
Dengan cepat Irjen Rasyid membereskan situasi di akademi. Gubernur dan wakil gubernur sudah dicopot dari jabatannya. Beberapa petinggi akademi juga diberi sanksi atas pelanggaran yang terjadi akademi. Dia segera menunjuk pejabat sementara untuk memimpin akademi.
Berkas penganiayaan Gusti, Hari dan Esa juga sudah masuk ke pengadilan militer. Hanya tinggal menunggu waktu saja bagi ketiganya untuk menghadapi persidangan. Setelah berkas Gusti lengkap, Irjen Rasyid segera mengajukan surat pengunduran diri. Tentu saja hal tersebut membuat para petinggi di TNI Angkatan Udara terkejut.
Irjen Rasyid secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Irjenau yang masih dipimpinnya sampai tiga tahun ke depan. Tentu saja pengunduran Irjenau Rasyid tidak diterima oleh kepala staf angkatan udara. Dia berusaha membujuk Irjenau untuk tidak mengundurkan diri. Kredibilitas pria itu sudah tidak perlu diragukan lagi, banyak rekan sejawat yang mengagumi pribadinya.
Namun Irjenau Rasyid bersikeras. Dia sudah tidak memiliki muka lagi untuk berhadapan dengan rekan-rekannya, apalagi menduduki jabatan tinggi. Tentu saja itu dikarenakan ulah anaknya sendiri. Namun kepala staf angkatan udara memiliki tawaran lain. Dia mengijinkan Irjenau Rasyid mengundurkan diri, namun pria itu dipindah tugaskan untuk mengurus akademi. Di bawah kepemimpinan Rasyid, kepala staf angkatan udara yakin akademi akan berjalan lebih baik lagi.
Dipercaya memegang jabatan baru, Marsekal Muda Rasyid tidak punya pilihan selain menerima. Jabatan itu memang lebih rendah dari jabatannya dulu, tapi setidaknya dengan menjabat sebagai gubernur akademi, dia bisa memastikan kejadian serupa tidak akan terulang. Pria itu akan menata ulang peraturan, sehingga sikap arogansi senior pada junior bisa dihindarkan dan tidak terjadi.
Seno juga sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Pria itu kembali ke akademi dan melanjutkan pendidikannya. Hanya saja dia belum bisa mengikuti pelatihan fisik sementara waktu, sampai kondisi fisiknya benar-benar pulih. Kembalinya Seno ke akademi tentu saja disambut gembira oleh rekan-rekannya yang lain.
“Seno.. bagaimana kabarmu? Sudah baikan?” tanya salah satu rekan Seno.
__ADS_1
“Alhamdulillah. Cuma masih belum latihan yang berat-berat.”
“Yang penting pulihkan kondisi aja dulu.”
“Sen.. ini aku sudah rangkumkan catatan pelajaran untukmu. Ada beberapa praktikum yang tertinggal, kamu bisa meminta dosen untuk melakukan praktikum susulan nanti.”
“Terima kasih.”
Seno bear-benar terharu, dia sama sekali tidak menyangka, rekan yang mengambil jurusan yang sama dengannya sudah membantu merangkum pelajaran yang tertinggal selama ini. Azzam dan Zakaria juga berjanji akan membantunya mengejar ketertinggalannya. Pria itu semakin bersemangat untuk melanjutkan pendidikannya.
“Iya, Sen.. tugas yang tertinggal bisa diselesaikan di sela-sela latihan. Sabtu, Minggu juga kamu kejar buat menyelesaikan tugas,” Azzam menyemangati.
“Azzam benar. Kita berdua ngga akan pesiar selama weekend, sebelum kamu beresin tugas-tugasmu,” Zakaria menepuk pelan pundak sahabatnya itu.
__ADS_1
Tidak ada kata-kata yang mampu Seno ucapkan. Setelah peristiwa penganiayaan, dan meninggalnya Eko, tadinya Seno berniat mundur dari akademi. Namun semua orang yang di sampingnya terus memberikan semangat, hingga pemuda itu akhirnya kembali bangkit untuk mengejar cita-citanya.
🌻🌻🌻
Hari Senin tiba. Semua taruna di angkatan kedua akan menjalani pelatihan terbang layang. Tentu saja mereka semua bersemangat untuk mengikuti pelatihan ini. Belajar mengemudikan pesawat tanpa mesin tersebut, mereka seperti tengah menerbangkan pesawat sungguhan. Pelatihan terbang layang terbagi dua, yakni bina materi dan bina terbang.
Marsekal muda Rasyid yang sudah resmi menjabat sebagai gubernur akademi, membuka pelatihan ini. Pria itu memberikan pesan-pesannya pada semua taruna untuk bersungguh-sungguh menjalani pelatihan. Pada saat praktek pun, faktor keselamatan harus menjadi perhatian nomor satu.
Usai membuka pelatihan, para taruna mulai memasuki kelas. Saat ini mereka akan menjalani pelatihan di dalam kelas. Bina materi dilangsungkan di ruang kelas Trengginas AAU. Pembekalan atau bina kelas ini meliputi pengetahuan dasar tentang terla (terbang layang), tahapan yang harus dilakukan, serta tujuan dan sasaran yang hendak dicapai selama latihan.
Seorang pelatih masuk dan mulai menerangkan seputar terbang layang. Komandan latihan memaparkan, latihan terbang layang ini akan melalui beberapa tahapan, yakni tahap pengenalan, tahap pengenalan dan monitoring, tahap evaluasi dan tahap pemantapan. Untuk pelatihan ini mereka akan menggunakan dua jenis pesawat, yakni pesawat Cesna dan Glider.
Selama bina kelas, para taruna diberikan materi untuk mempelajari pesawat yang akan digunakan saat latihan terbang layang. Pesawat glider adalah pesawat tanpa mesin. Pesawat ini mengudara dengan mengandalkan kekuatan angin. Jika bina kelas selesai, selanjutnya mereka akan praktek melalui kegiatan bina terbang. Kegiatan bina terbang dilakukan di lanud Adi Sujtipto, Yogyakarta.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Kayanya banyak yang galfok sama jabatan pak Rasyid. Jabatannya dulu adalah Inspektur Jendral di Angkatan Udara ya, bukan di akademi. Makanya posisi doi lebih tinggi dari gubernur akademi. Sekian penjelasannya dan belum terima gaji😜