
Pasukan dari gerakan separatis bersenjata Curut Hitam didukung bantuan kekuatan negara Tikus yang telah menguasai wilayah Pacitan dan Wonogiri, berhasil merebut dan menguasai Lanud Gading sebagai pangkalan Aju, untuk menguasai Lanud Adisucipto. Pangkalan Aju adalah lanud yang dijadikan landasan support untuk menerbangkan pesawat tempur.
Pasukan skuadron Taruna III Akademi Angkatan Udara mendapatkan perintah untuk merebut kembali sekaligus mempertahankan Lanud Gading. Setelah mendapat perintah ini, pasukan skuadron Taruna III AAU, langsung diberangkatkan menuju Lanud Gading untuk mengembang misi negara.
Sesampainya di Lanud Gading, para taruna langsung menjalankan pembagian tugas yang tadi sudah dibicarakan. Azzam selaku pemimpin pasukan segera mengarahkan anggota pasukannya. Mereka akan melakukan penyerangan melalui darat, dan akan dibantu dengan serangan udara untuk merebut kembali Lanud Gading.
Lima orang yang ditugaskan untuk mengintai keadaan segera bergerak. Salah satunya adalah Seno. Bersama keempat rekannya, Seno yang sudah melakukan kamuflase mulai bergerak untuk mengintai kondisi lanud. Kemudian melaporkan semua yang dilihatkan melalui Alkomlek TNI atau alat komunikasi dan elektronika TNI.
Setelah mendapatkan keseluruhan situasi, Azzam memerintahkan Seno dan yang lain untuk kembali ke pos komando. Setelah mendapatkan laporan dari Seno, Azzam mulai membagi tugas pada rekannya yang lain.
“Kalian menyebar ke empat titik. Lakukan pengintaian, dan tetap waspada. Jangan sampai terlihat musuh, jangan bertindak sebelum ada perintah.”
“Siap!”
“Zaka, kamu bersama pasukan vertikal satu tetap di sini. Ruslan, dengan pasukan vertikal dua bergeser ke titik A. Cipto, dengan pasukan horizontal satu, mendukung pasukan vertikal dua di titik A. Seno dengan pasukan horizontal dua, menuju titik B. Edi dengan pasukan Horizontal tiga menuju titik C dan Salim dengan pasukan horizontal empat menuju titik D. Jangan lakukan apapun, hanya pengintaian saja. Tunggu aba-aba dari saya. Sisa pasukan horizontal akan tetap di sini, menunggu komando dari saya.”
“Siap!”
Setelah Azzam memberikan perintah, semua langsung bergerak menuju titik yang telah di sebutkan. Pasukan vertikal mendorong artileri menuju titik yang dimaksud. Pada latihan Hanlan kali ini, pasukan vertikal membekali diri dengan smart hunter, rudal QW-3 dan triple gun. Sedang untuk pasukan horizontal dibekali senjata laras panjang SS-2 dan granat.
Niken dan Zuhaidar bersama empat rekan lainnya bertugas untuk mengoperasikan smart hunter. Smart hunter merupakan radar yang digunakan untuk memandu awak rudal QW-3 untuk mengetahui arah datangnya lawan. Arah datangnya pesawat lawan, kadang sulit untuk dilihat secara visual. Lewat bantuan smart hunter, awak rudal dapat mengambil inisiatif pertama melakukan tembakan untuk melumpuhkan pesawat musuh.
Mereka segera menaiki mobil jeep yang sudah dipasang smart hunter. Dengan jaringan wireless, satu unit smart hunter mampu mengendalikan 12 penembak QW-3. Jalur komunikasi antara pusat kendali dan juru tembak mengandalkan gelombang WIFI. Semuanya berjaga di dalam mobil, menunggu perintah dari pemimpin pasukan.
__ADS_1
Malam mulai menjelang, Azzam memerintahkan rekannya untuk mendirikan tenda untuk beristirahat sekaligus untuk melakukan pengintaian. Sementara dirinya terus berkoordinasi dengan pemimpin regu lain, menerima laporan dari mereka.
Usai melaksanakan shalat shubuh, Azzam memerintahkan pasukan yang ada di titik A, B, C dan D mulai bergerak. Mereka akan menyergap musuh dan merebut pangkalan. Seno mengangkat tangannya memberi aba-aba pada rekannya yang lain untuk bersiap. Mereka mulai merayap mendekati titik serang. Sebelum melakukan penyerangan, lebih dulu mereka melumpuhkan penjaga yang berada di sekitar bandara.
“Maju!”
Setelah penjaga berhasil dilumpuhkan, Seno memberi aba-aba pada pasukannya untuk bergerak. Suasana lanud yang semula hening, kini mulai dipenuhi dengan suara tembakan. Sesekali terdengar suara letusan granat yang dilemparkan oleh tim horizontal. Melihat tim horizontal sudah mulai menguasai keadaan, tim vertikal bergerak maju.
Azzam mengangkat tangannya, kemudian memberikan perintah pada tim horizontal yang berada bersamanya untuk maju menyerang. Pria itu menembakkan senjata di tangannya. Dalam waktu singkat, mereka sudah berhasil menguasai lanud Gading. Dia segera memerintahkan rekan yang lain untuk membangun tenda pos komando. Mobil jeep yang dilengkapi dengan smart hunter juga sudah terparkir tak jauh dari tenda pos komando.
Setelah pangkalan berhasil direbut, kini mereka akan melakukan pertahanan pangkalan. Jangan sampai pangkalan kembali direbut oleh musuh. Azzam kembali memberikan komandonya. Dia memerintahkan semua ketua tim untuk menjaga titik-titik vital pangkalan. Begitu pula dengan tim vertikal untuk bersiap menghadapi serangan mendadak musuh dari udara.
Apa yang diperkirakan Azzam terjadi. Musuh kembali datang untuk merebut pangkalan. Mereka melakukan penyerangan melalui jalur darat dan udara. Niken dan Zuhaidar bersiap di depan monitor untuk memandu Zakaria yang mengendalikan tim vertikal. Di tangan pria itu sudah terdapat rudal QW-3 dan siap ditembakkan sesuai aba-aba yang diberikan Niken.
Mendapat pengarahan dari Niken, Zakaria langsung membidik sasaran sesuai yang telah disebutkan oleh rekannya. Pria itu kemudian menembakkan rudal QW-3 di tangannya. suara ledakan terdengar di udara. Sebuah pesawat musuh berhasil dilumpuhkan olehnya. Tak jauh darinya, rekannya yang memegang triple gun terus mengarahkan senjata pada pesawat lain yang melintas. Mereka juga mengarahkan senjata pada musuh yang bergerak mendekat.
"Savage!" teriak Zakaria.
"An enemy has been selain," lanjut rekannya
Keduanya mengucapkan kata-kata yang ada di permainan mobile legend. Melakukan latihan pertahanan pangkalan memang seperti tengah bermain mobile legend secara nyata.
Azzam bersama pasukannya juga turut berperang melawan musuh yang mencoba mengambil alih pangkalan. Mereka menyisiri hutan yang ada di sekitar lanud, mencari musuh yang tersisa dan menangkapnya. Suara tembakan terus terdengar, hingga akhirnya musuh dapat ditaklukkan.
__ADS_1
Setelah berhasil merebut dan mempertahankan pangkalan, latihan Hanlan dinyatakan selesai. Para taruna dinilai sudah dapat mengaplikasikan apa yang mereka terima di kelas dengan baik. Azzam sebagai pemimpin pasukan mendapat pujian dari pelatih atas ketegasan dan taktiknya di lapangan.
“Seru banget, ya. Berasa main mobile legend,” ujar Zakaria sambil terkekeh, begitu latihan hanlan selesai.
“Ini kita cuma latihan. Kalau perang yang sebenarnya, ngga akan semudah ini hasilnya,” timpal Seno.
“Tapi setidaknya kita sudah mendapatkan gambaran apa yang harus kita lakukan jika berada di situasi seperti ini,” sambung Azzam.
“Iya. Yang penting kita satu komando dan semua melaksanakan tugas sesuai dengan porsinya masing-masing.”
Semua Taruna Tingkat III yang telah menyelesaikan latihan hanlan kembali ke akademi angkatan udara. Hanya tinggal dua semester lagi, mereka akan selesai menjalankan pendidikannya.
🌻🌻🌻
Ada yang mau tahu visualnya Niken dan Zuha?
Niken
Zuhaidar
__ADS_1