
“JANGAN BENTAK CUCUKU!!!"
Suara Abi terdengar menggelegar. Zakaria hampir saja loncat dari duduknya mendengar teriakan Abi. Kenzie terpaksa mengerem mulutnya karena sang ayah sudah mengaum lebih dulu. Kenan tersenyum tipis. Pria itu tak menyangka sang keponakan mewarisi ilmu kompor miliknya.
"Hati-hati dengan ucapanmu Marsda Edi. Anda mungkin adalah petinggi di akademi ini dan memiliki jabatan tinggi di angkatan udara. Tapi saya tidak akan membiarkan siapa saja menyakiti cucu saya, walau pun hanya lewat kata-kata,” lanjut Abi.
“Mohon maaf pak Abi, dengan sangat hormat, ini adalah masalah internal. Kami punya wewenang penuh untuk mengatasi masalah yang terjadi di akademi. Anda sebagai pihak luar tidak berhak ikut campur.”
“Saya mungkin tidak punya wewenang di sini. Tapi saya ingin menuntut keadilan untuk cucu saya dan para sahabatnya yang sudah diperlakukan tidak adil. Saya akan mengajukan tuntutan atas kematian Eko dan penganiayaan yang dialaminya juga Seno.”
“Silahkan saja pak Abi. Tapi anda tidak bisa melakukan itu tanpa bukti.”
Suasana di dalam ruangan semakin panas dan tegang. Tak ada pilihan lain bagi Marsda Edi kecuali balik menantang Abi. Dia tidak mau harga dirinya diinjak-injak di hadapan anak buahnya dan juga taruna yang masih berada di tingkat dua.
“Pa.. apa yang pak Edi bilang itu benar. Kita tidak bisa mengajukan tuntutan tanpa bukti yang jelas. Atas nama papa saya, saya minta maaf. Bagaimana kalau permasalahan ini dibicarakan baik-baik, tidak perlu perang urat saraf.”
Kenan berusaha menenangkan keadaan. Mendengar ucapan Kenan, Marsda Edi semakin merasa di atas angin. Perasaannya menjadi sedikit tenang. Ternyata menghadapi keluarga Hikmat tidak semenakutkan seperti yang diumbar orang-orang. Melihat sang gubernur yang sudah sedikit tenang, Kenan mulai menjalankan siasatnya.
“Pa.. tolong dengarkan apa yang dikatakan Marsda Edi. Kita tidak perlu memperpanjang masalah ini. Lagi pula bang Elang sudah berbicara dengan Irjen Rasyid, sebentar lagi pak Irjen akan ke sini untuk memastikan permasalahan yang terjadi. Dan kita juga punya rekaman video penyiksaan Eko dan Seno. Kalau kita upload ke media sosial, kita pasti bisa dapat banyak keuntungan. Apalagi followersku banyak, pa. Pasti bakalan banyak yang nonton. Kasus ini bakalan viral. Saya jamin bapak bakalan langsung terkenal seantero negeri wakanda,” Kenan mengedipkan matanya seraya melihat pada Marsda Edi.
“Apa maksud pak Kenan? Video apa?”
“Eey.. pak gubernur jangan kura-kura dalam perahu. Pasti bapak sudah tahu video apa yang dimaksud saya. Bapak juga sudah melihatnya.”
“Apa maksud pak Kenan? Saya tidak mengerti.”
“Jangan ngeles terus, pak. Udah kaya bajaj aja. Bapak pasti sudah lihat videonya. Pasti keponakan saya yang kasih lihat.”
“Jangan asal tuduh pak Kenan.”
__ADS_1
“Saya tidak asal nuduh. Itu yang ada di atas meja kerja bapak, laptop ponakan saya. Saya yang membelikan laptop itu sebelum dia masuk akademi. Benar kan, Zam?” Kenan melihat pada Azzam.
“Iya, om.”
“Terus tadi kamu waktu dipanggil lagi ada di asrama atau di mana?” tanya Kenzie. Pria itu mulai membuka mulutnya.
“Aku di ruang isolasi.”
“Kenapa cucu saya ditaruh di ruang isolasi? Memangnya dia mengidap penyakit berbahaya? Anda ini sudah keterlaluan. Saya benar-benar akan menuntut anda!” ujar Jojo.
“Marsda Edi.. sekarang saya hanya kasih dua pilihan pada anda. Pertama, akui semuanya dengan jujur, dan resikonya anda akan dicopot dari jabatan. Kedua, lanjutkan kebohongan anda, dan kita akan bertemu di pengadilan. Tapi.. kalau kita bertemu di pengadilan, saya pastikan anda tidak hanya akan kehilangan jabatan, tapi juga akan dipindah tugaskan. Kebetulan pulau yang sudah saya siapkan sebagai penjara, belum pernah dihuni perwira tinggi TNI. Selamat karena anda akan menjadi orang pertama di sana,” tutur Abi.
“Pak Abi.. saya..”
Belum sempat Marsda Edi melanjutkan perkataannya, pintu kembali terbuka. Kali ini dia dikejutkan dengan kedatangan Irjenau Rasyid. Setelah mendapat telepon dari Elang, pria itu langsung terbang menuju Yogyakarta. Ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri akan permasalahan yang menyangkut anaknya.
Melihat kedatangan atasannya, sontak gubernur dan wakilnya berdiri kemudian memberikan hormat, begitu pula dengan Azzam dan Zakaria. Irjen Rasyid menghampiri Abi dan yang lain, lalu menyalaminya satu per satu. Pria itu kemudian melihat pada Azzam dan Zakaria.
“Siap, benar komandan.”
“Bagaimana keadaan Seno?”
“Siap, Seno masih berada di rumah sakit.”
“Lalu keluarga Eko, apa mereka sudah tahu apa yang menimpa anaknya?”
“Siap, belum komandan.”
“Di mana Gusti?” kali ini Irjen Rasyid melihat pada sang gubernur.
__ADS_1
“Siap, dia ada di klinik.”
“Apa dia sakit?”
“Siap. Dia habis mendapat kekerasan fisik.”
“Siapa yang melakukannya?”
“Siap, Azzam!”
Jojo memandang kesal pada Marsda Edi. Walau dia senang mendengar cucunya berhasil membuat orang yang sudah menghilangkan nyawa sahabatnya babak belur, tapi dia juga khawatir kalau Azzam akan mendapatkan sanksi.
“Karena kamu sudah memukuli Gusti. Kamu akan saya berikan hukuman.”
“Siap, komandan.”
“Pergilah ke rumah sakit, temani Seno. Tunggu saya di sana, antar saya menemui keluarga Eko. Itu hukuman buatmu.”
“Siap, baik komandan.”
“Pak Abi, untuk masalah di sini. Apa bapak bisa percayakan pada saya?”
“Baiklah. Saya tunggu kabar baiknya.”
Abi beserta yang lain segera meninggalkan ruang kerja gubernur. Mereka akan langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Seno. Juna dan yang lain sudah berada di sana menemani anak malang itu. Sepeninggal Abi, dengan diantar oleh Marsda Edi, Irjen Rasyid segera menuju klinik.
Gusti yang tengah tiduran di atas bed, langsung terbangun ketika pintu terbuka. Dia terkejut melihat kedatangan ayahnya. Pria itu segera menghampiri sang ayah. Belum sempat dia mengatakan apapun, sebuah hadiah langsung diberikan oleh ayahnya.
PLAK!!
__ADS_1
🌻🌻🌻
Aku up 2 bab dulu ya, nunggu yang ngejar bab mendekat. Jadi nanti pas penilaian di bab 80 bisa mencapai level minimum yang dipatok entuun. So, yang suka nabung bab, untuk novel Azzam jangan nabung bab lagi ya. Biar kita sama² enak, kalian bisa tetap membaca kisah Azzam, dan aku bisa dapat penghasilan. Terima kasih🙏