AZZAM

AZZAM
Latihan Bhuwana Paksa


__ADS_3

Memasuki semester keenam, kesibukan pra taruna semakin meningkat. Mereka bukan hanya harus mempelajari ilmu dari jurusan yang dipilihnya, tetapi juga tetap melakukan pelatihan yang menjadi bagian pendidikan di akademi ini. Untuk semester enam kali ini, mereka akan menjalani latihan bhuwana paksa.


Latihan bhuwana paksa ini merujuk pada semboyan sekaligus lambing TNI AU, Swa Bhuwana Cakra. Swa Bhuwana Paksa merupakan lambing TNI AU yang berwujud burung garuda yang sedang merentangkan kedua sayapnya, dan mencengkeram lima buah anak panah di atas perisai yang berlukiskan peta Indonesia.


Tulisan motto ‘Swa Bhuwana Paksa’ berada di pita yang terletak di tengah lambing TNI AU. Kepala garuda menengok kea rah timur, dan tubuhnya dilingkari dua untai manggar atau bunga kelapa yang kedua pangkalnya bertemu di bawah perisai, dengan bagian kiri dan kanan perisai terdapat lidah api.


Motto ‘Swa BhuwanaPaksa’ berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Sayap Tanah Air. kata sayap diartikan pula sebagai pelindung. Arti Swa Bhuwana Paksa dalam bahasa Sansekerta merupakan proyeksi tugas TNI AU. Yaitu mewujudkan pertahanan nasional di udara untuk melindungi keamanan, kemerdekaan, kedaulatan, integritas maupun kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Untuk mewujudkan motto ini, maka latihan Bhuwana Paksa menjadi salah satu latihan wajib yang harus dijalani taruna karbol tingkat III. Pada latihan ini, para taruna akan mempraktekkan apa yang sudah diterima oleh mereka di bangku perkuliahan.


Latihan Bhuwana Paksa merupakan aplikasi lapangan dari materi Pertahanan Pangkalan (Hanlan) yang telah diperoleh para taruna di kelas. Latihan ini merupakan bagian dari operasi Hanud Aktif yakni Hanud Titik dalam rangkaian Sistem Pertahanan Udara Nasional dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman, sekaligus pengenalan kepada para Taruna Tingkat III tentang manajemen operasional Hanlan, termasuk teknik dan taktik pertahanan di darat, baik yang bersifat horizontal, maupun vertikal dalam mengamankan objek-objek vital yang ada di pangkalan udara.


Azzam bersiap di kamarnya untuk mengikuti pelatihan Bhuwana Paksa. Pria itu sudah mengenakan pakaian dinas lapangan berwarna loreng, lengkap dengan topi dengan warna senada. Dia keluar dengan menggendong ransel di belakang punggungnya. Dari kamar lain, keluar Zakaria dan Seno. Keduanya juga sudah siap untuk pergi latihan.


“Latihan kali ini, kita dibagi per kelompok lagi?” tanya Zakaria sambil berjalan menuruni anak tangga.


“Sepertinya iya. Nanti akan ada pembagian tugas. Siapa yang menjadi komandan, memantau di pos, memegang persenjataan dan sebagainya,” jawab Azzam.


“Aku yakin, pasti kamu yang akan ditunjuk sebagai komandan lapangan,” Seno menepuk bahu sahabatnya.

__ADS_1


Sekeluar dari gedung asrama, ketiga segera menuju tempat titik kumpul bersama taruna yang lain. sebelum menuju lapangan untuk mengikuti upacara pelepasan, mereka lebih dulu mengambil senjata laras panjang yang akan menjadi perlengkapan yang mereka bawa saat melakukan latihan Bhuwana Paksa.


Semua Taruna Tingkat III sudah berkumpul di lapangan Putra Angkasa Ksatrian Akademi Angkatan Udara (AAU). Pembukaan latihan Bhuwana Paksa ini diikuti semua taruna dan dihadiri oleh para pejabat AAU, para pengasuh dan pelatih yang dilaksanakan dengan upacara kemiliteran.


Gubernur Akademi Angkatan Udara, Marsda Rasyid Fatahillah menyampaikan pesannya saat upacara pembukaan Latihan Bhuwana Paksa.


“Laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh, penuh semangat serta disiplin tinggi dan ikuti prosedur yang berlaku. Perhatikan faktor keamanan dan keselamatan, patuhi semua instruksi dari para pelatih maupun pengasuh, agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Cek dan ricek harus terus dilakukan, sehingga dapat mengindari accident dan incident yang tidak diharapkan.”


Usai mendapatkan pembekalan, para Taruna mulai menyusun organisasi dan tugas yang harus dilaksanakan selama latihan. Sesuai dugaan Seno, Azzam didapuk sebagai komandan di lapangan. Pria itu akan memimpin operasi Hanlan. Pemilihan Azzam tentu saja didasari atas prestasinya selama ini. Di latihan kali ini, Azzam harus membuktikan kemampuan dirinya sebagai pemimpin, sekaligus kematangan berpikirnya untuk menyusun strategi dan taktik selama latihan.


Zakaria bertugas di bagian pertahanan vertikal. Nantinya dia bertugas untuk menjaga pertahanan secara vertikal. Dia bertanggung jawab atas persenjataan rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat musuh. Niken dipercaya untuk memegang kendali smart hunter bersama dengan Zuhaidar. Sedang Seno bertanggung jawab untuk pasukan horizontal.


Setelah pembagian tugas, berikutnya mereka melaksanakan Drill Petugas Posko Pertahanan Vertikal, bertempat di stadion Sasana Krida. Agar pelaksanaan latihan berjalan lancar, maka para taruna diberikan Drill Pengawakan Senjata Triple Gun, Smart Hunter dan Pos battery PSU, bertempat di lapangan Andalan Ksatrian AAU.


🌻🌻🌻


Mungkin banyak yg wondering why kenapa di kisah Azzam, aku banyak nulis soal kehidupan taruna, karena eh karena..


__ADS_1



Kalau langsung loncat lulus terus ketemu belahan jiwanya, maka novel ini ngga ada bedanya sama novel lain yang mengusung tema sejenis.




Di AAU banyak banget latihan yang sayang banget buat dilewatkan ceritanya, seperti para dasar, terbang layang, wanatirta, Hanlan dan Cakra wahana paksa.




Bisa nambah pengetahuan, ngga cuma buat readers, tapi juga buat aku sebagai penulisnya.



__ADS_1


Just info, untuk kuliah di Akmil, AAU, AAL, Akpol atau IPDN, adalah gratis. Semua biaya ditanggung negara. Sebagai gantinya mereka harus mengabdi pada negara setelah lulus.


Nah sekian penjelasannya dan masih belum terima gaji🤣


__ADS_2