, selaku wali nikah. Tatapan matanya yang tenang dan teduh nyatanya tidak bisa menutupi rasa gugup yang melanda dirinya. Ia akan segera mengabul ijab yang nanti akan dilayangkan oleh Bapak paruh baya didepannya yang tidak lain adalah calon mertuanya. Keringat sudah mulai muncul di ujung pelipisnya. Seseorang yang sedari tadi memperhatikan mendekat dan menyampirkan dua helai tisue. Ia menyeka keringatnya sekilas. Kata terakhir dari penghulu memberi tanda agar Ia bersiap menjabat tangan calon mertuanya.


“Saya nikah dan kawinkan Engkau wahai Muhammad Saga Wijaya dengan Anak kandung saya yang bernama Aureli Nur Azkania dengan Mas kawin berupa seperangkat alat shalat dan Emas 24 gram dibayar tunai”


“Saya terima nikah dan kawinnya Aureli Nur Azkania binti Hatta Perwira dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”


Sah?


SAH!!

__ADS_1


Alhamdulillah.


Pengucapan ijab kabul pun selesai diucapkan. Pengantin Wanita dibawa keluar dari kamar dan dibawa ke tengah ruangan yang sudah penuh sesak manusia yang menyaksikan perjanjian suci antara makhluk dan rabbnya. Bisik-bisik terdengar dari beberapa sisi, memuji sang mempelai wanita yang saat ini sudah berada di samping suami sahnya.


---


“Aaaa, selamat ya Ka!! Barokallah untuk pernikahan Lo sama Aga. Bahagia selalu, gaboleh sombong meski udah nikah. Dan Lo Ga, jangan sampe istri Lo gak boleh main sama kita lagi setelah ini”


“Nad, nad, nad, udah ayo belakang banyak yg antri” potong Fabel di belakangnya


“Selamat bro, titip sobat Gue ya" Ucap Fabel pada Saga, Ia lalu beralih ke Azka. "Nur!!! Selamat ya.. tergercep emang Lo. Doain Gue nyusul” kata Fabel diikuti dengan tepukan pelan di bahu Azka.


“Selamat yaaaa, kita langsung pulang biar kalian bisa berduaan. Halal dooong sekarang” ucap Iren antusias.  “Gue tahun depan nyusul pokoknya” ucap Iren lagi dengan senyum yang mengembang.


“Makasih yaaa” ucap Azka berkali-kali.


“AAaaaa” ketiga gadis itu berpelukan. “Selamat ya Ka. Gatau gue seneng banget sampe gak bisa nahan nangis. Sobat Gueee udah diambil orang” Lanjut Risa


“Ka, pokoknya jangan sampe abis ini Lo dikerangkeng sama nih Bapak ya. Pokoknya tetep harus sering ketemu” ucap Ocha yang sudah berlinang air mata.


“Iya iya” Azka hanya mampu membalas itu. Aga mencoba menepuk bahu Ocha dan Risa pelan menenangkan


“Tenang aja, persahabatan kalian gak akan kenapa-kenapa hanya karena ada Gue. Justru nambah personil dong” ucap Aga


“Selamat ya Nyil. Aku seneng bangeeet” ucap Ita sambil memeluk Azka erat.


“Makasih Ta, aku seneng banget akhirnya kamu bisa dateng :’)”


“Barokallah Bro, titip si Azka. Sabar-sabar aja sama dia ya” Afan menyalami Aga erat.


“Iya, makasih buat tisue nya tadi” ucap Aga kemudian. Alfan mengangguk, wajahnya kini sudah ceria seperti biasa. Raut gugup yang ada di wajahnya tadi sudah menghilang. Sangking gugupnya Ia tadi, Nadia dan Iren sampai meledek Alfan, bahwa Ia seolah seperti pengantin yang akan menikah, bukan Aga.


“Ka” kali ini Alfan menghadap Azka. “Selamat ya, nurut-nurut sama suami. Jangan bikin pusing sama kelakuanmu ya”


“Ih, Mas. Ucapannya yang bener dong”


“Ini petuah. Gak boleh dibantah”


“Iya iya, makasih ya Mas” Azka menyunggingkan senyum pada Alfan, di usaknya kepala Azka lembut lalu Ia ikut turun dan bergabung bersama teman-temannya.


Mereka pun berfoto dengan banyak gaya yang membuat antrian di belakang semakin banyak. Setelah acara resepsi selesai, Azka dan Aga pulang ke rumah. Mereka mengganti pakaian yang sangat membuat tubuh mereka sesak.


“Aku kok gak liat mantan terindah kamu sih Ka?”


Pertanyaan pertama setelah menikah yang membuat Azka kalah telak. SKAK MAT.


---


Alhamdulillah. Cerita Azka dan Rasya selesai.


Kirain Azka jadi sama Mas alfan!


Meskipun Azka gak sama Rasya! huhuhu Sedih ya. Tapi gak apa-apa.


Azka mendapatkan Saga yang pasti lebih baik. Siapa yang setuju?

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya ya. See U


__ADS_2