
Soon, cerita Ragil, si cinta pertama Azka. Segera
.
Sunny.. Sunny..
Jantungku berdetak tiap ku ingat padamu
Sunny.. Sunny..
Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada
__ADS_1
Sunny.. Sunny..
Melihatmu menyentuhmu itu yang kumau
Sebuah bis melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah pelabuhan. Seorang gadis duduk disalah satu kursi ditemani iringan lagu cinta pertama yang dipopulerkan oleh seorang penyanyi wanita Indonesia. Ia akan kembali ke tanah kelahirannya. Lamat-lamat Ia dengar setiap liriknya, membawanya pada kenangan silam. Tentang seseorang yang menjadi cinta pertamanya. Sunny...
Tiap kali, aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta pada ku
"Azka, kemana aja kamu. Wakil kelas kita kan cuma kamu, untung ga terlambat" teriak seorang gadis dengan rambut bergelombang sebahu, Bunga.
Azka tak mengindahkan teriakan temannya dan berlalu begitu saja menyeruak diantara kumpulan siswa-siswi di depan pintu. Ia menuju sebuah kursi yang masih kosong diantara kursi-kursi lain yang sudah memiliki pemilik. Tangannya Ia julurkan untuk menggapai sandaran kursi agar tak diduduki oleh orang lain. Ia berhasil menyentuh sandaran kursi itu bersamaan dengan mendekatnya seorang siswa yang Ia tidak ketahui berasal dari mana.
"Saya yang duluan mau duduk di sana" Ucapnya sedikit tak suka
__ADS_1
Laki-laki di hadapannya menoleh, mengernyitkan dahinya,
"Saya yang lebih dulu duduk disini" jawabnya tak mau kalah sambil menjatuhkan tubuhnya pada kursi itu.
Azka hanya mendengus kesal, bersamaan dengan tawaran duduk dari siswa lain yang ternyata bukan peserta lomba.
"Kamu aja sini yang duduk, saya cuma mau nonton kok" Ucapnya
"Makasih" Azka membalas dengan menyunggingkan senyumannya.
Perlombaan dimulai, satu persatu peserta dipanggil, mulai dari peserta kelas atas, dan terakhir adalah peserta dari angkatan 05.
"Ragil Pramana Wibawa- Tujuh Tiga" satu nama dipanggil oleh pengatur acara, laki-laki yang berebut kursi dengan Azka tadi bangkit, membenarkan kopiahnya, memeluk mushaf berwarna hitam di dadanya, kemudian Ia maju. Lantunan ayat suci Alquran terdengar bersamaan dengan terbukanya bibir Ragil. Perlahan, merdu, menenangkan, Azka mengangkat pandangannya mengarahkan manik matanya pada sang pemilik suara. Tatapan mereka bertemu sejenak. Ragil memutus tatapan itu lebih dulu, memejamkan mata, mengambil nafas lalu melanjutkan lantunan ayat selanjutnya.
"Manis" tanpa sadar Azka menggumam.
__ADS_1
Inilah awal mula pertemuan keduanya. Pertemuan tanpa sengaja, yang ternyata membuat salah satu hati berdesir dan menggumam nama yang lainnya di setiap doa. "Ragil".