
Di Stasiun Televisi terjadi kehebohan besar, rupanya, kabar Milannita artis yang sempat Hiatus dari dunia hiburan telah kembali ke kota mulai menyebar di antara para pencari berita. Salah satu stasiun televisi swasta bahkan sedang mengadakan rapat dengan para staf untuk mengadakan acara khusus dengan bintang tamu artis tersebut.
"Gimana, apa kalian udah bisa ngehubungi Milan? Apa dia mau di undang di acara kita?'' tanya Produser acara tersebut.
"Kamu masih belum bisa menghubungi dia, bos. Nomornya di ganti, e-mail-nya pun gak aktif, dia juga udah gak aktif di media sosial," ucap salah satu staf.
"Ya datangi rumahnya dong. Kalian tau, kalau kita mengudang dia, rating acara kita bakalan naik, kalian tau sendiri dia itu artis yang selalu di buru beritanya dan juga masih punya banyak penggemar. Kalau perlu undang juga suami barunya itu,'' pinta Produser itu lagi penuh penekanan.
"Baik, Bos."
"Jangan cuma baik-baik aja, cepat pergi ke rumahnya sekarang juga."
"Oke, kami ke sana sekarang juga. Eu ... Tapi, bos. Serius mau undang suaminya juga?''
"Ya serius 'lah. Udah cepetan sana pergi, pokoknya kalian harus bujuk Milan gimanapun caranya, oke?"
"Oke bos."
❤️❤️
Sementara itu, di kediamannya. Milan nampak baru saja bangun dari tidurnya, dia pun berjalan keluar dari dalam kamar dengan mata yang masih terlihat mengantuk berjalan gontai menuju dapur untuk mengambil air minum.
Matanya pun menatap sekeliling rumah mencari sosok Zergo sang suami yang sama sekali tidak terlihat dimanapun. Milan pun membuka pintu kulkas lalu meneguk air putih yang langsung dia teguk dari botolnya.
Glegek ... Glegek ... Glegek ....
Suara air yang melintasi kerongkongannya pun terdengar begitu nyaring. Dia pun mengusap ujung bibir yang sedikit basah dengan telapak tangannya.
"Zeze kemana? Pagi-pagi udah gak ada aja?" Gumam Milan dengan mata yang menatap sekeliling, bahkan menatap keluar jendela dapur yang menghubungkan antara dapur dan area kolam renang.
"Hmm ..." Milan pun berjalan keluar dari dalam dapur menuju area kolam renang. Matanya nampak masih menyisir setiap sudut halaman luas yang membentang dia sekitar kolam renang.
"Astaga, Zeze?" Gerutu Milan saat matanya menangkap sosok yang dia cari.
__ADS_1
Zergo terlihat sedang berjongkok dengan tangan yang memegang gunting rumput raksasa yang dia gunakan untuk menggunting rerumputan yang memang sudah meninggi dan tidak beraturan.
"Zeze ...!" Teriak Milan memanggil suaminya dengan nada suara nyaring.
Zergo yang semula menunduk pun seketika mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Milan yang saat ini sedang berjalan pelan menghampiri dirinya
"Kamu udah bangun, sayang?" Tanya Zergo menghentikan gerakan tangannya.
"Ikh, Zeze. Aku 'kan udah bilang, kamu itu suami aku, bukan tukang kebun." Rengek Milan dengan nada suara manja.
"Hahaha ... Emangnya kenapa? Apa kamu lupa kalau aku ini memang senang berkebun?"
"Ikh ..." Rengek'nya lagi mengerucutkan bibirnya.
"Sayang ... Aku gak biasa kalau pagi-pagi hanya diam gak ngelakuin apapun. Lagian, halaman ini luas lho, kalau kita tanami pohon anggur, atau pohon apel? 'kan lumayan kalau kamu lagi pengen makan anggur atau apel tinggal petik aja langsung dari pohonnya," ujar Zergo tersenyum seraya duduk bersila di atas rumput hijau yang baru saja dia pangkas.
"Hmm ... Ide yang bagus tapi, darimana kita dapetin bibit anggur sama buah lainnya?"
"Kamu tenang aja, aku bawa bibitnya dari kampung." Ucap Zergo tersenyum senang.
Zergo menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, sekarang juga kita bikin halaman ini jadi perkebunan mini. Kamu tunggu sebentar di sini, aku bakalan bantuin kamu, aku ganti baju dulu ya," Milan dengan tersenyum senang hendak berjalan kembali ke dalam rumah.
"Gak usah ganti bagi segala, sayang."
"Eit, harus dong. Pakaian yang aku pakai ini adalah pakaian dinas malam, mana boleh di pakai buat berkebun."
"Hah, dinas malam?" Tanya Zergo mengerutkan keningnya.
"Iya, sayang. Dinas malam di atas ranjang, hahaha ..." Jawab Milan seraya tertawa lepas lengkap dengan tatapan genitnya menatap wajah Zergo sejenak lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Astaga, Milan. Saya kira dinas apaan. Dasar istri genit," Zergo tersenyum melihat tingkah Istinya.
__ADS_1
20 menit kemudian, Milan pun kembali dengan penampilan barunya. Zergo yang saat ini sedang memohon rumput pun dibuat geleng-geleng kepala saat melihat penampilan istrinya.
Bagaimana tidak, Milan memakai celana legging berwarna hitam ketat, begitupun dengan atasan panjangnya yang juga begitu ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuh se*sinya yang meliuk bak gitar spanyol.
Kedua tangannya pun di bungkus dengan sarung tangan lengkap dengan kaca mata hitam besar yang menutup seluruh kedua mata indahnya, tidak ketinggalan topi berukuran lebar pun dia kenakan yang akan melindungi wajahnya dari cahaya matahari yang kini bersinar dengan begitu teriknya.
"Astaga, Milannita sayang, Istriku. Kamu mau berkebun atau mau Fashion show? Hahaha ..." Tanya Zergo tertawa lepas hingga matanya berair.
"Hus, ini namanya pakaian berkebun tau. Sayang 'kan kalau tubuh indah aku ini menguning karena sinar matahari?" Jawab Milan berjalan dengan melenggokkan tubuhnya layaknya sedang berjalan di atas catwalk.
"Hahaha ... Terserah kamu aja deh, sayang."
"Kita mulai ya."
Zergo menganggukkan kepalanya dengan tawa yang masih terdengar nyaring.
Keduanya pun bergulat dengan peralatan berkebun, taman yang semula gersang di sulap sedemikan rupa menjadi perkebunan mini yang rindang dan juga sedap di pandang.
Sedang asyik-asyiknya berkutat dengan kebun mininya, tiba-tiba saja keduanya dikejutkan dengan suara bel yang berada di depan pagar rumahnya yang terdengar begitu nyaring secara berkali-kali membuat Milan merasa heran sekaligus kesal.
"Ikh, siapa sih siang-siang datang ke sini? Ganggu aja,'' gerutu Milan merasa kesal.
"Kamu tunggu di sini, biar aku liat siapa yang datang."
Milan menganggukkan kepalanya.
Zergo pun bangkit lalu berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang. Lama menunggu Milan pun akhirnya penasaran siapa yang sebenarnya datang ke rumahnya karena, suaminya masih belum juga kembali. Dia pun bangkit lalu menyusul suaminya.
Milan pun berjalan dihalaman luasnya, menatap punggung Zergo yang saat ini masih berdiri di depan pintu pagar.
"Siapa yang datang, sayang?" Teriak Milan menghampiri.
Zergo pun menoleh lalu menggeser posisi tubuhnya hingga tamu yang berkunjung ke rumahnya itu terlihat oleh kedua mata Milan. Seketika, Milan pun membulatkan bola matanya dengan tangan yang dikepalkan merasa geram.
__ADS_1
"Kamu, mau apa kamu datang ke sini?" Teriak Milan menggelegar.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️