Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Alat Untuk Balas Dendam


__ADS_3

Entah apa yang merasuki jiwa seorang Milannita, tiba-tiba saja dia meletakkan kedua telapak tangannya di kedua sisi rahang Zergo lalu mendaratkan ci*man di bibirnya membuat pemuda itu terkejut membulatkan bola matanya.


'Aku akan membalas pengkhianatan mu dengan pengkhianatan juga, Caviar. Suatu saat nanti jika kamu tau hal ini maka aku berharap kamu pun akan merasakan sakitnya di khianati.' ( Batin Milan )


Milan benar-benar telah dibutakan oleh dendam, demi membalas perselingkuhan sang suami, dia rela merendahkan harga diri serta martabatnya sebagai seorang perempuan dengan men*ium pemuda yang baru saja beberapa hari dia kenal.


Zergo yang masih dalam keadaan terkejut masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia terima, bibir kenyal nan manis wanita bernama Milannita itu benar-benar membuat jiwanya melayang kini.


Dia yang notabenenya belum pernah merasakan nikma*nya berc*uman pun nampak terbuai dengan permainan panas yang disuguhkan oleh Milan yang tentunya sudah lebih berpengalaman.


Zergo nampak meletakan tangan di pinggang Milan, sedangkan wanita itu kini melingkarkan kedua tangannya di leher Zergo seraya memejamkan mata ******* bahkan menyisir setiap jengkal bibir pemuda itu yang terasa begitu manis bak madu yang baru di ambil dari sarangnya.


Perlahan, keduanya mulai melepaskan tautan bibir masing-masing, dengan posisi wajah yang sangat dekat, mereka pun saling menatap satu sama lain dengan hembusan napas yang terdengar tidak beraturan saling menatap bola mata masing-masing.


'Maafkan aku, Zergo. Aku akan menjadikanmu alat untuk membalaskan dendam ku pada suami ku, dan aku akan mengucapkan kata maaf ini nanti, jika aku sudah selesai membalaskan dendam yang saat ini begitu memenuhi hati bahkan terasa menyiksa jiwa,' ( Batin Milan )


''Besok kamu sudah mulai bekerja sebagai bodyguard aku, Zeze ...'' lirih Milan.


''Zeze ...?'' Zergo mengerutkan kening mendengar namanya di pangkas begitu saja.


''Kenapa? Zergo kepanjangan, aku akan memanggil kamu dengan sebutan Zeze, lebih cute, dan menggemaskan, gimana?''


''Boleh juga kalau kamu suka,'' jawab Zergo kembali mendaratkan ciu*an panas di bibir Milan merasa belum puas, dan entah mengapa, bibir yang saat ini terlihat begitu merah menggoda dan sedikit basah itu terasa memabukkan membuatnya ingin terus membenamkan bibirnya dalam-dalam.


Keduanya pun berjalan pelan ke arah kamar, dengan bibir yang masih ditautkan kuat seolah meminta sesuatu yang lain, sesuatu yang akan membuat jiwa keduanya melayang ke angkasa.


Bruk ....

__ADS_1


Pintu kamar pun di tutup kasar, dan kedua manusia yang saat ini sedang dibutakan oleh nikm*tnya sentuhan bibir masing-masing pun mulai menjatuhkan tubuh mereka ke atas ranjang.


♥️♥️


Keesokan harinya.


Caviar akhirnya bangun dari tidurnya, dia mencoba menarik kelopak matanya pelan meski masih terasa berat sebenarnya, mengedipkan pelupuknya lembut meski rasa kantuk itu masih terasa begitu menyiksa.


Sampai akhirnya, kedua matanya pun kini mulai terbuka sempurna dan entah mengapa, kepalanya terasa begitu pusing dengan tubuh yang serasa lemas seolah tak bertenaga.


Dia pun termenung menatap langit-langit kamar seraya mengingat kejadian tadi malam. Berapa banyak anggur yang dia minum sampai dirinya sama sekali tidak mengingat apapun? sementara tubuhnya masih dalam keadaan polos sebagai tanda bahwa dia telah bercinta bersama Milannita sang istri.


Seberapa mabuknya dia sampai kepalanya terasa pusing bahkan tubuhnya lemas seolah telah bertempur habis-habisan? Akh ... Entahlah, laki-laki berusia 37 tahun itu hanya bisa mendengus kesal seraya mengusap wajahnya kasar.


''Hmm ... dimana istriku?'' gumam Caviar menatap sekeliling mencari sosok Milan sang istri yang terlihat sudah tidak ada di dalam kamar.


Caviar merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya, jika memang semalam dia sudah melakukan pelepasan bersama sang istri, seharusnya tubuhnya itu merasa ringan bukan malah terasa berat bahkan tak bertenaga nama sekali.


Akan tetapi, dia pun tidak menghiraukan hal itu, kini dia nampak membasuh seluruh tubuhnya di bawah guyuran air shower yang terasa hangat dan menyegarkan membuat tubuhnya perlahan berangsur normal.


♥️♥️♥️


Sementara itu, Milan yang masih berada di dalam kamar Zergo, dan baru saja terbangun dari tidurnya nampak menatap lekat wajah laki-laki yang semalam baru saja tidur bersamanya, bibirnya terlihat mengembang tersenyum begitu manis tatkala menatap wajah tampan yang semalam telah dia buat melayang ke awang-awang.


Mata, hidung, rahang tegas dengan kulit wajah sawo matang nampak terlihat begitu sedap di pandang, apalagi kelopak matanya yang kini masih tertutup rapat membuat pemuda yang memang masih polos itu terlihat begitu tampan sempurna.


Kelopak mata Zergo pun perlahan mulai berkedip pelan, menandakan bahwa sang pemilik wajah tampan itu akan mulai terbangun dari tidur lelapnya.

__ADS_1


''Pagi, Zeze ...'' Sapa Milan tersenyum menyapa saat Zergo mulai membuka kelopak matanya secara sempurna.


''Pagi juga, Nona Milan.''


''Mulai hari ini kamu akan sibuk, ada banyak jadwal syuting yang harus aku lakukan, tapi sebelumnya, kita akan berbelanja dulu di Mall. Sebagai bodyguard artis terkenal, kamu harus memiliki penampilan yang sempurna.''


''Hmm ... Gak usah, saya lebih suka tampil apa adanya ko,'' jawab Zergo tersenyum manis menatap wajah Milan.


''Gak bisa, apa kamu lupa, aku artis terkenal dan populer, bahkan kepopuleran aku sampai terkenal ke mancanegara, kamu harus berpenampilan luar biasa, oke?''


''Baiklah jika kamu memaksa.''


''Maaf, semalam aku hilang kendali,'' lirih Milan merasa malu, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


''Seharusnya saya yang minta maaf karena telah berani menyentuh tubuh wanita milik orang lain, saya menyesal, Milan.''


''Beneran kamu menyesal?''


Zergo menganggukkan kepalanya.


''Serius?''


Zergo kembali menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


''Kita lihat kedepannya, apa kamu masih akan menyesal atau malah ketagihan,'' seketika Milan membuka selimut yang menutupi raga polosnya, membuat mata Zergo terbelalak menatap raga polos yang terlihat begitu indah dan menggiurkan.


Perlahan, keduanya pun mengulangi pendakian semalam, pendakian yang membuat jiwa seorang Zergo dan Milan benar-benar melayang ke angkasa lepas menerobos surga dunia yang selalu diimpikan oleh setiap orang dan tentu saja membuat Zergo merasa ketagihan bak meminum segelas anggur yang begitu memabukkan.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2