
Pandawa lima ditambah Kenan, sudah bersiap untuk pergi. Mereka akan berangkat menggunakan dua buah mobil menuju bandara. Saat akan masuk ke dalam mobil, Anfa yang baru saja datang setelah menengok cucunya bergegas menghampiri begitu melihat kelima kakaknya hendak pergi.
“Kak Abi mau kemana?”
“Mau nengok Azzam.”
“Wah nengoknya bawa rombongan. Kok aku ngga diajak? Aku juga mau ikut.”
“Anak kecil ngga usah ikut-ikutan,” celetuk Jojo.
“Sembarangan anak kecil. Aku udah punya cucu. Apa abang lupa, Farzan itu cucu kita,” sewot Anfa dan Jojo hanya terkekeh saja.
“Ngga usah ikut. Kamu cuma menuh-menuhin pesawat aja,” ceplos Cakra.
“Ck.. aku kan mau nengok Azzam juga. Emang ada apa sih? Tumben perginya keroyokan gini.”
“Ngga usah kepo,” seru Kevin.
“Anfa.. kamu di sini aja. Kami titip istri-istri kami, tolong jaga mereka dengan baik,” Abi menepuk bahu Anfa dan melihatnya dengan wajah serius.
“Ngga usah lebay deh, kak. Kalau buat ngelindungi kak Nina sama yang lain, udah ada anak-anak juga. Mereka ngga butuh orang jompo kaya aku,” kesal Anfa.
“Ya udah ajak aja, Bi. Dari pada dia nangis guling-guling di sini malah jadi panjang urusannya. Sana kamu siapin baju, ngga pake lama ya.”
__ADS_1
Anfa tersenyum senang mendengar ucapan Juna. Pria itu bergegas masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan pakaiannya. Tak sampai sepuluh menit, dia sudah kembali dengan traveling bag di tangannya. Supir yang akan mengantar mereka ke bandara segera mengambil tas tersebut, lalu menaruhnya di bagasi mobil. Anfa bergegas masuk ke dalam mobil. Dua buah kendaraan roda empat tersebut segera melaju pergi.
Kedatangan pandawa lima bersama Anfa dan Kenan sudah ditunggu oleh Kenzie. Mereka langsung menuju boarding pass. Salah satu crew pesawat sudah menyambut mereka dan memandu mereka menuju pesawat milik keluarga Hikmat.
🌻🌻🌻
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandar udara Adi Sutjipto. Pilot memilih bandara ini karena jaraknya lebih dekat ke akademi angkatan udara. Semua yang menumpangi pesawat tersebut segera turun dari dalamnya.
Lima orang anggota keamanan Hikmat yang ikut serta dalam perjalanan ini telah menyiapkan kendaraan untuk digunakan selama berada di Yogyakarta. Mereka sudah menyiapkan empat buah mobil selama berada di Yogyakarta.
“Papa mau ikut ke akademi?” tanya Kenzie.
“Iya. Papa mau lihat cucu papa.”
“Papajo juga,” sambung Jojo.
“Tadi bang Elang telepon. Katanya pak Rasyid belum tahu kasus yang menimpa anaknya. Dia sedang di Pontianak dan akan langsung terbang ke sini, katanya.”
“Baguslah. Papa bisa bertemu dengan orang tua Gusti. Kita lihat, bagaimana sikapnya menghadapi persoalan ini.”
“Iya, pa. Ayah Juna, papa Kevin, papi Cakra dan papa Anfa lebih baik ke rumah sakit aja. Kata Azzam, belum ada yang menjenguk Seno. Kasihan, anak itu pasti terpukul kalau tahu Eko sudah meninggal.”
“Ya sudah, kami ke rumah sakit kalau begitu. Tapi pastikan orang yang sudah membuat cucuku bersedih, mendapat balasannya,” ujar Juna.
__ADS_1
“Iya, kak,” sahut Abi.
“Septa, kamu dan yang lain kawal rombongan ayah Juna. Duta akan ikut denganku,” titah Kenzie.
“Siap, pak.”
“Kita beli makanan dulu sebelum ke rumah sakit,” ujar Cakra.
Septa hanya menganggukkan kepalanya. Pria itu kemudian memandu Juna dan yang lainnya menuju mobil yang sudah disiapkan untuk mereka. Begitu pula dengan Duta yang akan membawa Kenzie, Abi, Jojo dan Kenan ke akademi angkatan udara. Keempat mobil tersebut berpisah tujuan setelah keluar dari gerbang bandara.
🌻🌻🌻
Kedatangan Kenzie bersama Abi, Jojo dan Kenan, tentu saja mengejutkan para petinggi akademi. Sang gubernur, Marsda Edi Purnomo bergegas keluar dari ruangannya untuk menyambut kedatangan salah satu keluarga terpandang ini. Dia mempersilahkan semua tamunya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
“Suatu kebanggaan pak Abimanyu Hikmat berkunjung ke akademi,” ujar Marsda Edi seraya menyalami tangan Abi.
“Silahkan duduk,” lanjutnya lagi.
Saking terkejutnya dengan kedatangan mendadak Abi bersama yang lain, pria itu sampai lupa kalau dia sedang mengurung Azzam di ruang isolasi. Abi dan yang lainnya segera duduk di sofa yang ada di sana, disusul oleh Marsda Edi.
“Ada keperluan apa pak Abi datang ke sini?”
“Tentu saja saya ingin bertemu dengan cucu saya. Hari ini taruna libur, kan? Saya bisa bertemu dengan cucu saya?”
__ADS_1
🌻🌻🌻
Ngga bisa, kek. Cucunya lagi diisolasi🏃🏃🏃