
Latihan yang ditunggu-tunggu para taruna akhirnya tiba. Mereka akan melakukan latihan terakhir, yakni Cakra Wahana Paksa. Latihan Cakra Wahana Paksa (CWP) merupakan salah satu program pendidikan dan latihan bagi karbol tingkat IV yang dilaksanakan sebagai bagian proses pembentukan matra udara. Untuk latihan CWP tahun ini, akan mengambil lokasi di dalam dan luar negeri.
Saat latihan di dalam negeri, para taruna akan berkunjung ke Pontianak, Batam dan Palembang. Nantinya latihan ini akan ditutup dengan kegiatan muhibah ke Jepang. Muhibah adalah bentuk pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit Tentara Nasional Indonesia matra laut. Atau dalam bahasa umum bisa disebut juga studi banding.
Dalam kegiatan CWP ini para taruna melakukan muhibah ke berbagai tempat, seperti mengunjungi pangkalan dan satuan Angkatan Udara di beberapa wilayah di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para karbol tentang aplikasi operasi dukungan udara, seperti praktek navigasi udara, peraturan lalu-lintas udara, meteorologi, peran dan tugas awak pesawat, serta operasional pangkalan udara.
Selain belajar tentang navigasi udara dan belajar menjadi seorang pilot pesawat, para taruna AAU juga harus mempelajari karakteristik suatu daerah sebagai bekal untuk menjadi perwira angkatan udara.
Selain itu, para karbol juga melakukan sosialisasi tentang Akademi Angkatan Udara ke sekolah menengah atas di kota yang mereka kunjungi. Selain sosialisasi ke sekolah, taruna karbol juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, mengenalkan Akademi Angkatan Udara dan menarik minat para pelajar untuk belajar di sana. nantinya mereka juga akan menampilkan pertunjukkan drum band Gita Dirgantara di kota tujuan.
Semua taruna sudah bersiap untuk berangkat. Koper sudah berada di depan pintu kamar flat mereka. Kegiatan CWP di dalam negeri akan berlangsung selama tiga hari. Pertama-tama mereka akan terbang ke Pontianak, dan melakukan kegiatan muhibah di sana. kemudian lanjut ke Batam, dan ditutup di kota Palembang. Pada akhir bulan, mereka akan terbang ke Jepang sebagai penutup rangkaian latihan CWP.
Seperti biasa, sebelum melaksanakan latihan, pasti akan dilakukan upacara militer untuk melepaskan para taruna menjalankan latihan. Gubernur akademi angkatan udara yang memimpin upacara pelepasan ini. dalam pidatonya beliau berpesan,
“Jaga nama baik almamater sebagai duta akademi angkatan udara selama pelaksanaan latihan dan terakhir jaga sikap dan perilaku, karena kalian akan bertemu senior di tempat yang akan dituju.”
Usai memberikan sambutannya, secara simbolik, gubernur akademi angkatan udara memakaikan tanda peserta latihan pada dua orang taruna, Azzam dan Cipto. Setelah melakukan upacara, mereka akan berangkat menuju Pontianak dari lanud Adisucipto menggunakan pesawat Hercules A-1326.
🌻🌻🌻
Setelah berkunjung Pontianak, Taruna Karbol Tingkat IV kini berada di Batam. Kedatangan mereka disambut dengan baik. Para Taruna akan melaksanakan Kirab dan atraksi Drum Band, sebagai bentuk sosialisasi tentang Akademi Angkatan Udara pada masyarakat. Penampilan drum band Gita Dirgantara ini dimulai dari Grand Mall Batam Penuin dan berakhir di Nagoya dengan menampilkan berbagai atraksi yang memukau.
Seperti yang mereka lakukan di acara ulang tahun kota Semarang, selain membawakan lagu Nasional dan juga lagu penyanyi ternama, mereka juga menyuguhkan atraksi personel Gita Dirgantara. Para penatarama bersama komandan menampilkan atraksi tarian yang begitu memukau dan penuh semangat.
__ADS_1
Pemain bass drum juga tidak ketinggalan menampilkan aksi mereka. Zakaria dengan jubah replika elang maguwo menabuh bass drum dengan terus menggerakkan tubuhnya, seraya memutar stik. Personel lain melakukan gerakan berputar sambil menabuh drum. Azzam pun kembali menampilkan aksinya naik ke atas bass drum yang dibentuk piramid sambil membawa dua bass drum di kedua tangannya.
Aksi mereka tentu saja mengundang decak kagum masyarakat yang menonton. Setelah atraksi Gita Dirgantara berakhir, banyak masyarakat yang meminta foto bersama atau berbincang dengan para taruna. Banyak pelajar yang menanyakan cara mendaftar ke akademi. Dengan penuh keramahan, para taruna menerangkan apa saja yang harus mereka persiapkan untuk bisa menjadi taruna angkatan udara.
“Kak Azzam sekarang tingkat berapa?”
“Tingkat empat.”
“Berarti sebentar lagi lulus ya, kak.”
“Iya.”
“Bakalan jadi pilot dong.”
“Kalau mau jadi pilot, harus sekolah lagi. Khusus sekolah penerbang, setelah lulus akademi.”
“Ada tes lagi kalau mau masuk sekolah penerbang. Dan tesnya emang lumayan susah.”
“Kakak nanti mau ambil korps apa?”
“Korps penerbang tempur.”
“Berarti kakak harus sekolah lagi, ya?”
__ADS_1
“Iya.”
“Fighting kakak! Semoga berhasil dan jadi pilot tempur paling hebat se-Indonesia raya.”
“Aamiin.. makasih.”
Setelah menjawab berondongan pertanyaan, Azzam diminta untuk foto bersama. Lagi-lagi pria itu tidak menolaknya. Untuk acara foto kali ini, dia lumayan kelelahan. Bukan hanya para ABG saja, tapi para emak pun berebut ingin berfoto dengannya.
Usai melalui hari yang panjang di Batam, para taruna bersiap untuk terbang ke kota terakhir, yakni Palembang. Kali ini mereka akan menggunakan pesawat Hercules A-1336 dari lanud Hang Nadim, menuju lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
“Zam.. di Jepang banyak cewek cantik ya?” tanya Zakaria seraya memakai sabuk pengamannya.
“Di sini juga banyak yang cantik. Ngga usah mikir yang jauh-jauh. Yang dekat aja kena tolak terus,” timpal Seno sambil terkekeh.
“Nanti jangan lupa bawa syal. Cuacanya masih lumayan dingin di Jepang.”
“Oke.. eh.. kamu jangan kasih tahu Zuha soal ini.”
“Kenapa?”
“Biar aku yang bawakan syal untuknya.”
Zakaria tertawa pelan sambil membayangkan keharuan Zuhaidar saat menerima syal pemberiannya. Bagaimana mesranya mereka ketika Zakaria memakaikan syal ke leher Zuhaidar. Azzam hanya tersenyum saja melihat tingkah temannya itu. Sedang Seno tidak percaya, upaya Zakaria akan mulus nantinya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Hari ini aku up satu aja, suami sama anak²ku lagi sakit. Minta doanya aja ya,biar mereka cepat sembuh, aamiin🤲