AZZAM

AZZAM
Terbang Layang


__ADS_3

Setelah menjalani bina kelas, para taruna akan melakukan bina praktek. Dengan mengenakan seragam berwarna oranye dan topi hitam, mereka menuju lanud Adi Sujtipto untuk melakukan praktek lapangan. Dengan ditarik pesawat Cesna, pesawat Glider dikeluarkan dari hanggar. Kini mereka akan mempelajari spesifikasi pesawat secara langsung.


Para taruna dibagi dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok akan mendapat pengarahan dari satu pelatih. Mereka mendengarkan pelatih saat menjelaskan bagian-bagian yang terdapat pesawat ini. sang pelatih membuka pintu kokpit, lalu meminta salah satu taruna masuk dan duduk di belakang kemudi pesawat.


Pesawat Glider yang digunakan dalam latihan terbang layang ini berbentuk ramping dengan sayap lebih panjang dan sempit dari pesawat pada umumnya, atau biasa disebut sayap dengan aspek rasio tinggi. Sayap dengan aspek rasio tinggi ini menghasilkan gaya hambat yang sedikit, dan cocok untuk pesawat jenis terbang layang.


Jok kokpit sedikit landai, hingga posisi pilot saat duduk tidak benar-benar tegak, melainkan setengah berbaring atau bersandar. Ruang kokpit juga tidak luas. Dengan duduk bersandar, kokpit dan kanopi menjadi lebih ramping, sehingga mengurangi hambatan saat mengudara. Permukaan badan pesawat juga dirancang sehalus mungkin, memungkinkan pesawat terbang di udara dengan sedikit hambatan parasit.


Azzam masuk ke dalam kokpit. Sang pelatih mengarahkan bagaimana memakai sabuk pengaman yang benar. Setelah memastikan tubuh sudah terkunci dengan sabuk pengaman, pelatih memberi penjelasan semua komponen yang ada di pesawat. Bagaimana menggerakkan tuas untuk membelokkan pesawat. Kepala Azzam mengangguk-angguk tanda mengerti.


Setelah Azzam, bergantian taruna yang lain masuk ke dalam kokpit dan mendapatkan penjelasan serupa. Nantinya para taruna juga akan berlatih menerbangkan Glider dengan dipandu seorang pelatih. Mereka sudah tidak sabar menantikan saat mengemudikan pesawat tanpa mesin tersebut.


🌻🌻🌻


Para taruna nampak bersemangat ketika memasuki landasan udara untuk latihan terbang layang. Kali ini mereka akan berlatih menerbangkan pesawat tersebut. Untuk melakukan pelatihan ini, dilakukan secara bergiliran, sesuai dengan kelompok masing-masing. Azzam kebetulan sekali satu kelompok dengan Zakaria dan Seno.

__ADS_1


Mereka mendorong pesawat tanpa mesin tersebut ke belakang pesawat Cesna. Nantinya pesawat kecil itu akan menarik pesawat Glider hingga mengudara. Sebelum memulai latihan, para taruna diberikan ransel berisi parasut. Mereka harus membawa ransel tersebut, demi mengantisipasi kejadian tidak diharapkan saat di atas nanti.


Azzam membantu Seno menyambungkan tali karmantel pada ransel yang digendong sahabatnya itu. Secara bergantian, kedua belas orang tersebut akan melakukan uji coba terbang layang. Di depan pesawat Glider, sudah siap pesawat Cesna, pesawat kecil bermesin. Mereka mengaitkan tali dari pesawat Cesna ke hidung pesawat Glider. Nantinya pesawat tersebut akan ditarik sampai mengudara oleh pesawat Cesna.


Azzam berdoa dalam hati sebelum dirinya masuk ke dalam kokpit. Dia segera memasangkan sabuk pengaman di tubuhnya. Di kokpit bagian belakang, seorang pelatih yang akan menemaninya berlatih juga sudah naik. Yang menemani Azzam kali ini adalah Mayor Indra. Setelah keduanya siap, pintu kokpit atau kanopi ditutup. Pesawat Cesna di depannya mulai bergerak. Tali yang sudah terpasang mulai menarik pesawat Glider yang ditumpangi Azzam.


Pesawat Cesna berpacu di landasan, perlahan pesawat tersebut mulai tinggal landas. Perlahan namun pasti, Azzam merasakan tubuhnya mulai melayang. Dia menolehkan kepalanya ke samping. Pesawat Glider sudah meninggalkan landasan. Mayor Indra yang duduk di belakang terus memberikan pengarahan pada Azzam.


Pesawat Glider yang terdapat Azzam di dalamnya semakin naik saja. Setelah berada di ketinggian tertentu, terdengar suara Mayor Indra memberi pengarahan. Azzam melepaskan tali penarik dengan cepat. Kini pesawat yang diawakinya mulai melayang di udara. Sedang pesawat Cesna yang menariknya langsung berputar arah. Tangan Azzam kini sudah berada di tuas pengendali pesawat. Dia mengarahkan pesawat sesuai instruksi pelatih.


“EKOOOOO!! KITA TERBANG SAMA-SAMA!!” teriak Azzam. Di belakang, Mayor Indra hanya tersenyum tipis saja mendengar teriakan Azzam.


Pesawat glider ini hanya memiliki satu roda saja, karenanya keseimbangan diperlukan saat melakukan pendaratan. Azzam sebisa mungkin melakukan flare atau transisi dari pendekatan menuju pendaratan. Dia berusaha memperlambat kecepatan pesawat. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan. Dikarenakan pesawat Glider hanya memiliki satu roda pendaratan, maka dia harus berupaya menjaga sayap tidak menyentuh tanah selama mungkin.


Akhirnya pendaratan mulus dapat dilakukan oleh Azzam. Pesawat tersebut masih terus meluncur, hingga akhirnya berhenti dengan sempurna. Azzam mengucapkan hamdallah dalam hati. Latihan terbang layang kali ini berhasil dilakukan dengan selamat.

__ADS_1


Setelah Azzam, berturut-turut Zakaria dan Seno menerbangkan pesawat Glider, dan mereka juga didampingi oleh Mayor Indra. Ketegangan sedikit melanda Zakaria ketika pria itu bersiap hendak melepaskan tali pengait.


“Tetap konsentrasi, jangan gugup. Lepaskan!”


Zakaria mengikuti arahan Mayor Indra, dia melepaskan tali pengait, dan sekarang pesawat sudah melayang-layang di udara. Sama seperti halnya Azzam, pria itu pun berteriak memanggil nama sahabatnya.


“EKOOOOO…. KITA TERBANG, KO!!!”


Usai Zakaria, kini giliran Seno yang mengudara. Beberapa kali pemuda itu menarik nafas panjang ketika pesawat yang ditumpanginya mulai bergerak naik. Dia terus berkonsentrasi, tangannya sudah siap berada di tuas pengendali pesawat.


“Lepaskan!”


Terdengar suara Mayor Indra memberi perintah. Seno dengan cepat melepaskan tali pengait. Kini pesawatnya sudah terbang bebas tanpa bantuan tali yang menariknya tadi. Senyum tercetak di wajah Seno. Sekarang dia sudah berhasil mewujudkan impiannya dan juga Eko, melakukan terbang layang.


“EKOOOOOO…. KITA SUDAH DI ATAS SEKARANG.. KITA SEDANG TERBANG. KAMU LIHAT EKOOOO!!!”

__ADS_1


Mata Seno nampak berkaca-kaca saat berteriak memanggil nama sahabatnya. Berharap sang sahabat mendengar dan menyaksikan apa yang dilakukan olehnya.


🌻🌻🌻


__ADS_2