
Usai liburan semester, Azzam dan yang lainnya kembali ke akademi. Menjalani pendidikan di tingkat ketiga, para taruna akademi angkatan udara, kembali harus menjalani latihan yang wajib diikuti oleh semua taruna tanpa terkecuali. Sama seperti halnya pelatihan para dasar dan terbang layang, setiap taruna yang berhasil melakukan latihan ini akan mendapatkan brevet di dada kirinya.
Nama latihan kali ini adalah Jungle and Sea Survival atau yang dikenal dengan kata sandi Latihan Wanatirta. Latihan Wanatirta merupakan salah satu bentuk pembinaan prajurit, khususnya awak pesawat untuk dapat bertahan hidup, apabila mengalami emergency di daerah operasi, baik di daratan maupun di perairan.
Latihan ini merupakan program yang wajib diikuti oleh Karbol Tingkat III AAU, sebagai bekal pengetahuan untuk melatih diri bertahan hidup, pada saat menghadapi kondisi darurat di medan operasi pertempuran udara. Hal tersebut juga penting bagi Karbol AAU, karena latihan Wanatirta merupakan salah satu tahap latihan kemampuan yang harus dimiliki oleh Karbol, sebagai bekal sebagai bekal melaksanakan tugas operasi di medan pengabdian yang sebenarnya.
Seluruh Karbol Tingkat III AAU sudah berkumpul di lapangan Dirgantara Ksatrian AAU. Mereka berbaris rapih mengenakan seragam berwarna oranye, dan topi berbentuk bucket hat warna loreng. Di punggung mereka terdapat ransel berisikan kebutuhan untuk melakukan latihan Wanatirta.
Gubernur AAU, Marsma Rasyid Fatahillah memberikan sambutannya dalam upacara pelepasan taruna karbol untuk menjalani latihan Wanatirta. Latihan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu kegiatan ground school tentang teori dasar sea and jungle survival, dan aplikasi teori berupa latihan yang dilaksanakan di daerah sekitar waduk Sermo, Kulonprogo. Para taruna karbol sudah mendapatkan teori dasar sea and jungle survival, dan sekarang waktunya mereka mengaplikasikan teori yang sudah diterima.
Dalam sambutannya, gubernur mengingatkan pada semua peserta untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan selama latihan. Menaati aturan dan melaksanakan rangkaian kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, sehingga pelaksanaan dapat berjalan lancar dan aman. Sehingga jika ada permasalahan selama latihan, akan dapat cepat diatasi.
Usai melakukan upacara, komandan upacara membubarkan barisan. Pelatih memerintahkan para taruna menuju kendaraan yang sudah disiapkan menuju tempat latihan. Latihan Wanatirta ini sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari. Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam lebih, akhirnya mereka tiba di lokasi tujuan.
Pelatih kembali mengumpulkan para taruna. Mereka berbaris rapih, menunggu instruksi dari pelatih. Mayor Indra maju ke depan. Pria itu akan memberikan pengarahannya pada para taruna di depannya.
“Situasi sekarang, pesawat yang kalian tumpangi mengalami crash landing di daerah musuh. Kalian terapung di lautan dan harus bertahan hidup. Kalian harus menghindari pesawat musuh dan bertahan sampai bantuan datang.” Mengerti?!”
__ADS_1
“Siap, mengerti!”
“Kalian akan dibagi ke dalam dua belas kelompok. Ingat perhatikan keamanan dan keselamatan selama latihan.”
Dengan cepat Mayor Indra membagi semua taruna yang mengikuti pelatihan ini ke dalam dua belas kelompok. Setiap kelompok akan mendapatkan satu perahu karet yang cukup menampung semua anggota kelompok. Azzam berada satu kelompok bersama dengan Seno, Zakaria, Zuhaidar dan Niken.
Setelah para taruna berhasil merakit perahu karet, mereka menggotongnya menuju waduk. Bergiliran mereka menaiki perahu dan mendayungnya sampai ke tengah waduk. Jarak antara perahu yang satu dengan yang lain cukup berjauhan. Mereka akan berada di sana semalaman, mencoba bertahan dan memakan apapun yang bisa dimakan.
Sebisa mungkin mereka bertahan selama berada di waduk Sermo. Di saat lapar melanda, mereka harus berhemat memakan bekal darurat yang dibawa di ransel mereka. Untuk makan siang, Azzam mengusulkan untuk memakan makanan yang mereka bawa. Mereka mengeluarkan ransum dari dalam tas.
Dengan pertimbangan kondisi di dalam perahu, Azzam memutuskan untuk memakan enertab. Enertab berbentuk seperti biskuit, bentuknya seperti tablet dengan ukuran besar. Tekstur tabletnya kasar, namun enertab ini dapat mengenyangkan perut seharian. Semua taruna mengikuti apa yang dilakukan Azzam. Mereka memakan enertab untuk mengganjal perut.
Secara bergantian mereka memasak makanan dari ransum yang dibawanya. Azzam menyalakan lilin untuk menyalakan kompor. Dia akan menghangatkan ransum yang dibawa. Semua ransum dibungkus menggunakan plastik hampa. Sebelum menikmati makanan, terlebih dulu Azzam harus memanaskan makanan di atas kompor yang disediakan.
“Kamu makan nasi apa?” tanya Zakaria.
“Nasi ayam jamur.”
__ADS_1
“Kenapa ngga nasi rendang ikan?”
“Kalau sakit perut di sini, repot.”
“Oh iya,” jawab Zakaria sambil terkekeh.
Selesai makan, Zakaria dan Azzam bertukar tempat dengan taruna yang lain. mereka berjaga, sementara temannya menikmati makan malam. Semua mereka lakukan secara bergiliran, baik makan, shalat maupun tidur. Mereka harus tetap siaga, jangan sampai musuh mendekat dan mencelakai mereka.
Pagi menjelang. Setelah melaksanakan shalat shubuh secara bergantian, mereka kembali sarapan secara bergiliran. Kegiatan yang sama juga nampak di perahu lain. Ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, mereka dikejutkan dengan suara pesawat yang melayang di atas mereka.
Pesawat yang melintas di atas mereka diasumsikan sebagai pesawat musuh. Kompak semua taruna yang berada di atas perahu mengenakan pelampung, kemudian terjun ke air. mereka membalikkan perahu dan bersembunyi dibaliknya. Mereka terus berada di bawah perahu sampai pesawat tidak terdengar lagi.
Azzam dan yang lain kembali membalikkan perahu dan naik ke atasnya. Sekarang mereka tengah menunggu helikopter yang akan mengangkut mereka menuju titik aman. Helicopter penyelamat tiba. Mereka bersiap untuk mendapatkan penyelamatan.
Azzam menangkap tali yang diturunkan. Dia memegang erat tali, tubuhnya di tarik naik bersamaan dengan pergerakan helikopter. Pemuda itu bertahan dengan mengandalkan kekuatan tangan, ketika helikopter yang membawanya terus bergerak menuju titik aman. Satu per satu rekannya sampai di titik aman. Latihan bertahan hidup di lautan selesai, dan mereka akan melanjutkan dengan latihan bertahan hidup di dalam hutan.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Yang kepo bekalnya Azzam, nih aku kasih lihat😂